Setelah hampir tiga tahun tercatat sebagai turnamen dengan hadiah atau prizepool tertinggi sedunia, rekor turnamen DOTA2 The Championship 2016 bakal terhenti oleh turnamen Fortnite World Cups Open Qualifier.

Total hadiah The Championship 2016 mencapai sekitar 20,7 juta Dollar dan baru akan tersalip oleh Fortnite World Cups yang menawarkan prizepool hingga 30 juta Dollar. Jika dikurskan dalam mata uang Rupiah saat ini dengan nilai 14.000 per satu Dollar, maka hadiah turnamen Fortnite itu bakal mencapai sekitar 420 Milyar Rupiah! Gokil!

Turnamen ini nanti akan berlangsung pada 13 April – 16 Juni 2019 dan terbuka untuk seluruh player Fortnite. Ingat ya, seluruh player Fortnite. Jadi kalian bisa ikut main.

Pada tahap kualifikasi selama sekitar 10 minggu, Epic Games akan membagikan uang 1 juta dollar setiap minggu bagi kalian yang berhasil meraih puncak kualifikasi.

Epic Games, perusahaan pengembang game ini, akan terus membagikan 1 juta Dollar untuk turnamen mingguan hingga akhir tahun ini. Dalam turnamen mingguan ini, Fortnite bakal mempertandingkan beragam mode dan format agar lebih kompetitif.

Dari turnamen mingguan itu, akan dipilih 100 player solo teratas dan 50 duos team yang kemudian akan diundang ke New York dan 0mendapat hadiah langsung sebesar sekitar 50 ribu dollar per-player.

Para pemain itu berhak bertanding dalam Fortnite World Cup Finals yang akan digelar pada 26 – 28 Juli 2019 untuk memperebutkan hadiah total sebesar 30 juta Dollar.

Kamu juga Fortnite player? Segera persiapkan diri dengan giat berlatih menggunakan produk gaming Rexus. Tidak ada yang tidak mungkin. Buktikan bahwa kalian juga bisa berprestasi dalam esports.

Game APEX Legends belum satu bulan berjalan, sudah diacak-acak oleh para gamer yang tidak bertanggung jawab. Ngga tanggung-tanggung, dalam sepuluh hari, tercatat sudah ada sekitar 16 ribu cheater yang di-banned. Itu yang ketahuan, berapa yang tidak ketahuan?

Dalam postingan Reddit beberapa waktu lalu, Respawn memberikan informasi bahwa mereka telah menindak 16.000 pemain yang terbukti melakukan cheat di dalam game-nya semenjak dirilis pada 5 Februari kemarin.

Level Cheat
Dari laman dexerto.com, disebutkan bahwa para cheater APEX Legends digolongkan dalam beberapa level cheating, yaitu level pemula dan level “kakap”. Untuk level pemula, beberapa aktivasi yang digolongkan sebagai minor cheating adalah memanipulasi nama player, level kesehatan musuh, dan jarak.

Untuk cheat yang lebih ahli, Respawn melihat adanya indikasi hacking radar, aim-bot, target lock, dan penyesuaian FOV di game APEX Legends. Yang jadi masalah, beragam metode cheating tersebut dapat disembunyikan sehingga tidak terlihat saat streaming.

Laporkan!
Hal itu tentu saja membuat Respawn dan EA harus waspada dengan para cheater. Karenanya, pengembang game ini mempunyai inisiatif untuk mengajak pemain APEX Legends untuk melaporkan jika ada pemain yang menggunakan cheat.

Gamer APEX dapat dapat melaporkan melalui website EA ini. Dalam website tersebut, tersedia form online. Masuklah dengan menggunakan ID pemain. Kemudian, tulisan laporan kamu di box “specify your report“.

Dengan metode ini, EA dapat menganalisa laporan cheat yang terjadi dengan menyelidiki ID pemain yang terduga melakukan cheating. Ada sangsi buat pemain yang terbukti melakukan cheating, mulai dari teguran hingga “banned”.

Pikir ulang deh kalau mau cheat ya… Game mengajari dan sekaligus menuntut sportivitas, Bro!

Foto: tweaktown.com

Gamers, siapa sih yang belum pernah denger Apex Legends? Jika di mobile game ada Free Fire yang lagi heboh, di format PC, game ini juga sedang “hot“. Game bergenre Battle royale besutan Respawn ini sangat menarik karena mereka sukses memadukan antara elemen dari PUBG dan Titanfall.

Menurut informasi yang diperoleh dari tweaktown.com, kesuksesan itu bisa dilihat dari bagaimana Apex Legend bisa mengumpulkan 10 juta pemain hanya dalam 3 hari! Gokil… Hal itu tentu menjadi berkah buat penguasa game EA yang saat ini lagi jeblok. Berkat Apex Legend saham dari EA yang tadinya anjlok langsung naik secara drastis.

Foto: Tweaktown.com

Kesuksesan Apex Legend salah satunya disebabkan karena game ini bersifat Free to play dimana semua orang bisa bermain Apex Legend. Selain gratisan, memang masih ada beberapa hal yang membuat game ini meledak. Apa sajakah itu?

  1. Grafis yang mumpuni. Meski gratis, game ini punya kualitas grafis kelas sultan. APEX Legends didukung source engine yang telah dimodifikasi sehingga kualitas visual yang disuguhkan tak dapat diragukan lagi. Tiap efek, partikel, tekstur, bayangan, kabut, hingga pencahayaan mampu disuguhkan dengan sangat riil.
  2. Karakter yang unik, kemampuan tiap karakter terasa mudah untuk dipelajari sehingga bahkan gamer “cupu” pun bisa bermain.
  3. fitur persenjataan yang ada juga terasa lebih bersahabat untuk para gamer casual.

Meski saat ini Apex Legends tidak hadirkan mode solo, duo, ataupun squad 4-5 orang ala game battle royale kebanyakan, tapi ke depan Respawn berjanji akan membuat format seperti Battle Royale kebanyakan. Seperti kalian ketahui, saat ini, APEX Legends hanya memberikan opsi squad berisikan 3 pemain. Jadi akan ada 20 squad dengan 60 pemain di tiap match.

Berkat kesuksesan luar biasa ini, Respawn akan menyediakan game ini dalam format mobile. Hmmm, bisa dibayangkan berapa juta pemain lagi yang bakal memainkan game ini? Kita tunggu. Apapun game yang kalian mainkan, pastikan peralatan game-nya menggunakan produk Rexus yang berkualitas dan terjangkau.

Gamers, salah satu game yang saat ini lagi booming dan membuat kaget jagat gaming adalah Free Fire. Gimana ngga bikin kaget, hanya dalam beberapa bulan, game ini sudah bertengger di puncak Google Playstore alias paling banyak diunduh.

Tak sebatas, itu para gamer yang memainkan game Free Fire di Youtube pun langsung melonjak subscriber-nya. Sebut saja Kemas Pake Z, Wwanmks, atau Reza Tangerang yang langsung mencapai sekitar 1 juta penggemar dengan memainkan game ini. Itu bukti kalau game ini ngga bisa dianggap sebelah mata lagi.

Foto: Garena Indonesia

Genre Battle Royale
Jika ditilik dari formatnya, game ini hampir mirip dengan game PUBG Mobile atau Fortnite. Semuanya bergenre Battle Royale. Istilah Battle Royale adalah genre permainan di mana kalian diterjunkan di satu map yang berisi 100 pemain dan diharuskan untuk saling membunuh menjadi the last one standing alias pemain terakhir yang masih bertahan.

Setelah diterjunkan dengan parasut kalian harus mencari equipment, seperti senjata, baju anti peluru, dan obat penyembuh. Setiap saat kalian bisa bertemu musuh dan di sanalah kalian harus saling bunuh untuk bertahan hidup. Permainan ini bisa dimainkan secara tim ataupun solo.

Singkirkan Dominasi PUBG
Setelah beberapa lama genre Battle Royale didominasi oleh PUBG, sejak pertengahan 2018 dominasi itu memudar. Free Fire yang dirilis pada awal 2018 oleh Garena Indonesia ini berhasil membuktikan popularitasnya dengan terpilih menjadi Google Play User’s Game Choice of 2018.

Free Fire berhasil mengalahkan game-game battle royale lain seperti PUBG Mobile atau Rules of Survival. Kini, makin banyak Survivors – sebutan untuk pemain Free Fire – di Indonesia. Banyak turnamen game Free Fire yang diselenggarakan oleh berbagai instansi.

Lebih hebatnya lagi, tak hanya mengalahkan pesaingnya di satu genre, Free Fire juga mengalahkan game-game dari genre lain. Sebut saja Mobile Legends, Ragnarok M: Eternal Love, dan LineageII Revolution.

Game Sejuta Umat
Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan besar, Apa yang menyebabkan Free Fire disukai para Survivors di Indonesia? Setidaknya ada beberapa alasan yang dapat dijabarkan.

1. Cocok untuk segala jenis ponsel.
Tidak semua orang bisa memiliki ponsel dengan spesifikasi mewah dengan harga selangit. Game Free Fire dapat menjadi pilihan terbaik yang bisa kamu pilih saat HP atau smartphone-mu tidak mendukung untuk dapat bermain game-game kelas sultan, seperti PUBG Mobile, yang hanya bisa dimainkan oleh merek-mereka smarphone tertentu saja.

2. Karakternya Unik
Karakter yang menarik ternyata jadi daya jual sebuah game. Karakter dapat menjadi nilai jual, dengan mendandaninya dengan skin dan berbagai aksesoris. Game Free Fire memiliki berbagai karakter lengkap dengan aksesoris yang berbagai macam.

3. Durasi Cepat, Tidak Membosankan.
Tidak seperti game Battle Royale pada umumnya yang mempertemukan 100 dalam satu match yang sama, Free Fire hanya akan mengumpulkan 50 dalam setiap matchmaking. Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu tunggu.

Nah, kamu sekarang sudah kan, alasan kenapa Free Fire mulai merangsek jadi salah satu game mobile paling laku di Indonesia? Apapun pilihan game kamu, equipment-nya pasti Rexus donk. Banyak pilihan headset, gamepad, atau gaming chair yang bisa kamu gunakan untuk bermain mobile gaming.

Foto: Facebook.com/PUBGLITE.ID.OFFICIAL

Dari akun Facebook resmi PUBG Lite diumumkan bahwa mulai Februari 2019, mereka membuka versi PUBG Lite versi beta di Indonesia. Hal itu dilakukan setelah mereka sukses mengeluarkan versi ini di Thailand.

Hal ini tentu berita menarik buat kita nih. Kenapa? Ya berarti game ini bisa dimainkan di PC ataupun di perangkat ponsel dengan spesifikasi sedang-sedang saja alias “kelas kentang”.

Yang lebih menarik adalah pada versi beta test ini tidak ada reset akun. Jadi kalian yang baru saja bermain dan telah mendapatkan beberapa item kosmetik kemungkinan tidak akan di-reset setelah tahap beta test berakhir.

Ngga hanya itu, PUBG berbaik hati dengan membebaskan para fans-nya untuk bermain di versi Lite ini tanpa harus membeli game-nya terlebih dahulu alias gratis. Kalau sudah gratis, tentu makin banyak penggemar permainan Winner Winner Chicken Dinner ini.

PUBG versi Lite ini juga menawarkan pengalaman yang tak jauh berbeda dengan PUBG versi Steam hanya saja tidak membutuhkan spesifikasi yang begitu tinggi untuk memainkannya. Saat ini, PUBG Lite baru tersedia dalam mode Solo, Duo dan Squad serta map Enrangel.

Dengan versi ini, PUBG bakal makin merakyat dan bisa dimainkan oleh siapapun. Biar makin GG, kalian bisa main menggunakan headset Bluetooth Rexus S3 Pro yang bisa dikoneksikan di HP kalian. Suaranya bakal membuat kalian merasa seakan berada di tengah-tengah battleground!

Kabar gembira nih, Gamers…. Ada wacana dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memasukkan mata pelajaran esports dalam kurikulum sekolah. Dilansir dari tirto.id, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menginginkan agar e-sport bisa masuk ke dalam kurikulum sekolah.

Bagaimana bisa esports jadi mata pelajaran? Jadi gini, menurut pihak kemenpora, esports masuk dalam kategori olahraga yang memerlukan kesiapan pemainnya, baik secara fisik maupun mental.

Agar dapat terealisasi, tentunya Kemenpora akan bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga negara yang terkait, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), hingga Kementerian Agama.

Semua lembaga tersebut bertujuan sebagai lembaga negara yang menjamin esport dapat dipraktikkan sebagai sebuah mata pelajaran yang membangun generasi bangsa, termasuk pendidikan moralnya.

Menurut Pak Imam, perlu adanya pengembangan dan pembudayaan untuk mendorong para siswa di sekolah menengah sehingga bisa lebih terlatih apabila memang tertarik pada e-sport. Beliau juga menambahkan bahwa esport membutuhkan konsentrasi selama berjam-jam dan itu tidaklah mudah.

Seorang atlet esports harus berlatih secara tekun dan disiplin, layaknya para atlet olahraga lainnya. Tak hanya kesiapan atlet secara pribadi, dibutuhkan pula pelatih dan manajer yang baik untuk mendampingi para atlet.

Dukungan kemenpora untuk program ini tak main-main. Pak Imam menyatakan secara terbuka bahwa, Kemenpora siap mendukung pembiayaan ini dengan menggelontorkan anggaran sebesar 50 Miliar Rupiah! Anggaran sebesar itu pun bakal digunakan untuk penyelenggaraan kompetisi e-sport di level sekolah.

“Bagi pihak sekolah, kami menghimbau kepada para kepala sekolah untuk memberikan kelonggaran, kemudahan bagi para pelajar yang memang tertarik pada e-sport,” pinta Pak Imam.

Wah, menarik, bukan? Siap jadi atlet esports?

Rexus Gladius GX2

Gamers, seiring makin banyaknya  pemain mobile gaming, ponsel atau HP beralih fungsi menjadi “komputer gaming” yang harus bisa dikoneksikan dengan perangkat tambahan lain, seperti headset ataupun gamepad. Untuk mengoneksikannya, kalian membutuhkan USB On The Go atau sering disebut USB OTG.

Untuk mengenal apakah itu USB OTG, kita harus membedakannya menjadi dua, yaitu USB OTG sebagai sebuah teknologi yang ada di dalam ponsel dan converter USB OTG atau sambungan USB agar teknologi USB OTG bisa bekerja.

Jadi, jangan sampai rancu ya. Yuk, kita bahas satu per satu.

Teknologi USB OTG
Fitur USB On The Go adalah sebuah teknologi yang menjadikan ponsel kamu untuk bertindak sebagai host atau pengendali, yang mengendalikan perangkat yang menggunakan koneksi USB seperti headset, gamepad, mouse, atau keyboard secara penuh.

Seperti kalian ketahui, banyak perangkat gaming yang sudah menggunakan software atau perangkat lunak, seperti  gamepad GX1/GX2 dan headset HX10. Dengan menggunakan fitur USB OTG, ponsel kamu dapat mengakses dan mengenali pengaturan softaware untuk perangkat tersebut. Artinya, dengan USB OTG, pengaturan yang ada di perangkat gaming bisa optimal.

Gampangnya, dengan fitur USB On The Go ini, smartphone/tablet kamu bisa melakukan kegiatan layaknya laptop atau PC Desktop sehingga membaca data dari flashdisk atau card-reader, serta menyambungkan HID (Human Interface Devices) seperti headset, mouse, keyboard, serta gamepad.

Apakah Ponsel Saya Mendukung USB On The Go?
Pertayaan selanjutnya adalah apakah ponsel kita mendukung fitur USB OTG? Saat ini, hampir semua ponsel berbasis android keluaran baru sudah mendukung fitur USB OTG. Cara yang paling mudah untuk memastikannya adalah dengan melihat logo “Certified USB OTG” yang ada di kemasan.

Cara mudah lain untuk mengetahui apakah ponsel kamu sudah didukung USB OTG adalah dengan menggunakan aplikasi pengecek USB OTG. Banyak aplikasi gratisan yang bisa diunduh di Google Play Store. Salah satunya adalah Easy OTG Checker. Kamu tinggal mengunduhnya dah mengoperasikan di ponselmu.

Ponsel Samsung yang sudah mendukung USB OTG antara lain adalah Samsung Galaxy S9 dan S9+, Galaxy S8 dan S8+, Galaxy A8 dan A8+, Galaxy J5, J3 Pro, Galaxy J5 Prime, Galaxy J7 Prime, Galaxy A9 Pro, Galaxy A7, Galaxy S5, Galaxy J1, Galaxy E5, dan lain sebagainya.

Ponsel Asus yang sudah mendukung USB OTG antara lain adalah ZenFone: ZenFone 4 series, ZenFone 5 series, ZenFone 6 series, ZenFone 2 series, ZenFone 2 Laser series, ZenFone Selfie (ZD551KL), ZenFone C (ZC451CG), PadFone (A66), PadFone 2 (A68), PadFone E (A68M), PadFone Infinity (A80), PadFone Infinity Lite (A80C), PadFone mini LTE (PF451CL), PadFone mini 4.3 (A11), PadFone S (PF500KL), The new PadFone Infinity (A86). Fonepad Note 6 (ME560CG), Fonepad 7 LTE (ME372CL), Fonepad 7 (FE375CG), Fonepad 7 LTE (FE375CL), Fonepad 8 (FE380CG).

Ponsel Oppo yang sudah mendukung USB OTG antara lain adalah Find 5, Mirror 5s, N1,R7 Plus, R7s, Find 7, Find 7a, N1 mini, R1L, Yoyo, Neo 3, Neo 5, F1 Plus, Find X.

Ponsel Vivo yang sudah mendukung USB OTG antara lain adalah X3, Xplay, V3, V3Max, V5 Series, Vivo Y21, NEX Series

Ponsel Xiaomi yang sudah mendukung Redmi 1S,Redmi 2, Redmi 2 Prime, Redmi 3/3S/3A, Redmi 3 Pro, Redmi 4 Series, Redmi 5 Series, Redmi Note, Redmi Note 2, Redmi Note 3 Series, Redmi Note 4 Series, Redmi Note 5, Redmi Note 6, Redmi 5A, Redmi 5A Prime, Redmi Pro, Mi 3, Mi 4, Mi 4i, Mi 4c, Mi 5, Mi 5c, Mi 5X, Mi 6, Mi 8 Series, Mi Max, Mi Max 2, Mi Note/Pro, Mi Mix Series, Mi A1 Android One, Mi A2 Series, Mi Pad, Mi Pad 2, Mi Pad 3, Mi Pad 4, Pocophone F1

Converter USB OTG
Selanjutnya, jika kalian sudah memastikan HP atau ponsel kalian sudah didukung fitur USB OTG, maka sekarang tinggal mengoneksikannnya dengan converter USB OTG. Coverter ini penting karena jarang ada perangkat gaming, seperti headset ataupun gamepad yang menggunakan koneksi micro USB atau Type C. Kebanyakan menggunakan colokan USB 2.0 atau 3.0 yang gede. Jadi, kamu butuh converter untuk menyambungkan USB headset dengan port USB HP kamu.

Converter OTG akan berfungsi sebagai sambungan kabel sekaligus mengakomodasi fitur USB OTG yang ada di ponsel kamu. Tidak seperti sistem USB konvensional, USB OTG dapat bertindak sebagai perangkat USB normal ketika terpasang ke host lain.

Nah, sekarang sudah paham apa yang dimaksud dengan USB OTG, bukan? Biar makin GG main mobile gaming, kalian harus tahu hal ini, Bro.

Foto: pointblank.id

Gamers, sudah sukses pindahkan akun Point Blank kamu dari Garena ke Zepetto kan? Selamat. Sekarang kamu bisa bermain PB kembali dan mengejar pangkat yang lebih tinggi. Belum bisa pindah akun? Coba cara ini.

Sebagai game FPS, senjata tentunya adalah hal yang wajib kamu punya. Punya keahlian membidik yang tepat tapi tidak mempunyai senjata dengan yang mematikan tentu juga akan menyulitkanmu saat mengalahkan musuh. Kamu bisa terus menambah koleksi senjata kamu setiap ada update.

Berikut mimin pilihkan beberapa senjata dalam Point Blank yang paling mematikan dan punya daya rusak tinggi. Urutannya didasarkan pada tingkat daya rusaknya.

1. Shotgun M1887 Kemerdekaan
Dari level damage-nya, Shotgun memang paling ampuh di dalam PB. Dalam realitanya, senjata kokang ini memang punya peluru berkaliber besar yang mematikan saat kena pada target.  Sayangnya, tingkat akurasi senjata ini rendah, sehingga kamu harus benar-benar dalam jarak yang pas untuk mengenai musuh.

2. Snipper Riffle Cheytac-m200 Rustron
Ini adalah salah satu senapan runduk paling sakit di PB. Damage besar dengan kemungkinan 1 hit dead yang cukup tinggi.  Bahkan, robot dan Hollow Def pun bisa ditembus menggunakan senjata ini. Keunggulan sniper ini adalah akurasinya yang sangat mendekati sempurna. Kelemahan Cheytac ada pada kecepatan. Gerakmu akan melambat karena beratnya senjata ini.

3. Tactilite T2 Fire Dragon
Inilah enjata sniper favorit dari para pro player. Meski recoil lebih kasar, damage yang diakibatkan nyaris sempurna, yaitu 97. Bisa dikatakan, keserempet peluru dari senjata ini, target bakal auto dead. Sayangnya, akurasi senjata ini termasuk so-so aja. Ngga terlalu titis. Namun, kamu bisa tutupi dengan melatih kemampuan membidik kamu. Dari daya rusak dan faktor mobilitas, pro player lebih memilih menggunakan senjata ini daripada Cheytac.

4. OA-93 Desert Hound/Rustron
Senapan serbu laras pendek ini memiliki desain yang realistis, mirip dengan senjata beneran. Kemampuan utamanya berada pada fire speed yang tinggi sehingga mampu memuntahkan peluru secara intensif. OA juga dilengkapi dual mode. Pro player juga banyak yang menggunakan senjata ini, terutama untuk pertempuran jarak pendek.

5. Kriss S.V Obsidian
Ini adalah senjata pertama yang menggunakan dual mode. Masalah recoil fire speed-nya masih sama seperti dulu. Hampir sama dengan OA namun memiliki damage lebih kecil dan akurasi lebih besar. Masih banyak player yang menyukai senjata ini, terutama karena bentuknya yang kecil sehingga mempermudah mobilitas player.

6. Assault Rifle Aug A3 G/ Rustron
Memiliki damage, akurasi, dan fire speed yang cukup bagus, Aug A3 punya mode laser yang sangat membantu untuk menarget lawan. Headshot pun jadi mudah karena kamu bisa menarget kepala lawan dengan bantuan laser. Fire speed dari senjata ini juga sangat mengerikan, kekurangannya adalah pada recoil.

7. P90 ext. Rustron
Sub machinegun ini memiliki jumlah peluru paling banyak sehingga membantu player saat pertempuran yang panjang. Senjata yang bentuknya cukup aneh ini juga dilengkapi dengan laser.

8. P90 M.C.G
Dilengkapi peredam, senjata ini cocok untuk menyergap musuh. Kekuatan damage dan fire speed yang cukup mumpuni untuk bersaing dengan SMG lain. P90 M.C.G ini tak memiliki banyak peluru, tetapi diganti dengan jarak pinpoint yang lebih jauh.

Urutan di atas berdasarkan sudut pandang mimin Rexus. Mungkin, beberapa dari kamu punya versi sendiri yang  berbeda karena pemilihan senjata memang harus disesuaikan dengan kebiasaan dan kenyamanan kamu saat menggunakannya.

Jadi, sudah menemukan pilihanmu?

Foto: PewDiePie, variety.com

Gamersngga hanya PewDiePie atau T Series, banyak artis Youtube dan gamer yang jadi kaya berkat kemampuan jadi vlogger. Kamu pun juga bisa!

Mulailah dengan menjadi content creator yang kreatif. Setelah itu, beli perlengkapan nge-vlog yang mumpuni. Tanpa perlatan yang keren, hasil vlog kamu ngga akan maksimal. Bagaimana kamu bisa dapet banyak subscriber jika suara kamu terdengar ngga jelas. So, perlengkapan itu penting.

Pentingnya Mikrofon

Salah satu perlengkapan vlog yang penting adalah mikrofon. Buat nge-vlog ngga bisa loh, pakai mikrofon sembarangan. Kami menganjurkan untuk menggunakan mikrofon condenser. Mikrofon ini mempunyai kelebihan dibanding mikrofon biasa yang sering buat karaoke atau organ tunggal. Dengan mikrofon condenser, suara yang dihasilkan akan lebih jernih, detil, dan bulat.

Agar makin mantap dalam memilih mikrofon, sebaiknya agan sekalian mengenal karakteristik mikrofon dalam menangkap suara. Ada mikrofon yang mampu menangkap suara dari semua arah dengan kualitas yang sama, ada yang hanya mampu menangkap suara dari satu arah atau kombinasi arah tertentu.

Hal ini penting loh. Jika kalian salah memilih, maka suara yang ditangkap oleh mikrofon takkan optimal sehingga suara jadi tidak jelas atau justru suara lain yang tertangkap sehingga terjadi distorsi atau gangguan.

Secara gampang, kita jelaskan dalam beberapa istilah yang sering digunakan, yaitu:

1. Mikrofon Omnidirectional
Mikrofon dengan kemampuan menangkap suara dengan kualitas yang sama dari semua arah.Meskipun dapat menangkap suara dari berbagai arah, tapi suara yang terdekat dan terkuatlah yang akan dominan untuk ditangkap.

2. Unidirectional
Mikrofon dengan kemampuan menangkap suara yang lebih dominan dari salah satu arah. Pada kategori ini, termasuk juga mikrofon cardioid dan hypercardioid.

  • Mikrofon Cardioid
    Cardioid yang biasanya disimbolkan “bentuk hati” merupakan salah satu pola menangkap suara pada mikrofon.  Suara yang ditangkap kebanyakan dari arah depan dan sedikit area di bagian samping. Mikrofon ini mengutamakan suara dari arah kemana mikrofon diarahkan, namun masih tersedia area untuk pergerakan mikrofon dan kebisingan ambien. Mikrofon tipe cardioid sangat fleksibel dan ideal untuk pemakaian umum. Kebanyakan mic genggam bersifat cardioid.
  • Mikrofon Hypercardioid
    Merupakan pengembangan dari versi cardioid. Mikrofon ini sangat terarah dan menghilangkan sebagian besar suara dari samping dan belakang.  Karena desain hypercardioid yang tipis dan panjang, mikrofon tipe ini sering disebut mikrofon “shotgun” atau “boom”. Mikrofon ini sering digunakan dalam syuting film profesional.3. BidirectionalJenis yang mampu menangkap suara dari dua arah yang berlawanan. Mikrofon ini biasa digunakan untuk mewawancarai dua orang yang saling berhadapan dimana mikrofon berada di antara keduanya.


Thronmax Bisa Dua Karakter Sekaligus

Wah, kalau begitu harus beli beberapa mikrofon donk kalau ingin melakukan rekaman yang berbeda karakternya? Ngga perlu, Kaka… Thronmax by Rexus MDZero mempunyai dua karakter mikrofon sekaligus dalam satu mikrofon, yaitu karakter Omni-directional dan Unidirectional Cardioid.

Pengguna tinggal memutar switch pada mikrofon dan mikrofon pun akan dengan sendirinya menangkap suara sesuai yang dikehendaki. Jadi, kamu ngga perlu lagi punya dua mikrofon.

Thronmax by Rexus MDZero menggunakan teknologi membran atau diafragma untuk menangkap suara. Dengan teknologi membran, mikrofon jadi sangat sensitif. Suara yang dihasilkan pun lebih bulat dan detil. Thronmax by Rexus pun sudah dilengkapi dengan internal pre-amp sehingga tidak perlu lagi menggunakan phantom power. Kalian tinggal colokkan kabel ke komputer atau laptop, langsung rekam deh

Mikrofon ini mempunyai dua macam port koneksi, yaitu USB Type C dan jack 3,5mm. Port USB-nya dapat dikoneksikan ke komputer ataupun laptop, sedangkan jack 3,5 dicolokkan dengan headset. Jadi, sambil rekaman, kamu tetap bisa mendengarkan suara game atau suara lain melalui headset. Praktis dan hemat.

Dengan Thronmax by Rexus, kamu juga bisa jadi vlogger terkenal dengan banyak penggemar dan pendapatan yang luar biasa.

Rexus Thundervox FX1

Gamers, beberapa dari kalian tentu sudah tahu produk headset Bluetooth Rexus Thundervox FX1. Produk ini memang punya desain yang khas, berbeda dengan produk headset lainnya. Desainnya yang modern disesuaikan dengan bentuk earcup oval bertipe over-ear yang melingkupi telinga secara sempurna.

Rexus FX1 dilengkapi dengan dual konektivitas, yaitu dengan menggunakan kabel AUX 3,5mm dan koneksi nirkabel berteknologikan Bluetooth. Dengan dua mode konektivitas tersebut, headset ini sangat pas digunakan untuk bermain mobile gaming dan mengakses multimedia di manapun dan kapanpun. Sangat praktis.

Keunikan #1 : Koneksi Bluetooth

Bluetooth headset ini berteknologi Bluetooth versi 4.2 yang lebih irit energi dibanding versi sebelumnya. Untuk mengoneksikannya, ada cara khusus loh. Caranya adalah dengan menekan tombol >II selama 10 detik sampai lampu indikator berwarna biru dan merah berkedip secara bergantian. Pokoknya lampu merah dan biru harus sampai berkedip-kedip agar bisa pairing ke gadget kamu. Catat ya, Guys!

Keunikan #2 : Lampu LED

Headset ini menarik karena mempunyai lampu LED berwarna biru yang akan menyala saat disambungkan ke komputer. Tapi, buat kalian yang justru tidak suka dengan kehadiran lampu tersebut, atau kalian yang ingin mematikan lampu itu agar lebih irit baterai, maka kalian tinggal menekan tombol berlogo lampu yang disilang di deretan panel kontrol yang ada di speaker headset sebelah kiri.

Keunikan #3 : Switch I – N

Selain itu ada fitur unik lain yang jarang dimiliki oleh headset lain. Fitur itu adalah switch I – N yang terdapat pada panel kontrol kabel AUX. Yuk, kita jelasin fungsinya.

I dan N itu sebenarnya merupakan singkatan dari “I” untuk Iphone dan “N” untuk Nokia. Jadi, ada dua standar internasional yang membedakan titik konduktor jack 3,5mm. Standar itu adalah standar Amerika atau American Headset Jack (AHJ) dan standar non Amerika atau Open Mobile Terminal Platform (OMTP). I atau Iphone menggunakan standar Amerika, tentunya. Sedangkan, N atau Nokia menggunakan standar OMTP atau sering disebut platform terbuka.

Dijelaskan secara mudah, perbedaan keduanya terdapat pada titik konduktor ground atau (-) dan mikrofon pada jack. Jika pada standar OMTP, letak ground (-) berada di pangkal colokan dan titik mikrofon berada di titik di atasnya, maka pada standar Amerika, justru titik mikrofon yang berada di pangkal colokan.

Apa risikonya jika menggunakan kabel AUX tanpa dipindah sesuai standarnya? Ada beberapa headset hanya bunyi sebelah, suara tidak jelas, atau mikrofon tidak berfungsi. Itu semua menandakan bahwa status koneksi tidak mendukung peralatan yang digunakan.

Jadi, buat kalian yang menggunakan FX1 dengan dikoneksikan ke Iphone – termasuk Ipod – menggunakan kabel AUX bawaannya, ubah switch-nya ke posisi “I”. Namun jika dikoneksikan dengan ponsel Android atau pemutar MP3 lainnya, pastikan posisi switch di huruf “N”

Cara ini tidak berlaku jika kalian mengkoneksikannya dengan Bluetooth ya, Guys. Selamat mencoba dan selamat menggunakan headset Rexus FX1.