Gamers, pernahkah mendengar mengenai teknologi dual layer PCB gaming mouse? Kami rasa kalian pasti masih sedikit asing dengan teknologi ini. Jika kita berbicara mengenai ketangguhan sebuah mouse, maka perhatian kita pasti tertuju pada kualitas tombol dan sensor chipset.

Wajar, kedua hal itu memang seolah-olah menjadi bagian paling penting dalam sebuah gaming mouse karena kinerja mouse gaming tak bisa dilepaskan dari keduanya, baik soal akurasi, kekuatan klik, ataupun kenyamanan tekanan tombol.

Tapi, perlu disadari pula bahwa mouse tetaplah sebuah sistem elektronik yang bekerja secara optimal berkat kaitan satu komponen dengan komponen lainnya, mulai dari chipset sensor hingga pin kecil pada USB-nya. Semuanya penting.

PCB, Komponen Penting yang Sering Terlupakan

Nah, salah satu komponen dalam sistem elektronika, termasuk mouse, adalah Printed Circuit Board (PCB) atau sering disebut papan sirkuit. Jangan pernah menyepelekan fungsi dari papan ini. Papan ini layaknya sebuah “habitat” komponen-komponen elektronika.

Tanpa PCB, masing-masing komponen elektronik takkan bisa saling terkait satu sama lain dan bekerja seperti fungsinya. PCB berfungsi untuk merangkai semua komponen tersebut.

Tak hanya merangkai, PCB juga berfungsi untuk memposisikan komponen elektronik sesuai dengan posisi dalam rangkaian. Jika posisi salah atau goyah, maka rangkaian elektronik pasti takkan berfungsi dengan baik, bahkan tak berfungsi sama sekali.

Komponen Goyah, Problematika Utama Gaming Mouse

Mouse merupakan salah satu peralatan elektronika yang menggunakan rangkaian elektronik yang terangkai dalam dalam sebuah PCB. Dalam sebuah mouse, ada beragam komponen mikro elektrik yang seperti IC, chipset sensor, kondensator daya, dan lain sebagainya yang saling terkait dalam sebuah PCB.

Komponen-komponen tersebut dirangkai dengan menggunakan solder di posisi masing-masing. Semakin menyatu komponen tersebut dengan PCB, arus listrik yang mengaliri sirkuit akan lancar sehingga rangkaian elektronik tersebut bekerja dengan baik.

Banyak masalah mouse yang disebabkan tidak menyatunya komponen elektronik pada papan PCB. Itu bisa terjadi karena cacat produksi atau penggunaan yang ekstrem sehingga komponen di dalamnya goyah. Sebagai contoh, kasus kursor mouse tidak bergerak. Hal itu terjadi karena sensor mouse goyah dari dudukannya di PCB.

Dual Layer PCB dalam Gaming Mouse

Karenanya, muncullah teknologi dual layer PCB. Seperti namanya, PCB ini menggunakan lapisan ganda yang bertujuan agar pegangan kaki komponen elektronika makin kokoh dan tidak mudah goyah atau copot. Dual layer PCB itu juga membuat daya kondensasi arus listrik makin lancar sehingga komponen bekerja sesuai fungsinya.

Alhasil, dual layer PCB membuat gaming mouse yang menggunakannya makin awet. Dengan mengadopsi dual layer PCB, meski digunakan dalam gerakan yang sangat ekstrem dan dalam jangka waktu lama, komponen dalam mouse tetap tangguh dan tak goyah.

Makin Awet, Berani Garansi 2 Tahun

Rexus mengadopsi teknologi dual layer PCB pada gaming mouse Rexus Titanix TX5. Dengan dukungan komponen berkualitas seperti tombol Huano dan chipset sensor Avago 3050, TX5 makin sempurna dengan didukung teknologi dual layer PCB yang membuatnya makin awet.

Dengan kemampuan dan ketangguhan seperti itu, Rexus berani memberikan garansi 2 tahun untuk produk ini. Hal ini tentu sebuah berita gembira bagi para Gamer yang suka bermain gim secara ekstrem, dengan manuver luar biasa.

Mau main gim secara ekstrem? Uji ketangguhan gaming mouse Rexus Titanix TX5!

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *