Gamers, saat ini bermain game tak bisa dikategorikan sebagai pelampiasan hobi semata. Jauh lebih dari itu, bermain game menjadi salah satu karier profesional. Itu dikarenakan gaming mulai dikategorikan dalam cabang olahraga resmi dengan nama e-sport.

Makin banyak pertandingan game yang digelar dengan menawarkan hadiah milyaran Rupiah. Pemainnya pun disebut sebagai atlet e-sport. Hadiah menggiurkan dan dukungan dari sponsorial yang sangat kencang membuat banyak gamers yang mulai menekuni cabang olahraga ini secara serius.

Apakah hanya dengan jago bermain game kamu lantas bisa jadi atlet e-sport? Belum tentu. Dilansir dari detik.com, menurut Presiden serta Pendiri Asosiasi eSport Indonesia, Eddy Lim, untuk menjadi atlet eSport tak melulu jago bermain game. Ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh para gamers yang ingin menjadi atlet e-sport.

Menurut Eddy Lim, ada dua syarat lain yang perlu dipenuhi oleh atlet e-sport, yakni tubuh yang sehat dan otak cerdas. Tubuh yang sehat hanya bisa diperoleh dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Jangan mentang-mentang ingin menjadi atlet e-sport terus bermain game berjam-jam sepanjang hari tanpa menghiraukan faktor kesehatan. Itu salah.

Porsi berlatih game justru jangan terlalu terforsir. Perbanyak waktu untuk olahraga fisik karena daya tahan dan kestabilan konstentrasi sangat tergantung pada kondisi tubuh. Olahraga seperti berenang, joging, atau olahraga kardiovaskuler adalah pilihan olahraga yang tepat.

Faktor kedua adalah atlet e-sport harus cerdas. Menurut Eddy, e-sport mengadu strategi dan logika. Makanya, biasanya atlet e-sport berlatar belakang mereka yang suka akan pelajaran eksak seperti matematika atau fisika. Mengapa? Belajar ilmu pasti diklaim lebih efektif menstimulus otak agar berpikir secara logis dan tepat.

Selain menjanjikan hadiah yang menggiurkan, profesi atlet e-sport tetap dapat berkiprah di dunia gaming. Banyak pemain veteran e-sport banyak yang menjadi announcer pertandingan, pelatih, atau pebisnis peranti gaming.

3 replies
  1. Syu
    Syu says:

    Saya suka main game2 balapan mobil mulai dari console dan pc.. Gimana mau jadi atlet e-Sport , ortu ane aja kagak ngedukung.. main game kelamaan juga akan ada banyak sandal melayang dan digebuk panci, pengalaman game console ane dibanting dan ditendang ama bokap.. di indonesia mah kudu jadi pegawai mapan, kalo diluar gitu hobbypun bisa jadi profesi masih diapresiasi..

    Reply
    • Rexus1 says:

      Turut berduka cita dengan game console yang rusak gegara ditendang bokap, gan (kidding). Bro, tak ada yang tak mungkin.Banyak kok gamers Indonesia yang jadi gamer kelas dunia, seperti Marlo Rendy Noya yang masuk di tim CS:GO Indonesia. Terkadang, kita harus menunjukkan bukti terlebih dahulu agar orang tua percaya.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *