Posts

tomshardware.co.uk

Gamers, setiap kali kita membahas mengenai keyboard mekanikal, teknologi yang sering kali kita bandingkan adalah teknologi keyboard membran ataupun keyboard semi-mekanik. Wajar sih, karena memang teknologi mekanikal merupakan perkembangan dari kedua teknologi sebelumnya.

Tapi, bagaimana jika kemudian kita membandingkan keyboard mekanikal dengan infra-red sensor mechanical keyboard? Heh, infra-red keyboard? Memang ada? Tenang, jangan kaget. Yang dimaksud dengan infra-red keyboard adalah keyboard yang switch-nya menggunakan sistem kerja infra merah.

Masih belum jelas? Yuk, ikuti penjelasan berikut ini.


Apa yang Dimaksud Keyboard Infra-merah?

Seperti disinggung di atas, keyboard infra merah merupakan jenis keyboard mekanik yang menggunakan switch dengan sistem kerja inframerah. Jadi, pada dasarnya, keyboard ini merupakan keyboard mekanikal.

Sebagai keyboard mekanikal, switch keyboard ini terdiri dari switch mekanikal yang komponennya bergerak secara mekanis. Saat kamu menekan key cap, maka tuas akan turun dan menekan pegas yang membuatnya membal, kembali ke atas.

Pada keyboard mekanikal konvensional, tuas tersebut kemudian akan menyentuh papan PCB yang kemudian menghantarkan sinyal pada komputer. Sedangkan pada switch keyboard mekanikal infra merah, tuas tersebut akan menutup sensor inframerah yang ada di bawahnya sehingga kemudian sinyal dihantarkan ke komputer.


Apakah tetap bisa digolongkan sebagai switch mekanikal?

Tentu bisa. Switch infra-merah ini memang adalah switch mekanikal yang menggunakan sinergi beberapa komponen mekanis di dalamnya. Bedanya hanya pada sistem penghantaran sinyal yang menggunakan sensor Infrared Photothermal Radiometry (IR PTR).

Jadi, dalam sebuah rumah switch infra-merah, ada dua sumber cahaya. Satu adalah lampu sensor IR PTR yang berwarna merah dan satu lagi adalah LED aksesoris, layaknya pada switch mekanikal lainnya. Sensor IR PTR tersebut akan bereaksi saat tuas switch ditekan turun ke bawah.


Apakah sensasinya tetap sama dengan keyboard mekanikal?

Sama. Karena tetap merupakan golongan switch mekanikal, sensasi mengetik menggunakan switch mekanikal infra-merah tetap sama dengan switch mekanikal konvensional.

Produsen switch mekanikal infra-merah juga menggolongkan sensasi ketikan tombol menjadi tiga tipe, yaitu linear, tactile, dan clicky. Warna yang digunakan untuk membedakan tiap tipe tersebut juga sama, yaitu warna merah untuk mewakili tipe linear, tactile diidentikkan dengan warna coklat, dan sensasi clicky dapat diperoleh dari switch berwarna biru.

 

 Apa kelebihan Keyboard Mekanikal Infra-merah?

Teknologi baru tentu mempunyai keunggulan tersendiri dibandingkan teknologi sebelumnya. Begitu pula dengan switch mekanikal infra-merah. Dibandingkan dengan swictch keyboard mekanikal konvensional, switch berteknologi baru ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

  1. Komponen mekanikalnya lebih awet.

Produsen switch mekanikal infra-merah mengklaim bahwa komponen mekanikal yang digunakan pada switch infra-merah lebih awet karena sangat minim mengalami oksidasi yang berpotensi menjadikan komponen berkarat, layaknya pada switch mekanikal konvensional.

Selain itu, dengan menggunakan sistem infra-merah, gesekan antara tuas dengan papan PCB dapat dihindarkan sehingga tidak ada kontak antar logam yang berpotensi membuat keausan dan karat.

Itulah alasan mengapa produsen keyboard yang menggunakan switch infra-merah berani mengklaim bahwa produk mereka bisa tahan sekitar 50  – 80 juta klik.

  1. Kecepatan transmisi sinyal lebih cepat.

Biasanya, pada switch mekanikal konvensional, jarak aktuasi atau jarak pertemuan antara tuas dengan papan Printed Circuid Board (PCB) adalah 2 – 2,2mm. Nah, di switch infra-merah, jarak aktuasi itu kurang dari 1,5 mm sehingga berpengaruh pada kecepatan transmisi sinyal.

Produsen switch infra-merah mengklaim jika kecepatan transmisi sinyal switch produksinya lebih cepat sekitar 0,2 mikro detik dibanding kecepatan switch mekanikal konvensional.

  1. Anti air.

Ini juga merupakan kelebihan switch infra-merah. Karena tidak menggunakan PCB konvensional yang saling terkait dengan menggunakan elemen konduktor, maka kelistrikan switch infra-merah takkan mengalami arus pendek atau konsleting saat terkena air.

Bahkan, sebuah demonstrasi produsen keyboard switch infra-merah di pagelaran Global Sources Exhibitions 2018 yang dihelat di Hongkong beberapa waktu lalu menggunakan keyboard berteknologi itu di dalam air.

Kemampuan itu juga dimungkinkan karena switch keyboard jenis ini tidak menggunakan sistem solder untuk menyambung satu komponen dengan komponen lain.

  1. Harga tetap terjangkau.

Meski menggunakan switch berteknologi baru, keyboard mekanikal bersensor infra-merah tetap berada dalam kisaran yang terjangkau. Produsen mengatakan bahwa komponen termahal dalam keyboard ini adalah PCB-nya, namun itu bisa ditekan berkat switch yang harganya bisa bersaing dengan switch keyboard mekanikal konvensional.

 

Apa merek switch infra-merah yang saat ini banyak digunakan?

Dari penelusuran, diketahui bahwa saat ini ada dua “pemain besar” merek switch infra-merah, yaitu Light Strike “LK” dan Flaretech. Jika disandingkan dengan merek switch mekanikal konvensional, dua merek tersebut  selevel Cherry atau Romer-G (merek switch buatan Omron untuk Logitech).

Tapi, layaknya “dunia” switch mekanikal, banyak produsen switch lain yang tertarik untuk memproduksi switch mekanikal serupa. Sebut saja Kaihl dan Outemu, merek asal China ini mulai mengenalkan switch berteknologi infra-merah tersebut. Kini, makin banyak keyboard mekanikal yang menggunakan switch mekanikal dengan sensor infra-merah.

Bagaimana dengan Rexus?

Dengan kelebihan switch bersensor infra-merah, Rexus pun sudah menyiapkan lini produk dengan menggunakan switch bersensor infra-merah. Produk ini akan masuk dalam jajaran produk keyboar mekanikal Rexus seri MX.

Kapan produk ini akan dirilis? Tunggu saja. Tak lama lagi, teknologi baru akan hadir di atas meja gim kalian.

 

 

 

Gamers, kegiatan mengetik berjam-jam ternyata mempunyai beragam efek negatif untuk kesehatan. Selain beragam penyakit akibat gaya hidup sedentary alias “mager”, menurut penelitian, penyakit yang makin sering dialami oleh para penghobi gim, terutama PC gaming, adalah sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CST).

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang menyebabkan jari tangan mengalami kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Bagian yang paling sering terpengaruh adalah jempol, jari tengah, dan telunjuk. Gejala yang muncul biasanya berkembang secara perlahan dan akan bertambah parah pada malam hari.

Carpal tunnel merupakan rongga sempit pada pergelangan tangan. Rongga atau lorong ini dikelilingi oleh tulang-tulang pergelangan tangan di bagian bawah dan jaringan ikat (ligamen) yang melintang di atasnya.

Dalam rongga tersebut terdapat saraf yang terhubung dengan jari-jari sehingga jari-jari dapat merasakan menyentuh sesuatu. Selain itu, saraf juga berguna untuk menggerakkan otot-otot jari saat melakukan sesuatu.


Bagaimana Sih Gejalanya?

Seseorang dinyatakan terdiagnosa sindrom rongga karpal saat saraf tersebut terjepit atau terhimpit sehingga menimbulkan gangguan kesehatan yang diawai dengan berapa gejala berikut:

  • Sering terasa kesemutan, mati rasa atau kebas, dan rasa sakit pada tiga jari tangan (ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah).
  • Ibu jari sering terasa lemas.
  • Muncul rasa seperti tertusuk pada jari tangan.
  • Muncul rasa sakit yang menjalar ke tangan atau lengan.
  • Gejala yang muncul bisa terjadi pada salah satu atau kedua tangan sekaligus.


Apa Penyebabnya?
Banyak kasus sindrom rongga karpal terjadi karena seringnya penderita melakukan aktivitas yang melibatkan tangan, terutama bagian pergelangan. Salah satu aktivitas tersebut adalah mengetik atau bermain gim dalam waktu lama.

Meski aktivitas yang dilakukan tidak berat, tapi mengetik dalam durasi lama berpotensi menyebabkan penyempitan rongga karpal sehingga menjepit saraf di dalamnya. Itu karena rongga karpal berada dalam kondisi tertekan saat jari melakukan gerakan frekuentif.

Namun, selain karena aktivitas yang melibatkan jari-jari tangan, sindrom rongga karpal juga bisa disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Faktor keturunan. Jika ada anggota keluargamu yang menderita CTS, potensi kamu mengalaminya akan meningkat.
  • Cedera pada pergelangan tangan. Terkilir dan tulang retak bisa menyebabkan pembengkakan sehingga menekan saraf median di dalam rongga.
  • Penyakit lain. Penyakit seperti rematik, diabetes, hipotiroidisme, dan obesitas berpotensi menyebabkan sindrom rongga karpal.


Bagaimana Cara Mencegahnya?

Penderita sindrom rongga karpal seringkali mendapatkan perawatan berupa kombinasi antara terapi pijat dan pemberian obat jenis kortikosteroid oleh dokter. Jika saraf sudah mengalami kerusakan permanen, maka harus melakukan metode operasi.

Namun, sebelum gangguan kesehatan ini kamu alami, sebaiknya cegah sedini mungkin. Bagaimana caranya?

  1. Biasakan untuk mengistirahatkan tangan dan pergelangan tangan setelah mengetik atau bermain gim selama 2 jam.
  2. Lakukan gerakan peregangan dengan memutar pergelangan tangan.
  3. Berikan pijatan lembut pada masing-masing pergelangan tangan.
  4. Perkuat otot sekitar pergelangan tangan dengan melakukan olahraga yang akan melatih otot tangan, seperti mengangkat dumbble.

Foto: Youtube

Gamers, setelah duduk berjam-jam bermain gim, banyak di antara kita yang terbiasa membunyikan sendi-sendi jari-jari tangan dan leher. “Kretek, kretek…” Rasanya lega.

Sekali, dua kali, akhirnya kita terbiasa dengan aktivitas tersebut. Tapi, benarkah kebiasaan membunyikan sendi itu aman bagi kesehatan sendi?

Menurut dr. Yohana Margarita, seperti dilansir dari meetdoctor.com, sendi terdiri atas tulang yang dikelilingi oleh tulang rawan yang halus, yang dilindungi oleh sebuah kapsul yang dilapisi dengan membran sinovial yang menghasilkan cairan. Cairan ini berisi oksigen, nitrogen, dan gas karbondioksida.

Ketika sendi diregangkan, bunyi gemeretak tersebut merupakan hasil dari kapsul sendi yang diregangkan dengan cepat, yang menyebabkan pembentukan dan pelepasan gelembung gas.

Jika dilakukan secara sering, aktivitas tersebut ternyata berbahaya. Setidaknya ada lima efek negatif yang timbul, yaitu:

  1. Berkurangnya sensor gerak.
    Membunyikan persendian bisa mengakibatkan bagian kaki dan tangan sulit diperintahkan oleh otak. Itu terjadi karena perlemahan syaraf di sekitar sendi.
  2. Merapuhkan tulang rawan.
    Menurut Edmund Edelma, ketua German Rheumatologists Association, membunyikan bagian ruas jari dapat merapuhkan, bahkan menghancurkan tulang-tulang rawan di dalam sendi.
  3. Bergesernya bantalan sendi tulang.
    Membunyikan persendian, terutama pada leher dan tulang belakang, dapat menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan syaraf perifer yang keluar dari ruas tulang belakang sehingga akan terjadi pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
  4. Persendian menjadi aus.
    Jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan misalnya 5 menit sekali, maka bisa berpotensi menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan peradangan sendi.
  5. Sobeknya jaringan kantong cairan sinovial.
    Sendi dilapisi kantong yang berisi cairan synovial yang berfungsi meredam gesekan antar tulang. Kebiasaan membunyikan sendi-sendi berpotensi menyebabkan robeknya kantong cairan tersebut sehingga cairan bocor dan terjadi gesekan antar tulang yang sangat menyakitkan.
  6. Berpotensi menyebabkan saraf terjepit.
    Kebiasaan membunyikan sendi tulang leher hendaknya dihindari karena gerakan mendadak dapat menyebabkan saraf di sekitar tulang tersepit sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Baca juga: Cara Sehat A La Gamers

Gamers, suatu saat kami ingin mencari informasi mengenai keyboard gaming yang terjangkau. Kata “terjangkau” buat kami sangat penting. Dalam kamus kami, terjangkau berarti produk dengan harga yang pas dengan kemampuan bujeting namun mempunyai kualitas yang terjamin.

Menurut pengalaman kami, banyak sekali produk dengan harga selangit yang ternyata kualitasnya sama dengan produk setipe dengan harga jauh di bawahnya.

Pertanyaannya, kenapa harus mencari produk yang mahal kalau ada produk berkualitas setara dengan harga yang terjangkau? Sekedar gengsi? Hmm… jaman milenial masih mikir gengsi? C’mon, guys.

Justru dengan berperantikan produk mahal, kita justru lebih sangat berhati-hati saat menggunakannya. Orang Jawa mengistilahkan dengan kata “kiwah-kiwih“. Alhasil, produk mahal kita pun lebih sering terpajang daripada digunakan.

Dengan prinsip itu, kami pun browsing ke laman toko online resmi Rexus di shop.rexus.id. Di situ, kami menemukan dua produk keren yang namanya mirip, yaitu Rexus Fortress K9TKL dan Rexus Fortress K9RGB. Namanya bisa saja sama, tapi begitu kalian teliti lebih lanjut ternyata mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. K9TKl ukurannya lebih pendek dari saudaranya, K9RGB.

Arti TKL
Saat ini, kami lebih tertarik untuk mencoba K9 versi pendek alias K9TKL. Beberapa waktu lalu, kami memang pernah mencoba menggunakan produk keyboard gaming Rexus yang seri full mekanik. Kali ini, kami sengaja ingin mencoba keyboard yang digolongkan dalam “klan” semi mekanik ini.

Harga memang tak bisa bohong. Untuk memboyong sebuah keyboard full mekanik Rexus, kami harus mengeluarkan bujet sekitar 600 ribu. Buat keyboard ini? Kotak ketik ini hanya dibandrol 179 ribu. Hmm, sangat terjangkau. Mahalan kuota internet bulanan kami. Okelah, itung-itung mencoba, kami “klik” tombol pesan dan tunggu konfirmasi selanjutnya dari Bung Mimin online shop Rexus.

Beberapa hari setelah memesan, produk pun tiba. Tak pakai lama, kami pun membuka paketnya dan menemukan sebuah kotak berlapis cover aluminium yang sangat kompak.

Deretan tombol hitamnya tampak menggunakan material plastik keras yang menggunakan teknologi molding pada hurufnya. Beberapa sekrup sengaja ditampakkan di papan keyboard. Kami tidak tahu, itu sengaja atau tidak, tapi jelas penampilan itu memberi aksen maskulin yang kental.

Begitu melihat bentuknya yang lebih kecil daripada keyboard pada umumnya, kami baru sadar bahwa keyboard ini dinamai sesuai bentuknya. TKL berarti Ten Key Less. Artinya, keyboard ini memangkas kelompok tombol yang biasanya ada di sebelah kanan, yaitu deretan tombol angka-angka.

Dengan begitu ukuran papannya lebih pendek, yaitu 362mm. Lebih pendek sekitar 100mm dibanding keyboard pada umumnya.

Dalam dunia gaming, keyboard TKL memang sudah akrab ditemui. Segi fungsionalitas adalah alasannya. Gaming tidak seperti akunting yang membutuhkan tombol angka-angka, hanya butuh beberapa tombol penting seperti Q, W, A, D, dan sebagainya.

Dengan memangkas tombol-tombol tersebut, maka bentuk keyboard pun jadi lebih pendek sehingga lebih praktis dan mempunyai pergerakan yang lebih leluasa. Beberapa teman yang biasa bermain Point Blank (PB) pun mengaku lebih nyaman menggunakan keyboard versi TKL.


19 Tombol Anti Ghosting

Sekilas, kami berpikir, “Yakin nih, produk sekeren ini hanya dihargai 179 ribu?” Tapi, ekspektasi janganlah terlalu tinggi sebelum mencoba performa sesungguhnya. Dengan teknologi plug and play, keyboard tersebut langsung dikenali oleh perangkat komputer di rumah.

Cara pertama yang kami lakukan untuk mengetes kemampuan sebuah keyboard adalah dengan menekan tombolnya secara bersamaan. Tujuannya adalah untuk mengetaui kemampuan anti-ghosting sebuah produk keyboard. Pada keyboard biasa, kamu hanya bisa menekan maksimal 3 tombol secara bersamaan. Di K9TKL, kita bisa menekan maksimal 19 tombol secara bersamaan.

Rexus K9TKL

Hmm…. lumayan. Tapi, memang tak bisa disamakan dengan keyboard gaming Rexus seri full mekanikal yang ke-104 tombolnya bisa dipencet secara bersamaan. 19 tombol anti-ghosting cukuplah. Toh, kamu ngga pernah menekan semua tombol keyboard saat bermain, bukan?

Anti-ghosting oke. Sekarang, coba untuk lanjut memainkan game. PB oke, CS tak masalah. Keyboard gaming Rexus K9TKL mempunyai tombol yang tak terlalu “clicky“. Maklum, memang tombolnya tidak berdiri independen secara mekanikal.

Bicara soal kemampuan persinyalan antara ketikan keyboard dengan aksi di layar komputer, K9TKL termasuk sangat “realtime“. Itu disebabkan karena keyboard ini mempunyai polling rate 1000MHz. Sentuhan pada tombol juga terasa mantap.

Menurut produsen keyboard ini, tombol K9TKL diklaim mampu bertahan hingga 8 juta klik. Angka ini hampir menyamai tombol mekanikal yang rata-rata mempunyai durabilitas hingga 10 juta klik.


Sensasi Tactile Tetap Terasa

Memang, keyboard ini tak menggunakan switch mekanik mandiri layaknya seperti di real mechanic keyboard, tapi meski begitu, kamu masih bisa merasakan sensasi tactile pada tombol keyboard ini.

Apa itu sensasi tactile? Istilah “tactile” sering digunakan untuk menggambarkan sensasi membal atau memantul pada sebuah tombol keyboard. Selain, ketikan jadi makin terasa, kemampuan memantul tombol itu membuat kita bisa melakukan sebanyak mungkin ketikan dalam satu detik.

Tak hanya sensasi tactile, tombol K9TKL juga dilengkapi dengan spektrum pancaran LED. Tidak terlalu istimewa sih, hanya terdiri 3 warna breathing mode, tapi cukup untuk membuat permainan makin seru. Terus terang, bagi kami, pancaran cahaya pada sebuah keyboard bukanlah hal yang “mewah”.

Bahkan, jika memungkinkan, kami justru mencari keyboard gaming yang tak mengeluarkan cahaya…. Maklum, kami termasuk gamer “zaman old” yang biasa menggunakan keyboard sebagai alat gaming sekaligus alat mencari nafkah alias buat kerja.

Dengan segala kelimpahan fitur Rexus K9TKL, tak ada salahnya kami mengajak keyboard ini untuk bekerja. Alasannya? Tak telalu berisik dan bentuknya simple. Secara keseluruhan, keyboard ini termasuk salah satu keyboard yang berhasil mencuri perhatian kami: kecil, “tengil”, tapi bandel dan keren.

Gamers, kini gaming atau bermain game tidak bisa lagi dipandang hanya sebatas hobi atau salah satu sarana stress release. Gaming berkembang menjadi industri besar yang menjanjikan pemasukan yang luar biasa besar, baik bagi pemain, sponsor, produser game, atau penyedia layanan internet.

Coba bayangkan! Berdasar survey yang dilakukan oleh newzoo.com, pada 2013 kejuaraan dunia League of Legend berhasil menyedot penonton hingga 32 juta orang. Luar biasanya, pada 2014, kejuaraan gaming ini berhasil dipelototi oleh lebih dari 205 juta penonton!

Pada 2016, angka itu naik lagi jadi 292 juta orang. Dan, diprediksi pada 2019, sekitar 427 juta orang bakal menyaksikan pertandingan gaming. Artinya, itu berarti hampir dua kali jumlah penduduk Indonesia menonton tayangan gaming online. Gila, bukan?

Ada gula ada semut. Semakin banyak perhatian massa yang tersedot, semakin banyak uang yang mengalir ke industri ini. Milyaran Dollar AS lalu lalang di ceruk pertandingan esport. Sebagai contoh, pada Juli 2014, lebih dari 11.000 fans menonton pertandingan esports yang digelar di stadium basket Seattle Arena.

Pertandingan itu menawarkan hadiah fantastis, yaitu 11 Milyar Dollar atau sekitar 14,3 trilyun. Jumlah itu jauh di atas bujet kejuaraan golf USPGA Championship yang saat ini terkenal menawarkan uang yang sangat besar. Bahkan, tak tanggung-tanggung, raksasa media Amerika, ESPN, menyiarkannya secara live.

Polemik E-sport
Seiring berkembangnya industri gemerlap uang itu, gaming pun kemudian mulai digolongkan dalam salah satu cabang olahraga yang disebut sebagai e-sport, elektronik sport atau olahraga elektronik. Tentu hal ini menjadi perbincangan yang cukup menarik. Ada yang pro, namun banyak pula yang kontra.

Mengapa? Dalam pengertian konvensional, olahraga identik dengan sebuah aktivitas fisik yang dilakukan secara intensif, ritmik, berkesinambungan, serta bertujuan untuk meningkatkan sistem kardiovaskuler, kekuatan otot, dan sistem koordinasi tubuh. Gampangnya, berolahraga itu identik dengan berkeringat. Kamu pun pasti akan berpikir seperti itu.

Tapi, jika ditelusuri lebih lanjut secara terbuka, ternyata gaming memang bisa dikategorikan sebagai salah satu cabang olahraga. Secara mudah, kamu bisa membandingkannya dengan olahraga catur yang hingga saat ini pun sudah dan tetap diakui sebagai salah satu cabang olahraga.

Agar lebih mudah dimengerti, yuk kita bandingkan antara esport dengan olahraga konvensional berdasarkan komponen-komponennnya. Secara garis besar ada tiga komponen utama dalam olahraga, yaitu Strategi, Kebugaran (Fitness), dan Koordinasi tubuh.

1. Strategi
Olahraga konvensional: Hampir semua olahraga membutuhkan strategi, apalagi olahraga pertandingan dan olahraga tim. Bahkan, olahraga personal seperti joging ataupun renang pun membutuhkan strategi.

Esport: Semua game membutuhkan strategi. Bahkan beberapa game seperti League of Legends dan StarCraft termasuk mempunyai tingkat kesulitan tinggi sehingga membutuhkan kemampuan strategis yang bagus dari pemainnya. Menurut beberapa peneliti, game bahkan membutuhkan strategi lebih kompleks daripada catur.

2.  Kebugaran
Olahraga konvensional: Tentu, kebugaran adalah kunci dari semua olahraga. Kebugaran berperan langsung pada stamina sehingga seorang atlet bisa melakukan gerakan olahraga secara benar dan tepat.

Esport: Memang, seorang atlet esport profesional tak harus mempunyai kebugaran sekelas Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Tapi, kebugaran fisik juga menjadi kunci dalam esport. Seorang atlet esport profesional dituntut untuk kuat duduk di depan komputer selama sekitar 14 jam sehari.  Itu hanya bisa diperoleh dari makanan bernutrisi tinggi dan olahraga teratur, layaknya atlet olahraga konvensional.

3.  Koordinasi tubuh
Olahraga konvensional: Kecepatan dan reaksi tubuh saat berolahraga dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan. Koordinasi itu meliputi reaksi mata melihat obyek, ketepatan menghindar, dan kemampuan memetakan ruang. Itu hanya bisa diperoleh dari latihan secara teratur dan terus menerus. Sebagai contoh, untuk melakukan servis dengan kecepatan lebih dari 140 km/jam, seorang Serena Williams harus bereaksi kurang dari setengah detik.

Esport: Buat para gamers, koordinasi tubuh juga sangat penting. Mereka harus punya refleks dan kemampuan berpikir yang sangat cepat. Seorang gamer profesional dapat melakukan 300 aksi per menit, baik dalam kelompok maupun saat beraksi sendiri. Studi membuktikan kemampuan refleks seorang gamer lebih baik daripada orang kebanyakan.

Pantaskah Digolongkan Sebagai Cabang Olahraga?
Michal Blicharz, seorang mantan atlet judo timnas Polandia, setuju esport digolongkan sebagai salah satu cabang olahraga. Menurutnya, olahraga tak bisa dinilai dari seberapa banyak keringat yang mengucur, tapi dari ketiga komponen olahraga di atas. Jika ketiga komponen tersebut sudah terpenuhi, maka suatu aktivitas dapat digolongkan sebagai olahraga.

Blicharz mengatakan bahwa esport membutuhkan ketahanan fisik yang hanya diperoleh dari latihan fisik secara teratur, di samping latihan game yang bisanya menghabiskan waktu sekitar 2 – 7 jam per hari. Sam Mathews, mantan atlet esport yang kini menjadi pendiri Fnatic, mengatakan bahwa agar secara khusus bisa menembak target secara tepat, kita harus latihan berjam-jam tiap hari.

Latihan fisik bagi atlet esport dapat dilakukan dengan latihan kardiovaskuler, seperti joging, berenang, atau HIIT (High Intensity Interval Training). Selain itu, atlet esport juga harus mendapatkan asupan makanan bernutrisi tinggi.

So, sudah mantapkah kamu jadi atlet esport?

 

 

Gamers, saat bermain game, otomatis kita akan duduk berlama-lama di kursi. Tak hanya satu atau dua jam, kita bahkan bisa duduk hingga belasan jam.

Tak ayal, tubuh berada dalam posisi duduk dan diam dalam satu posisi untuk waktu yang lama. Kebiasaan inilah yang digolongkan dalam gaya hidup sedentary.

Gaya hidup sedentary adalah gaya hidup atau kebisaan berdiam diri dalam waktu lama, tanpa melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori.

Tak hanya bermain game, gaya hidup sedentary juga dialami oleh para pekerja kantoran yang tiap hari harus bekerja selama 8 – 12 jam dengan duduk di depan komputer.

Bahaya Gaya Hidup Sedentary
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa saat Anda duduk dalam waktu yang lama maka yang terjadi adalah aktivitas otot akan berhenti, proses pembakaran kalori turun menjadi hanya 1 kcal per menit, dan enzim yang membantu membakar lemak berkurang.

Hasilnya, tubuh kamu bakal menumpuk lemak di dalam tubuh. Tak hanya buat orang yang sudah berumur, gaya hidup seperti ini juga bakal dialami oleh kita yang berusia muda.

Bisa dibayangkan, setelah kita makan satu porsi masakan Padang dengan lauk rendang, kemudian kita berdiam diri dengan bermain game, maka kalori hasil pemrosesan nasi Padang tersebut takkan terbakar sempurna dan akhirnya menumpuk.

Tak mau hal itu terjadi pada kamu? Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan.

1. Minum air putih yang banyak.

Meski sedang bermain game, jangan lupa untuk selalu minum air putih. Jangan tunggu saat merasa haus. Air putih terbukti membantu membakar kalori karena berperan meningkatkan proses metabolisme tubuh.

2. Lakukan gerakan tubuh saat duduk.

Kegiatan duduk dan bekerja di meja kerja sebenarnya bukan tidak membakar kalori sama sekali. Tapi, jumlah kalori yang dibakar relatif kecil, hanya 10 kcal per jam. Kamu bisa memperbesar jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh bila Anda melakukan peregangan ringan setiap satu jam, yang akan membakar 126 kcal per jam.

3. Hindari mengemil.

Hindari kebiasaan mengemil makanan berkalori tinggi seperti gorengan, keripik kentang, atau camilan berlemak. Kebiasaan tersebut bakal akan menambah berat badan kamu.

4. Tetap rutin berolahraga.

Meski digolongkan sebagai e-sport, bukan lantas dengan bermain game kamu kemudian mengesampingkan olahraga. Sempatkan untuk berolahraga seminggu 2 – 3 kali. Selain akan membakar kalori, olahraga akan meningkatkan stamina kamu saat bermain game.

5. Kurangi makanan berlemak.

Karena aktivitas bermain game tidak membutuhkan kalori dalam jumlah besar, sebaiknya kurangi makanan berlemak dan tinggi karbohidrat. Asupan nutrisi kedua jenis makanan tersebut hanya akan menumpuk jadi lemak dalam tubuh.

Gamers, jika kamu perhatikan baik-baik peralatan gaming Rexus, baik itu mouse, keyboard, dan headset-nya, menggunakan lapisan serat nilon sepanjang kabelnya. Sekilas, hal itu tentu membuat penampilannya makin garang. Tapi, ternyata tak hanya itu tujuan melapisi kabel gaming gear dengan serat nilon. Jadi, sebenarnya apa sih keistimewaan serat nilon?

Nilon adalah kain sintetis yang terbuat dari produk minyak bumi. Karena itu, nilon digolongkan sebagai kain sintetis. Itu berbeda dengan kain non sintetis yang seratnya didapatkan dari hewan atau tumbuhan, seperti wol yang berasal dari bulu domba, linen dan katun dari serat buah kapuk randu, atau sutra yang diperoleh dari serat yang dirajut ulat sutera.

Digunakan di Peralatan Perang
Nilon diciptakan dan dikembangkan pada tahun 1930-an oleh Wallace Carothers, seorang ahli kimia dari Amerika, yang bekerja di perusahaan Dupont Chemical. Perusahaan ini hingga saat ini tetap memproduksi berbagai bahan olahan minyak bumi.

Kekuatan serat nilon langsung diakui sejak diperkenalkan ke publik pada 1938. Banyak peralatan militer yang kemudian mengadopsi serat ini dalam peralatannya, seperti untuk membuat parasut, seragam militer, strap atau tali pada senapan, dan lain sebagainya. Nilon juga akhirnya digunakan sebagai serat pendukung dalam sebuah ban.

Selain kuat, ada beberapa karakteristik serat nilon, yaitu:
– Tidak menyerap air atau kelembapan sehingga melindungi bahan yang dibungkus di dalamnya.
– Mempunyai daya regang dan elastisitas yang bagus.
– Tahan terhadap air dan panas.
– Tidak mudah lecet atau terkoyak
– Tidak berjamur atau rusak karen terkena zat kimia.


Pembungkus Kabel yang Ideal

Dengan karakteristik seperti itu, banyak produk yang dikombinasikan dengan serat nilon. Sebut saja selang air. Banyak selang yang menggunakan jalinan serat nilon di dalamnya. Tali panjat dinding pun menggunakan produk serat nilon untuk mendapatkan durabilitas yang tinggi.

Tak hanya itu, kabel peralatan gaming Rexus pun menggunakan serat nilon untuk membungkus kabelnya. Jadi, di luar inti kabel terbuat dari tembaga, terdapat lapisan karet atau plastik dan kemudian dilapisi lagi dengan serat nilon.

Rexus-titanix-TX2

Cara melapisinya pun dengan cara dirajut sehingga antar rajutan tersebut akan saling mengikat sehingga memunculkan kekuatan yang luar biasa. Dengan dirajut, kabel juga takkan kehilangan fleksibilitasnya.

Jadi, masih beranggapan bahwa serat nilon di kabel produk Rexus hanya untuk menambah gaya penampilan?

Gamers, saat ini bermain game tak bisa dikategorikan sebagai pelampiasan hobi semata. Jauh lebih dari itu, bermain game menjadi salah satu karier profesional. Itu dikarenakan gaming mulai dikategorikan dalam cabang olahraga resmi dengan nama e-sport.

Makin banyak pertandingan game yang digelar dengan menawarkan hadiah milyaran Rupiah. Pemainnya pun disebut sebagai atlet e-sport. Hadiah menggiurkan dan dukungan dari sponsorial yang sangat kencang membuat banyak gamers yang mulai menekuni cabang olahraga ini secara serius.

Apakah hanya dengan jago bermain game kamu lantas bisa jadi atlet e-sport? Belum tentu. Dilansir dari detik.com, menurut Presiden serta Pendiri Asosiasi eSport Indonesia, Eddy Lim, untuk menjadi atlet eSport tak melulu jago bermain game. Ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh para gamers yang ingin menjadi atlet e-sport.

Menurut Eddy Lim, ada dua syarat lain yang perlu dipenuhi oleh atlet e-sport, yakni tubuh yang sehat dan otak cerdas. Tubuh yang sehat hanya bisa diperoleh dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Jangan mentang-mentang ingin menjadi atlet e-sport terus bermain game berjam-jam sepanjang hari tanpa menghiraukan faktor kesehatan. Itu salah.

Porsi berlatih game justru jangan terlalu terforsir. Perbanyak waktu untuk olahraga fisik karena daya tahan dan kestabilan konstentrasi sangat tergantung pada kondisi tubuh. Olahraga seperti berenang, joging, atau olahraga kardiovaskuler adalah pilihan olahraga yang tepat.

Faktor kedua adalah atlet e-sport harus cerdas. Menurut Eddy, e-sport mengadu strategi dan logika. Makanya, biasanya atlet e-sport berlatar belakang mereka yang suka akan pelajaran eksak seperti matematika atau fisika. Mengapa? Belajar ilmu pasti diklaim lebih efektif menstimulus otak agar berpikir secara logis dan tepat.

Selain menjanjikan hadiah yang menggiurkan, profesi atlet e-sport tetap dapat berkiprah di dunia gaming. Banyak pemain veteran e-sport banyak yang menjadi announcer pertandingan, pelatih, atau pebisnis peranti gaming.

Gamers, buat kalian yang sudah menggunakan produk Rexus MX6 ataupun Rexus MX7, coba perhatikan switch di dalam produk tersebut. Keduanya sama-sama menggunakan switch besutan Outemu. Apa sih sebenarnya switch Outemu itu? Dan apa keunggulannya? Mau tahu? Yuk, kita kupas di sini.

rexus legionare mx6

Sebenarnya, adanya banyak  merek switch keyboard mekanikal. Untuk kelas “atas”, kalian pasti sudah mendengar merek Romer G ataupun Cherry MX. Di antara keduanya, pasti Cherry MX-lah yang paling sering kalian dengar.

Ya,  Cherry MX memang merupakan salah satu legenda switch mechanical keyboard. Switch keyboard yang diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika, telah mendominasi banyak produsen keyboard kelas atas seantero dunia.

Begitu terkenalnya Cherry MX switch di dunia keyboard mekanik, sampai-sampai perusahaan pembuat switch lainnya menyamakan karakter dan pola switch-nya dengan Cherry. Salah satunya adalah Outemu.

Nah, untuk kelas menengah, tersebutlah beragam merek yang tak kalah kualitasnya dengan kelas “atas”, mulai dari Outemu, Gateron, Kaihua, hingga Kailh.

Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu Blue Switch merupakan switch yang kinerjanya hampir sama dengan switch Cherry MX. Bahkan, dalam review tersebut, Outemu lebih terasa lembut meski tetap menyajikan sensasi “clicky” yang asyik.

Tactile atau Linear?

Secara umum, terdapat dua penggolongan jenis switch, yaitu switch linear dan tactile. Skema mekanis pada switch linear adalah langsung tegak lurus ‘memukul’ sirkuit untuk menghasilkan sinyal.

Sedangkan switch tactile tidak bergerak tegak lurus, akan tetapi mengetuk dan menyebabkan hentakan balik dan bunyi klik pada komponen dalam switch tersebut.

Berdasarkan penggolongan posisi pegas atau per itu, switch Outemu mempunyai tipe keduanya, namun dengan karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing karakter direpresentasikan melalui warna switch, yaitu:

  • Outemu Black – switch linear.
  • Outemu Red – switch linear.
  • Outemu Brown – switch tactile berkarakter smooth dan tidak terlalu berisik.
  • Outemu Blue – switch tactile berkarakter “clicky”.


Biru atau Coklat?

Di antara keempat jenis switch Outemu, Outemu blue switch dan Outemu brown switch yang sering dibenamkan pada produk keyboard, termasuk pada produk Rexus MX 6 dan MX7.  Meski sama-sama sering digunakan oleh para produsen keyboard, keduanya mempunyai perbedaan karakteristik.

Otemu Coklat
Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu brown switch merupakan salah satu jenis switch yang tidak mengeluarkan bunyi yang terlalu “clicky” meski tetap mempunyai sensasi klik yang mantap.

Ini diperoleh karena Outemu brown switch mempunyai kedalaman tekanan dan jarak lepas yang sama, yaitu sekitar 2mm. Efeknya, tekanan dan lepasannya jadi lebih lembut.

Klik pada Outemu brown switch akan diperoleh setelah tekanan jari sedalam 2mm. Karakteristik ini hampir sama dengan karakteristik switch produksi Cherry ataupun Kaihua.

 Outemu Biru

Outemu blue switch akan diklaim sebagai salah satu jenis switch yang paling mirip dengan Cherry MX, baik dari segi bentuk maupun karakteristik.

Dari karakteristiknya yang “clicky” Outemu biru sangat mirip dengan karakter Cherry MX blue switch. Hanya sedikit berbeda pada sentuhan awalnya saja karena pada Cherry MX, awal ketukan terasa sangat halus.
Keunggulan Switch Outemu

  • Outemu terbuat dari plastik berkualitas tinggi sehingga terbukti kekuatannya.
  • Per atau pegas yang terdapat di dalam switch Outemu juga terkenal bandel. Diklaim, per yang ada dalam switch Outemu Blue mampu bertahan hingga 10 juta klik! Itupun tergantung pemakaian. Jika kamu tidak menggunakan secara urakan, per itu pun akan bertahan lebih lama.
  • Jika salah satu switch rusak, kamu bisa menggantinya secara terpisah, tanpa harus mengganti seluruh keyboard.

 

rexus legionare mx3
Gamers, ini nih yang pasti bikin kita was-was saat hendak membeli barang, terutama barang elektronik yang relatif ringkih. Ya, garansi. Kita tentu merasa tenang jika produk yang baru kita beli mempunyai jaminan garansi, apalagi garansinya lama. Tak ayal, meski sedikit lebih mahal, kita pasti akan memilih produk yang mempunyai garansi yang lebih lama.

Buat produsen ataupun distributor produk, garansi adalah program yang efektif dalam meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Selain itu, garansi juga akan membedakan produk resmi dari importir resmi dengan produk barang gelap atau black market sehingga masyarakat bisa membedakan.

Rexus Legionare MX2
Dalam logika sederhana, garansi menjadi salah satu tanda bahwa suatu produk itu berkualitas. Mana ada produk “ecek-ecek” berani memberikan garansi karena produsennya tidak percaya dengan kualitas dan ketahanan produknya.

Garansi Rexus
Sebagai merek yang berkualitas, Rexus pun memberikan garansi 1 tahun untuk semua produk gaming-nya. Seluruh produk gaming Rexus dilengkapi dengan kartu garansi yang dapat diklaim di tempat pembelian produk.

Untuk masa garansi, Rexus memberikan jaminan garansi produk selama 1 tahun, terhitung mulai dari tanggal pembelian yang dilakukan oleh konsumen dan telah dicatat oleh penjual produk Rexus.

Bagaimana Klaim Garansi Produk Rexus?

  1. Aktifkan layanan garansi produk dengan mendaftarkannya secara online di garansi.rexus.id.
  2. Lengkapi blangko yang ada. Tuliskan nomor garansi dan nomor seri produk yang tertera dalam kemasan.
  3. Pada kotak “Data Pendukung”, kirimkan foto struk pembelian untuk pembelian secara offline atau screenshot transaksi untuk pembelian secara online.
  4. Kemas produk beserta kemasan aslinya, sertakan kartu garansi (jika ada).
  5. Tulis keluhan atau kerusakan dalam selembar kertas dan sertakan dalam paket.
  6. Tuliskan nama, alamat lengkap, dan nomor HP aktif pengirim agar bisa dihubungi saat pengiriman balik.
  7.  Kirim produk yang bermasalah dengan disertakan kartu garansi tersebut ke service center Rexus, dengan alamat:

           Rexus Zone

           Mangga Dua Mal, Lantai 4, Blok A, No 1, Jakarta Pusat

Up. Annisa (Bagian Servis)

8. Untuk konfirmasi dan informasi lebih lanjut secara interaktif, bisa menghubungi Rexus Help Center via WA

di 0822 1100 8668.

9. Biaya pengiriman dan pengiriman ulang ditanggung oleh pelanggan.

Portfolio Items