Dalam sebuah mouse optik atau laser, terdapat dua komponen utama yang berguna untuk mengatur gerakan kursor. Apa itu? LED dan sensor. Dua komponen ini layaknya tokoh Ken dan Ryu dalam Street Fighter, tak terpisahkan dan bekerja saling melengkapi.

Pancaran cahaya dari LED sebuah mouse dipancarkan langsung ke bawah untuk menerangi bidang datar dan dalam waktu bersamaan dipantulkan ke sensor yang ada sekitar LED.

Sensor itu kemudian akan membaca titik-titik yang terkena cahaya LED untuk kemudian diteruskan ke chipset dalam bentuk DPI. Sebagai penerima pantulan titik cahaya LED, kualitas dan sensitivitas sensor sebuah mouse sangat berpengaruh. Apalagi, untuk sebuah gaming mouse yang bekerja dalam durasi tinggi, gerakan yang sangat cepat, dan pemetaan titik yang sangat banyak.

Teknologi Lama yang Terus Berkembang
LED dan sensor dalam mouse sebenarnya bukan hal yang baru dalam dunia “pertikusan”. Sejak mulai bergantinya teknologi mouse yang mengandalkan “ball-joint” ke mouse optik, perkembangan teknologi LED dan sensor mouse mulai merangkak.

Awalnya, teknologi sensor cahaya ini ditemukan dan dipatenkan pada 1988 oleh Stephen B Jackson, seorang insiyur yang bekerja di Xerox, sebuah perusahaan mesin fotocopy pertama dari Amerika Serikat.

Meski teknologi sensor mouse ini sudah dipatenkan sejak 1988, tapi baru 11 tahun kemudian mouse berperantikan sensor LED ini diproduksi secara massal. Adalah Hewlett-Packard, produsen komputer kenamaan dari Amerika, yang menggelontorkan mouse optik dengan sensor LED. Seri mouse optik pertama yang dikeluarkan oleh HP dengan bekerja sama dengan Microsoft adalah Microsoft IntelliMouse with IntelliEye dan IntelliMouse Explorer.

Prinsip kerja sensor mouse menggunakan optoelectronic sensor, yaitu sensor gerakan dengan memanfaatkan cahaya yang kemudian diterima oleh sebuah kamera video beresolusi rendah. Sensor mouse optik generasi awal hanya dapat memetakan pantulan cahaya yang dikenakan pada bidang datar. Seiring perkebangan jaman, sensor mouse optik makin bisa membaca pantulan cahaya dari bermacam permukaan bidang.

Tak hanya permukaan yang kasar, sensor mouse optik modern pun makin bisa membaca pantulan cahaya pada bidang yang kotor, bahkan saat digunakan secara cepat dan dalam gerakan yang tak beraturan. Inilah yang kemudian menginspirasi para produsen gaming mouse untuk menciptakan mouse yang sensitif, handal, dan dapat memetakan berbagai permukaan untuk menghasilkan gerakan kursor yang cepat dan stabil.

Sensor, Kamera Mini Berefek Besar
Buat kamu yang suka berswafoto alias selfie, kehadiran kamera di ponsel menjadi syarat mutlak. Bahkan, beberapa dari kamu lebih mementingkan fitur kamera di ponsel daripada fitur lainnya, bukan? Buat produsen mouse optik, kamera atau sensor yang ada dalam mouse juga menjadi satu hal yang sangat penting.

Seperti diterangkan di atas, sebagus apapun cahaya LED yang keluar dari mouse takkan berpengaruh jika sensornya tidak bisa memetakannya secara optimal.

Saat ini, setidaknya ada tiga merek chip sensor yang paling kerap dibenamkan dalam gaming mouse, yaitu:

Avago
Merek chipset sensor ini memang sudah mendunia. Avago Technologies adalah perusahaan hardware dan semikonduktor yang berasal dari Singapura yang sudah berdiri sejak 57 tahun yang lampau. Sejak 2016, Avago mengakuisisi perusahaan semikonduktor Amerika, Broadcom, dan berubah nama menjadi Broadcom Limited yang berkantor pusat di San Jose, California, AS.

Dari beragam produk chipset sensor mouse Avago, Avago 3050 adalah salah satu seri chipset sensor yang paling banyak digunakan oleh produsen gaming mouse, termasuk gaming mouse Rexus seri Titanix. Keunggulan chipset Avago A3050 terletak pada kinerjanya dalam mengomptimalkan fitur macro dengan sensor gaming di dalamnya.

Rexus-titanix-TX3

Memang, Avago seri lainnya, termasuk seri yang lebih tinggi seperti Avago 3090 atau Avago 3310 juga mempunyai kinerja yang sama, tetapi harganya jauh di atas seri 3050. Untuk kualitas yang setara dengan harga terjangkau, chipset sensor Avago 3050 jadi pilihan yang ideal.

Pixart
Menyusul eksistensi Avago di dunia chipset sensor, muncullah Pixart. Sensor Pixart merupakan salah satu produk dari PixArt Imaging Inc, sebuah perusahaan sensor CMOS yang berdiri sehak Juli 1998 di Hsin-chu, Taiwan. Seiring waktu, kemampuan chipset Pixart makin diperhitungkan, termasuk karena harga produksinya yang relatif terjangkau.

Terjangkau bukan berarti tak berkualitas. Buktinya, beberapa produsen gaming mouse kenamaan membenamkan sensor ini di gaming mouse-nya. Seri Elite Razer yang melegenda sejak 2014 memilih menggunakan sensor Pixart seri PMW-3366 untuk komponen pengindranya.

Begitu pula Pixart seri PMW3389 yang banyak dilekatkan di beberapa gaming mouse kelas atas. Rexus pun memilih untuk mencangkok sensor Pixart dalam beberapa produknya, seperti dalam Rexus Xierra G7.

Sunplus
Satu lagi produsen chipset sensor yang makin dilirik oleh para produsen gaming mouse, yaitu Sunplus. Perusahaan chipset asal Taiwan ini mulai mengembangkan teknologinya di daratan Tiongkok sebelum akhirnya berkantor pusat di sana.

Salah satu produk chipset sensor yang terkenal dari produsen ini adalah Sunplus 168A yang dicangkok di beberapa merek gaming mouse entry level. Harga yang terjangkau, produk yang mudah diperoleh, dan jangkauan pasar yang luas menjadi beberapa alasan mengapa Rexus juga menggunakannya dalam beberapa seri mouse gaming-nya.

Karakteristik Sensor Mouse yang Bagus
Setelah membahas beberapa jenis chipset sensor dalam gaming mouse berdasarkan produsennya, pertanyaan yang muncul adalah sensor apa yang bagus untuk gaming mouse? Jawabannya tentulah sangat bervariasi dan relatif.

Dikatakan “bervariasi” karena saat ini terdapat beragam jenis gaming mouse, dari yang paling murah hingga termahal. Kamu tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan dan bujet kamu.

Disebut “relatif” karena chipset sensor hanya salah satu bagian dari salah satu produk gaming mouse. Bisa saja sebuah gaming mouse membenamkan salah satu jenis chipset sensor terkenal di dalamnya. Tapi, tanpa didukung oleh komponen dan fitur lain, sensor tersebut takkan berfungsi optimal.

Tidak bisa disebutkan chipset sensor mana yang paling unggul. Tapi, untuk mengetahui kinerja sensor sebuah mouse, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:

1. Counts Per Inch (CPI).
Hampir seperti DPI, namun lebih akurat, CPI mengacu pada berapa kali sensor mouse “membaca” permukaan mousepad tiap inchi gerakan. Makin kecil angka CPI, makin jauh kamu harus menggerakkan mouse untuk memeroleh gerakah kursor yang makin lebar.

2. Jitter
Hal ini mengacu pada ketidakakuratan sensor untuk “membaca” permukaan. Jitter seringkali terkait dengan kecepatan gerakan mouse atau CPI. Makin “jitter” sensor mouse, semakin gerakan kursor tak beraturan. Loncat sana-sini.

3. Angle Snapping
Acuan ini merujuk pada kesesuaian antara data yang masuk dalam chipset sensor dengan gerakan yang dihasilkan. Semakin halus gerakan yang dihasilkan oleh sebuah mouse, maka kemampuan sensor “membahasakan” sinyal gerakan yang masuk makin bagus. Idealnya, perbandingan antara sinyal yang masuk ke chipset sensor dengan gerakan di kursor adalah 1:1.

mouse tester, tes mouse

Grafis: pcgamer

4. Lift-Off Distance (LOD)
LOD mengacu pada tinggi ideal sebuah mouse sebelum sensor berhenti membaca permukaan. Ada beberapa jenis chipset sensor yang masih membaca permukaan sehingga ketika sedikit diangkat, kursor tetap bergerak. Bagi beberapa gamers, justru sensor mouse dengan nilai LOD rendah yang dibutuhkan sehingga mouse tetap mudah dikendalikan.

Nah, setelah mengupas kinerja gaming mouse berdasarkan chipset sensor yang dibenamkan di dalamnya, gaming mouse manakah yang jadi pilihanmu?

Confucius, seorang filosof Tiongkok, pernah mengatakan,”Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.” Jika diterjemahkan secara harafiah, tokoh pemikir itu ingin menyampaikan pesan bahwa dengan mencintai pekerjaan yang menjadi hobi kita, maka kita akan merasa tak bekerja saat melakukannya. Pekerjaan yang seharusnya merupakan hal yang berat dan membosankan pun jadi menyenangkan plus tetap memperoleh pendapatan.

Pertanyaan selanjutnya, “Jika hobi saya bermain game, apakah bisa mendapatkan penghasilan dari hobi ini?” Jawabannya, “Bisa!” Segala sesuatu yang dilakukan secara serius dan profesional akan menghasilkan penghasilan. Apalagi, saat ini “game” bukan lagi sebatas permainan hobi yang menghambur-hamburkan uang. Gaming beralih menjadi jenis e-sports yang menarik banyak sponsor yang bakal mengisi pundi-pundi rekening kamu.

Sebagai gambaran, permainan seperti League of Legends, Dota 2, dan StarCraft II mempunyai liga profesional yang menyediakan milyaran hadiah, belum lagi insentif dari berbagai sponsor. Tercatat, seorang pemain Dota 2 berhasil mengumpulkan 2,7 juta Dollar Amerika atau lebih 35 milyar Rupiah dengan bermain di 60 turnamen! Artinya, setiap kali bermain, dia meraup sekitar 585 juta Rupiah!

Masih tidak percaya? Nih, contoh beberapa pemain e-sport yang berhasil menggantungkan sumber pendapatannya dari hobi gaming.

1. Saahil Arora

sahil arora

foto: pcgamer.com

Pemain yang kerap disebut “Universe” ini mencatatkan diri sebagai pemain e-sports dengan bayaran termahal di dunia, dengan pendapatan yang hampir mencapai 3 milyar Dollar AS atau sekitar 4,9 trilyun Rupiah. Saat ini, pria kelahiran Amerika 28 tahun lalu masih berhak meraih gelar sebagai pemain terbaik e-sports bersama timnya saat ini, Evil Geniuses.

2. Peter Dager

foto: gosugamers.net

Pemuda kelahiran Indiana, AS, ini merupakan teman satu tim Saahil. Dia berhasil mengukir prestasinya di dunia Dota 2 dengan menggunakan nickname peterpandam alias ppd. Dari e-sports, dia berhasil mendapatkan gaji sebesar 2,6 juta Dollar Amerika per 60 turnamen. Prestasi yang diukirnya itu membuatnya dipercaya sebagai CEO E-sports Organization.

3. Syid Sumail Hassan

sumail hassan

foto: teamliquid.net

Pria asal Pakistan ini menggeser dominasi pemain sukses e-sports yang didominasi oleh pemain dari Amerika dan Eropa. Dengan menggunakan nickname Suma1L, bocah berusia 18 tahun ini bergabung dengan Evil Geniuses dan memenangkan kejuaraan The International 2015. Bahkan, The Guinness Book of World Records menobatkan Sumail sebagai gamer termuda yang telah mendapatkan hadiah turnamen sebesar $1 juta USD!

4. Clinton Loomis

foto:theindianexpress

Masih di winning team, Evil Geniuses, tersebutlah Clinton “Fear” Loomis sebagai pemain E-sports terkaya, dengan pendapatan mencapai 2,3 juta Dollar AS. Pria kelahiran Oregon AS ini berhak disebut sebagai pemain game terbaik dari Amerika Utara. Loomis pensiun dari Dota 2 pada September 2016 lalu dan memilih menjadi pelatih di tim yang telah membesarkan namanya itu.

5. Kurtis Ling

foto: team-dignitas.net

Pria yang punya darah China ini menjadi pemain asal Kanada yang bermain untuk tim NP. Dengan menggunakan nickname Aui_2000, dia mendominasi Dota 2 di umur yang relatif muda. Saat mulai kuliah di University of British Columbia (UBC), Ling bergabung dengan tim Starcraft Club. Selama berkarier di dunia e-sports, Ling berhasil mengumpulkan kekayaan hingga mencapai 2 juta Dollar AS.

6. Zhang Ning

foto: the scoreesports.com

Zhang “Xiao8” Ning memulai masuk dalam server Dota pada September 2010. Selama tujuh tahun merajai Dota, Ning berhasil meraup sekitar 1,9 juta Dollar Amerika. Dengan modal sebesar itu, dia pensiun dari dunia game dan menikahi model kenamaan Jie Zhao.

7. Zhang Pan

mu

foto: thescoreepsports.com

Zhang Pan aliah Mu mulai bermain Dota pada awal 2012 dan berhasil menggondol pundi-pundi kekayaan sebesar 1,1 juta Dollar AS dalam rentang waktu dua tahun. Dalam dunia permainan, Zhang Pan dikenal sebagai pemain yang berani mengambil risiko. Pada awal 2015, karier Pan di turnamen mulai meredup dan akhirnya memutuskan untuk pensiun pada Agustus 2016.

8. Clement Ivanov

ivanov

foto: egamers.net

Clement “Puppey” Ivanov adalah pemain Dota 2 dan kapten dari tim Secret, tim Dota 2 profesional dari ranah Eropa. Dari awal bermain pada 2007 hingga 2015, dia cukup fasih menumpuk kekayaan hingga sebesar $446 ribu Dollar AS. Selain sebagai pemain game, Ivanov juga terkenal sebagai pemain musik, dengan keahlian memainkan beberapa alat musik, seperti biola, clarinet, gitar, dan saksofon.

9. Aliwi Omar

foto: thescoreesports.net

Siapa bilang negara yang sedang dilanda konflik tidak bisa melahirkan pemain game profesional? Buktinya, meski negaranya, Suriah, sedang berkecamuk perang saudara, Aliwi Omar tampil sebagai pemain esports profesioal yang hebat. Insinyur teknik kimia ini bermain untuk tim Digital Chaos, salah satu tim asal Amerika Utara.

Bersama Digital Chaos, dia berhasil mengumpulkan uang lebih dari $1 juta Dollar dengan bermain Dota. Salah faktor yang mendukung kesuksesan Omar di dunia digital game adalah kemampuannya menguasai berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Rumania.

10. Daryl Koh

daryl koh

foto: youtube.com

Adakah pemain game profesional dari Asia Tenggara? Adalah Daryl Koh. Pria asal Singapura ini memulai karier game-nya dengan bermain di DotA. Pada 2010, Koh beralih dari DotA ke StarCraft II. Setelah sukses di, gamer dengan nickname iceiceice meloncat ke Dota 2. Dari dunia game profesional itu, dia mengisi rekeningnya hingga 1 juta Dollar AS.

Setelah kesepuluh pemain sukses itu, apakah kamu yang akan menjadi salah satunya? Sekaligus menjadi pemain E-sport pertama dari Indonesia yang berhasil menggantungkan hidup dari dunia game.

gaming,gamers,game center,rexus

Foto: pixabay

Gamers, sebagian dari kita tentu masih mengandalkan keberadaan warung internet, cyber cafe, atau game center untuk bermain game, terutama game online. Mungkin, bagi beberapa gamers yang mempunyai modal lebih, mereka lebih memilih untuk membangun instalasi game online sendiri di rumah yang lebih eksklusif. Tapi, hal itu tentu membutuhkan kapital yang tak sedikit, termasuk membangun jaringan internet yang super cepat.

Alhasil, kita pun memilih untuk mengunjungi warnet langganan kita untuk menyalurkan hasrat bermain game. Selain karena terjangkau, bermain game di warnet juga akan membuat kita bisa berinteraksi dengan rekan-rekan sehobi. Bahkan, tak jarang, bakat kita bermain game pun dapat dilirik oleh pemilik game center untuk memperkuat timnya dalam kompetisi-kompetisi game bergengsi.

Di sisi lain, bermain di game center yang notabene adalah ruang publik mengharuskan kita bertemu banyak orang dengan beragam watak dan peringai. Masalahnya, tidak semua peringai orang yang berkunjung di warnet kita terima dengan baik. Tak jarang, ada saja gamers menyebalkan yang membuat kita tidak nyaman untuk bermain berlama-lama.

Tipe seperti apakah orang yang menyebalkan di warnet atau game center? Apakah kamu salah satunya?

1. Berisik.

noise,gaming

Foto: pixabay

Saat bermain game, berisiknya suara keyboard mekanikal, seperti produk Rexus, merupakan hal yang biasa. Tapi, ada beberapa orang yang mempunyai tabiat suka bicara, baik sendiri maupun bersama dengan teman-temannya. Biasanya, orang tipe tersebut tidak menyadari dirinya mengganggu orang di sekitarnya. Solusinya, kamu bisa menegurnya secara halus. Hindari mengingatkannya dengan cara berteriak atau secara kasar karena justru akan menimbulkan konflik atau justru dia makin berisik.

2. Jahil
Tipe pengguna warnet yang jahil adalah orang yang suka mengganggu dengan cara mengusili pengguna lain, entah dengan sengaja mencabut soket sambungan LAN sehingga menyebabkan terputusnya sambungan internet atau dengan cara iseng lainnya. Solusinya, kamu bisa melaporkannya keusilan yang merugikan kepada pengelola warnet atau game center.

3. Jorok
Nah, tipe orang seperti ini tentu juga sering kamu temui di game center. Biasanyanya, mereka akan berbuat semaunya, seperti membuang sampah makanan secara sembarangan. Tak jarang, ada orang yang kebangetan jorok dengan meludah atau kentut sembarangan. Jika kamu melihat seseorang bermain game dengan sampah bergeletakkan di sekitarnya, sebaiknya pilih tempat yang agak jauh karena dapat dipastikan bahwa orang seperti itu adalah orang yang jorok.

4. Dominan, tidak mau ngalah.

Foto: pixabay

Tipe tidak mau mengalah juga pasti sering kamu temui. Orang yang tak mau mengalah biasanya tidak akan berbagi alat main atau memaksakan untuk memilih tempat yang sebenarnya sudah digunakan oleh orang lain. Perasaan dominan kerap disebabkan karena seorang gamer itu merupakan langganan lama warnet tersebut, mempunyai banyak teman di sana, atau bisa saja, dia dianggap sebagai “dewa” di tim warnet itu. Jika memang masih ada banyak pilihan tempat atau alat permainan di game center tersebut, lebih baik hindari orang dengan tipe seperti itu.


5. Ribet – suka bertanya-tanya.

Falsafah malu bertanya sesat di jalan terkadang dilematis, Bro. Kamu memang berhak bertanya jika memang tidak tahu, tapi jika kamu bertanya terlalu banyak tentang hal-hal sepele, apalagi pada orang yang sedang asyik bermain, hal itu justru akan mengganggu. Solusinya, sebaiknya sebelum berkunjung ke sebuah warnet atau game center, kamu bertanya dulu dengan pengelolanya tentang hal teknis di sana. Hindari untuk banyak bertanya pada gamers yang sedang asyik bermain karena justru muka asam yang bakal kamu dapatkan.


6. Sok kenal sok dekat.

Bersosialisasi dengan para gamers di sebuah warnet adalah hal yang wajar. Tapi, bergaulah secara wajar. Jangan tampak sok kenal sok dekat. Kamu bisa memulai interaksi dengan berkenalan dengan pengunjung game center tersebut setelah selesai bermain. Jangan berkenalan saat dia sedang bermain karena justru akan mengganggu konsentrasinya.


7. Suka menilai orang.

menilai,menilai orang,judgmental

Foto: pixabay

Bro, ada langit di atas langit. Jangan terlalu mudah menilai orang hanya dari penampilan luarnya. Jika baru mengenal, kita takkan tahu kemampuan seseorang. Kamu pasti pernah menjumpai orang bertipe seperti ini saat di warnet. Mereka cenderung akan menilai seseorang dan membicarakannya. Jika kamu merasa sebagai salah satu obyek penilaian mereka, pasang sikap cuek dan tunjukkan kemampuan kamu sebenarnya dalam game yang sedang kamu mainkan.


8. Si Mulut Sampah.

Ada seorang youtuber sekaligus gamers yang jadi viral karena kebiasaannya mengeluarkan kata-kata kasar saat bermain game. Itu sama sekali bukan contoh yang baik. Meski emosi kita kadang tidak terkontrol saat bermain game, sebaiknya hindari meneriakkan kata-kata kotor dan jorok. Tahukah kamu? Kebiasaan itu justru akan menurunkan “nilai” kamu di depan orang-orang sekitar. Bahkan, mereka bisa saja memberi cap “Si Mulut Sampah”.


9. Rusuh.

Tak jarang, kita akan menemui seorang yang menggebrak meja atau memukul benda di dekatnya untuk melampiaskan emosinya saat bermain game. Mungkin, dia tak sadar atas reaksi spontan yang dibuatnya itu. Tapi, bagi orang di sekitarnya, hal itu tentu akan mengagetkan dan menyebalkan. Jika menemui orang seperti itu, katakan bahwa kebiasaannya itu dapat merusak properti warnet sehingga akan merugikan semua pihak.


10. Cari perhatian

dumb,man

Foto: pixabay

Tak sedikit tipe orang pencari perhatian saat berada di warnet atau game center. Mereka ingin diperhatikan oleh pengunjung yang lain dengan menunjukkan eksistensinya, bisa dengan bicara keras-keras atau bergaya eksibisionis lainnya. Jika menemui orang seperti itu, coba abaikan saja. Semakin kita perhatikan, semakin dia akan mencari perhatianmu.


11. Perokok

smoke,smoking

Foto: pixabay

Nah, guys ingat ini. Ternyata, meski ada beberapa warnet yang memperbolehkan untuk merokok, tapi sebenarnya merokok saat main game akan mengganggu pengunjung lainnya, terutama bagi mereka yang tak merokok atau biasanya bagi gamers cewek. Secara tidak langsung, pengujung lainnya menjadi perokok pasif yang harus menghirup asap dikeluarkan oleh perokok. Harus kita sadari bahwa saat bermain di warnet, kita berada di lingkup publik. Prinsipnya, kepentingan kita akan dibatasi oleh kepentingan orang lain.

couple,dating,young

Foto: pixabay

“Pacaran dengan cowok gamers? Ih, ogah. Yang ada kita bakal dikacangin kalau dia sedang main game. Tak hanya itu, doi juga pasti lebih milih main game daripada pacaran,” ungkap Bunga, 24 tahun.

Tak bisa dipungkiri, banyak yang beranggapan bahwa menjalin relasi dengan pria penggemar game merupakan pilihan yang kurang tepat. Kesan individual, asyik dengan dunia sendiri, ‘nerd‘, asosial, cenderung ingin menang sendiri, dan tidak romantis, sering dilekatkan pada para gamers.

Anggapan itu tentu tak salah, namun juga tak sepenuhnya benar. Kejiwaan manusia sangatlah kompleks. Artinya, tidak bisa memvonis kecenderungan seseorang hanya dari hobinya. Seorang yang hobi memancing dengan hanya duduk menunggu berjam-jam untuk mendapatkan seekor ikan belum tentu bisa disebut sebagai orang yang sabar. Sebaliknya, seorang pria yang hobi berburu belum tentu dalam kehidupan sehari-harinya adalah seorang yang kejam.

Nah, begitu pula dengan para pria gamers. Mereka yang mempunyai hobi main game mempunyai banyak faktor yang membentuk peringai dan wataknya. Banyak kok pria gamers yang romantis dan perhatian terhadap pasangannya. Buat para wanita yang masih ragu menjalin hubungan lebih dekat dengan para pria gamers, berikut 10 alasan yang akan memantapkan pilihan kamu.

1. Pria gamers itu cerdas.
rexus,gamersSebuah penelitian yang dilakukan oleh Center for Lifespan Psychology at the Max Planck Institute for Human Development pada 2013 lalu menemukan fakta bahwa hobi bermain game bermanfaat mengembangkan sel otak. Dalam penelitian tersebut, partisipan diminta bermain game selam 30 menit setiap hari selama satu bulan. Setelah dicek menggunakan MRI, ditemukan perkembangan pada sel otak besar dan hippocampus, bagian dari otak besar yang berfungsi sebagai sumber memori. Artinya, pria yang hobi bermain game cenderung lebih cerdas dan mampu memetakan masalah dengan lebih sistematis.

2. Lebih gampang ditemukan.

Tak sedikit wanita yang mengeluh sering ditinggalkan oleh pasangannya yang susah dicari keberadaannya. Dihubungi ponselnya pun tak diangkat. Kamu yang mempunyai pasangan pria gamers bakal jarang mengalami hal ini. Kenapa? Jika kamu kesulitan mencari keberadaan pasangan kamu dan tak bisa dihubungi ponselnya, kamu tinggal mengetahui saja di mana dia sering main game dan di sanalah kamu akan menemukannya.

3. Pria gamers punya semangat bersaing yang tinggi.

Wanita mana sih yang tak ingin diperjuangkan oleh pasangannya? Semua wanita tentu ingin dianggap berharga dan diperjuangkan. Pria penyuka game terbiasa untuk bersaing di dunia game. Mereka pasti juga ingin bersaing dan berjuang untuk mendapatkan wanita idamannya, pantang menyerah.

4. Pria gamers cenderung menjadi pahlawan dan melindungi.

Dalam memainkan sebuah game, kita merepresentasikan diri menjadi satu sosok “hero” yang berjuang untuk melindungi timnya. Kecenderungan itu akan membuatnya ingin selalu tampil menjadi sosok protektif yang melindungimu dari ancaman sekitar.

5. Lebih sportif.

Meski dituntut untuk selalu menang dalam setiap permainan, gamers juga dilatih untuk menerima kekalahan secara lapang dada, layaknya para atlet. Jiwa sportif itulah yang bakal kamu temukan dalam diri pria gamers.

6. Lebih terampil dan kreatif.

Penelitian membuktikan bahwa game akan melatih sistem koordinasi otak terhadap sistem motorik tubuh. Selain itu, gamers juga dituntut untuk bermain secara kreatif untuk menuntaskan sebuah misi. Hal itu akan berdampak pada level ketrampilan dan kreativitas seseorang.

7. Tak membosankan.

Kecuali saat menunggunya bermain game, pacaran dengan gamers takkan membosankan. Gamers terbiasa memainkan situasi yang berbeda-beda sehingga dia akan terbawa untuk mengajakmu ke berbagai pengalaman yang menarik. Meski terkadang impulsif, tapi pengalaman itu justru akan membuat relasi kalian jadi makin berwarna. Bagi mereka, tiap kali kencan adalah sebuah petualangan.

8. Takkan keberatan untuk memberi “Me Time”.

Kamu pasti tak mau tiap waktu berduaan terus – kecuali kalian sudah menikah. Kamu pasti membutuhkan waktu untuk sendiri dan melakukan kesenanganmu sendiri. Pria gamers akan dengan mudah memberimu “me time“. Alasannya sederhana, karena mereka pun juga akan memerlukan hal itu. Hubunganya yang dilandasi kepercayaan akan memudahkan kalian untuk menikmati “me time” meski sedang pacaran.

9. Pria gamers cenderung mengikuti perkembangan teknologi.

Di zaman perkembangan teknologi seperti saat ini, kamu pasti membutuhkan informasi dari seseorang yang mengenal teknologi. Pria gamers tentu memiliki kemampuan itu karena mereka dituntut untuk melek teknologi. Sebagai contoh, jika kamu sedang membutuhkan keyboard mekanikal yang mempunyai kemampuan water resistant maka dia akan merekomendasikan Rexus Legionare MX-2 atau Rexus Legionare MX-3.

10. Penuh strategi.

Untuk memenangkan sebuah permainan, dibutuhkan strategi yang tepat dan manajemen tim yang apik. Kebiasaan di dunia game itu akan diaplikasikan pula dalam dunia nyata. Dia akan belajar menjadi manajer sebuah rumah tangga yang tentu kalian harapkan kelak, mulai dari bagaimana cara mencari sumber penghasilan, memaksimalkan potensi rumah tangga, dan lain sebagainya.

man,cable,stress

foto: pixabay

Gamers, apakah kamu pernah mengalami kondisi ketika saat bermain game, tiba-tiba mouse atau keyboard berhenti beberapa saat? Jika pernah, berarti kamu mengalami kondisi yang kerap disebut “freeze”. Biasanya, jeda freeze hanya berlangsung singkat, tapi bisa jadi kamu bakal “beku” selama 2 – 3 menit bahkan lebih.

Jika sesi permainan sedang tidak dalam kondisi genting, hal itu mungkin tak begitu mengganggu. Tapi misalnya kamu sedang memainkan game Vainglory dan tiba-tiba, kamu mengalami frezee saat musuh membangunkan Kraken, tentu saja kamu akan tamat seketika. Hal ini tentu menjadi hal yang menyebalkan.

Nah, agar tak sering terjebak dalam kondisi freeze, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, yaitu:

1. Jangan langsung salahkan peralatan game.

mouse gaming,rexus

Banyak gamers yang merasa bahwa kondisi freeze disebabkan oleh peralatan gaming yang dimilikinya, seperti mouse, keyboard, atau headset. Akhirnya, dia pun mengganti peralatannya dengan peralatan gaming yang jauh lebih mahal. Itu bukan solusi yang tepat karena dia tetap mendapatkan masalah yang sama meski peralatan gaming-nya luar biasa mahal.

Solusinya: Sebaiknya, kamu tetap menggunakan peralatan gaming yang berkualitas namun tetap terjangkau, seperti produk gaming dari Rexus, karena permasalah freeze bukan lantas berarti peralatan gaming kamu yang bermasalah.

2. Periksa komponen komputermu.

computer

foto: pixabay

Kamu harus sadar bahwa untuk memainkan game interaktif secara normal dan maksimal, kamu membutuhkan dukungan beberapa unsur, mulai dari komputer (CPU) dengan kemampuan RAM yang mumpuni, monitor komputer dengan resolusi tinggi, komponen VGA yang bagus agar bisa menghasilkan sinyal grafis yang baik, peralatan gaming yang bagus layaknya produk Rexus, hingga koneksi internet yang bagus.

Solusinya: Jika peralatan gaming-mu terbukti tak ada masalah, maka yang kemudian kamu lakukan adalah memeriksa komponen-komponen pendukung lainnya, seperti:

– Random Access Memory (RAM)
RAM adalah memori yang ada dalam komputermu. Freeze juga bisa disebabkan karena masalah pada RAM, baik itu, kapasitas RAM terlalu kecil, overload, atau rusak. Langkah pertama, pastikan RAM kamu kompatibel untuk game online. Disarankan untuk menggunakan RAM di atas 1GB. Selain itu, secara teratur bersihkan program yang sedang berjalan di luar game agar tidak membebani RAM.

– Spesifikasi prosesor.
Bersama RAM, prosesor menjadi otak yang akan mengoperasikan semua fitur yang ada dalam komputermu. Pastikan otak komputermu cukup cerdas untuk memainkan game secara realtime. Biasanya, dianjurkan untuk menggunakan DUAL CORE CPU ADRENO 225, MALI 400 atau di atasnya. Buat kamu yang mengakses game dari smartphone, Android 4.1 Jelly Bean cukup mumpuni diajak bertempur.

– Power Supply
Power supply yang tidak optimal atau tidak stabil dapat berakibat pada komputer freeze saat main game. Untuk mendeteksinya, coba cek masalah ini pada BIOS di menu hardware monitor. Biasanya, kerusakan power supply disebabkan karena overheat dan tegangan listrik yang tak stabil di rumahmu.

Software
Hal ini biasa disebabkan karena adanya file-file yang corrupt. File yang corrupt ini juga umumnya muncul karena kesalahan proses instalasi, terutama game yang bajakan. Jangan lupa, update file game ke versi terbaru.

File game
Jangan lupa, freeze juga bisa disebabkan karena file yang corrupt atau rusak sehingga tidak dapat terbaca oleh sistem. Akibatnya akan ada suatu momen dalam game berhenti atau putus-putus. Untuk mengatasinya, pastikan proses instalasi benar sesuai tutorial, selain itu untuk meminimalisir hal-hal seperti ini disarankan untuk membeli game versi original.

3. Periksa koneksi internet.

internet,ethernet

foto: pixabay

Permainan interaktif bersifat realtime dan setiap pergerakan pemain membutuhkan transfer data yang besar. Semakin banyak jumlah pemain dan semakin cepat jenis permainan game yang kamu mainkan, semakin besar kemampuan koneksi internet untuk mentransfer data.

Solusinya: Pilih warnet atau cyber cafe yang sudah terpercaya mempunyai koneksi internet yang cepat. Jika kamu sudah menjadi pelanggan salah satu cyber cafe, kamu berhak kok untuk memberi masukan atau menyampaikan masalah ini ke pengelolanya.

4. Suplai listrik

koneksi kabel,instalasi kabel

foto: pixabay

Jika semua sudah beres dan kamu tetap mengalami freeze, maka kamu bisa cek suplai listrik di rumahmu. Banyak kasus freeze terjadi karena instalasi listrik di tempatmu bermain game bermasalah listrik statisnya. Sederhananya, ground-nya kurang optimal. Hal ini mengakibatkan gangguan pada rangkaian perangkat gaming kamu yang notabene mempunyai rangkaian yang lebih rumit dibanding perangkat biasa.

Solusinya: Panggil tukang instalasi listrik. Biasanya, mereka akan menambahkan koneksi ground untuk meminimalkan efek listrik statis rumah kamu.

rexus,gaming,gamers

Dilansir dari world of buzz pada pertengahan 2017 lalu, seorang pemuda berusia 20 tahun asal China dilaporkan meninggal dunia dalam salah satu sesi game yang sedang dimainkannya. Dari keterangan pihak medis yang menanganinya, “dewa” gamers yang mempunyai sekitar 170 ribu penggemar tersebut meninggal karena mengalami fatigue atau kelelahan kronis setelah beraksi di depan komputer selama 9 jam non-stop.

Gamers, saking asyiknya main game, kita sering lupa memerhatikan kondisi tubuh kita. Layaknya bekerja di depan komputer, bermain game juga mempunyai konsentrasi tingkat tinggi plus daya ingat yang tak kalah menguras energi. Tanpa kita sadari tubuh bekerja sangat keras.

Jika dibiarkan terus menerus seperti itu, tubuh akan mengalami kelelahan kronis. Organ tubuh pun tidak bekeja secara semestisnya sehingga mulai muncul gangguan kesehatan yang akhirnya berakibat fatal.

Untuk mengatasinya, lakukan 10 langkah berikut ini.

1. Jaga tubuh agar selalu terhidrasi.

Jaga tubuh agar selalu terhidrasi

Kebutuhan tubuh akan cairan adalah mutlak karena 60% komponen tubuh adalah air. Otak merupakan salah satu organ tubuh yang membutuhkan asupan cairan paling tinggi, hingga 80%. Biasanya, jika tubuh sedang membutuhkan air, maka otomatis akan muncul rasa haus.

Sayangnya, rasa haus itu tak terasa saat kita bermain serius. Apalagi, hampir semua warnet atau cyber cafe berpendingin ruangan sehingga keringat tak keluar padahal tubuh sedang mengalami dehidrasi.

Saat tubuh kekurangan air, maka akan terjadi gangguan metabolisme, penurunan daya konsentrasi, gangguan penglihatan, bahkan akan menyebabkan kehilangan kesadaran. Dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas Loughborough, Inggris, tubuh yang kehilangan cairan sebanyak 5% akan mengalami penurunan level energi 25-30%.

Solusinya, sediakan selalu botol minuman di dekat komputermu. Jika sedang kompetisi, gunakan botol yang mempunyai sedotan agar tak menyulitkan saat minum. Minuman yang dianjurkan tetaplah air putih. Jangan terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi yang punya kandungan kafein tinggi dan pemanis buatan. Selain akan memperberat kerja ginjal, minuman seperti itu juga akan menambah angka timbangan Anda.

2. Konsumsi makanan tinggi energi.

makanan sehat

foto: pixabay

Seperti yang sudah disebutkan bahwa bermain game menguras energi tubuh secara cepat, maka sebaiknya kamu tetap mengonsumsi makanan sumber energi, seperti camilan tinggi protein (protein bar) atau justru makanan tinggi serat. Hindari mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, atau karbohidrat. Jenis makanan tinggi gula akan mudah dicerna oleh tubuh sehingga energinya tidak bertahan lama.

3. Lakukan olahraga.

olahraga,menguruskan badan,wanita

foto: pixabay

Seperti yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan. Anda tetap tak bisa melupakan aktivitas fisik seperti olahraga. Idealnya, dalam seminggu kamu harus berolahraga selama 2 – 3 kali, masing-masing selama 30 menit. Tak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat. Berjoging dengan gebetan di sekitar komplek tempat tinggal jadi satu pilihan yang menarik.

Olahraga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan metabolisme tubuh, menjaga fleksibilitas tubuh, menjaga stamina tubuh, melancarkan peredaran darah (kardiovaskuler), dan tentu, membakar kalori.

4. Lakukan latihan kekuatan otot.

karate,membentuk otot

Mungkin, kamu mengira bahwa bermain game tidak membutuhkan kerja otot. Kamu salah. Bermain game, apalagi selama berjam-jam, membutuhkan kekuatan dan koordinasi antar otot. Saat duduk, otot yang bekerja adalah otot inti tubuh, terutama bagian pinggang, pinggul, otot tubuh bagian atas (dada, pundak, leher), otot paha, dan juga otot lengan.

Untuk menjaga kekuatan otot tersebut, secara teratur lakukan latihan fisik. Berikut beberapa contoh latihan sederhana yang bisa kamu lakukan tiap hari:

a. Push up atau press up. Lakukan press up sebanyak 10-25 kali untuk 3 set.
b. Plank. Ambil posisi seperti push up dengan tangan ditekuk sehingga bertumpu pada siku. Lakukan selama 30 detik – 1 menit untuk 3 set.
c. Angkat barbel atau dumbbell. Latihan ini berfungsi untuk melatih kekuatan otot bisep dan trisep pada lengan.
d. Squat. Berdirilah dengan tangan terentang ke depan, kemudian tekuk lutut sehingga paha pararel. Latihan ini akan melatih otot pinggul, paha, dan otot inti yang bekerja keras saat kamu duduk berjam-jam ketika bermain game.

5. Selalu perhatikan postur tubuh saat duduk.

peregangan,peregangan di kantor

foto: pixabay

Kerap kali para gamers duduk seenaknya tanpa memperhatikan posisi duduk yang tepat. Selain akan membuat kamu cepat pegal, posisi duduk yang salah akan membuatmu berpotensi salah urat. Prinsipnya, duduklah secara tegap namun tetap rileks. Atur jarak mouse, keyboard, dan monitor senyaman kamu.

Rexus Legionare MX7

Pilih keyboard atau mouse yang nyaman dan sesuai dengan kontur tangan kita. Pilihan yang bisa kamu pilih adalah produk-produk Rexus, seperti Rexus Legionare MX-7, Rexus Titanix-TX3, dan seri lainnya, karena sesuai dengan tangan orang Asia dan mempunyai mekanik yang mudah dioperasikan sehingga tangan tidak mudah pegal.

6. Lakukan peregangan.

peregangan,olahraga

foto: pixabay

Ini tak kalah penting. Peregangan berfungsi untuk mengendorkan otot yang kaku dan tegang. Kamu bisa melakukan peregangan untuk leher, lengan, dan kaki. Selain itu, lakukan relaksasi pula untuk otot muka dengan cara membuka dan menutup mulut. Kamu pun juga bisa berdiri selama sekitar 1 menit agar peredaran darah kembali lancar.

Leher: Tekuk leher ke depan, belakang, samping. Masing-masing untuk 10 hitungan, kemudian putar leher ke kiri dan kanan.
Lengan: Rentangkan kedua tangan dan putar ke depan serta ke belakang untuk 10 hitungan.
Kaki: Angkat kaki ke atas dan ke bawah.

7. Hindari mata yang terlalu lelah.

mata,mata sehat,kesehatan mata

foto:pixabay

Saat bermain game, mata akan cenderung melotot karena lensa mata fokus pada obyek dalam waktu yang lama. Hal itu akan membuat mata cepat lelah dan berair. Solusinya, biasakan mengedip agar mata selalu basah dan setiap maksimal dua jam, istirahatkan mata dengan memandang obyek yang jauh – atau, kamu bisa sesekali melihat penjaga warnet yang cakep di ujung ruang warnet.

8. Perhatikan kondisi telinga.

Telinga kita mempunyai batas kekerasan suara yang bisa diterimanya. Suara yang terlalu keras dan didengar dalam waktu lama berpotensi menimbulkan gangguan telinga. Karenanya, jangan memaksimalkan volume suara game yang kamu mainkan. Agar lebih nyaman tapi tetap asyik, kamu bisa menggunakan produk headset gaming dari Rexus, seperti Rexus Thundervox-HX2, Rexus Thundervox-F35, dan seri lainnya.

9. Perhatikan kebutuhan tubuh akan udara.

Tanpa kita sadari, saking berkonsentrasi pada game, kita sering melupakan bernafas secara panjang. Karenanya, sesekali tarik nafas panjang dengan menegakkan tubuh. Semakin banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh, semakin segar tubuh kita.

Perhatikan pula sirkulasi udara atau ventilasi udara yang ada di sekitar kita. Pilih tempat bermain yang dekat dengan jendela.

10. Jaga berat badan.

obesitas,kegemukan

foto: pixabay

Mau jadi gamers yang sehat dan fokus tiap kali bertanding? Jangan lupa untuk menjaga berat badan. Berat badan berlebih membuat kita mudah capek dan tidak kuat duduk untuk waktu yang lama. Berat badan yang terlalu berat juga berpotensi tinggi menyebabkan penyakit serius, seperti penyakit jantung koroner, diabetes, stroke, dan lain sebagainya.

Kabar baiknya, salah jika dikatakan bahwa bermain game akan membuat kamu kelebihan berat badan. Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Linda Jackson dari Michigan State University yang dilakukan pada 482 orang menemukan fakta bahwa tidak ada korelasi antara obesitas dengan hobi bermain video game.

Gamers, tahukah kamu apa jenis keyboard yang kerap kamu pakai bermain game? Ya, mechanical keyboard atau juga disebut sebagai keyboard mekanikal. Keyboard mekanik memang saat ini makin mendapat tempat di hati para pengguna komputer. Tidak hanya untuk para gamers, keyboard mekanikal juga direkomendasikan untuk para profesional.

Tidak seperti perkembangan teknologi komputer, baik perangkat keras maupun lunaknya, perkembangan teknologi keyboard memang tidak cepat. Hingga saat ini, kita baru mengenal dua macam jenis teknologi keyboard, yaitu teknologi membran (Membrane Dome) dan teknologi mekanikal.

Keyboard Berteknologi Membran
Anda masih ingat mesin ketik manual? Ya, seperti itulah sensasi mengetik di atas keyboard mekanikal, terasa sedikit keras namun mantap. Teknologi keyboard mekanikal sebenarnya hampir sama dengan mesin ketik, hanya dikembangkan teknologinya dengan menggunakan komponen atau sirkuit elektrik. Pada sekitar tahun 1980an, produsen komputer kerap menggunakan teknologi mekanikal dalam keyboardnya, misalnya produk IBM.

Keberadaan keyboard berteknologi mekanikal mulai tergusur saat teknologi keyboard membran mulai bermunculan. Dalam sebuah keyboard berteknologi membran, terdapat tiga lapisan yang ditempatkan tepat di bawah tombol keyboard. Membran tersebut terbuat dari silikon yang di bawahnya dilengkapi lapisan granit. Fungsi membran tersebut berfungsi untuk menghantar sinyal ketukan untuk mengaktifkan lapisan sirkuit di bawahnya.

Pergeseran dari teknologi keyboard mekanikal awal ke keyboard berteknologi membran adalah karena beberapa alasan berikut:

1. Suara ketikan terdengar lebih lembut.
Karena ketukan tombol keyboard dilapisi oleh lapisan silikon terlebih dahulu sebelum menghantam sirkuit elektrik di bawahnya, maka suara yang keluar jadi lebih lembut. Hal ini tentu tidak akan menimbulkan kebisingan saat digunakan di kerja, terutama perkantoran.

2. Lebih ringan.
Keyboard berteknologi membran biasanya terbuat dari material plastik sehingga lebih ringan dan mudah dibawa ke mana-mana.

3. Lebih murah.
Karena materialnya kebanyakan terbuat dari plastik, harga keyboard membran lebih murah dibandingkan keyboard mekanikal. Bagi produsen komputer yang biasa menjual PC dalam bentuk paket, penggunaan keyboard membran dirasa jauh lebih menguntungkan.

Keyboard Berteknologi Mekanikal
Sekarang, teknologi keyboard mekanikal merupakan penyempurnaan dari teknologi keyboard mekanikal sebelum tergantikan oleh keyboard membran. Penyempurnaan itu meliputi penggunaan material yang solid (metal) hingga beragam teknologi lain yang membuat jenis keyboard ini jadi lebih menarik, terutama buat para penyuka game.

Berbeda dengan keyboard membran, keyboard mekanikal menempatkan individual switch pada masing-masing tombol. Jadi, masing-masing tombol pada keyboard mempunyai mekanik tersendiri yang dilengkapi oleh pegas sehingga tombol bisa memantul secara sempurna.

Jika ditilik secara global, keyboard mekanikal jauh lebih awet dan tangguh dibandingkan pendahulunya. Sebagai contohnya, keyboard mekanikal dapat bertahan 50 juta kali klik atau lebih, sedangkan keyboard membran rata-rata hanya 10 juta kali. Tahukah kamu? Saat ini, masih banyak terdapat keyboard mekanikal lama yang berumur kurang lebih 30 tahun masih dapat digunakan, salah satu contohnya adalah IBM Model M dengan konektor PS/2.

Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang mulai melirik kembali keyboard berteknologi mekanikal.

1. Lebih tahan lama.
Keyboard mekanikal menggunakan switch mekanik berbahan metal dan plastik. Keyboard mekanikal pun terasa lebih berat dan kokoh, karena memang switch yang digunakan merupakan switch berkualitas tinggi.

2. Sensasi mengetik lebih mantap.
Kebanyakan switch mekanikal yang ada di pasaran memiliki mekanisme kerja di mana switch tersebut akan menerima input dari keycaps yang Anda tekan walaupun hanya setengah tekan, dan setelah mencapai titik tengah dari switch tersebut. Kemudian, bunyi “klik” akan terdengar. Bagi para gamers, sensasi menekan sekaligus bunyi “clicky” yang mantap akan menambah sensasi saat bermain game. Apalagi, kamu memilih keyboard mekanikal yang menggunakan mekanik tombol berwarna biru atau hitam.

3. Lebih akurat dan mengurangi risiko RSI,
Karena ada jarak beberapa milimeter antar tombol pada keyboard mekanikal, maka pemencetan tombol jadi lebih akurat – tidak melenceng ke tombol lain. Ini berbeda dengan keyboard membran yang jarak antar tombolnya sangat rapat. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa resiko RSI (Repetitive Strain Injury), penyakit yang terjadi saat Anda mengetik terlalu banyak, akan jauh berkurang jika menggunakan keyboard mekanikal.

4. Mudah dalam perawatan.
Anda dapat melepeas semua keycaps yang terdapat pada keyboard tersebut, sehingga akan memudahkan Anda untuk membersihkan debu yang terselip di antara keycaps ataupun di badan keyboard.

5. Dapat dimodifikasi sesuai selera.
Kamu termasuk orang yang suka tampil beda? Kamu bisa mengganti masing-masing tombol keyboard sesuai selera.

6. Lebih gaya.
Beberapa keyboard mekanikal di pasaran memiliki backlight LED yang sangat menarik. Namun jangan khawatir, jika Anda termasuk orang yang tidak terlalu suka dengan backlight LED, terdapat juga keyboard mekanikal polos yang tidak memiliki LED.

7. Kemampuan Anti-Ghosting
Pernah mencoba menekan beberapa tombol secara bersamaan di komputer dan tidak semuanya muncul di layar? Itulah yang dinamakan ghosting. Karena sirkuit di keyboard-nya yang sederhana, membrane dome based keyboard tidak mampu untuk menerima beberapa input secara bersamaan. Hal ini tidak akan kita temui di mechanical keyboard karena setiap tombolnya memiliki individual switch.

Lebih banyak keunggulan yang akan kita dapatkan dengan menggunakan mechanical keyboard, tetapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa harga yang dibanderol untuk keyboard ini masih cukup tinggi, terutama untuk pasar gamers yang kebanyakan masih remaja.

Selain itu kerasnya noise yang dihasilkan oleh mechanical keyboard juga merupakan hal yang membuat beberapa orang masih belum tertarik untuk menggunakannya karena ia lebih suka dengan suasana sunyi saat melakukan pekerjaan ketik mengetiknya.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa memilih keyboard berteknologi mekanikal yang berkualitas tinggi namun tetap terjangkau. Pilihan yang tepat adalah dengan menggunakan produk keyboard dari Rexus, baik yang wired maupun wireless. Nah, bagi kamu yang membutuhkan keyboard mekanikal dengan suara yang tetap lembut, Rexus Legionare MX6.

Jadi, apa pilihan kamu?

Bermain game memang tak pernah membosankan. Apalagi jika kamu belum berhasil memenangkan atau menguasai strategi sebuah game. Kamu pasti bakal penasaran – bahkan, rasa penasaran itu bakal terbawa saat tidur. Meski belum bosan dengan salah satu game yang sedang kamu mainkan, ada baiknya kamu melirik beberapa game baru yang bakal diluncurkan di awal tahun 2018 ini.

Didominasi game bergenre RPG (Role Playing Game) dan action, deretan game terbaru ini tetap mengangkat nama game yang telah melegenda, seperti Street Fighter ataupun Dragon Ball Fighter Z. Hal itu tentu akan membuat kamu tak kesulitan untuk beradaptasi dalam game baru ini, namun menemukan beragam tantangan dan pengalaman baru yang mengasyikkan.

 

1. Fallen Legion +

Tanggal rilis: 6 Januari 2018
Genre: RPG
Platform: PC

2. Street Fighter V: Arcade Edition

Tanggal rilis: 16 Januari 2018
Genre: Fighting
Platform: PC, Playstation 4

3. Gintama Rumble

Tanggal rilis: 18 Januari 2018
Genre: Action
Platform: Playstation 4

4. Kirby Battle Royale

Tanggal rilis: 19 Januari 2018
Genre: Action
Platform: Nintendo 3DS

5. Digimon Story: Cyber Sleuth – Hacker’s Memory

Tanggal rilis: 19 Januari 2018
Genre: RPG
Platform: Playstation Vita, Playstation 4

6. Lost Sphear

Tanggal rilis: 23 Januari 2018
Genre: RPG
Platform: Playstation 4, Nintendo Switch, PC

7. Inpatient

Tanggal rilis: 23 Januari 2018
Genre: Virtual reality
Platform: Playstation 4

8. Legrand Legacy

Tanggal rilis: 24 Januari 2018
Genre: RPG
Platform: PC

9. Dragon Ball Fighter Z

Tanggal rilis: 26 Januari 2018
Genre: Fighting
Platform: Playstation 4, Xbox One, PC

10. Dissidia Final Fantasy NT

Tanggal rilis: 30 Januari 2018
Genre: Fighting
Platform: Playstation 4

 

Sumber: jagatplay.com

Gamers, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan angka-angka DPI setiap kali hendak menggunakan mouse. Berdasarkan berbagai informasi, kamu pun langsung memilih mouse dengan angka DPI yang tinggi dan punya polling rate yang tinggi.

Tapi, sebenarnya apakah kamu mengerti apa yang dimaksud dengan DPI itu? Dan, apakah lantas dengan memilih mouse dengan DPI setinggi mungkin benar-benar bermanfaat? Jika masih kurang mengerti, yuk kita bahas sedikit di sini.


Mouse Berbasis Optik

Sebelum memahami DPI pada sebuah mouse, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai mouse berbasis optik karena fitur DPI hanya bisa diaplikasikan di mouse jenis ini. Dahulu, kamu pasti pernah ingat teknologi mouse yang bergerak dengan menggunakan bantalan bola karet.

Bola karet tersebut akan menyentui empat titik arah yang ada di sekitarnya sehingga kursor pada tampilan komputer akan bergerak.

Nah, seiring perkembangan zaman, muncullah mouse yang berbasis optical dan laser sebagai dasar pergerakannya. Gerakan mouse berbasis optik mengandalkan gerakan cahaya – biasanya berwarna merah – dan yang kemudian memberi sinyal pada kamera kecil yang berada dalam mouse.

Kamera itu akan mengabadikan ratusan gerakan cahaya itu sebanyak ratusan titik per detik, seiring kamu menggerakkan mouse ke segala arah. Sinyal dari mouse itu kemudian akan diubah menjadi gerakan kursor pada komputer.

Hampir sama dengan mouse optik, sistem kerja mouse laser juga mengandalkan pemetaan kamera pada cahaya. Bedanya, mouse laser, menggunakan cahaya infrared yang sering kali tidak terlihat oleh mata.

Apa itu DPI?
Berdasar sistem kerja mouse optik yang menggunakan kamera untuk memetakan titik cahaya pada bidang datar, muncullah istilah Dots Per Inch, yaitu nilai pengukuran sensitivitas kamera mouse dalam menitik pergerakan cahaya. Semakin tinggi nilai DPI sebuah mouse, semakin sensitif mouse tersebut.

Hal itu tentu berpengaruh pada kecepatan gerak kursor yang digerakkan oleh mouse itu. Mouse yang mempunyai nilai DPI tinggi hanya membutuhkan sedikit gerakan untuk menggerakkan kursor. Kamu tak perlu menggerakkan mouse terlalu jauh untuk mendapatkan jangkauan kursor yang luas.

Selain itu, dengan menggunakan mouse dengan DPI tinggi, pemetaan obyek pada layar komputer jauh lebih akurat. Sebagai contoh, pada war game seperti Point Blank atau Call of Duty, kamu pasti harus dapat membidik obyek secara cepat dan tepat. Dengan mouse ber-DPI tinggi, kamu akan mudah melakukannya.

Tak Asal DPI Tinggi

Lantas, apakah dengan mouse ber-DPI tinggi kamu akan nge-game atau melakukan pekerjaan profesional lain (desain, video editing) secara lebih mudah? Belum tentu.

Sering terjadi, justru mouse dengan DPI tinggi yang super sensitif menyulitkan kita dalam menguasai gerakan kursor. Bisa jadi, tiba-tiba kursor terlempar jauh saat kamu menyentuh atau menyenggol mouse. Atau, kita justru kesulitan membidik target karena kursor sulit dikendalikan.

Selain setelan DPI pada mouse yang bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan, kamu juga harus memperhatikan kesesuaian antara sensitivitas mouse yang kamu miliki dengan kemampuan komputermu, terutama kartu grafisnya (VGA Card).

DPI tergantung dari kemampuan perangkat keras mouse, sedangkan sensitivitas kursor juga ditentukan dari setting-an software komputer tersebut. Sebagai contoh, kamu punya mouse dengan DPI tinggi tetapi settingan kecepatan mouse pada perangkat lunak komputer kamu belum kamu setting. Yang terjadi adalah saat menarget obyek yang cepat dan kecil, pergerakan kursor tetap tidak bisa mengikuti target tersebut.

Terus, Bagaimana Idealnya?

Pertama, mouse dengan High DPI akan bekerja secara optimal jika dikombinasikan dengan komputer yang mempunyai kemampuan grafis yang mumpuni dan monitor beresolusi tinggi. Jika kamu bermain game di monitor beresolusi rendah, misalnya 1366×768 seperti pada layar laptop, maka kamu tak perlu mouse dengan tingkat DPI tinggi.

Sebaliknya, jika kamu bermain game pada monitor berukuran 3840×2160 dengan resolusi hingga 4K, kamu perlu mouse dengan settingan DPI tinggi sehingga kursor dapat bergerak cepat secara smooth.

Kedua, gunakan mouse yang mempunyai pilihan tingkat DPI dalam satu device. Dengan pilihan itu, kamu bisa menyesuaikan sensitivitas dan kecepatan mouse berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan jenis game. Rekomendasi mouse dengan tingkat DPI yang bisa disesuaikan adalah semua seri mouse produk Rexus. Salah satunya adalah Rexus Titanix Tx9 dengan range DPI 1000 – 4000 yang bisa diatur dengan tombol secara mudah.

Ketiga, mouse dengan tingkat DPI tinggi memang berguna, tapi itu bukan segalanya. Dalam memilih mouse, terutama gaming mouse, perlu diperhatikan pula beberapa faktor seperti model yang nyaman, sesuai dengan pola genggaman dan ukuran tangan kita, berat, dan penempatan tombol yang pas. Kami rekomendasikan agar kamu mencoba seri mouse dari Rexus yang telah terbukti kualitasnya.

Mouse gaming rexus

Mouse gaming rexus

Gamers, bagi anggota pasukan elite Navy Seals, senapan CQBR alias Close Quarters Battle Receiver, merupakan senjata handalan yang harus selalu mereka bahwa di setiap operasi tempur. Nah, bagi kamu, para gamers, senjata yang tak boleh ketinggalan adalah mouse untuk game atau sering kita sebut gaming mouse.

Tentu, mouse yang harus kalian punya adalah jenis gaming mouse yang mempunyai beberapa fitur khusus untuk gaming. Selain harus mempunyai kemampuan yang mumpuni sesuai kebutuhan esports, gaming mouse juga harus mempunyai durabilitas tinggi dan nyaman.

Masalahnya, semakin berkualitas sebuah gaming mouse, harganya pun semakin tinggi. Sebagai seorang gamer profesional, Anda tentu membutuhkan senjata yang berkualitas namun terjangkau di kantong, bukan? Selain agar pengeluaran tetap hemat, kamu pasti bisa menggunakan mouse tersebut sebebas mungkin alias tidak terlalu sayang untuk diajak “tempur”.

Sebenarnya, banyak kok tipe gaming mouse yang berkualitas namun sangat terjangkau dan mudah diperoleh di pasaran. Berikut kami bandingkan kualitas dan harga dari 5 mouse gaming yang paling laris saat ini.

1. Rexus X-3

Kualitas? Rexus Xierra X3 adalah professional gaming mouse yang memiliki berbagai keunggulan baik dari segi desain maupun kinerja. Dengan konektivitas gold plated USB dan nylon braided cable yang berkualitas dan kuat, Rexus X-3 mempunyai bentuk yang sangat sangat ergonomis dan disesuaikan dengan telapak tangan orang Asia. Xierra X-3 memiliki tingkat DPI maksimal 3200 DPI yang bisa bisa langsung dicolok pada komputer.

Harga? Dengan harga di bawah 200 ribu, gaming mouse ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan gamers, baik mereka yang baru belajar maupun kamu yang sudah profesional.

2. Rexus X-6

Kualitas? Dengan berat hanya sekitar 140 gram, X-6 hadir dengan warna yang lebih kalem. Cocok untuk gamers cewek. Meski terlihat kalem, mouse ini juga memiliki satu kesatuan dengan chipset gaming yang ditujukan untuk para gamer tingkat atas dan dilengkapi dengan teknologi yang dapat meningkatkan kestabilan transmisi data pada mouse.

Harga? Masih kisaran di bawah 200 ribu, mouse ini layak untuk kamu ajak “tempur” sekaligus buat latihan harian.

3. Rexus Xierra G-7

Kualitas? Mouse ini bekerja dengan sistem optik yang memiliki tingkat akurasi dan kecepatan optimal sehingga menambah sensasi permainan Anda semakin mengesankan. Xierra G7 dilengkapi oleh 7 (tujuh) tombol yang memiliki fungsi berbeda, dengan permukaan tombol anti slip.

Harga? Kamu mungkin sedikit tak percaya jika mouse keren ini hanya dibanderol dengan harga di bawah 150 ribu. Kamu bakal tak sayang untuk mengajak mouse ini bekerja berat.

 

4. Rexus S5 – Wireless

Kualitas? Rexus Xierra S5 adalah professional gaming mouse yang memiliki fitur wireless mouse (nirkabel) dengan kecepatan koneksi mencapai 2.4GHZ sehingga menyajikan kestabilan dan keakuratan tinggi. Xierra S5 memiliki sentuhan tombol yang superior dan memiliki struktur menjepit diujung depan untuk mengurangi efek hambatan pada tombol mouse.

Harga? Meski dilengkapi teknologi bluetooth yang berkualitas,  gaming mouse ini berada di kisaran harga bawah 150 ribu.Cocok untuk kamu yang tak suka diribetkan oleh kabel.

5. Rexus TX-7

Kualitas? Berbagai fitur unggulan yang dimiliki oleh mouse Titanix TX7. Di antaranya adalah kontrol scroll presisi, pengaturan tingkat kecepatan, lapisan karet anti slip, dan material yang terbuat dari metal. Rexus Titanix TX7 dilengkapi dengan teknologi macro. Fitur macro dan keystroke berfungsi memudahkan mode permainan yang akan dimainkan, sekaligus memberi sensasi bermain yang lebih menarik.

Harga? Untuk sekelas mouse gaming kelas kakap, mouse ini tetap masih terjangkau. Kamu hanya butuh merogoh kocek berkisar 200 ribuan.