review rexus x1: sorry, ini bukan gaming headset Review Rexus X1: Sorry, Ini Bukan Gaming Headset Template produk buat website 800x800

Saat yang ditunggu-tunggu datang. Bukan, soal saat gajian, tapi saat me-review headphone yang selama ini sebenarnya sudah menemani kerja. Gara-gara sering digunakan, justru lupa mereview pelantang suara yang selama ini setia nempel di kuping.

“Bermain” dengan headphone memang bukan hal baru. Sudah bertahun-tahun, saya mencintai perangkat elektronik ini. Maklum, kuping saya termasuk kuping yang “rewel” jika berhubungan dengan resonansi suara yang masuk ke dalamnya.

Berbagai jenis headphone, earphone, on ear, ataupun in ear phone sudah pernah saya coba. Kalau untuk barang mahal yang tak terjangkau kantong, kata “pinjam donk” adalah litani yang sering keluar dari mulut. Tak apa, yang penting saya dapat merasakan sensasi headphone yang harganya mungkin hampir setara dengan motor bebek seken.

Jika masih terbeli – tanpa mengalahkan urusan dapur – headphone pun mampir ke rak koleksi. Intinya, apapun saya “jabanin” buat memanjakan kuping, mulai dari menabung untuk mendapatkan merek terkenal, seperti Senn**, Jb*, atau Shu**, hingga mencoba produk rewired earphone, earphone yang diganti kabelnya untuk mendapatkan sensasi suara yang lebih bagus.

Kejutan Suara Headphone Pekgoceng
Sebagai salah satu pecinta headphone, gengsi donk menggunakan produk yang dapat “merusak” citarasa pendengaran. Hingga suatu ketika, “kesombongan” itu runtuh saat seorang teman menyodori headphone untuk dicoba. “Hmmm, headphone apakah ini? Sepertinya kok ngga bonafide,” begitu kata saya dalam hati.

Seperti biasa, jenis musik yang kerap saya gunakan untuk mencoba headphone atau earphone adalah audiophile berformat FLAC. Tujuannya jelas, agar suara yang dihasilkan detil. Sebuah headphone yang bagus pasti bisa memproduksi detil suara itu secara sempurna. review rexus x1: sorry, ini bukan gaming headset Review Rexus X1: Sorry, Ini Bukan Gaming Headset Template thumbnail produk 800x800

Semenit, dua menit, hingga lima belas menit saya mencoba headphone itu. Telinga ini serasa dimanjakan. Suara yang disemburkan sangat terkontrol. Spasialnya pun lumayan disiplin sehingga antara suara bas, vokal, dan suara tinggi tidak saling timpa.

“Wah, enak,” begitu reaksi saya spontan. Dan, setelah saya lihat, ternyata merek headphone itu adalah Rexus X1. Otomatis, saya menanyakan harganya. Saya berpikir, headphone dengan kualitas seperti itu harganya dibanderol di kisaran 500 ribu.

“179 ribu,” kata teman itu. Heh, kagak salah dengar? Benar, 179 ribu. Dan karena waktu itu ada promo dari salah satu toko online, harganya kena sekitar 150 ribu. Gila, Ndro! Menurut saya, untuk harga segitu, kualitas headphone ini jelas di atas harganya.

Tak tunggu lama, saya pun langsung pesan. Ada tiga pilihan warna: hitam, biru, dan pink. Tentu, pilihan terakhir itu tidak mungkin saya pilih. Jadi, saya pun memilih warna hitam.

Cocok untuk “Bass Head”
Dalam paket pembelian, headphone ini memang tidak menyertakan kabel dengan jack 3.5mm karena menggunakan konektivitas Bluetooth. Tapi, dalam headphone ini terdapat colokan 3,5mm sehingga saya tinggal beli kabel custom 3,5mm cowok ke cowok. Dengan begitu, untuk kemampuan koneksi Bluetooth-nya saya tidak bisa bicara banyak.

Setelah “di-burning” selama lebih dari 24 jam, driver headphone ini yang berdiameter 40mm mulai terasa lebih fleksibel sehingga suara yang dikeluarkannya pun jadi lebih empuk.

review rexus x1: sorry, ini bukan gaming headset Review Rexus X1: Sorry, Ini Bukan Gaming Headset Template produkFF 1000x1000Saat memutar “Pizza”-nya Martin Garrix, suara violin di pembuka tetap terdengar jernih. Begitupun ketika suara bas dengan beat yang ritmik mulai menghentak, kuping tetap bisa menikmati, tidak terasa pekak.

Semburan bas yang dikeluarkan lumayan dalam. Meski dalam spesifikasinya tertulis bahwa nada rendahnya masih di kisaran 20Hz, tapi menurut saya, range-nya bisa lebih rendah lagi, di kisaran 16 atau 18Hz. Karenanya, buat penggemar bas atau bass head, saya yakin kuping kalian sangat welcome dengan headphone ini.

Bagaimana dengan suara vokalnya? Saya pun tertarik mencerna kekhasan vokal Adam Young (Owl City) dalam lagu terbarunya, New York City. Hmm… lumayan. Vokalnya terdengar utuh, tidak termakan suara bas. Suara tingginya pun cukup, tak memekakkan telinga.

Ini Headphone, Bro. Bukan Gaming Headset
Pengalaman bersama X1 yang sampai saat ini masih menempel di kuping memantapkan saya membuat pernyataan bahwa ini adalah headphone murni. Saya kurang rela jika headphone ini dikategorikan dalam gaming headset, meski headphone ini dilengkapi dengan microphone dan dapat berfungsi untuk menangkap sinyal suara.

Pernyataan itu saya kira cukup beralasan. Jika digolongkan sebagai sebuah gaming headset, microphone X1 terlalu minimalis. Hanya berupa lubang yang ada di sekitar dome headphone.

Hal itu tentu kurang ideal digunakan sebagai gaming headset. Kalau untuk gaming headset, Rexus Thundervox HX2, F22, atau F55 pasti lebih ideal.

Tapi, untuk pencinta musik, saya kira Rexus X1 jadi salah satu pilihan yang takkan malu-maluin saat disandingkan dengan koleksi headphone kelas atas lainnya.

Gara-gara headphone Rexus X1 ini, saya jadi makin yakin bahwa ternyata headphone “Kere Hore” itu memang benar-benar ada. Bukan sekedar gimmick

new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat gaming chair 103

Gamers, pernahkah kalian memperhatikan interior sebuah kokpit pesawat? Selain terdapat ratusan tombol dan layar indikator semua fungsi komponen pesawat, perhatian kita pasti juga akan jatuh pada dua atau tiga tempat duduk kapten pilot. Tempat duduk tersebut sering disebut dengan nama captain seat.

Captain seat dibuat sedemikian rupa sehingga terasa sangat nyaman. Tujuannya adalah agar sang pilot dapat tetap nyaman dan kuat duduk berjam-jam lamanya selama mengendalikan pesawat. Namun, di atas semua, tempat duduk pilot juga harus bisa membuat sang pilot bergerak dan bereaksi secepat mungkin saat mengendalikan pesawat.

Memang tidak serta merta sama, tapi sensasi duduk di gaming chair Rexus RGC 103 juga bakal membuat kamu merasa nyaman, namun tetap bisa bergerak dengan baik, layaknya duduk di atas captain seat kokpit pesawat.

new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat RGC103 side 01

Mengapa Perlu Kursi Gaming?
Pertanyaan di atas pasti sering muncul di benak para gamer. Wajar. Kursi game memang tidaklah seperti mouse, keyboard, ataupun headset yang tanpa kehadiran mereka kita tidak bisa main game. Main game dengan duduk di kursi bakso pun tetap bisa kok, demikian alasan yang sering kita lontarkan.

Ya, kursi gaming memang bukanlah sebuah peranti “wajib” untuk seorang gamer. Tapi, seiring dengan perkembangan kemampuan dan profesionalitas kita dalam bermain game, kita membutuhkan tempat duduk yang benar-benar nyaman selama berjam-jam.

Jika kita lihat para gamer profesional, tangan dan tubuh mereka terus bergerak dalam keadaan duduk. Tak hanya 1 – 2 jam, tetapi berjam-jam. Bahkan ada yang harus bertanding hingga belasan jam.

Atas kondisi itu, dibutuhkanlah kursi game yang akan menyangga tubuh saat dalam posisi duduk. Yang disangga bukan hanya pantat, melainkan juga tulang belakang, leher, punggung, hingga tangan. Tak hanya menyangga tubuh, kursi game yang ideal juga harus dapat diatur sesuai dengan penggunanya.

Kursi Gaming Rexus RGC 103
Memang, saat ini banyak jenis dan merek kursi gaming dalam berbagai bentuk. Rexus pun mempunyai varian gaming chair RGC 101 dan RGC 102. Saat ini, Rexus kembali menghadirkan tipe kursi gaming terbaru, yaitu Rexus RGC 103.

Kalau begitu, apa perbedaan RGC 103 dengan tipe-tipe sebelumnya? Yuk, kita telusuri bersama…

new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat RGC 103 03

1. Pada dasarnya, Rexus RGC 103 merupakan pengembangan dari kursi gaming Rexus sebelumnya. Material kulit sintetis, busa, dan kerangka bajanya terbuat dari bahan pilihan yang awet.

Dari segi tampilan dan warna, RGC 103 tampil dengan balutan dominasi nuansa hitam yang elegan dan futuristik. Pilihan warna ini tentu bakal disukai oleh para gamer yang dinamis dan berenergi.

2. Rexus RGC 103 menggunakan material kulit sintetis berkualitas yang mirip dengan seri sebelumnya. Untuk bagian samping, kursi ini mengaplikasikan fitur carbon fiber contour, yaitu kulit sintetis dengan kontur serat karbon yang kuat dan memberi kesan yang kuat, elegan, dan maskulin. new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat Thumb features 01

3. Dibandingkan tipe sebelumnya, Rexus RGC 103 dilapisi busa yang lebih tebal. Rata-rata ketebalannya 1cm lebih tebal dibandingkan tipe sebelumnya. Dengan busa yang lebih tebal, tentu saja RGC 103 lebih empuk saat diduduki.

4. Sandaran punggung yang bisa diatur hingga 180 derajat. RGC 103 mempunyai 3 mode pengaturan back rest, yaitu 90 derajat untuk mode kerja atau gaming, 130 derajat untuk mode membaca atau menonton, dan 180 derajat untuk istirahat atau bahkan tidur. Dalam keadaan sandaran diturunkan hingga 180 derajat, kursi ini tidak akan terbalik karena sudah diperhitungkan keseimbangannya.

new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat Thumb features 03

5. Diameter roda yang lebih besar. RGC 103 mempunyai diameter roda yang lebih besar daripada seri sebelumnya, yaitu 6 cm. Dengan diameter yang besar, perputaran roda jadi lebih lembut dan kursi pun lebih kokoh.

6. Desain ergonomis. RGC 103 diproduksi dengan memperhatikan standar kesehatan tulang punggung sehingga modelnya menyesuaikan bentuk tulang punggung. Gaming chair ini dilengkapi dua buah bantal.

Satu berbentuk U dan satunya kotak persegi panjang. Bantal berbentuk berguna untuk menyangga leher, sedangkan bantal persegi panjang dapat dipasang untuk memberi kenyamanan pada sekitar pinggang.

Tak Hanya untuk Para Gamer
Meski digolongkan sebagai kursi gaming, Rexus RGC 103 dan seri-seri sebelumnya tidak hanya digunakan untuk bermain game.

new product! kursi gaming rexus rgc 103, sensasi duduk di captain seat New Product! Kursi Gaming Rexus RGC 103, Sensasi Duduk di Captain Seat Thumb features 02

Banyak profesional yang menggunakannya sebagai kursi kerja. Fungsinya sama, yaitu memberi kenyamanan saat melakukan beragam pekerjaan kantoran, seperti mengetik, mendesain, ataupun untuk meeting.

Dengan hand rest yang bisa diatur posisi dan ketinggiannya, tangan akan didukung secara penuh sehingga tidak mudah pegal saat mengetik. Selain itu, kursi ini juga dapat digunakan saat Anda beristirahat setelah bekerja, entah untuk membaca koran atau bahkan untuk tidur sebentar di ruang kerja.

Dengan fitur yang lengkap dan material berkualitas tinggi, Rexus RGC 103 akan memberi kenyaman bagi para gamer dan kalangan profesional saat duduk dan beraktivitas di atasnya.

review mouse gaming rexus xierra g9: mouse harga kaki lima, rasa bintang lima Review Mouse Gaming Rexus Xierra G9: Mouse Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima G9 01 1

Gamers, judul di atas mungkin sudah sering kamu baca di tagline beberapa warteg atau rumah makan kecil pinggir jalan. “Harga kaki lima, rasa bintang lima” memang mau memengaruhi pikiran konsumen bahwa dengan harga yang murah, konsumen dapat merasakan makanan layaknya menu kelas atas di restoran berbintang Michelin.

Kami rasa, tagline itu memang tak berlebihan karena memang rasa adalah sesuatu yang relatif. Setiap orang mempunyai penilaian tersendiri atas makanan yang disajikan. Sebagai contoh, tiba-tiba di depan kamu, tersedia menu “orang kaya” Escargot yang terkenal dari sebuah restoran kelas atas di Prancis dan semangkuk Ind*mie goreng pakai telur. Mana yang bakal kamu pilih? Menurut terawangan kami, sebagian besar dari kamu bakal memilih yang kedua.

Meski terkenal sebagai menu mahal, lidah kamu tentu tidak biasa menyantap Escargot yang menyajikan daging bekicot mentah yang hanya dibumbui dengan bumbu sederhana, jahe, cuka, dan sedikit pemanis. Sebaliknya, mi goreng dengan aroma bumbu legit, telur matang, plus taburan cabe rawit seakan menjadi pilihan menu mewah hari ini.

Pembahasan soal makanan itu kami rasa cocok menjadi pengantar review setelah menjajal produk mouse gaming Rexus Xierra G9. Saat melihat mouse ini secara sekilas, kami langsung teringat pada sebuah mouse besutan produsen peralatan komputer kelas atas. Kami rasa tak perlu menyebutkan merek dan serinya biar agan sekalian penasaran.

Inspirasi Model Mouse Klasik
Ya, hampir sekitar 90%, Xierra G9 mirip dengan produk tersebut. Apa yang membedakannya? Jelas, harga! Xierra G9 hanya berbanderol 120an ribu, sedangkan produk serupa harganya mencapai dua kali lipatnya, yaitu sekitar 240an ribu. Dengan harga yang setengahnya, kami justru penasaran menjajal Xierra G9. “Seberapa jauh sih fungsi yang bisa diberikan oleh gaming mouse yang harganya tak sampai 150 ribu ini?”

review mouse gaming rexus xierra g9: mouse harga kaki lima, rasa bintang lima Review Mouse Gaming Rexus Xierra G9: Mouse Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima G9 02 1

Selain harga yang sangat terjangkau, satu hal yang membuat kami tertarik untuk memboyongnya sebagai salah satu koleksi mouse adalah bentuknya yang sederhana, ngga neko-neko. Bentuk mouse ini sangat kental dengan nuansa mouse klasik, seperti mouse IBM jadul. Sangat berbeda dengan bentuk mouse Xierra G4 yang pernah kami review sebelumnya.

Bentuk klasik itu sangat kental dengan bentuk curvy dengan punggung mouse yang menonjol sehingga nyaman sebagai alas telapak tangan, saat kedua jari diposisikan di atas tombol kiri dan kanan. Posisi jempol pun pas mengoperasikan dua side switch.

Meski bentuknya klasik, Xierra G9 juga mengadopsi bentuk gaming mouse modern, yaitu dengan memberi akses “facelift” pada ujungnya. Selain mempermanis bentuk, facelift itu juga memberi kesan bentuk  shooter mouse.

Material Berkualitas
Selain bentuk, satu hal lain yang tak bisa dikesampingkan dari produk Xierra G9 adalah material yang jauh dari kesan “murahan”. Hampir semua komponen mouse ini memang terbuat dari plastik. Hanya tombol scroll yang dilapisi dengan karet anti-slip.

Meski plastik, komponen pembentuk G9 terbuat dari plastik PVC yang kokoh. Menurut kami, plastiknya justru lebih kokoh daripada saudaranya seserinya, Xierra G4. Jenis plastik yang menyusun Xierra G9, membuat produk ini paten dan tahan lama.

Sebagai aksen, G9 juga menampilkan lining cahaya dan logo yang bisa menyala berkat pendaran lampu LED yang ada di dalamnya. Tersedia 7 model color breathing yang ditawarkan. Untuk mengganti warna-warni lampunya, kamu tingga memencet tombol DPI di tengah. Untuk mematikan lampunya, kamu tinggal menekan tombol tersebut secara agak lama.

review mouse gaming rexus xierra g9: mouse harga kaki lima, rasa bintang lima Review Mouse Gaming Rexus Xierra G9: Mouse Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima G9 03 1

Meski belum menggunakan LED model RGB, warna yang muncul pada mouse ini tetap menarik kok. Sebagai bonusnya, lampu LED juga dipasangkan di bawah tombol scroll sehingga memberi aksen cahaya menarik di sekitar tombol scroll.

Tak seperti produk murah lain yang hanya menyematkan logo atau tulisan dengan sistem cetak atau stiker, Xierra G9 membenamkan logonya dengan sistem molding double injection sehingga logo menjadi satu dengan komponen plastik casing. Sistem molding double injection itu membuat logo Rexus jadi tak bisa pudar.

Fitur Sesuai Harga
Puas membahas penampang luarnya, kini saatnya menjajal performa dan fitur yang ada di dalam produk gaming mouse ini. Jujur, mouse ini tidak menjanjikan beragam fitur unggulan gaming. Fitur yang masih bisa dibanggakan adalah pengaturan tingkat DPI yang bisa dilakukan dengan memijit tombol DPI yang ada. Pilihan resolusi DPI-nya pun tak begitu “wow“, yaitu di kisaran 800/1200/1600/2400.

Jika diadu secara head to head dengan produk serupa yang harganya dua kali lipatnya itu, Xierra G9 memang tidak bisa bicara banyak soal kemampuan settingan DPI karena produk serupa itu membenamkan pilihan DPI mulai dari 200 hingga 6000.

Tapi, jika kita beralih pada kemampuan pemrosesan gambar, Xierra G9 dapat berbangga hati karena dilengkapi kemampuan memproses gambar hingga 6000 per detik. Enam kali lebih cepat dibanding dengan produk serupa yang diklaim mempunyai kemampuan memproses gambar di angka 1000 per detik. O iya, angka perbandingan ini kami peroleh dari membandingkan spesifikasi yang ada di dalam box kemasan masing-masing produk.

Saat kami coba untuk memainkan game, Xierra G9 bisa berfungsi dengan baik. Soal kecepatan kursor dan polling rate-nya tak ketinggalan dibandingkan mouse seri di atasnya. Meski demikian, kualitas tombol memang tak bisa dibohongi. Tombol Xierra G9 terasa agak keras, termasuk tombol scroll-nya. Sensasi tactile alias membal pada tombolnya pun kurang terasa.

Kesimpulannya?
Menurut kami, Xierra G9 tak jauh berbeda dengan Xierra G4. Gaming mouse ini kami kategorikan sebagai mouse profesional yang cocok untuk digunakan berlatih gaming ataupun untuk melakukan pekerjaan profesional seperti desain grafis.

Soal kemiripannya dengan salah satu seri dari produk ternama, kami kira hal itu bukanlah sesuatu yang hal yang penting. Toh, di era seperti sekarang ini, banyak model elektronik yang mirip. Ingatkah kamu? Dahulu iPhone pernah mencak-mencak karena model ponsel Samsung bentuknya mirip dengan iPhone. Tapi, Samsung tetap bergeming dengan model itu dan membiarkan konsumen sendiri yang memilih, mau Samsung atau iPhone. Di dalam industri elektronik, perbedaan “follower” dengan “trend setter” sudah sangat bias.

Masyarakat konsumen saat ini pun sudah sangat bijak. Mereka bisa memilih sebuah produk berdasarkan kebutuhan dan daya belinya. Jika membutuhkan mouse gaming yang memang digunakan untuk fase latihan gaming ataupun pekerjaan profesional, mereka pasti akan sayang untuk membelanjakan uang lebih banyak untuk mendapatkan produk mahal, meski produk itu sudah punya nama.

Rexus xierra g4 review rexus xierra g4: gaming mouse murah untuk latihan game Review Rexus Xierra G4: Gaming Mouse Murah untuk Latihan Game Rexus xierra g4 2

Gamers, mau tanya nih… Saat kamu berlatih motor, jenis motor apakah yang kamu pilih? Motor standar dengan harga yang relatif terjangkau atau sebuah motor sport yang harganya puluhan juta? Kecuali orang tua kalian adalah seorang saudagar minyak yang tajir melintir, tentu kalian memilih untuk berlatih sepeda motor dengan motor standar.

Alasannya apa? Sederhana, kalian pasti akan merasa sayang jika menggunakan motor yang mahal dan bagus untuk berlatih. Takut jatuh, tergores, atau malah digasak oleh penjahat. Nah, begitu kamu sudah ahli naik motor, kamu pun bisa berganti motor yang lebih bagus dan profesional. Orang tua kamu pun takkan keberatan untuk memberikannya karena percaya bahwa kamu sudah bisa mengendalikan motor dan menghadapi situasi jalanan.

Jangan Beli Kucing dalam Karung
Kasus soal motor itu bisa menjadi analogi kami memilih membeli mouse Rexus seri Xierra G4. Satu prinsip yang selalu kami gunakan saat hendak membeli sebuah barang tentu adalah dengan mempelajari spesifikasinya. Untuk produk yang satu ini, kami pun berselancar di rexus.id.

review rexus xierra g4: gaming mouse murah untuk latihan game Review Rexus Xierra G4: Gaming Mouse Murah untuk Latihan Game G4

Apa pentingnya mempelajari spesifikasi produk sebelum membeli? Jelas penting. Sebagai konsumen cerdas, kami tak mau seperti membeli kucing dalam karung, asal beli tanpa jelas asal-usulnya.

Bukan asal karena mouse ini tergolong murah untuk kategori gaming mouse, hanya di kisaran 99 ribu, kemudian kami bisa dengan seenaknya asal beli.

Itu makanya kami dengan detil mempelajari jenis sensor mouse Xierra G4, ada tidaknya software bawaan yang berfungsi untuk mengatur fitur macro, kualitas bahannya, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan informasi secara cepat, kami pun menggunakan fasilitas layanan call center Rexus dengan nomor 0822 1100 8668.Responnya sih lumayan cepat. Yang jelas, dalam satu hari, WA kita pasti dibalas.

Informasi dari membaca spesifikasi maupun bertanya secara langsung melalui WA lumayan menyakinkan kami untuk mencoba membeli mouse seri Xierra G4.

Bentuk Futuristik
Salah satu faktor yang menarik kami untuk membeli Rexus Xierra G4 adalah bentuknya yang futuristik. G4 memiliki bentuk robotik yang tampak sangat maskulin. Warna hitam doff-nya tampak cocok dengan simbol Rexus yang diproduksi dengan cara molding sehingga tak bisa pudar. Simbol itu akan mengeluarkan sinar saat dicolokkan.

review rexus xierra g4: gaming mouse murah untuk latihan game Review Rexus Xierra G4: Gaming Mouse Murah untuk Latihan Game G4 4

Pendaran sinar itu diperoleh berkat dua lampu LED yang ada dalam tubuh mouse. Satu LED tambahan di sebelah depan akan menyinari posisi scroll yang terbuat dari plastik bening sehingga menampakkan sinar yang keren.

Tentu saja, gaming mouse ini sudah menggunakan sensor optik dengan memanfaatkan pantulan infra merah. Meski digolongkan dalam mouse entry level, G4 tak bisa digolongkan dalam mouse “sekedarnya”.

Alasannya, “daleman” keyboard ini menggunakan PCB papan dengan material dan sambungan solder yang paten. Tombol scroll-nya pun dilapisi dengan karet anti slip yang nyaman digunakan.

Yang agak unik, keyboard ini mempunyai berat yang lumayan berat, yaitu sekitar 115 gram. Berat itu diperoleh dari tambahan plat besi yang ditempelkan di dalam batok mouse-nya.

Tujuannya adalah untuk membuat sensasi genggaman jadi lebih mantap. Saat digunakan bermain, berat mouse seolah jadi penyeimbang saat melakukan manuver cepat.

Fitur Standar, Bermodalkan DPI
Soal fitur yang ditawarkan, jujur, fitur mouse ini sih biasa saja. Tak ada fitur istimewa yang ditawarkan. Yang kami maksud dengan fitur istimewa dalam sebuah mouse tentu saja fitur yang diperoleh dari script yang diolah di chipset, seperti fitur macro.

Rexus xierra g4 review rexus xierra g4: gaming mouse murah untuk latihan game Review Rexus Xierra G4: Gaming Mouse Murah untuk Latihan Game Rexus xierra g4 1

Ingat, mouse ini tidak disertai software macro yang bisa di-setting secara manual seperti yang ada di dalam gaming mouse seri Titanix. Jadi, jika kalian membeli mouse ini, jangan kemudian mengharapkan settingan macro ya.

Meski tidak dilengkapi fitur macro, mouse ini sudah dilengkapi tombol pengatur DPI. Menurut spesifikasi yang ada, settingan DPI mouse ini adalah 800/1200/1600/2400.

Semakin tinggi angka DPI, semakin sensitif gerakan kursor kamu. Buat para penggemar game Point Blank, settingan DPI rendah justru membuat bidikan jadi lebih tepat dan mudah.

Bagaimana cara menyeting DPI di G4? Sangat mudah, kamu tinggal menekan tombol di tengah mouse. Satu kali, berarti yang kamu pakai adalah 800, dua kali berarti 1200, dan selanjutnya. Sensitivitas mouse ini juga ditentukan oleh kemampuannya menghantarkan sinyal dari chipset ke komputer hingga 4000 per detik dengan kecepatan reaksi hingga 2 mikro detik.

Bagaimana dengan fungsi kedua tombol di sebelah kiri mouse? Tombol itu bersifat opsional. Artinya, dapat digunakan ataupun tidak. Untuk fungsi browsing di komputer, kedua tombol itu dapat berguna untuk klik “Next” ataupun klik “Back”.

Kesimpulannya?
Nah, dari pengalaman kami menggunakan G4, kami menyimpulkan bahwa membeli mouse harus disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, kami membutuhkan mouse yang dapat kami ajak untuk berlatih gaming. Artinya apa? Mouse yang bisa dioprek sesuka hati tanpa rasa takut rusak. Untuk nge-game harian, menurut kami, mouse ini sudah cukup.

Tapi, jika kamu membutuhkan mouse dengan fitur yang lebih lengkap, kamu bisa memilih menggunakan seri mouse advance, yaitu seri Titanix. Kualitasnya berbeda dan harganya pun tentu berbeda. Tapi, kami yakin, kalian selalu sadar akan ungkapan, “Ada uang, ada rupa….”

Jadi, jangan tanya lagi, kenapa G4 tidak punya fitur macro. Itu sama dengan saat kalian membeli sebuah mobil Avanza, kemudian bertanya, “Kenapa kok mobil yang saya beli tidak dilengkapi VNT Turbo seperti yang ada di Fortuner?” Setuju?

review rexus fortress-k9tkl: gaming keyboard mungil pencuri perhatian Review Rexus Fortress-K9TKL: Gaming Keyboard Mungil Pencuri Perhatian 02

Gamers, suatu saat kami ingin mencari informasi mengenai keyboard gaming yang terjangkau. Kata “terjangkau” buat kami sangat penting. Dalam kamus kami, terjangkau berarti produk dengan harga yang pas dengan kemampuan bujeting namun mempunyai kualitas yang terjamin.

Menurut pengalaman kami, banyak sekali produk dengan harga selangit yang ternyata kualitasnya sama dengan produk setipe dengan harga jauh di bawahnya.

Pertanyaannya, kenapa harus mencari produk yang mahal kalau ada produk berkualitas setara dengan harga yang terjangkau? Sekedar gengsi? Hmm… jaman milenial masih mikir gengsi? C’mon, guys.

Justru dengan berperantikan produk mahal, kita justru lebih sangat berhati-hati saat menggunakannya. Orang Jawa mengistilahkan dengan kata “kiwah-kiwih“. Alhasil, produk mahal kita pun lebih sering terpajang daripada digunakan.

Dengan prinsip itu, kami pun browsing ke laman toko online resmi Rexus di shop.rexus.id. Di situ, kami menemukan dua produk keren yang namanya mirip, yaitu Rexus Fortress K9TKL dan Rexus Fortress K9RGB. Namanya bisa saja sama, tapi begitu kalian teliti lebih lanjut ternyata mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. K9TKl ukurannya lebih pendek dari saudaranya, K9RGB.

Arti TKL
Saat ini, kami lebih tertarik untuk mencoba K9 versi pendek alias K9TKL. Beberapa waktu lalu, kami memang pernah mencoba menggunakan produk keyboard gaming Rexus yang seri full mekanik. Kali ini, kami sengaja ingin mencoba keyboard yang digolongkan dalam “klan” semi mekanik ini.

Harga memang tak bisa bohong. Untuk memboyong sebuah keyboard full mekanik Rexus, kami harus mengeluarkan bujet sekitar 600 ribu. Buat keyboard ini? Kotak ketik ini hanya dibandrol 179 ribu. Hmm, sangat terjangkau. Mahalan kuota internet bulanan kami. Okelah, itung-itung mencoba, kami “klik” tombol pesan dan tunggu konfirmasi selanjutnya dari Bung Mimin online shop Rexus.

review rexus fortress-k9tkl: gaming keyboard mungil pencuri perhatian Review Rexus Fortress-K9TKL: Gaming Keyboard Mungil Pencuri Perhatian 03Beberapa hari setelah memesan, produk pun tiba. Tak pakai lama, kami pun membuka paketnya dan menemukan sebuah kotak berlapis cover aluminium yang sangat kompak.

Deretan tombol hitamnya tampak menggunakan material plastik keras yang menggunakan teknologi molding pada hurufnya. Beberapa sekrup sengaja ditampakkan di papan keyboard. Kami tidak tahu, itu sengaja atau tidak, tapi jelas penampilan itu memberi aksen maskulin yang kental.

Begitu melihat bentuknya yang lebih kecil daripada keyboard pada umumnya, kami baru sadar bahwa keyboard ini dinamai sesuai bentuknya. TKL berarti Ten Key Less. Artinya, keyboard ini memangkas kelompok tombol yang biasanya ada di sebelah kanan, yaitu deretan tombol angka-angka.

Dengan begitu ukuran papannya lebih pendek, yaitu 362mm. Lebih pendek sekitar 100mm dibanding keyboard pada umumnya.

Dalam dunia gaming, keyboard TKL memang sudah akrab ditemui. Segi fungsionalitas adalah alasannya. Gaming tidak seperti akunting yang membutuhkan tombol angka-angka, hanya butuh beberapa tombol penting seperti Q, W, A, D, dan sebagainya.

Dengan memangkas tombol-tombol tersebut, maka bentuk keyboard pun jadi lebih pendek sehingga lebih praktis dan mempunyai pergerakan yang lebih leluasa. Beberapa teman yang biasa bermain Point Blank (PB) pun mengaku lebih nyaman menggunakan keyboard versi TKL.


19 Tombol Anti Ghosting

Sekilas, kami berpikir, “Yakin nih, produk sekeren ini hanya dihargai 179 ribu?” Tapi, ekspektasi janganlah terlalu tinggi sebelum mencoba performa sesungguhnya. Dengan teknologi plug and play, keyboard tersebut langsung dikenali oleh perangkat komputer di rumah.

Cara pertama yang kami lakukan untuk mengetes kemampuan sebuah keyboard adalah dengan menekan tombolnya secara bersamaan. Tujuannya adalah untuk mengetaui kemampuan anti-ghosting sebuah produk keyboard. Pada keyboard biasa, kamu hanya bisa menekan maksimal 3 tombol secara bersamaan. Di K9TKL, kita bisa menekan maksimal 19 tombol secara bersamaan.

Rexus K9TKL review rexus fortress-k9tkl: gaming keyboard mungil pencuri perhatian Review Rexus Fortress-K9TKL: Gaming Keyboard Mungil Pencuri Perhatian 04

Hmm…. lumayan. Tapi, memang tak bisa disamakan dengan keyboard gaming Rexus seri full mekanikal yang ke-104 tombolnya bisa dipencet secara bersamaan. 19 tombol anti-ghosting cukuplah. Toh, kamu ngga pernah menekan semua tombol keyboard saat bermain, bukan?

Anti-ghosting oke. Sekarang, coba untuk lanjut memainkan game. PB oke, CS tak masalah. Keyboard gaming Rexus K9TKL mempunyai tombol yang tak terlalu “clicky“. Maklum, memang tombolnya tidak berdiri independen secara mekanikal.

Bicara soal kemampuan persinyalan antara ketikan keyboard dengan aksi di layar komputer, K9TKL termasuk sangat “realtime“. Itu disebabkan karena keyboard ini mempunyai polling rate 1000MHz. Sentuhan pada tombol juga terasa mantap.

Menurut produsen keyboard ini, tombol K9TKL diklaim mampu bertahan hingga 8 juta klik. Angka ini hampir menyamai tombol mekanikal yang rata-rata mempunyai durabilitas hingga 10 juta klik.


Sensasi Tactile Tetap Terasa

Memang, keyboard ini tak menggunakan switch mekanik mandiri layaknya seperti di real mechanic keyboard, tapi meski begitu, kamu masih bisa merasakan sensasi tactile pada tombol keyboard ini.

review rexus fortress-k9tkl: gaming keyboard mungil pencuri perhatian Review Rexus Fortress-K9TKL: Gaming Keyboard Mungil Pencuri Perhatian 03

Apa itu sensasi tactile? Istilah “tactile” sering digunakan untuk menggambarkan sensasi membal atau memantul pada sebuah tombol keyboard. Selain, ketikan jadi makin terasa, kemampuan memantul tombol itu membuat kita bisa melakukan sebanyak mungkin ketikan dalam satu detik.

Tak hanya sensasi tactile, tombol K9TKL juga dilengkapi dengan spektrum pancaran LED. Tidak terlalu istimewa sih, hanya terdiri 3 warna breathing mode, tapi cukup untuk membuat permainan makin seru. Terus terang, bagi kami, pancaran cahaya pada sebuah keyboard bukanlah hal yang “mewah”.

Bahkan, jika memungkinkan, kami justru mencari keyboard gaming yang tak mengeluarkan cahaya…. Maklum, kami termasuk gamer “zaman old” yang biasa menggunakan keyboard sebagai alat gaming sekaligus alat mencari nafkah alias buat kerja.

Dengan segala kelimpahan fitur Rexus K9TKL, tak ada salahnya kami mengajak keyboard ini untuk bekerja. Alasannya? Tak telalu berisik dan bentuknya simple. Secara keseluruhan, keyboard ini termasuk salah satu keyboard yang berhasil mencuri perhatian kami: kecil, “tengil”, tapi bandel dan keren.

review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang Rexus Legionare MX6

Saat memainkan Final Fantasy VII, imajinasi ini selalu gatal untuk memilih tokoh Tifa Lockhart. Langsing, berambut hitam panjang, berkaki jenjang, dan tentu saja bertubuh seksi. Kemolekan tubuhnya sesuai dengan kostum sederhana yang berbalut tank top dan rok mini yang memperlihatkan perutnya yang rata. Wadaw… setiap kali melihatnya, selalu terbayang untuk segera meminangnya (halah).

Itulah sosok wanita idaman (hampir) tiap pria, yaitu wanita lembut, kalem, dan tampak tak neko-neko. Tapi, jangan pernah memandangnya sebelah mata. Tampilan bersahaja memang Tifa menjauhkannya dari kesan sosok wanita super yang mampu berubah 180 derajat menjadi mesin pembunuh tangan kosong yang efektif. Satu pelajaran yang bisa diambil, jangan memandang kualitas seseorang dari penampilannya.

Pelajaran itu pula yang didapatkan saat mencoba keyboard mekanikal Rexus Legionare MX-6. Keyboard mekanikal ini memang dari kesan garang. Meski berbalut warna hitam, MX-6 tampak seperti keyboard biasa lainnya. Bahkan, bisa dibandingkan dengan perwujudan keyboard membran old skool.

Bentuk Klasik, Ngga Alay
Untuk mengeluarkan produk ini dari kotak kemasannya, kamu butuh sedikit bersabar karena Legionare MX-6 ini mempunyai bobot yang lumayan berat, sekitar 1210gr. Agak mengherankan karena bobotnya justru lebih berat 147gr dari saudaranya, Legionare MX-7 yang hanya berbobot 1063gr. Padahal, MX-7 menggunakan lapisan aluminium di atas papannya.

rexus legionare mx6 review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang Rexus legionare mx6 3

Dengan bobot seberat itu, ekspektasi kita atas kualitas keyboard ini jauh lebih besar. Logikanya, semakin berat sebuah barang, tentu kualitas material yang digunakannya lebih bagus. Hmm… semoga prinsip ini juga berlaku untuk orang…

Dan, ternyata ekspetasi kami terbukti. Meski hampir semua materialnya menggunakan plastik, MX-6 menggunakan bahan plastik yang berkualitas. Dilihat dari karakternya, plastik yang digunakan adalah jenis ABS atau PBT.

Acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan Polybutylene terephthalate (PBT) adalah formula bahan plastik bersifat keras yang lazim digunakan dalam panel elektronik. Keduanya bersifat insulator atau tidak menghantarkan listrik. Kamu juga bisa menemukan jenis plastik ini dalam mainan lego.

Jelas, material perawakan MX-6 menjanjikan ketangguhan. Material berkualitas itu direpresentasikan dalam bentuk keyboard yang konservatif namun kompak. Kenapa kami sebut “konservatif”? Bentuk MX-6 klasik, “ngga neko-neko“, hanya berbentuk kotak berukuran 455 x 144 x 38mm, dan hanya punya satu pilihan warna, hitam.

Paling hanya tulisan Rexus di pojok kanan yang akan menyala saat LED di bawahnya berpijar. Dah, itu saja. Tidak ada tambahan perintilan yang sebenarnya tidak penting dan justru mengganggu pandangan.

Jika kami bandingkan dengan merek sebelah yang cenderung mengeluarkan produk dengan bentuk “neko-neko” yang terkesan “alay“, bentuk MX-6 justru menunjukkan kelas tersendiri: elegan dan mature.

Kalau kemudian ada yang berargumen, “Loh, gamers kan kebanyakan adalah remaja? Keyboard yang bentuknya neko-neko lebih cocok donk.” Maka, jawaban kami, “Gamers juga manusia yang pasti tumbuh dewasa sehingga selera mereka juga pasti akan dewasa.” Apalagi, ada pepatah, tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Betul?

Keyboard Mekanikal Asli yang Lembut
Betuk yang konservatif, klasik, sederhana, dan tidak neko-neko MX-6 terkadang membuat orang berpikir, “Wah, kok seperti keyboard biasa.” Silahkan berpikir seperti itu. Tetapi, sekali lagi, pengalaman akan Tifa Lockhart memberi kami pelajaran bahwa jangan nilai kemampuan sesuatu hanya dilihat dari penampilannya yang bersahaja.

rexus legionare mx6 review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang Rexus legionare mx6 2

Performa MX-6 membuktikan. Kami jajal di depan monitor 144hz bersandingkan CPU berotak Core i7 dengan RAM 8GB, keyboard mekanikal MX-6 mampu melibas game yang kami mainkan. Karena terbawa emosi, beberapa kali kami menghentakkan jari secara keras tetap saja switch keyboard memantul secara sempurna. Manuver yang kami lakukan seperti berputar ke kiri atau ke kanan juga tak terkendala karena bentuk keyboard ini tidak terlalu besar sehingga tidak begitu makan tempat.

Tombol keyboard ini juga tetap berfungsi saat kami tekan bersamaan. Keyboard biasa umumnya hanya memungkinkan kita untuk menekan maksimal tiga tombol secara serentak, tapi di MX-6 ini kita bisa menekan lebih dari 3 tombol secara bersamaan. Itu disebabkan karena fitur anti-ghosting yang dibenamkan di dalamnya.

Seperti keyboard mekanikal lain, MX-6 menyediakan 104 tombol yang mempunyai keycaps dengan bentuk agak cekung sehingga ujung jari pas mendarat di atasnya. Keycaps-nya menggunakan teknologi double color injection yang memadukan langsung antara plastik berwarna hitam dan putih, bukan sekedar dicap, sehingga huruf-huruf di tombolnya anti-luntur.

Keberadaan keyboard tak bisa dilepaskan dari adanya switch. Sebagai real mechanical keyboard, MX-6 menggunakan switch yang berdiri secara independen yang bekerja secara sinergis diiringi dengan nyala LED yang bisa diatur warna dan perpedarannya.

Bicara soal switch, MX-6 mempunyai switch yang unik, menurut kami. Saat sebagian besar mechanical keyboard memilih menggunakan switch biru yang mempunyai efek “clicky” yang lantang, MX-6 justru setia menggunakan switch coklat yang berciri lebih lembut dan tidak terlalu berisik saat dipencet.

Mungkin, banyak para gamers lebih suka menggunakan keyboard yang berisik, tapi kami justru lebih suka yang lembut tapi punya sensasi yang tak kalah dengan yang berisik. Masak yang di rumah sudah berisik, saat main game juga mendengar berisik juga (ups… jadi curcol).

Sihir Outemu Brown Switch
“Katakan sayang dengan coklat!” Wedew, mentang-mentang sudah mau Valetine’s Day. Tapi, perasaan kami tampaknya bakal seperti itu setelah mencoba Legionare MX-6. “Kami makin sayang dengan coklat.”

review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang Outemu Brown Mechanical Switch

Ya, deretan brown switch besutan Outemu dalam tombol-tombol MX-6 membuat kami menikmati sensasi permainan yang kami cari, yaitu tetap merasakan sensasi klik di jari, tapi tetap tidak mengganggu pendengaran.

Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu Brown Switch merupakan salah satu jenis switch yang tidak mengeluarkan bunyi yang terlalu “clicky” meski tetap mempunyai sensasi klik yang mantap.

review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang newplot 1

Ini diperoleh karena Outemu Brown Switch mempunyai kedalaman tekanan dan jarak lepas yang sama sehingga menghasilkan gelombang yang lembut. Klik pada Outemu Brown Switch akan diperoleh setelah tekanan jari sedalam 2mm. Karakteristik ini hampir sama dengan karakteristik switch produksi Cherry ataupun Kaihua.

Dengan karakter klik seperti ini, kami layaknya menemukan sebuah “sentuhan sihir” yang unik. Kami sebut sebagai sentuhan sihir karena dengan sentuhan kecil, switch jenis ini dapat kembali ke posisi semula sehingga tenaga yang dibutuhkan untuk menekan takkan begitu besar. Itu bisa dilihat dari data Tactile Peak Force dan dan Actuation Force di tabel bawah ini.

review keyboard mekanikal rexus legionare mx6: si lembut bertenaga garang Review Keyboard Mekanikal Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang tabel outemu 1

Melihat karakteristik MX-6 dengan Outemu Brown Switch di dalamnya, kami pun lantas berpikir bahwa keyboard ini tak hanya cocok untuk para gamers. Kami pun berani merekomendasikannya untuk kalangan profesional.

Ya, buat kamu yang punya profesi sebagai penulis, akunting, desainer grafis, editor video, atau apapun yang menggunakan keyboard sebagai sarana kerja, Rexus Legionare MX-6 jadi pilihan yang menarik. Selain karena tangguh, karakteristik Outemu Brown Switch di dalamnya membuat pekerjaan kamu jadi lebih nyaman.

Dan, yang lebih penting, dengan desain yang klasik, kamu takkan menjadi pusat perhatian saat membawa Legionare MX-6 ke tempat kerja. Berbeda jika kamu membawa gaming keyboard yang penuh gaya. Atau, mungkin kamu termasuk pekerja yang suka dengan yang bling-bling? Tak ada yang salah dalam berselera, Bung…

cara merawat earpad headset rexus Cara Merawat Earpad Headset Rexus 05 1

Gamers, pasti menyenangkan jika kamu bisa memboyong produk headset Rexus, seperti seri Thundervox atau Vonix yang keren. Kamu pun tak sabar untuk menggunakannya bermain game dan mendengarkan suara surround yang menggelegar.

Ada bagian pada headset yang disebut earpad. Peranti yang kebanyakan terbuat dari kulit imitasi ini memang tak bisa disepelekan fungsinya. Ada banyak fungsi earpad. Antara lain adalah sebagai alat peredam bising yang masuk dari luar, peranti untuk menjaga agar suara keluar dan didengar secara optimal, serta penyangga dome speaker agar lebih nyaman saat berada di telinga.

cara merawat earpad headset rexus Cara Merawat Earpad Headset Rexus HX2 thumbnail shop

Seiring dengan lamanya penggunaan, earpad pun tentu mengalami penurunan fungsi dan kualitas. Bau yang tak sedap, busa yang mulai menipis, dan kulit imitasi yang mulai sobek-sobek adalah tiga masalah utama yang sangat kerap terjadi pada earpad. Masalah tersebut tentu membuat kamu tidak nyaman lagi untuk menggunakan earpad tersebut.

Jika sudah seperti itu, apa yang bakal kamu lakukan? Dibuang dan beli lagi? Sayang donk. Apalagi, keseluruhan mesin headphone masih berfungsi secara sempurna, hanya terkendala pada earpad. Selain itu, ada beberapa tipe headset berkualitas yang tak lagi diproduksi lagi sehingga kamu tidak bisa mencari penggantinya di pasaran. Beberapa tipe headset juga tidak disertai suku cadang sehingga kamu tak bisa mencari pengganti komponen earpad yang sudah rusak.

Nah, untuk mengatasi hal itu, langkah yang paling bijak untuk dilakukan adalah dengan merawat earpad selama menggunakan headset kesayangan kamu. Berikut ini adalah cara merawat sederhana merawat earpad kamu agar tetap awet dan berfungsi sempurna.

1. Hindarkan dari sinar matahari langsung dan suhu panas.
Earpad yang terbuat dari kulit imitasi sifatnya hampir sama dengan material kulit asli. Pembukus earpad itu akan mudah keras jika terkena sinar matahari langsung sehingga rentan menjadi keras dan akhirnya pecah-pecah.


2. Hindarkan dari kelembapan.

Kulit dan kulit imitasi sangat rentan terhadap kelembapan. Jika sudah lembap, maka kulit atau kulit imitasi pembungkus earpad akan menjadi media subur buat pertumbuhan jamur. Selain menjijikkan dan menjadi sumber penyakit, earpad yang jamuran akan memunculkan bau tak sedap dan akan terasa lengket saat digunakan.

3. Gunakan lotion untuk menjaga fleksibilitas earpad.
Seperti kamu menjaga agar jaket kulit kesayanganmu awet, gunakan lotion khusus kulit untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit earpad kamu. Jika tidak ada produk lotion khusus kulit, kamu juga bisa menggunakan produk hand and body lotion.

Oleskan lotion ini tipis-tipis dan lap hingga bersih. Aplikasikan produk ini minimal sebulan sekali. Selain menjaga agar kulit earpad tetap fleksibel, lotion ini juga dapat menjaga earpad dari paparan jamur dan bau.

4. Bersihkan headset setelah digunakan.
Biasakan untuk membersihkan headset beserta earpad-nya setelah digunakan. Tujuannya adalah untuk membersihkan earpad dari minyak muka dan kotoran yang menempel. Gunakan lap lembut untuk menyeka permukaan kulitnya.

 

5. Simpan secara benar.
Karena headset adalah peranti yang penting maka perlakukan secara baik. Tersedia produk Rexus Bungee J1 yang berguna untuk menggantungkan headset secara sempurna sekaligus sebagai USB hub.

cara merawat earpad headset rexus Cara Merawat Earpad Headset Rexus bungee

Menyimpan heaset dengan cara digantung adalah cara terbaik karena earpad akan terkena sirkulasi udara yang baik. Hindari menyimpan headset dengan cara digeletakkan karena akan membuat busa atau spon earpad tertekan sehingga mudah kempes.

Rexus-titanix-TX3 kenali fitur macro pada mouse rexus Kenali Fitur Macro pada Mouse Rexus TX3 01

Kalian pasti tak asing lagi dengan fitur yang dibenamkan dalam sebuah mouse ini. Ya, fitur macro. Saat ini, makin banyak tipe mouse yang menawarkan fitur macro, terutama pada mouse gaming tipe advanced. Dari namanya, kita sering keliru menyangka bahwa fitur ini digunakan untuk memperbesar obyek. Bukan itu fungsinya, ternyata. Hmm, jadi apa sih fungsi fitur macro?

Fitur macro adalah fasilitas pada gaming mouse macro yang memungkinkan pengguna melakukan beberapa aksi sekaligus dengan memencet tombol yang ada di mouse macro. Aksi sekaligus itu dapat mewakili beberapa “klik” dalam satu kali tekan.

Misalnya, jika biasanya kamu ingin menembak obyek dengan meng-klik tombol berkali-kali, dengan tombol macro, kamu hanya perlu memencet sekali saja untuk memberondong musuh secara lebih cepat. Sebagai contoh, dalam permainan Point Blank, kamu bisa menggunakan klik kiri – delay – tombol Q – delay – tombol Q.

Cara Kerja Mouse Macro
Pada dasarnya, mouse macro memberikan “perintah” kepada komputer agar dapat melakukan gerakan seperti yang kehendaki oleh pengguna. Untuk memberi perintah tersebut, mouse macro dilengkapi dengan software yang bisa di-download dalam CD driver yang disertakan di kemasan pembelian.

Software tersebut kemudian akan disinkronkan dengan chipset yang ada dalam mouse. Mouse makro dilengkapi dengan chip pengontrol di dalamnya, biasanya memiliki memori sekitar 128 Kb atau lebih. Memori ini berfungsi untuk menyimpan jenis pengaturan yang dilakukan di driver mouse.

Setting Fitur Macro Mouse Rexus
Untuk mengatur chip pengontrol tadi, digunakanlah bahasa pemrograman yang ditanamkan pada chip. Saat membeli mouse makro kita akan dapati mini CD untuk yang berisi aplikasi untuk menanamkan program pada chip pengontrol, seperti pada Macro Mouse Rexus Titanix-TX3.

Untuk macro mouse tipe Titanix TX7, TX5, TX8, TX3, TX2, TX 9, TX10, Mouse VR3, Xierra X8, Xierra X9, dan Xierra X11, software-nya dapat diperoleh dengan mengunduhnya di rexus.id/dukungan.

kenali fitur macro pada mouse rexus Kenali Fitur Macro pada Mouse Rexus macro2

Melalui aplikasi ini, bahasa perintah  atau script pemrograman dituliskan ke memori chip pengontrol, bukan pada komputer kamu. Nah, saat digunakan, program perintah tersebut disinkronkan dengan settingan mouse di komputer. Jadi, settingan yang kamu buat di software tersebut tidak mengubah settingan pada komputer kamu.

kenali fitur macro pada mouse rexus Kenali Fitur Macro pada Mouse Rexus macro

Berikut tutorial umum menyeting fitur macro pada gaming mouse Rexus:
1. Unduh atau download software sesuai tipe mouse kamu.
2. Colokkan mouse kamu ke komputer atau laptop yang hendak kamu gunakan bermain.
3. Buka driver software dan akan muncul penampakan user inferface.
4. Sesuaikan settingan dengan kebutuhan permainan kamu.
5. Atur Left Button, Right Button, dan Middle Button sesuai kenyamananmu.
6. Atur pula tingkat DPI-nya.
5. Jangan lupa untuk menyeting delay-nya. Untuk permainan Point Blank, banyak pengguna yang menggunakan delay 150ms/ 200ms.

Satu Settingan untuk Satu Jenis Permainan
Settingan fitur macro yang kamu buat di software driver mouse macro bersifat customized. Artinya, disesuaikan dengan kenyamanan kamu saat bermain game. Dalam software tersebut, kamu bisa menyeting Report rate, sensitivitas mouse, kecepatan scrolling, dan kecepatan ketukan klik.

Pada permainan shotgun, misalnya, apabila mouse telah diatur, ketika telunjuk kanan menekan tombol makro maka mouse memberikan sinyal kepada PC bahwa user menekan tombol klik kiri, dan Q 2x secara cepat sehingga kecepatan tembakanmu jadi lebih cepat dan tepat.

Pengaturan itupun kemudian bisa kamu simpan dalam Profile. Dalam software mouse macro Rexus, terdapat 5 pilihan profile yang masing-masing bisa berupa pengaturan yang kamu sesuaikan dengan tipe permainan yang akan dimainkan, entah untuk Point Blank, DoTA, atau permainan lain. Beda permainan, beda pula script perintah yang digunakan untuk mengatur fitur macro.

keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic Rexus legionare MX7 1

Tergelitik dengan adagium pada stiker yang sering ditempelkan di kaca mobil, Real Men Use Three Pedals. Kesan keren dan maskulin jadi komponen yang ingin ditonjolkan untuk sebuah fenomena seorang pria yang menggunakan mobil manual dengan sistem perpindahan gigi dengan pedal kopling yang diinjak.

Komponen kopling manual yang diinjak seolah identik dengan “kekuatan” – karena untuk menginjaknya, kamu pasti butuh tenaga lebih – dan kekuatan identik dengan pria. Tak hanya itu, dengan kopling, akselerasi kendaraan relatif lebih garang dibanding sistem otomatis.

Meski antara mobil dengan keyboard berbeda, tetapi sensasi yang sama itu bisa ditemukan saat jari-jarimu “membelai” sebuah papan kunci alias keyboard Rexus Legionare MX-7.

Satu tagline yang selalu digaungkan oleh keyboard ini adalah real mechanical, mekanikal asli. Kata “real” menjadi satu nada marketing sekaligus pemicu pertanyaan, “Kalau begitu, ada tipe keyboard yang tidak asli mekanikal?

Untuk menjawab seberapa “asli” Rexus Legionare MX-7, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencobanya sendiri. Atau, pilihan yang sedikit lebih mudah, kamu baca ulasan ini.


Kodrat Real Mechanical

keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic computer 1591018 960 720

foto: pixabay

Berdasarkan prinsip kerja dan materialnya, hanya terdapat dua jenis keyboard, yaitu keyboard membran dan keyboard mekanikal. Seperti namanya, keyboard membran menggunakan lapisan silikon sebagai penghantar sekaligus pelapis ketukan agar terasa lembut dan tidak berisik. Lain halnya dengan keyboard mekanikal yang mempunyai switch tersendiri tiap tombol.

Lalu, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan real mechanical keyboard? Atau, keyboard mekanikal seperti apa yang bisa digolongkan sebagai mechanical keyboard?

Jawaban dari pertanyaan itu tak lepas dari dua hal ini. Pertama, istilah “real” itu tentu tidak bisa dilepaskan dari bahasa marketing yang ingin menonjolkan sebuah produk keyboard mekanikal yang lebih asli dan sesuai “kodrat” keyboard mekanikal.

Apa “kodrat” keyboard mekanikal? Ya itu tadi, jenis keyboard yang tangguh, baik secara material maupun fungsional.

Material keyboard mekanikal yang “asli” menampilkan kualitasnya, mulai dari switch atau tombol yang terbuat dari bahan plastik yang keras, permukaan keyboard yang terbuat atau berlapiskan bahan logam, hingga performa serta ketangguhannya saat dioperasikan. Kamu bisa merasakan sensasi keyboard mekanikal “asli” pada keyboard IBM tipe M yang sempat menjadi idola di era 80an.

Kedua, “real” merujuk pengembangan teknologi keyboard mekanikal tanpa meninggalkan “kodrat”-nya. Keyboard mekanikal saat ini banyak dilengkapi dengan beragam fitur dan aksesoris, mulai dari fitur anti-ghosting yang memungkinkan ke-104 tombolnya dipencet dan beroperasi sekaligus tanpa ada satupun yang stak, hingga penggunaan LED RGB yang berguna untuk mempermanis sekaligus menambah aksen keyboard mekanikal di belantara gaming keyboard.

Di tengah fitur yang terus dikembangkan, real mechanical keyboard tetaplah keyboard yang mumpuni untuk diajak bekerja keras. Salah satunya adalah Rexus Legionare MX-7 yang hendak kami coba ini.

Penampilannya Khas Lelaki
Omong kosong jika kalian menaksir seorang cewek tanpa melihat penampilannya, Bro. Penampilan itulah yang memberi kesan pertama kamu suka atau tidak dari seseorang, bukan? Nah, itu jugalah yang kami temukan pada Rexus Legionare MX-7.

Sebagai pria, kami pun langsung tertarik dengan perwujudan Legionare MX7. Tampil dengan balutan warna dark grey dengan mouse berwarna hitam, MX-7 merepresentasikan sisi maskulin sedemikian rupa. Hanya sedikit aksen merah yang ditonjolkan di pinggir papan.

 

Rexus legionare MX7 keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic Rexus legionare MX7 2

Kesan cool dan elegan menyeruak begitu dashyat berkat papan keyboard yang terbuat dari metal, dengan deretan switch berwarna hitam nan anggun. Begitu kamu memencet tombol “FN” + Wave #1, muncul pendaran cahaya yang berasal dari LED RGB yang ada di bawah tiap switch. Perpendaran warna hijau, biru, merah akan berombak, menambah kesan keren.

Jika kamu termasuk orang yang tak suka dengan warna “ngejreng“, pencet tombol “FN” + “Wave #2” atau “FN” + “Breath”, maka LED hanya akan memancarkan warna tertentu yang lebih kalem.


Uji Ketangguhan

Dengan penjelasan di atas, kamu tentu mulai bisa memahami mengapa Rexus Legionare MX-7 dimasukkan dalam golongan real mechanical gaming keyboard, bukan sekedar “ala-ala”. Untuk makin memahaminya, kami pun membawa Rexus Legionare MX-7 ke meja gaming. Permainan “sejuta umat” pun kami mainkan: Point Blank.

Begitu mengeluarkan keyboard ini, kamu langsung merasakan bedanya dengan keyboard lainnya, apalagi keyboard membran. Berat keyboard yang mencapai lebih dari satu kilogram – tepatnya 1063 gram – lah yang membedakan.

Berat itu masuk akal karena MX-7 menyertakan palm rest berbahan plastik berkualitas tinggi, yang mampu menahan berat kedua telapak tangan kamu. Kami kira, saat kamu tanpa sadar menggebrak keyboard saat tokohmu tertembak mati, palm rest ini takkan buru-buru pecah.

Dengan menggunakan keyboard Rexus Legionare Titanix TX-3 dan headset Rexus Thundervox HX-2, kami memainkan game. Beberapa menit menggunakan MX-7, tokoh Tero yang kami pakai pun pergerakannya terasa enak.

Senjata OA yang kami gerakkan dengan menggunakan switch Q teras enak digunakan. Pegas switch MX-7 memantul secara sempurna. Pergerakan Tero yang menuruti gerakan jari dengan memencet switch W dan A terasa smooth.

keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic Rexus legionare MX7 3

Manuver dengan menggunakan keyboard MX-7 juga tak mengalami kendala yang berarti. Meski dilengkapi palm rest yang lebih berfungsi saat kamu memposisikan keyboard secara lurus, kamu tetap bisa memiringkan posisi keyboard agar lebih nyaman, sesuai kebiasaan kamu saat bermain game.

Dalam posisi miring, palm rest tetap menjadi tumpuan pergelangan tangan sehingga tak mudah pegal. Syaratnya, kamu membutuhkan space yang agak luas saat memiringkan MX-7.

Secara keseluruhan, kinerja MX-7 terbukti handal. Saat mencobanya kali ini, kami tak menemukan kendala “ghosting” sama sekali, semua switch bekerja secara sempurna. Dan, jika sesekali terjadi “freeze” itu bukan karena keyboard-nya donk. Biasanya itu terjadi karena koneksi internet atau arus listrik yang tak stabil.

Fitur lain yang tak boleh dikesampingkan adalah fitur macro dalam MX-7.  Dengan fitur ini, kamu bisa lebih mudah dan mempercepat intensitas atau frekuensi gerakan. Jadi, kamu tak perlu memencet beberapa kali untuk misalnya, menembak secara terus menerus.  Fitur macro sangat cocok untuk para gamers tingkat advanced.

Di antara penilaian itu, kami menaruh hormat yang setinggi-tingginya pada komponen Outemu Blue Switch yang dibenamkan pada keyboard ini.


Misteri Switch Biru

Mobilitas tokoh yang kamu mainkan dengan menggunakan MX-7 tak lepas dari kinerja 104 Outemu Blue Switch di atasnya. Seperti yang kamu tahu, banyak terdapat merek switch keyboard mekanikal, mulai dari Outemu, Kaihua, Kailh, Gateron, hingga Cherry MX dan Romer-G. Merek-merek tersebut merupakan merek paten untuk switch keyboard.

keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic Outemu Blue Mechanical Switch

Di antara semua merek itu, Cherry MX merupakan salah satu “legenda” sekaligus “kiblat” switch mechanical keyboard. Switch keyboard yang diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika, telah mendominasi banyak produsen keyboard kelas atas seantero dunia.

Begitu terkenalnya Cherry MX switch di dunia keyboard mekanik, sampai-sampai perusahaan pembuat switch lainnya menyamakan karakter dan pola switch-nya dengan Cherry MX. Salah satunya adalah Outemu.

Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu Blue Switch merupakan switch yang kinerjanya hampir sama dengan switch Cherry MX. Bahkan, dalam review tersebut, Outemu lebih terasa lembut meski tetap menyajikan sensasi “clicky” yang asyik.

keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic newplot

Infografis: input.club


Switch
Linear atau Tactile?

Secara umum, terdapat dua penggolongan jenis switch, yaitu switch linear dan tactile. Skema mekanis pada switch linear adalah langsung tegak lurus ‘menonjok’ sirkuit untuk menghasilkan sinyal. Sedangkan switch tactile tidak bergerak tegak lurus, akan tetapi mengetuk dan menimbulkan sebuah umpan balik dan bunyi klik pada komponen dalam switch tersebut.

Berdasarkan penggolongan tersebut, switch Outemu mempunyai tipe keduanya, namun dengan karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing karakter direpresentasikan melalui warna switch, yaitu:

Outemu Black – switch linear.
Outemu Red – switch linear.
Outemu Brown – switch tactile berkarakter smooth dan tidak terlalu berisik.
Outemu Blue – switch tactile berkarakter “clicky“.

outemu blue switch keyboard Review Keyboard Rexus MX-7: Real Men Use Real Mechanic 1447397269

Meski menggunakan housing dari plastik, Outemu terbuat dari plastik berkualitas tinggi sehingga tetap tangguh. Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa switch Outemu terasa agak goyang, tetapi itu takkan memengaruhi tekanan dan kontak pada papan chip di bawahnya. Jari kamu pun tetap memencet secara tepat karena cekungan pada keycap switch Outemu pas dengan lengkungan ujung jari kita.

Per atau pegas yang terdapat di dalam switch Outemu juga terkenal bandel. Diklaim, per yang ada dalam switch Outemu Blue mampu bertahan hingga 50 juta klik! Itupun tergantung pemakaian. Jika kamu tidak menggunakan secara urakan, per itu pun akan bertahan lebih lama. Tak hanya itu, jika akhirnya salah satu switch “menyerah”, kamu bisa menggantinya secara terpisah, tanpa harus mengganti seluruh keyboard.


Mechanical Keyboard Paten yang Terjangkau

Satu faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memboyong sebuah keyboard mekanikal adalah harga. Mungkin, kamu bisa atau mampu untuk membeli keyboard mekanikal kelas atas yang menggunakan switch Cherry MX Blue, tapi harga yang kamu bayar tentu takkan sendikit. Itu adalah hak setiap orang.

Tapi, hendaknya perlu dipertimbangkan kebutuhan dan level profesionalitas kamu. Jika kamu memang butuh dan sudah seprofesional Sahill Arora, keyboard dengan harga jutaan atau bahkan ratusan juta merupakan salah satu kebutuhan gaming yang harus dipenuhi.

Tapi, buat kita yang masih berkompetisi game dalam level profesional medioker, masih belajar bermain game, atau justru memilih game sebatas hobi, kebutuhan akan keyboard sudah bisa terfasilitasi dengan baik oleh Rexus Legionare MX-7 ataupun seri keyboard Rexus lainnya. But, this is only a suggestion. The decision is still yours, Bro.

Halo, Sobat Gamers.

Setelah beberapa lama tidak mengeluarkan produk baru, kali ini Rexus hadir kembali dengan beragam produk gaming yang lebih baik dari sebelumnya, baik itu headset, mouse hingga keyboardnya.

Dalam kesempatan kali ini, tim indoesports mempunyai kesempatan untuk mencoba secara langsung produk terbaru dari Rexus yaitu Rexus Thundervox HX2. Sebuah headset gaming terbaru dan tentunya lebih baik dari generasi sebelumnya, apa saja kelebihan dan kekurangan dari headset ini? Simak terus ya.

thundervox hx2 thundervox hx2 7.1 Review Headset Thundervox HX2 7.1 thundervox hx2 2

Desain

Perbedaan yang mencolok dari desain yaitu bentuk yang lebih futuristik dan ukuran dari headset ini yang dirasa lebih besar dari versi sebelumnya yang pernah kami coba, dengan ukuran yang lebih besar tentu saja bobotnya pun menjadi sedikit lebih berat namun terlihat kokoh dan kuat.

Memiliki speaker dengan ukuran 50mm dan cover speaker yang lebih besar dihiasi dengan lampu LED berwarna merah membuat headset ini terlihat gagah dan tetap keren.

Satu lagi improvement yang baik dari Rexus yaitu hadirnya tangkai mikrofon, kami sangat senang dengan penambahan ini apalagi dengan tangkai yang fleksibel untuk pengaturan tinggi rendah maupun jauh dekatnya dengan mulut tanpa takut patah.

Pada bagian headband terdapat busa yang dilapisi kulit dengan warna senada dengan lampu LED nya, dengan busa ini kami merasa lebih pas di kepala dan headband nya pun cukup baik, tidak terlalu keras namun tetap kedap.

Earpad pada luar speaker pun lebih baik, meski tetap menggunakan kulit imitasi untuk pemakaian dalan jangka waktu lama tidak membuat kuping kami gerah. Bentuk earpad yang membulat cukup untuk menutupi seluruh kuping.

Untuk konektivitas, Rexus Thundervox HX2 hanya menggunakan satu colokan USB dengan braided cable yang akan membuat daya tahan kabel lebih baik. Pada bagian kabel pun dilengkapi dengan sederet tombol untuk tinggi rendah volume suara, tombol mute dan juga tombol untuk on/off lampu LED.

thundervox hx2 thundervox hx2 7.1 Review Headset Thundervox HX2 7.1 thundervox hx2 5

Kualitas suara.

Dari dapur suara, Rexus Thundervox HX2 sudah dilengkapi dengan teknologi kualitas suara tinggi 7.1. Apa sih keunggulan dari 7.1 ini? Dengan teknologi 7.1 membuat suara yang dihasilkan terasa lebih surround, atau secara sederhananya kita dapat mengetahui dari arah mana suara itu berasal. Teknologi ini sangat cocok dipakai di headset gaming, karena saat bermain game FPS kita dapat mendengar dengan jelas arah derap langkah kaki dari pemain lain.

Menarik bukan? Selain kami gunakan untuk bermain game, tentu saja kami coba untuk menonton film dengan kualitas 4K. Surround sound yang dihasilkan emmmm… nyaman sekali, sangat enak didengar membuat kami betah berlama-lama.

Rexus Thundervox HX2 ini sendiri merupakan seri advanced gaming headset dari Rexus, tentu saja headset ini dilengkapi dengan software untuk mengatur lebih jauh kualitas suara lengkap dengan equalizer dan efek lainnya seperti environment effects, 7.1 virtual speaker shifter, Xear singFX, dan Xear surround max.

Harga

Ada harga ada rupa barang. Istilah memang benar adanya. Dengan beragam perubahan yang diberikan Rexus pada headset ini, maka wajar jika harga dari headset ini lebih mahal dari headset yang lain. Meski begitu, menurut kami harganya tetap terjangkau pada headset di kelasnya.

Berbagai keunggulan yang dimiliki headset ini bisa kamu dapatkan hanya dengan 329rb saja loh, garansi yang diberikan selama 1 tahun pun rasanya cukup menjamin kualitas dari produk ini. Jika kamu tertarik silahkan kunjungi shop.rexus.id atau ke beberapa official store Rexus di e-commerce lainnya.

Indoesports.com