Foto: Epic Games

Gamers, sepertinya semua pengembang gim online mulai berpikir ulang untuk terus mengembangkan gim peperangan yang mengumbar kekerasan dan brutalitas. Banyak otoritas negeri yang mulai mengevaluasi maraknya perkembangan war game. Amerika adalah salah satu negara yang mulai membatasi perkembangan gim yang bernuansa kejam.

Sebagai gantinya, game developer mulai memproduksi gim taktis yang tetap bernuansa peperangan, namun dengan menekankan sisi adu strategi, bukan lagi darah yang bercecer di mana-mana. Salah satu gim itu adalah Fortnite: Battle Royale.

Perkembangan Fortnite: Battle Royale
Sebenarnya, gim yang dikembangkan oleh Epic Games sudah dirilis September 2017 lalu. Saat itu, Fortnite baru sebatas dimainkan oleh empat orang saja.

Foto; Forbes

Keempat orang tersebut bertahan di sebuah tempat dari serangan zombie. Saat ini, Fortnite dikembangkan menjadi gim massal yang bisa dimainkan oleh sekitar 100 pemain.

 

Uniknya, ke-100 pemain tersebut dapat saling serang hingga hanya ada satu saja yang hidup.

Agar menjadi satu pemenang itu, pemain harus benar-benar menguasai strategi agar bisa mengalahkan 99 pemain lainnya.

Sistem permainan inilah yang disebut sebagai PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). PUBG sangat dipengaruhi oleh novel atau film Hunger Games dan film Jepang, Battle Royale.

Game Gratisan

Kehadiran versi baru Fortnite: Battle Royale lumayan menyita perhatian para gamer. Setidaknya, ada dua alasan mengapa game ini mulai banyak menarik perhatian.

Pertama, karena Fortnite menjadi gim yang bisa diunduh secara gratis versi digitalnya. Kedua, game ini tak hanya bisa dinikmati oleh para pengguna PC, tetapi juga XBox dan PlayStation.

Tak hanya dua hal itu yang membuat gim ini menarik. Gim ini juga mempunyai keunikan tersendiri yang tak dimiliki oleh gim perang lainnya.

Keunikan tersebut ada dalam grafis digitalnya yang “ringan”, tidak seram. Jika gim PUBG lain menyuguhkan nuansa horor, degn setting nuansa yang seram, gim ini justru menyajikan suasana cerah a la kartun.

Kostum yang digunakan para tokohnya pun juga tidak seseram di Point Blank atau semirip seragam tentara di Counter Strike, melainkan dengan kostum angkasa luar atau bahkan, menggunakan kostum seperti Rust Lord, tokoh yang ada The Guardian of The Galaxy.

Meski kalian bisa mengunduhnya secara gratisan, tetapi untuk menikmati permainan premium dengan masuk menggunakan Premium Battle Pass yang menggunakan kurs pembayaran bernama V-Bucks. Saat ini, untuk mendapatkan 1000 V-Bucks, kalian perlu merogoh kocek sekitar 128 ribu Rupiah.

Game Ramah Anak
Beberapa pengamat gim melihat gim yang dibagi menjadi beberapa musim atau sesi ini sebagai salah satu jenis gim yang ramah anak.

Foto: Epic

Selain karena nuansa grafisnya yang cerah, game ini juga tidak mengumbar kekerasan serta darah, seperti yang banyak disuguhkan di gim perang. Tak hanya itu, gim ini juga menyuguhkan beragam gerakan menari yang bisa dilakukan oleh para tokohnya.

Selain itu, dalam gim ini, pemain juga dimungkinkan untuk bergabung membentuk tim, baik berdua atau lebih. Hal ini tentu menjadi ajang untuk melatih kerja sama antar para pemainnya. Selain itu, para pemain dapat berlatih bersama.

Namun, bukan berarti kemudian gim ini jadi tak menarik. Dibutuhkan strategi yang jitu untuk mengalahkan player lainnya. Permainan strategi itu mirip saat memainkan gim Call of Duty. Karenanya, beberapa pengamat gim menamakan gim ini sebagai “Call of Duty for Kids.”

Tertarik dengan permainan ini?

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] beda strategi, Fortnite dan PUBGM sama-sama sukses. Berdasarkan data, pada akhir Desember lalu, pengguna dua game ini […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *