Gamer, pasti banyak di antara kalian yang jarang memperhatikan rating game yang kamu mainkan. Apa itu rating game? Rating game adalah batasan umur yang dianjurkan suatu game untuk dimainkan.

Gamer, membeli kursi gaming idaman itu tidak bisa sembarangan. Harus ada pedoman yang kamu miliki sebelum membeli produk ini. Selain karena harganya mahal, kursi gaming juga mau tidak mau harus digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Kamu tidak bisa membuang begitu saja kursi gaming kalau merasa bosan. Yang ada, kursi tersebut hanya akan memenuhi gudang rumah atau jadi barang rongsok yang menyita ruangan.

Headset Gaming IEL

IEL 2019

Coba Langsung

Agar kejadian seperti itu tak terjadi, sebaiknya pikirkan dulu kriteria yang ingin kalian peroleh dari sebuah kursi gaming. Ada beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk menilai nyaman tidaknya sebuah kursi gaming.

Pertama, cara konvensional adalah dengan mencoba langsung produk kursi gaming yang akan kamu pinang. Untuk mencoba langsung kursi gaming Rexus, kamu bisa langsung mengunjungi showroom Rexus Zone, di Mangga Dua Mal Lt. 4, No 1. Jakarta Pusat.

Kedua, saat kamu tidak bisa datang untuk mencoba langsung, terlebih saat kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini, langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan melihat review atau ulasan dari para Youtuber atau vlogger yang sudah menggunakannya. Dengan cara ini, kamu bisa mempunyai gambaran singkat mengenai kursi yang hendak kamu beli.

Cara kedua ini memang lebih praktis. Tapi ingat, kenyamanan buat satu orang belum tentu sama dengan orang lain. Karenanya, kamu tetap harus punya pedoman saat menentukan kursi gaming pantas kamu beli atau tidak.

Pedoman #1: Bentuk, tampilan
Siapa yang tertarik dengan seorang wanita langsung dari sikapnya? Itu kesan selanjutnya. Kesan pertama tentu kalian melihat wanita dari penampilan fisiknya: cantik, manis, keren, lucu, dan sebagainya.

Itu pula yang kalian tangkap dari sebuah kursi gaming. Bentuk kursi gaming yang menarik tampak awal dari desainnya, pola permukaannya, warnanya, dan aksesoris yang menempel pada kursi tersebut.

Pedoman #2: Material
Material itu terdiri dari besi rangka yang terbuat dari baja yang kuat, busa yang tak mudah kempes, kulit sintetis yang tak mudah sobek, dan material plastik yang kuat, terutama pada arm-rest dan roda.

RGC 103

Pedoman #3: Ukuran secara keseluruhan
Ukuran ini sangat berpengaruh pada kenyamanan sebuah kursi gaming. Kamu bisa menanyakan dimensi kursi gaming pada penjualnya secara detil ya, seperti lebar alasnya, tinggi maksimal, tinggi sandarannya, diameter rodanya, dan sebagainya. Itu jadi pedomanmu untuk mengira-ngira seberapa besar kursi tersebut. Buat kamu yang berukuran kecil dan sedang, kursi gaming Rexus RGC111 bisa jadi pilihan yang menarik. Kursi ini tidak terlalu besar karena menggunakan diameter roda hanya 5cm.

Pedoman #4: Fitur sandaran tangan
Kursi gaming yang baik dilengkapi dengan sandaran tangan yang bisa disesuaikan. Panjang-pendek tangan gamer berbeda-beda sehingga kursi game yang baik adalah yagn mempunya arm rest yang bisa diatur posisinya. Rexus Gaming Chair 103 dan DT1 mempunyai arm rest 4D yang mempunyai posisi gerak tak terbatas dan bisa diatur maju-mundur.

Pedoman #5: Sandaran punggung harus nyaman
Sandaran punggung adalah salah satu bagian kursi gaming yang penting. Tak hanya sebagai sandaran, sandaran ini juga harus menopang berat tubuh secara optimal dan sekaligus menyesuaikan dengan lekukan punggung sehingga nyaman saat menyangga lumbar (bantalan antar tulang punggung).

Sandaran punggung yang nyaman harus bisa diatur. Biasanya, kursi gaming mempunyai 3 mode penganturan back rest, yaitu 90 derajat untuk mode kerja atau gaming, 130 derajat untuk mode membaca atau menonton, dan 165/180 derajat untuk bersantai, istirahat atau bahkan tidur.

Pedoman #6: Seimbang
Ini tak kalah penting. Kursi gaming yang bagus mempertimbangkan segi keseimbangan sehingga meski kita rebahan di atasnya, kursi ini takkan terbalik.

Pedoman #7: Dilengkapi bantalan leher
Kursi idaman harus mempunyai bantalan leher yang nyaman dan bisa diatur . Tujuannya adalah untuk menyangga leher dan kepala agar tak mudah pegal atau salah urat.

Pedoman #8: Anggaran
Banyak sekali merek kursi gaming di pasaran, mulai dari harga 2 jutaan hingga puluhan juta. Kursi berharga mahal pun tak menjamin kenyamanan saat digunakan. Dengan bujet atau anggaran yang kamu punyai saat ini, kami bisa memilih kursi yang terjangkau.

Kursi Gaming Rexus Darkthrone DT1 v.2

Pedoman #9: Kebutuhan
Ini terkait dengan anggaran. Sebenarnya, kebutuhan kamu akan kursi gaming itu yang bagaimana? Jika kamu memiliki bujet untuk membeli kursi Rexus RGC 101 yang sudah cukup untuk digunakan, kenapa harus memilih kursi tipe Rexus DT1 yang lebih mahal? Jika kebutuhan kamu untuk bermain game nyaman cukup dengan itu, ya pakai saja yang bisa kamu beli.

Pedoman #10: Layanan purna jual
Pertimbangkan pula layanan purna jualnya, seperti garansi. Rexus menggaransi mekanikal kursi gaming hingga 1 tahun. Dengan jaminan ini, kamu tentu lebih nyaman saat menggunakannya.

Gamer, pernahkah memperhatikan tonjolan kecil yang ada pada kabel peralatan gaming milik kalian? Itu adalah ring magnet. Tidak hanya pada peralatan gaming saja, beberapa peralatan elektronik yang terkait dengan komputer, seperti printer dan faximile, juga dilengkapi dengan komponen ini.

Dalam peralatan gaming Rexus, kamu bisa menemuinya di berbagai tipe mouse dan keyboard, seperti keyboard Legionarre MX5, Legionare MX10, ataupun mouse premium Rexus.

Anti Induksi Eletromagnetik

Tentu saja komponen tersebut mempunyai fungsi. Jika terletak di kabel, tentu komponen itu terkait dengan arus listrik ataupun persinyalan.

Tidak salah, benjolan yang disebut ring magnet tersebut sebenarnya adalah magnet berbentuk ring yang terbuat dari ferrite atau semacam keramik yang berfungsi dalam persinyalan gelombang listrik.

Secara spefifik, guna komponen ini adalah untuk mengurangi EMI (electromagnetic interference) atau juga disebut RFI (radio-frequency interference).   EMI atau RFI merupakan gangguan persinyalan yang terjadi akibat gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik.

Jangan dianggap remeh, gangguan induksi elektromagnetik ini berpotensi mengurangi lalu lintas sinyal dari mouse atau keyboard kamu ke komputer. Tidak hanya itu, gangguan ini juga berpotensi merusak perangkat gaming kamu.

Beberapa sumber juga mengatakan bahwa secara langsung ataupun tidak langsung, gangguan elektromagnetik ini dapat mempengaruhi tingkat polling rate perangkat.

Keramik Bermagnet

Seperti disebut, di atas, ring magnet tersebut terbuat dari sejenis keramik yang dicampur dengan logam lainnya dan kemudian dibentuk berongga atau silinder. Logam lain yang biasa digunakan membentuknya adalah mangaan, nikel, dan barium.

Logam tersebut kemudian dipasang dengan posisi menjempit atau melingkupi kabel. Biasanya, logam tersebut kemudian dibungkus dengan plastik pembungkusnya. Jadi, jika kamu membuka selubung plastiknya, maka akan terdapat sepasang besi dioksida ini.

Kenapa Peralatan Gaming Butuh Komponen Ini?

Jika kamu terbiasa bermain dengan komputer, maka kamu tahu bahwa komputer  merupakan perangkat yang menimbulkan gelombang atau frekuensi magnetic yang besar. Proses elektromagnetik yang kompleks tersebut menimbulkan suara  dengung dan panas.

Sebagai contoh, motherboard memiliki osilator yang beroperasi di rentang frekuensi 300 – 1.000 MHz. Keyboard memiliki prosesor dan osilator sendiri juga. Begitu pula dengan kartu video atau VGA card juga memiliki osilator sendiri untuk mengaktifkan grafis di komputer.

Semua osilator tersebut memiliki potensi untuk menyiarkan sinyal elektromagnetik yang menganggu. Sinyal radio atau televisi yang peka dapat secara langsung terganggu oleh sinyal elektromagnetik ini, termasuk sinyal Bluetooth pada headset gaming kamu.

Tidak hanya pada PC ataupun motherboard, produksi sinyal elektromagnetik tersebut juga akan mengalir melalui kabel. Itulah karenanya kabel dilengkapi dengan ring magnet yang akan mencegah adanya induksi electromagnet dari komputer lari ke keyboard ataupun mouse gaming kamu.

Ring magnet tersebut memiliki sifat menghilangkan sinyal siaran. Induksi tersebut akan dihilangkan dan berubah menjadi panas pada komponen ring magnet tersebut. Itulah kenapa ring ini harus dibungkus dengan casing plastik sebagai peredam panas.

Nah, makin tahu kan kegunaan benjolan pada kabel mouse ataupun keyboard gaming kamu?

 

mouse gaming rexus g10

Mouse gaming sekarang sudah bermacam-macam dan kalau dilihat dari nenek moyangnya, udah berkembang pesat banget ya. Dulu gak pake sensor, sekarang sensornya aja macam-macam. Kabelnya yang dulu sangat mengganggu, sekarang gak perlu kabel juga bisa dipake kalau menggunakan teknologi nirkabel.

Boro-boro tombol lebih buat macro, scroll mouse yang gunanya untuk nge-scroll aja enggak ada.

Lebih hebat lagi, scroll mouse ini bahkan di-upgrade! Sekarang, ada yang namanya Metal Scroll Wheel dimana scrollnya ini memiliki material besi dan digerakkan dengan teknologi magnet.

Metal Scroll Wheel

Pernah nonton film Big Hero 6, film yang sangat sedih dan keren dan endingnya sangat mengharukan itu loh gaes. Ada karakter Leiko Tanaka yang membuat motor dimana rodanya itu besi dan menggunakan elektro magnetik untuk bergerak, jadinya tidak ada hambatan antara roda nya dan motor. (Jangan nonton di website film bajakan ya!)

Yeah, Metal Scroll bisa dibilang mirip seperti itu. Dengan menggunakan magnet, scroll kamu akan bergerak lebih halus dan menghasilkan suara yang lebih sedikit.

Scroll adalah salah satu komponen dari mouse gaming yang kamu juga sering gunakan kan? Untuk ngescroll file, dokumen, website, (pake ctrl+f lebih cocok buat nyari file sih…) dan yang gamer FPS, udah pasti dipake buat zoom in zoom out teropong.

Walaupun sering digunakan, tapi sayangnya sering disepelekan sama banyak brand yang menjual mouse atau mouse gaming.

Banyak juga keluhan seperti scrollnya rusak atau loss, jadi beberapa harus diganti keseluruhan mouse gamingnya. Kan kita maunya kere hore aja gaes.

Untungnya dengan scroll berbahan besi ini, masalah seperti itu bisa teratasi.

Mouse Gaming Rexus G10

 

Metal scroll wheel ini juga mempunyai fitur antislip yang membuat scroll kamu tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan.

Saat kamu menggunakan mouse gaming yang dilengkapi dengan scroll metal, seperti Rexus Xierra G10, kamu pasti bisa langsung rasain perbedaanya yang lebih mantap.

Emang cuman scroll aja sih, tapi kalau pengalaman bermain bisa lebih sempurna, kenapa tidak gaes.

Asal-Usul Bluetooth Ternyata Berasal dari Nama Raja - Tekno ...

Gamers, kalian pasti sudah tau apa itu Bluetooth. Mungkin ada dari kalian yang sudah memiliki headset Bluetooth dan menggunakannya berhari-hari. Mendengarkan lagu dengan bebas, tanpa mempedulikan adanya kabel yang menahan.

Tapi, sebelum adanya headset Bluetooth, ada zamannya dimana Bluetooth hanya diaplikasikan ke mouse wireless, dan sebelumnya lagi, Bluetooth hanya bisa digunakan untuk mentransfer gambar, lagu atau data.

Transfer data sekarang gampang banget ya, tinggal tektoktektok udah, file sudah terkirim. Dulu, WADIDAO. Kecepatan transfernya lambat banget!

Mau tau seperti apa versi-versi sebelum Bluetooth 5.0 yang sudah sangat canggih ini? Kalian perlu baca dulu, gimana sih cara Bluetooth bekerja.

Bagaimana Bluetooth Bekerja?

Dilansir dari bagaimana.web.id, Bluetooth mengirim dan menerima gelombang radio di sebuah band dengan 79 frekuensi (saluran) yang berbeda yang berpusat pada 2,45 GHz, terpisah dengan radio, televisi, dan telepon seluler, dan disediakan untuk digunakan oleh industri, sains, dan juga alat medis.

Perangkat Bluetooth otomatis mendeteksi dan terhubung satu sama lain. Perangkat ini juga bisa saling terhubung dengan beberapa perangkat  (biasanya delapan) dalam satu waktu bersamaan. Perangkat-perangkat yang terhubung tersebut tidak saling mengganggu karena masing-masing menggunakan salah satu dari 79 saluran yang ada.

Waktu ke waktu, teknologi Bluetooth terus mengalami perkembangan. Dari yang terlupakan, versi 1.0, sampai saat ini yang terbaru yaitu versi 5.

Bluetooth Berdasarkan Versinya

Nah, setelah tahu informasi seputar bluetooth maka kali ini saatnya untuk mengetahui jenis-jenis bluetooth berdasarkan versinya yang bisa dicek berikut ini.

  1. Bluetooth 1.0 dan 1.0B (1999)

Versi awal dari teknologi Bluetooth yang memiliki banyak masalah, sehingga pabrik juga kesulitan untuk membuat teknologi tersebut beroperasi di produk-produk mereka.

  1. Bluetooth 1.1 (2001)

Mengalami perbaikan walaupun banyak ditemukan kesalahan dalam spesifikasi v1.0B yang tetap. Disahkan sebagai IEEE Standard 802.15.1-2002.

  1. Bluetooth 1.2 (2003)

Kecepatan pairing dipercepat dan juga mempunyai kecepatan transmisi yang lebih tinggi dalam praktek daripada di v1.1, sampai dengan 721 kbps.

721 kbps??? Ya gaes, kalian bacanya benar kok. Tapi gapapa, namanya juga permulaan.

  1. Bluetooth 2.0 + EDR (2004)

Dengan teknologi EDR (Enhanced Data Rate), Bluetooh 2.0 memiliki transfer data yang jauh lebih cepat. Memiliki kecepatan maksimal 3 Mbps dan kecepatan rata-rata 2.1 Mbps.

Gangguan dari sinyal lain juga sudah diperbarui dan 2.0 mengkonsumsilebih sedikit daya.

Bluetooth 2.0+EDR ini merupakan Bluetooth yang pertama kali dapat mentransferkan audio secara stereo.

  1. Bluetooth 2.1 + EDR (2007)

Setelah tiga tahun, Bluetooth mengalami perkembangan dengan ditambahkannya teknologi SSP atau Secure Simple Pairing untuk membuat pairing lebih cepat dan lebih aman.

Tentu saja, dengan pairing yang dipercepat, pengalaman menggunakan Bluetooth jadi lebih menyenangkan. Walaupun sampai sekarang, pairing ini kadang bermasalah banget ya!

Teknologi lain yang hadir pada Bluetooth versi ini adalah EIR atau Extended Inquiry Response, yang membantu pengguna untuk mengetahui informasi perangkat yang akan dihubungkan sebelum koneksi dimulai dan mengkonsumsi daya lebih rendah.

  1. Bluetooth 3.0 + HS (2009)

Setelah dua tahun, Bluetooth versi 3.0 + HS pun hadir, dimana HS merupakan singkatan dari High Speed, menggunakan teknologi link 802.11. Dari namanya saja, kalian pasti udah tau kecepatannya ditambah. Dari kecepatannya yang wadidao lambat, 3 Mbps, menjadi jauh lebih yaitu 24 Mbps. Makin enak ya bacanya.

Ini dikarenakan pada versi ini link Bluetooth hanya digunakan untuk pairing dan pembentukan jalur akses data, sementara pengiriman dan penerimaan data menggunakan link wireless 802.11 (sama seperti Wi-Fi). Dan berkat fitur baru dan utama dari versi ini, yaitu Alternate MAC/PHY (AMP) yang memberikan dukungan link 802.11 untuk transfer data yang lebih cepat.

  1. Bluetooth 4.0 + LE (2010)

Selanjutnya ada Bluetooth versi 4.0 + LE atau dikenal dengan Bluetooth Low Energy. Keunggulan utama dari Bluetooth versi ini ya tentunya udah tau dari namanya, mengkonsumsi daya lebih rendah. Sebelumnya kan baterai langsung bocor banget tuh.

Peningkatan indeks modulasi pada Bluetooth 4.0 membuatnya mampu menyediakan jangkauan hingga 100 meter.

Selain itu, pengguna juga dapat menikmati kecepatan transfer hingga 1 Mbps dan kemanan yang lebih terkontrol dibanding dengan Bluetooth versi sebelumnya.

  1. Bluetooth 4.1 (2013)

Mau yang lebih hemat energi? Ya versi berikutnya, Bluetooth 4.1.

Mentransfer data menjadi lebih efisien dan koeksistensi yang lebih baik dengan frekuensi LTE. Versi ini memelihara koneksi dengan sedikit intervensi manual, dan perangkat dapat menjadi klien dan hub sekaligus, memungkinkan perangkat Bluetooth untuk berkomunikasi satu sama lain. Sebelum 4.1, perangkat ditransmisikan ke hub baik yang dibangun ke komputer atau dalam dongle yang berdiri sendiri.

Jenis-jenis Bluetooth berdasarkan versi sebelumnya juga sering terganggu oleh teknologi nirkabel lainnya seperti 4G LTE. Maka dari itu, di versi ini juga dapat mengatasi hal tersebut.

  1. Bluetooth 4.2 (2014)

Dirilis pada tanggal 2 Desember 2014, itu memperkenalkan fitur untuk Internet of Things. Itu yang rumahnya seakan-akan bisa diajak bicara itu gaes, tau gak? Smart TV dan smart smart lainnya.

Bluetooth versi 4.2 meningkatkan kecepatan dan keamanan. Bahkan disebut-sebut kecepatan unduh versi ini meningkat 2,6 kali dibandingkan versi sebelumnya.

  1. Bluetooth 5.0 (2016)

Di sisi teknis, Bluetooth 5 memiliki empat kali lipat jangkauan, dua kali lipat kecepatan, dan memberikan peningkatan delapan kali lipat dalam kapasitas penyiaran data transmisi Bluetooth energi rendah dibandingkan dengan Bluetooth versi sebelumnya, yang tentunya sangat berguna untuk kestabilan aplikasi IOT yang teknologi nirkabelnya terhubung dengan seluruh rumah.

Pokoknya, Bluetooth 5.0 ini udah yang paling best deh dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya. Tahan lebih lama, koneksi lebih aman, lebih jauh, dan kecepatan lebih cepat.

Perangkat pertama yang mendukung Bluetooth 5.0 adalah Galaxy S8 dan Iphone 8 dan X.

 

Kalau sekarang, sudah banyak banget headset Bluetooth di pasaran. Tapi, enggak semuanya menggunakan teknologi Bluetooth 5.0, ada juga tu yang pake versi 4.x. Contohnya Headset Bluetooth S3 Pro. Perbedaan sih memang banyak, tapi apakah itu semuanya dibutuhkan?

Kalau ada headset Bluetooth yang menggunakan Bluetooth 4.x, tapi dari fitur dan harganya lebih worth it dibandingkan yang menggunakan versi 5, kenapa tidak?

Rexus thundervox stream

Headset gaming Rexus HX20 & HX25

Gamer, ada beberapa headset gaming Rexus yang menggunakan earcup dengan material busa yang dinamakan memory foam. Teknologi busa ini ternyata mengadopsi teknologi lembaga antariksa Amerika NASA loh. Headset tersebut antara lain adalah Rexus Thundervox HX20, HX25, dan S7 Pro.

Dengan menggunakan earcup dengan busa tipe memory foam, headset tersebut diklaim lebih nyaman saat digunakan. Bukan hanya karena lebih empuk, memory foam juga mampu memberikan tingkat kekedapaan maksimal pada headset sehingga kebisingan dari luar bisa direduksi.

Apa Itu Memory Foam?

Buat yang masih awam dengan teknologi headset, busa jenis itu mungkin masih terasa asing dan baru. Padahal, jenis memory foam sudah ada sejak lama, bahkan lebih dari 50 tahun yang lalu. Memory foam yang juga disebut sebagai visco elastic ini adalah sejenis busa solid yang terbuat dari material polyutherane berongga.

Jenis busa ini mempunyai tingkat kerapatan rongganya sangat tinggi.Meski rongga busanya sangat rapat, memory foam tetap mempunyai tingkat keempukan tinggi. Jadi keras, tapi tetap empuk. Sejak kemunculannya hingga saat ini, ada 3 macam memory foam dengan kualitas yang berbeda, yaitu:

  • Memory foam tradisional

Jenis memory foam ini terbuat dari material yang sama, yaitu polyutherane, dan banyak digunakan pada kasur busa. Memory foam jenis ini masih mempunyai kekurangan yaitu menyerap panas tubuh saat digunakan.

  • Memory foam Open cell

Memory foam jenis ini mirip dengan tipe tradisional, tetapi dilengkapi dengan struktur dalaman yang berbeda, yaitu dengan menempatkan rongga-rongga terbuka yang memungkinkan pertukaran udara di dalam rongga busa sehingga dapat meminimalisisr panas saat digunakan.

  • Memory foam Gel

Memory foam tipe ini menggunakan gel dengan memompakannya ke dalam rongga busa. Tujuan penggunaan busa ini adalah untuk menyerap panas yang ada pada busa sehingga diklaim lebih adem daripada tipe open cell.

Saat ini, busa ini menjadi salah satu material favorit yang digunakan untuk industri kasur, selain material yang terbuat dari latex. Tapi, tak hanya kasur, beragam produk yang membutuhkan material pelindung yang empuk  juga menggunakan memory foam, seperti helm dan juga earcup headset.

Hasil Teknologi NASA

Teknologi memory foam ini bukanlah teknologi baru. Dilansir kompas.com, memory foam dikembangkan di bawah kontrak Ames Research Center milik NASA pada 1966. Fungsi busa tersebut adalah untuk meningkatkan keamanan astronot saat berada di kondisi anti-gravitasi luar angkasa.

Adalah ilmuwan Chiharu Kubokawa dan Charles A. Yost yang merupakan orang di balik penemuan ini. Mereka mencari cara untuk menyerap tekanan gravitasi saat  meluncur ke ruang angkasa. Untuk itu, mereka perlu membuat sebuah busa yang berat dan sensitif terhadap suhu dengan struktur sel terbuka untuk menahan benturan.
Setelah mengembangkan busa ini, NASA kemudian memperkenalkannya kepada publik. Hal ini dilakukan NASA pada awal 1980-an.  ini digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari peralatan medis seperti bantalan meja sinar X hingga peralatan olahraga, helm, dan produk lain.

Headset Lebih Adem dan Nyaman

Penggunaan memory foam untuk earcup headset memang tergolong baru, tetapi makin ke mari, makin banyak headset dilengkapi dengan teknologi ini, terutama pada headset premium atau high-end.

Pengaplikasian memory foam pada headset bukan tanpa alasan. Dengan semua kelebihan yang dimiliki oleh memory foam, tentu penggunaan busa ini pada headset diyakini dapat meningkatan kualitasnya.

Ada beberapa manfaat penggunaan memory foam pada headset, yaitu:

  1. Lebih Kedap

Memory foam mempunyai sifat mengikuti bentuk benda yang menempel padanya. Dengan menggunakan memory foam, maka earcup headset akan mengikuti kontur telinga pengguna, Seperti kita ketahui, bentuk telinga tiap orang berbeda. Hasilnya, telinga dapat terlingkupi dengan maksimal sehingga suara bising dari luar jadi tereduksi secara minimal. Soliditas busa ini juga membuat earcup yang menggunakan memory foam lebih kedap suara.     

  1. Lebih Adem

Dengan mengunakan teknologi open cell, earcup dengan menggunakan memory foam akan lebih adem saat dipakai, terutama dalam penggunaan lama. Bando headset yang menggunakan busa ini juga akan terasa lebih nyaman di kepala.

  1. Lebih Nyaman

Meski solid pori-pori rongganya, memory foam tetap mempunyai tingkat keempukan maksimal. Empuk, tetapi tidak lembek. Itu membuat earcup dengan memory foam lebih nyaman digunakan saat busa menekan atau melingkupi daerah sekitar telinga.

Dengan kualitas memory foam pada earcup yang tinggi, tentu heaset Rexus makin percaya diri bersanding dengan beragam jenis headset berkualitas lainnya di pasaran.

Gamer, fast charger saat ini menjadi sebuah kebutuhan karena perangkat gaming dan perangkat telekomunikasi lainnya membutuhkan isi ulang daya yang cepat dan efektif. Seperti namanya, fast charger menjanjikan pengisian ulang daya secara cepat.

Cepat dan Pintar

Tetapi, cepat saja tidak cukup. Pengisi ulang daya harus pintar dan mempunyai fitur yang mendukung kinerja gawai. Salah satu fast charger itu adalah Rexus PA 81. Rexus Power Adaptor PA81 merupakan perangkat pengisi ulang daya (charger) revolusioner dengan dua pilihan kekuatan arus pengisian daya.

Rexus PA81 Power Adaptor

Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur fast charging berteknologi Qualcomm 3.0 sehingga pengisian daya keperangkat lebih cepat dengan arus listrik yang stabil sehingga menjamin keawetan baterai perangkat Anda.

Perangkat pengisi ulang daya yang pintar mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan dengan kapasitas perangkat yang sedang diisi dayanya. Selain itu, fast charger yang pintar juga dilengkapi sirkuit untuk menghentikan arus daya secara otomatis jika baterai perangkat sudah penuh.

rx-ac65 wall charger

Teknologi dari Qualcomm

Dilansir laman Kompas.com, Qualcomm menjadi salah satu  pabrikan yang getol menawarkan solusi fast charging alias pengisian baterai gadget secara cepat lewat teknologi besutanya. Dipasarkan di bawah nama dagang Quick Charge, teknologi pengisian baterai cepat ini beberapa waktu lalu telah mencapai generasi ketiga.

Dibanding teknologi terdahulu, QuickCharge 3.0 menawarkan kelebihan utama berupa penggunaan daya yang 20 persen lebih efisien dibandingkan teknologi sebelummya, Quick Charge 2.0. Penggunaan daya yang lebih efisien pada Quick Charge 3.0 ini diklaim turut menurunkan suhu perangkat sehigga tak lagi terasa panas seperti yang terjadi pada teknologi terdahulu.

Qualcomm mengklaim daya yang terbuang menjadi panas 40 persen lebih sedikit dibanding Quick Charge 2.0. Kalau dulu Quick Charge 2.0 langsung menaikkan voltase dari 5 volt standar menjadi 9 volt, Quick Charge 3  menyesuaikan peningkatan voltase dengan daya maksimal yang bisa ditampung oleh baterai perangkat.

Dengan menarik daya sesuai dengan jumlah maksimal yang bisa ditangani oleh baterai perangkat, maka penggunaan daya berlebih pun bisa dikurangi sehingga tak terbuang sebagai panas

Lebih Efisien

Fast charger yang menggunakan Qualcomm  3.0 ini bisa dipakai untuk mengisi baterai perangkat dengan kecepatan yang sama dengan Quick Charge 2.0, tapi suhu perangkat akan lebih dingin. Bisa juga diatur agar mengisi daya lebih cepat dengan suhu yang sama.

Sejak kehadirannya, teknologi Qualcomm 3.0 yang berada di fast charger Rexus sudah didukung dan bisa dipakai oleh perangkat-perangkat berbasis chip Snapdragon 820. Fitur pengisian baterai cepat ini juga hadir di chip kelas menengah Snapdragon 625 dan 435 yang baru.

Teknologi Quick Charge 3.0  ini juga kompatibel dengan beragam tipe konektor pengisi daya yang beradar di pasaran, mulai dari micro-USB yang biasa dipakai dan tersedia luas hingga USB Type-C terbaru. Tentu, perangkat gadget dan charger yang bersangkutan harus mendukung sarana fast charging tersebut.

Jika belum, maka kamu juga bisa mengombinasikan fast charger ini dengan beragam kabel data Rexus yang mempunyai banyak pilihan konektor. Fast charger dan kabel data Rexus akan menjadi solusi kebutuhan pengisian daya gadget kamu.