headphones

Foto: pixabay

Gamers, agar bisa bermain game online secara maksimal, kamu membutuhkan tiga unsur wajib, yaitu jaringan internet yang yahud, komputer (dan monitor) yang mempunyai kinerja cemerlang, dan “senjata” yang terdiri dari keyboard, mouse, serta headset.

Ketiga “senjata” itu akan menyalurkan kecepatan gerakan indera pada tokoh yang sedang kamu mainkan. Kalah – menang tokoh tersebut dalam laga yang sedang dimainkan tergantung pada caramu memainkan gaming set tersebut.

Selain mouse dan keyboard, gaming headset berperan signifikan dalam bermain game. Tak hanya untuk mendengarkan suara yang keluar dari permainan, gaming headset juga berperan sebagai alat komunikasi antar tim, sekaligus membawa kamu ke nuansa audio yang dibuat semirip mungkin dengan kondisi atau adegan game.

Meski fungsinya sama, sebelum membeli headset, pastikan kamu mengetahui perbedaan antara headset untuk mendengarkan audio atau headset untuk bermain game. Sama-sama untuk mendengarkan audio, namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Biasanya, gaming headset mempunyai karakter surround untuk menciptakan nuasa tiga dimensi dan kedalaman.

Selain itu, gaming headset juga dilengkapi dengan microphone sehingga kamu pun harus memerhatikan kepekaan microphone headset. Semakin peka magnet yang ada dalam microphone headset pilihanmu, semakin jelas sinyal suara yang akan didengar.

Saat ini, banyak sekali macam gaming headset yang ada di pasaran. Jika kamu bingung untuk memilihnya, simak beberapa tips berikut.

1. Sesuaikan dengan bujet.

thundervox hx2

Iya donk, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah bujet atau anggaran yang kamu miliki. Harga gaming headset beraneka ragam, dari yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah per buah. Semakin berkualitas material gaming headset, biasanya makin mahal harganya.

Tapi, kamu tak perlu kuatir. Ada kok gaming headset yang berkualitas namun terjangkau. Rexus Thundervox HX-2 adalah salah satu seri gaming headset Rexus yang mempunyai kualitas sebanding dengan headset kelas atas lainnya. Dengan harga berkisar 300 ribuan, gaming headset ini jadi pilihan ideal.

2. Sesuaikan kebutuhan.

Vonix F55

Ukur level keprofesionalan kamu dalam bermain game. Semakin profesional, tentunya semakin tinggi kebutuhan peralatan gaming kamu. Buat kamu yang masih berada di level amatir atau intermediate, pilih jenis gaming headset yang dapat kamu pakai untuk belajar main game.

Headset yang bandel, berkualitas, namun tetap terjangkau jadi pilihan tepat karena kamu takkan terlalu sayang saat menggunakannya. Rexus Seri Vonix, seperti Rexus Vonix F55, menjawab kebutuhanmu. Kamu cukup mengeluarkan bujet 200 ribuan untuk menggunakannya.

3. Ketahui spesifikasinya.

Foto: pixabay

 

Seperti halnya audio headset, gaming headset juga mempunyai spesifikasi tertentu. Spesifikasi headset tergantung dari kemampuan driver untuk mengubah sinyal elektrik menjadi semburan suara. Itu bisa kamu lihat dalam spesifikasinya yang diukur dalam beberapa hal pokok berikut:

Range frekuensi: Kemampuan driver headset untuk menangkap frekuensi, baik rendah maupun tinggi. Biasanya, gaming headset mempunyai range frekuensi 20Hz – 20.000HZ. Artinya, headset itu bisa menangkap suara rendah (bas) di kisaran frekuensi 20Hz dan suara tinggi (trebel) di 20 ribu Hertz. Untuk audio headset berkelas biasanya mempunyai range 18 – 20.000Hz. Bahkan, ada yang memiliki range 16 – 20.000Hz, yang dibanderol dengan harga relatif mahal.

– Sensitivitas: Ini merupakan ukuran sensitivitas driver pada headset untuk mengenali sinyal elektronik yang berguna untuk menggetarkan membran di dalamnya. Biasanya, sensitivitas ini diukur berdasarkan ukuran desibel (dB). Semakin tinggi nilai desibel-nya, semakin sensitif headset. Gaming headset Rexus seri Thundervox mempunyai sensitivitas hingga 120 dB.

– Impedansi: Dalam mekanisme sebuah driver, terdapat magnet yang dilengkapi resistor untuk menghambat arus listrik mikro yang masuk ke dalamnya. Itu diukur menggunakan ukuran ? (Ohm). Semakin rendah nilai Ohm-nya, semakin besar arus listrik mikro yang mengalir ke magnet driver dan kemampuan volume headset pun makin kencang. Untuk headset gaming, rata-rata impedansinya berada di kisaran 32?.

– Diameter: Yang dimaksud diameter di sini adalah ukuran lingkar driver speaker, bukan ukuran dome earpad. Semakin lebar diameter speakernya, biasanya suara yang dihasilkan juga makin luas. Rata-rata gaming headset dilengkapi dengan speaker berdiameter 50mm.

4. Kabel atau nirkabel?

Faktor lain yang perlu kamu perhatikan saat memilih headset gaming adalah soal kabel. Saat ini, ada dua jenis gaming headset, yaitu yang menggunakan kabel (wired) atau yang tidak (wireless) yang menggunakan Bluetooth sebagai konektivitas. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Wired Gaming Headset
Kelebihan: Mempunyai hantaran sinyal yang relatif stabil, cenderung lebih awet/bandel.
Kekurangan: Kurang praktis, tidak cocok untuk digunakan bermain game dari handphone.

Wireless Gaming Headset
Kelebihan: Praktis, ergonomis, lebih gaya
Kekurangan: Butuh waktu untuk charging, sinyal kadang kurang stabil.

5. Kemampuan mereduksi kebisingan dari luar.

headset

Foto: pixabay

Baik gaming headset maupun audio headset dilengkapi kemampuan untuk mereduksi atau mengisolasi kebisingan dari luar. Saat ini, ada dua fitur yang berguna untuk mereduksi kebisingan, yaitu:

– Noise Cancellation
Fitur ini mereduksi kebisingan dari luar dengan sistem elektronik yang dibenamkan pada chip driver headset. Headset dengan fitur ini membutuhkan banyak daya untuk mengaktifkan fitur noise cancellation.

– Noise Isolation
Fitur inilah yang lebih banyak diaplikasikan pada headset. Kemampuan ini diperoleh dari sistem dan material earpad yang bagus. Bentuk earpad yang dapat mereduksi kebisingan dari luar secara optimal biasanya berupa dome atau kubah yang melingkupi seluruh telinga. Selain itu, material yang terbuat dari busa yang berlapis kulis sintetis terbukti mampu meredam suara dari luar daripada material yang terbuat dari kassa atau semacam polyester.

6. Kualitas microphone.

thundervox hx2

Ini yang tak ada dalam audio headset. Gaming headset dilengkapi microphone yang berguna untuk berkomunikasi saat bermain game. Mikrofon yang bagus mempunyai nilai sensitivitas tinggi, sekitar 58dB. Selain itu faktor keterarahan juga jadi pertimbangan. Pilih gaming headset yang mempunyai mikrofon yang bisa menangkap suara dari beberapa arah, bukan hanya dari depan.

7. Memiliki penyangga kepala yang nyaman.

Foto: pixabay

Satu hal yang tak bisa dilupakan dalam memilih gaming headset adalah peranti penyangga kepala. Untuk bermain game berjam-jam, kamu butuh headset yang mempunyai sistem penyangga kepala yang nyaman, pas di kepala, tidak mudah goyang tapi juga tidak terlalu ketat. Gaming headset Rexus mempunyai sistem penyangga kepala yang dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran kepala secara otomatis.

8. Tidak terlalu berat.

Foto: pixabay

 

Pilih gaming headset yang mempunyai bobot yang ringan, tak terlalu berat. Headset gaming yang berat akan membuat kepala dan leher cepat lelah.

 

9. Fitur tambahan.

Tentu akan lebih menarik jika kamu memilih gaming headset dengan beragam fitur tambahan yang membuat sensasi bermain game jadi lebih lebih menarik. Sebagai contoh, kamu bisa menemukan fitur efek getar pada Rexus Thundervox-HX1. Atau, di Rexus Thundervox-HX2, kamu bisa mengontrol suara dengan panel suara 7.1 yang dimilikinya.

 

10. Faktor purnajual

Foto: pixabay

Semua orang tentu ingin mempunyai barang yang bergaransi sehingga dapat mengklaim jika terjadi kerusakan. Semakin lama garansi yang diberikan, biasanya semakin berkualitas barang yang dijual. Jajaran gaming headset dari Rexus mempunyai garansi hingga satu tahun, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan fasilitas tersebut, kamu tentu bakal tak ragu untuk memilih gaming headset dari Rexus dan menggunakannya “bertempur” di arena game.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *