Posts

Gamers, bermain gim tanpa menggunakan headset yang bagus serasa makan sambal terasi tanpa terasi. Ya namanya sambal terasi ya harus pakai terasi donk. Tapi, seperti itulah… Ada yang kurang afdol. Karenanya, peran headset tak bisa dikesampingkan.

Ada beberapa indikator sebuah tipe headset itu berkualitas atau tidak. Apa itu? Seberapa banyak orang yang menggunakannya alias seberapa laris headset tersebut. Nah, sebagai referensi, kami berikan deretan headset Rexus yang paling laris dan banyak dicari konsumen.

Urutan daftar ini berdasarkan dari data penjualan hingga pertengahan tahun 2018.

  1. Rexus Thundervox HX2

thundervox hx2

Headset ini menggunakan driver speaker besar dengan diameter 50mm dan fitur virtual surround 7.1. Teknologi tersebut menyajikan nuansa kedalaman sehingga pengguna seakan dibawa ke suasana gim yang sedang dimainkan. Meski belum dilengkapi fitur vibrasi, headset ini mengkompensasikannya dengan lampu LED, flexible microphone stick, dan bentuk yang sedap dipandang.

Harga: Rp329.000,- (Harga Official)

 

  1. Rexus Vonix F55

Vonix F55

Masih mengunggulkan kualitas suara stereo, Vonix F55 hadir sebagai headset yang terkenal bandel dan nyaman digunakan. Meski mengandalkan driver speaker berdiameter 40mm, kualitas suara yang dihadirkan tak kalah dengan headset unggulan lainnya. Kenyamanan headset ini diperoleh dari penggunaan earcup lonjong yang mengikuti bentuk telinga sehingga melingkupi telinga secara sempurna.

Harga: Rp209.000,- (Harga Official)

 

  1. Rexus Vonix F26

rexus vonix f26

Bandel, awet, punya desain kompak, kokoh, dan punya kualitas suara detil adalah kekuatan headset tipe ini. Dengan varian beragam warna, yaitu putih, merah, hijau, biru, dan hitam, headset ini banyak digunakan para warnet. Meski belum dilengkapi LED, headset ini banyak menarik perhatian karena kehandalannya.

Harga: Rp139.000,- (Harga Official)

 

  1. Rexus X1

Meski kerap digolongkan sebagai headphone – bukan headset – Rexus X1 jadi pilihan menarik buat para mobile gamer karena ukurannya yang kecil dan dilengkapi konektivitas Bluetooth. Dalam bentuknya yang “mini” dan simple, headset ini mempunyai “daya gedor” yang tak main-main. Bagi kalian penyuka bas, headset ini dapat diandalkan. Meski mampu menggelontorkan bas dengan maksimal, detil suara lainnya tak tertutup sehingga terasa cukup seimbang.

Harga: Rp179.000,- (Harga dapat berbeda-beda)

 

  1. Rexus M1

Ini adalah “saudara kandung” X1. Mengambil segmentasi para mobile gamer, M1 tampil lebih eksklusif dengan model yang lebih elegan dan foldable headband. Beberapa fitur ditambahkan pada headset nirkabel ini, seperti port untuk Micro SD sehingga bisa memutar file musik yang ada di dalamnya.

Harga: Rp199.000,- (Harga Official)

Saat yang ditunggu-tunggu datang. Bukan, soal saat gajian, tapi saat me-review headphone yang selama ini sebenarnya sudah menemani kerja. Gara-gara sering digunakan, justru lupa mereview pelantang suara yang selama ini setia nempel di kuping.

“Bermain” dengan headphone memang bukan hal baru. Sudah bertahun-tahun, saya mencintai perangkat elektronik ini. Maklum, kuping saya termasuk kuping yang “rewel” jika berhubungan dengan resonansi suara yang masuk ke dalamnya.

Berbagai jenis headphone, earphone, on ear, ataupun in ear phone sudah pernah saya coba. Kalau untuk barang mahal yang tak terjangkau kantong, kata “pinjam donk” adalah litani yang sering keluar dari mulut. Tak apa, yang penting saya dapat merasakan sensasi headphone yang harganya mungkin hampir setara dengan motor bebek seken.

Jika masih terbeli – tanpa mengalahkan urusan dapur – headphone pun mampir ke rak koleksi. Intinya, apapun saya “jabanin” buat memanjakan kuping, mulai dari menabung untuk mendapatkan merek terkenal, seperti Senn**, Jb*, atau Shu**, hingga mencoba produk rewired earphone, earphone yang diganti kabelnya untuk mendapatkan sensasi suara yang lebih bagus.

Kejutan Suara Headphone Pekgoceng
Sebagai salah satu pecinta headphone, gengsi donk menggunakan produk yang dapat “merusak” citarasa pendengaran. Hingga suatu ketika, “kesombongan” itu runtuh saat seorang teman menyodori headphone untuk dicoba. “Hmmm, headphone apakah ini? Sepertinya kok ngga bonafide,” begitu kata saya dalam hati.

Seperti biasa, jenis musik yang kerap saya gunakan untuk mencoba headphone atau earphone adalah audiophile berformat FLAC. Tujuannya jelas, agar suara yang dihasilkan detil. Sebuah headphone yang bagus pasti bisa memproduksi detil suara itu secara sempurna. 

Semenit, dua menit, hingga lima belas menit saya mencoba headphone itu. Telinga ini serasa dimanjakan. Suara yang disemburkan sangat terkontrol. Spasialnya pun lumayan disiplin sehingga antara suara bas, vokal, dan suara tinggi tidak saling timpa.

“Wah, enak,” begitu reaksi saya spontan. Dan, setelah saya lihat, ternyata merek headphone itu adalah Rexus X1. Otomatis, saya menanyakan harganya. Saya berpikir, headphone dengan kualitas seperti itu harganya dibanderol di kisaran 500 ribu.

“179 ribu,” kata teman itu. Heh, kagak salah dengar? Benar, 179 ribu. Dan karena waktu itu ada promo dari salah satu toko online, harganya kena sekitar 150 ribu. Gila, Ndro! Menurut saya, untuk harga segitu, kualitas headphone ini jelas di atas harganya.

Tak tunggu lama, saya pun langsung pesan. Ada tiga pilihan warna: hitam, biru, dan pink. Tentu, pilihan terakhir itu tidak mungkin saya pilih. Jadi, saya pun memilih warna hitam.

Cocok untuk “Bass Head”
Dalam paket pembelian, headphone ini memang tidak menyertakan kabel dengan jack 3.5mm karena menggunakan konektivitas Bluetooth. Tapi, dalam headphone ini terdapat colokan 3,5mm sehingga saya tinggal beli kabel custom 3,5mm cowok ke cowok. Dengan begitu, untuk kemampuan koneksi Bluetooth-nya saya tidak bisa bicara banyak.

Setelah “di-burning” selama lebih dari 24 jam, driver headphone ini yang berdiameter 40mm mulai terasa lebih fleksibel sehingga suara yang dikeluarkannya pun jadi lebih empuk.

Saat memutar “Pizza”-nya Martin Garrix, suara violin di pembuka tetap terdengar jernih. Begitupun ketika suara bas dengan beat yang ritmik mulai menghentak, kuping tetap bisa menikmati, tidak terasa pekak.

Semburan bas yang dikeluarkan lumayan dalam. Meski dalam spesifikasinya tertulis bahwa nada rendahnya masih di kisaran 20Hz, tapi menurut saya, range-nya bisa lebih rendah lagi, di kisaran 16 atau 18Hz. Karenanya, buat penggemar bas atau bass head, saya yakin kuping kalian sangat welcome dengan headphone ini.

Bagaimana dengan suara vokalnya? Saya pun tertarik mencerna kekhasan vokal Adam Young (Owl City) dalam lagu terbarunya, New York City. Hmm… lumayan. Vokalnya terdengar utuh, tidak termakan suara bas. Suara tingginya pun cukup, tak memekakkan telinga.

Ini Headphone, Bro. Bukan Gaming Headset
Pengalaman bersama X1 yang sampai saat ini masih menempel di kuping memantapkan saya membuat pernyataan bahwa ini adalah headphone murni. Saya kurang rela jika headphone ini dikategorikan dalam gaming headset, meski headphone ini dilengkapi dengan microphone dan dapat berfungsi untuk menangkap sinyal suara.

Pernyataan itu saya kira cukup beralasan. Jika digolongkan sebagai sebuah gaming headset, microphone X1 terlalu minimalis. Hanya berupa lubang yang ada di sekitar dome headphone.

Hal itu tentu kurang ideal digunakan sebagai gaming headset. Kalau untuk gaming headset, Rexus Thundervox HX2, F22, atau F55 pasti lebih ideal.

Tapi, untuk pencinta musik, saya kira Rexus X1 jadi salah satu pilihan yang takkan malu-maluin saat disandingkan dengan koleksi headphone kelas atas lainnya.

Gara-gara headphone Rexus X1 ini, saya jadi makin yakin bahwa ternyata headphone “Kere Hore” itu memang benar-benar ada. Bukan sekedar gimmick

pixabay.com

Gamers, seringkali kita melihat spesifikasi produk headset gaming yang disertai fitur 7.1. Headset Rexus Thundervox HX2 pun membenamkan fitur tersebut di dalamnya.

Jadi, sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan angka itu? 7.1 adalah fitur teknologi pengaturan suara yang membagi (channeling) suara menjadi delapan titik yang terdiri dari satu sumber suara bass dan tujuh titik suara lain (suara tinggi dan suara tengah). Dengan demikian, suara yang dihasilkan pun menjadi surround.

Suara surround akan menyajikan suara yang lebih detail, luas, dan memberi kesan kedalaman sehingga kamu akan serasa masuk dalam suasana game atau konser musik yang sesungguhnya.

thundervox hx2

Seperti yang dilansir dari howtogeek.com, dengan fitur 7.1, suara yang dihasilkan akan lebih realistis karena efek pembagian kanal frekuensi secara lebih baik.

Buat para gamer, headset 7.1 diyakini dapat mengeluarkan suara-suara kecil yang muncul dalam game, sepeti suara kaki, suara kokangan senjata, atau suara gerakan musuh yang berada di dalam kita. Kamu bisa menikmati fitur teknologi 7.1 dalam Rexus Thundervox HX2.

Dengan menggunakan teknologi virtual 7.1, Rexus Thundervox HX2 akan menghadirkan efek sinematis saat kamu bermain game. Kamu pun akan merasa seperti dalam medan perang yang sesungguhnya. Dengan harga yang terjangkau, pengguna dapat menikmati suara berkualitas yang disemburkan oleh headset ini. Layak untuk dicoba!

Gamers, siapa sih yang tak mau memiliki sendiri perangkat komputer game sendiri yang lengkap, keren, dan punya performa super? Semua dar kalian pasti mau. Bahkan, saking pinginnya, keinginan itu sampai terbawa dalam mimpi.

Sebaiknya, jangan hanya diimpikan. Kalian bisa kok “membangun” sebuah perangkat komputer gaming secara perlahan-lahan, seiring dengan bertambahnya daya beli kalian.

Untuk “membangun” seperangkat komputer gaming yang keren, ada beberapa komponen yang perlu disiapkan. Harga komponen tersebut tentu bervariasi, tentunya. Mau tahu apa saja itu? Yuk, kita cek satu per satu.

1. Central Processing Unit (CPU) dan Motherboard
Dua hal ini adalah komponen utama sebuah komputer, tak hanya komputer gaming. Keduanya tak bisa dipisahkan. CPU harus kompatibel dengan rangkaian motherboard-nya.

Untuk sebuah PC gaming, kamu membutuhkan CPU dan motheboard dengan performa yang mumpuni. Untuk motherboard, kamu bisa melirik merek MSI seri H110M. Lumayan menguras kantong sih, tapi cukuplah untuk memenuhi ambisi bermain game dengan lancar.

Semakin modern CPU, semakin tinggi kinerjanya. Saat ini, standar prosesor CPU untuk sebuah PC gaming yang keren adalah Intel Core i5 6600. Kemampuan Intel i5 diyakini akan mampu bersaing hingga beberapa tahun ke depan. Agar kompatibel dengan motherboard-nya, pasangkan prosesor ini dengan soket LGA standar 1151.

2. Random Access Memory (RAM)
Kemampuan motherboard dan CPU yang keren takkan optimal jika tidak didukung oleh RAM yang punya kemampuan memori tinggi. Untuk prosesor sekelas i5 dengan motherboard H110M, RAM DDR4 pas disandingkan.

Berapa kapasitasnya? Jangan tanggung-tanggung, bro. Gunakan kapasitas minimal RAM sebesar 16GB, lebih besar lebih baik. Mereknya ada banyak pilihan. Idealnya, kamu menggunakan dua batang RAM masing-masing 8GB.

3. CPU Cooler
Jangan sepelekan peranti ini ya. Meski hanya sebagai pendukung, tapi kipas pendukung sangat mendukung performa CPU dan motherboard kamu. Kerja motherboard dan CPU sangat keras sehingga menimbulkan panas.

Tanpa pendingin, kemungkinan besar komponen tersebut akan overheat dan mati seketika. Itulah alasan mengapa produk laptop gaming kelas atas, seperti ASUS ROG, menyertakan kipas berukuran besar untuk menjaga performa komputer. Sebagai referensi, CoolerMaster Hyper 212 Evo termasuk salah satu pilihan CPU Cooler yang cukup terkenal.

4. Kartu Grafis (VGA card)
Buat gaming, video editing, dan desain grafis, peranti ini takkan boleh dilupakan. Kartu grafis bertugas mengimplementasikan script grafis ke dalam monitor komputer. Semakin canggih kartu grafis yang

dimiliki sebuah komputer, semakin detil, halus, dan cepat resolusi grafis yang ditayangkan. Dalam membangun sebuah komputer gaming, komponen inilah yang paling mahal.

Sebuah kartu grafis berkualitas tinggi dapat memainkan grafis beresolusi tinggi, semisal 1080p, dan dapat tetap digunakan untuk beberapa tahun ke depan.

Salah satu merek kartu grafis yang oke punya adalah Nvidia. Tipenya ada banyak, tapi yang kerap direkomendasikan untuk sebuah PC gaming berkelas adalah tipe GTX 1070 ata GTCX 1080.

5. Solid State Drive (SSD)
Untuk memainkan game, gunakan memori internal komputer yang mempunyai kecepatan transfer data yang cukup. Hard drive biasa memang masih kompatibel, tapi lebih baik menggunakan SSD dengan kapasitas sekitar 500GB.

6. Power Supply
Untuk memberi daya pada semua komponen yang ada dalam komputer, kalian tentu membutuhkan power supply dalam komputer.

Syarat power supply yang baik adalah yang dapat menyalurkan arus secara stabil.

7. Kotak Casing
Setelah semua komponen telah tersedia, siapkan kotak atau casing komputer. Gunakan casing yang mempunyai sistem ventilasi yang baik.

Beberapa gamer memilih menggunakan casing dengan lampu LED yang menarik. Itu opsional, sesuaikan dengan selera kamu.

8. Sistem Operasi (OS)
Setelah semua peranti keras komputer gaming terangkai, yang kamu butuhkan adalah sistem operasi yang dapat menjalankan program game kamu dengan lancar. Dianjurkan, kamu menggunakan Windows 8 ke atas. Windows 10 kerap direkomendasikan. Jangan lupa, pakai yang asli ya. Jangan yang bajakan.

thundervox hx29. Koneksi Internet
Untuk memainkan game online, kamu tentunya membutuhkan koneksi internet. Kamu bisa menggunakan sistem LAN serat optik atau menggunakan jaringan Wifi dari modem.

Untuk jaringan WiFi, kamu bisa mencolokkan modem dengan menggunakan kabel data atau dengan menggunakan WiFi Card.

 

10. Peralatan Gaming
Setelah semua siap, kamu bisa mulai memainkan game di komputer kamu. Eits, tunggu dulu. Bagaimana caranya bermain game tanpa menggunakan peralatan game?

Produk gaming Rexus pas disandingkan dengan komputer gaming keren kamu. Gaming mouse, keyboard, dan headset Rexus dapat membuat “proyek pembangunan” komputer gaming kamu jadi makin sempurna.