Foto: Fortune.com

Gamer, siapa sih yang tidak tahu Tencent? Ya, perusahaan Tiongkok yang menjadi pengembang game PUBG. Tak hanya sebagai pengembang game, Tencent memang menjadi salah satu dari dua raksasa perusahaan berbasis internet di Tiongkok. Satu lainnya adalah Alibaba milik konglomerat Jack Ma.

Tak dipungkiri, persaingan dua perusahaan titan tersebut memang begitu sengit. Keduanya sama-sama mempunyai pangsa pasar yang sangat besar. Tencent mempunyai basis usaha dari platform gaming dan aplikasi pesan WeChat dengan pelanggan aktif sekitar 552 juta orang, sedangkan Alibaba kian meraja dengan lini e-commerce yang melingkupi sekitar 1 milyar akun.

Uniknya, dari bisnis tersebut, bisnis gaming lah yang menjadi senjata utama Ma Huateng, pemilik Tencent, untuk menomor duakan dominasi Jack Ma di Tiongkok.

Melansir dari Forbes,  di usianya yang ke-47 sekarang ini, Ma Huateng berhasil dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia nomor 20, dengan kekayaan sebesar $US48,2 miliar atau Rp713 triliun, ementara Jack Ma saat ini “hanya” Rp609 triliun.

Berkat PUBG

Tak dipungkiri, pundi-pundi Ma Huateng terus bertambah dari game PUBG dan PUBG Mobile. PUBG menjadi salah satu game yang dalam beberapa tahun terakhir berada di jajaran atas untuk esports di Asia, bahkan dunia.

Game yang dimainkan jutaan orang di seluruh dunia ini, bukan sekadar permainan tembak-menembak dan strategi perang biasa. Di dalamnya, juga terdapat proses jual beli aksesoris atau skin untuk karakter atau hero yang dipilih pemain. Skin tersebut disponsori oleh brand-brand fashion ternama, seperti BAPE atau Bathing Ape, Vans, dan masih banyak lagi.

Harga aksesoris yang dijual pun terbilang fantastis, mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan. Dari sini saja terlihat bagaimana cerdiknya Ma Huateng menjadikan game online sebagai salah satu metode branding besar dan efektif buat para produsen apparel.

Berkat Covid-19

Menariknya, Tencent selaku developer PUBG mendapat keuntungan yang sangat besar beberapa bulan terakhir. Seiring dengan adanya wabah Covid-19, semakin banyak orang yang bermain game.

Aturan lockdown dan PSBB yang diberlakukan sebagian besar negara di dunia membuat banyak orang cukup banyak menghabiskan waktu dengan game.

Selama masa lockdown, saham Tencent Games naik sampai 14 persen sepanjang tahun. Tak hanya itu, mereka juga mengalami peningkatan pengguna game online. Aktivitas tertinggi terjadi di bulan Januari sampai Maret.

Rekor pendapatan PUBG mencapai angka tertinggi di bulan Maret dan April. Game Tencent lain seperti Peacekeeper Elite dan Honor of Kings, yang notabene tak terlalu terkenal pun bisa menyumbang pendapatan perusahaan sampai 26 persen di kuartal pertama yakni $US15 miliar.

Di saat tak sedikit orang yang nyinyir dengan sepak terjang Tiongkok dewasa ini, negara ini memang makin tak terbendung menawarkan teknologinya ke seluruh dunia. China menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia saat ini.

Di luar fakta itu, kita berharap Tiongkok juga turut serta “bertanggung jawab” atas wabah Covid-19 yang berasal dari daerahnya. Kita tunggu teknologi Tiongkok bisa turut berperan melawan virus Corona. Setuju?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *