Posts

Foto: Guidingtech

Gamers, buat kalian yang menyukai game perang atau First Person Shooter game (FPS game), seperti Counter Strike ataupun Point Blank, membidik lawan adalah hal yang harus kalian kuasai. Semakin kamu jitu membidik dengan menggunakan kursor yang digerakkan oleh mouse, semakin banyak target yang bisa kalian robohkan.

Tapi, jangan dikira jika membidik target adalah hal yang mudah. Bahkan, tidak semua orang bisa membidik secara jitu. Itulah sebabnya dalam sebuah tim ada anggota tim yang ditugasi sebagai sniper karena mempunyai kemampuan lebih dalam membidik.

Sulit bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Kalian bisa meningkatkan kemampuan membidik target dengan sebelumnya mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kejituan bidikanmu.

Setidaknya, ada tiga faktor yang menentukan tingkat kejituan bidikan kita saat bermain game. Apakah itu? Faktor hardware, software, dan skill. Yuk, kita bahasa satu per satu.

Faktor Hardware
Yang dimaksud dengan faktor hardware adalah peralatan gaming yang kalian gunakan. Peralatan yang paling penting untuk membidik adalah gaming mouse. Agar mendapatkan bidikan dengan tingkat akurasi dan kecepatan tinggi, kalian membutuhkan gaming mouse yang mempunyai kemampuan bidikan yang bagus.

Rexus-titanix-TX3

Saat ini, ada banyak pilihan gaming mouse yang ada di pasaran. Buat kalian yang suka bermain game perang yang membutuhkan tingkat akurasi bidikan yang tinggi, pilih tipe shooter mouse.

Biasanya, shooter mouse mempunyai tombol-tombol yang sederhana dengan tombol untuk menembak di sebelah kiri. Bentuk shooter mouse relatif sederhana, dengan hanya mengandalkan 3 tombol.

Buat kalian yang menyukai permainan sniping, kalian bisa menggunakan Rexus Titanix TX3. Bentuk mouse ini agak lebar dan mempunyai lengkungan agak tinggi sehingga menyangga telapak tangan dengan baik. Bentuk seperti ini membuat ketiga jari kita dapat bergerak lebih leluasa.

Mouse ini juga sudah dilengkapi dengan sniping mode button yang membantu pengguna membidik target yang diinginkan, dengan tingkat DPI yang bisa diatur pada level 500. Tombol sniping ini dapat diaktifkan dengan mudah, yaitu dengan memencet tombol sebelah kiri. Dibandingkan dengan shooter mouse merek lain yang harganya relatif mahal, Rexus TX3 cukup handal digunakan saat bermain FPS game.

Faktor Software
Setelah mendapatkan mouse yang tepat, saatnya kita bekali kemampuan membidik target dengan mengatur perangkat lunak di komputer alias software.

Caranya adalah dengan mengatur tingkat sensitivitas kursor mouse. Bisa dengan membuatnya lebih cepat atau lebih lambat, tergantung reaksi tangan pengguna.

Untuk mengatur software di komputer, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan, yaitu:

– Untuk FPS game, biasanya para pemain menon-aktifkan fitur mouse acceleration dalam Windows. Biasanya cara ini digunakan jika kalian tidak menggunakan mouse yang sudah dilengkapi software.

– Jika kalian mempunyai mouse yang disertai software bawaan, maka instal software-nya dan temukan fitur pengaturan DPI dalam software mouse tersebut. Khusus untuk FPS game yang membutuhkan tingkat akurasi bidikan, pilih tingkat DPI di level yang paling rendah.

Untuk mendapatkan tingkat DPI rendah, kalian bisa menggunakan gaming mouse Rexus Titanix TX9 yang tingkat DPI rendahnya bisa di level 250.

– Sesuaikan tingkat DPI untuk masing-masing senjata. Contohnya, kalian bisa menggunakan pengaturan DPI 250 atau 400 untuk senjata intai laras panjang. Tapi, kalian juga bisa mengatur DPI tinggi (800 – 1000) untuk senjata serbu yang biasa digunakan pada perang jarak pendek. Kemudian, simpan setting-an tersebut di Profile 1, 2, 3, dan seterusnya sehingga kalian tinggal menyesuaikan keadaan.

Faktor Skill
Ini jelas tak kalah penting. Faktor skill atau ketrampilan membidik hanya bisa diperoleh dengan latihan terus menerus. Keahlian membidik sangat ditentukan oleh kecepatan reaksi, ketepatan penglihatan, dan ketenangan dalam membidik. Ketiganya itu hanya bisa diperoleh dengan berlatih.

Untuk meningkatkan level latihan, kamu bisa mengunduh aplikasi yang akan mengasah keahlian kamu membidik dengan menggunakan mouse. Kalian bisa menggunakan aplikasi Aim Hero.

Aplikasi tersebut berguna untuk menyelaraskan antara koordinasi mata dengan gerakan tangan. Tersedia beberapa level yang akan terus meningkat seiring bertambahnya keahlian kalian membidik target.

Saat berlatih dengan menggunakan Aim Hero, pastikan setting-an DPI mouse kamu selalu konsisten. Tujuannya adalah saat bermain di game sesungguhnya, kalian terbiasa menggunakan setting-an DPI yang sudah kalian atur.

rexus titanix tx7

Gamers, ternyata banyak Sobat Rexus yang belum tahu bahwa tidak semua gaming mouse dilengkapi dengan software yang bisa untuk menyeting program macro. Kemungkinan karena belum membaca spesifikasi produk yang hendak dibeli atau mungkin karena kurang memahami jenis mouse, beberapa konsumen asal membeli mouse.

Hasilnya, saat dicoba, spesifikasi mouse yang dibeli tidak sesuai dengan harapan. Kecewa? Pasti. Tapi, mau bagaimana lagi? Ada gaming mouse yang memang tidak dilengkapi dengan software macro sehingga sama sekali tidak dibisa diotak-atik untuk dijadikan mouse ber-software macro.

Mouse macro Rexus hanya di seri Titanix. Untuk seri lain, seperti Xierra, tidak dilengkapi dengan macro.

rexus titanix tx8Berbeda dengan mouse biasa, mouse “macro” dilengkapi dengan chip pengontrol di dalamnya. Biasanya, chip itu memiliki memori sekitar 128 Kb hingga 1MB. Memori ini berfungsi untuk menyimpan jenis perintah pengaturan.

Untuk memberi perintah tersebut, mouse macro dilengkapi dengan software yang bisa di-download dalam CD driver yang disertakan di kemasan pembelian.

Untuk mengatur chip pengontrol tadi, digunakanlah bahasa pemrograman yang ditanamkan pada chip. Bahasa pemrograman itu sering disebut sebagai “script“.

Saat membeli mouse makro kita akan memeroleh mini CD untuk yang berisi aplikasi untuk menanamkan program pada chip pengontrol, seperti pada Macro Mouse Rexus Titanix-TX3.

Untuk macro mouse tipe Titanix TX7, TX8, TX3, TX2, dan TX 9, kamu bisa mendapatkan software-nya dengan mengunduhnya di rexus.id/dukungan.

Mouse gaming rexus

Berikut tutorial umum menyeting software macro pada gaming mouse Rexus:
1. Unduh atau download software sesuai tipe macro gaming mouse kamu di rexus.id/dukungan.
2. Colokkan mouse kamu ke komputer atau laptop yang hendak kamu gunakan bermain.
3. Buka driver software dan akan muncul penampakan user inferface.
4. Sesuaikan setingan dengan kebutuhan permainan kamu.
5. Setting Left Button, Right Button, dan Middle Button sesuai selera.
6. Setting pula tingkat DPI-nya.
5. Jangan lupa untuk menyeting delay-nya. Untuk permainan Point Blank, banyak pengguna yang menggunakan delay 150ms/ 200ms.

Pengaturan atau setingan itupun kemudian bisa kamu simpan dalam Profile. Dalam software mouse macro Rexus, terdapat 5 pilihan Profile yang masing-masing bisa berupa pengaturan yang kamu sesuaikan dengan tipe permainan yang akan dimainkan, entah untuk Point Blank, DoTA, atau permainan lain.

Jadi, sudah bisa bedakan antara mouse macro Rexus Titanix dengan mouse gaming non macro, kan?

Gamers, sebel ngga sih kalau mouse gaming idaman yang baru kita beli ternyata tidak terdeteksi oleh komputer? Sakitnya tuh di sini… (sambil garuk-garuk aspal-red.). Memang, bukan semata soal harga, tapi rasanya kita seperti dibohongi oleh produsen yang selalu bilang produknya adalah yang nomor satu. Hmm… memang sih, ngga ada produsen yang mengklaim kalau produknya adalah nomor lima.

Jika hal itu juga kamu alami, jangan buru-buru “lembiru”, lempar ganti baru. Belum tentu produk yang baru saja kamu beli itu bermasalah, rusak, ataupun gagal produk. Bisa jadi, itu karena settingan komputer kamu yang belum siap.

Lalu, bagaimana langkah yang bisa dilakukan?

Pertama, jika kamu membeli produk mouse gaming Rexus, kamu bisa menghubungi call center Rexus di nomor 0822 1100 8668.

Memang sih, admin call center nomor tersebut bukanlah seorang teknisi komputer, tapi pertanyaan kamu pasti akan langsung didiskusikan dengan divisi terkait dan kamu akan mendapatkan solusinya. Biasanya sih terus problem solved, guys.

G5N

Langkah kedua, pastikan arus USB komputer atau laptop kamu cukup kuat untuk mencatu daya gaming mouse kamu.

Tidak seperti mouse biasa,  gaming mouse mempunyai beberapa fitur tambahan, seperti lampu LED, sensor, ataupun chipset berkapasitas lumayan besar untuk menyimpan script dari software yang ada. Alhasil, daya listrik yang dibutuhkan tentu lebih besar dari yang dibutuhkan mouse biasa.

Karenanya, coba kamu pindah colokan USB-nya. Colokan USB yang ada di bagian belakang komputer biasanya lebih “nyetrum” dibandingkan dengan colokan yang ada di depan. Tidak percaya? Coba tempelkan lidah kamu…. Ngga dink. Don’t ever do that (even at home)!

Ketiga, untuk serial mouse Rexus yang tidak menggunakan software, kamu bisa mencoba cara berikut, yaitu dengan me-reset sistem device manager komputer kamu. Tujuannya adalah agar setting-an komputer kembali ke default sehingga bisa mengenali perangkat baru yang masuk ke dalam sistem.

Rexus-titanix-TX3Bagaimana dengan mouse yang menggunakan software seperti Rexus seri Titanix? Tenang, kamu bisa melakukan cara seperti yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada keyboard yang tidak terdeteksi. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Klik “My Computer”, Start > My Computer. Di sana akan tampak drive perangkat keras mouse baru. Kemudian, klik dua kali pada notifikasi itu.

2. Jika mouse gaming kamu membutuhkan driver, seperti seri Titanix TX9, maka sebelumnya kamu harus menginstal software driver dari CD driver yang disertakan dalam kemasan produk atau mengunduh software-nya di www.rexus.id/dukungan. Pastikan chipset software ter-install secara tepat.

3. Jika belum juga berhasil, kamu bisa mengalihkan perhatian ke sistem komputer. Satu yang perlu diperhatikan adalah sistem BIOS komputermu. Kamu bisa melakukan “Restart” pada komputermu dan tekan tombol “F2” atau tekan tombol “Delete” beberapa saat untuk masuk ke BIOS.

Langkah selanjutnya, kamu cari konfigurasi USB yang biasanya pada kolom Advance – USB Legacy Support.

Di situ, cek apakah statusnya sudah “Enable” atau belum. Jika masih “Disable”, ganti ke “Enable”. Kamu juga bisa me-reset BIOS ke setting-an Default. Jika sudah, klik “Save” dan restart komputermu.

O iya, lakukan langkah-langkah di atas saat suasana hati sedang nyaman ya. Jangan saat dalam kondisi terburu-buru, emosi, apalagi habis putus dengan pacar… (jadi baper). Kenapa? Supaya kamu bisa melakukannya secara cermat dan tenang.

Semoga tips ini berhasil. Selamat mencoba.

 

Gamers, judul di atas mungkin sudah sering kamu baca di tagline beberapa warteg atau rumah makan kecil pinggir jalan. “Harga kaki lima, rasa bintang lima” memang mau memengaruhi pikiran konsumen bahwa dengan harga yang murah, konsumen dapat merasakan makanan layaknya menu kelas atas di restoran berbintang Michelin.

Kami rasa, tagline itu memang tak berlebihan karena memang rasa adalah sesuatu yang relatif. Setiap orang mempunyai penilaian tersendiri atas makanan yang disajikan. Sebagai contoh, tiba-tiba di depan kamu, tersedia menu “orang kaya” Escargot yang terkenal dari sebuah restoran kelas atas di Prancis dan semangkuk Ind*mie goreng pakai telur. Mana yang bakal kamu pilih? Menurut terawangan kami, sebagian besar dari kamu bakal memilih yang kedua.

Meski terkenal sebagai menu mahal, lidah kamu tentu tidak biasa menyantap Escargot yang menyajikan daging bekicot mentah yang hanya dibumbui dengan bumbu sederhana, jahe, cuka, dan sedikit pemanis. Sebaliknya, mi goreng dengan aroma bumbu legit, telur matang, plus taburan cabe rawit seakan menjadi pilihan menu mewah hari ini.

Pembahasan soal makanan itu kami rasa cocok menjadi pengantar review setelah menjajal produk mouse gaming Rexus Xierra G9. Saat melihat mouse ini secara sekilas, kami langsung teringat pada sebuah mouse besutan produsen peralatan komputer kelas atas. Kami rasa tak perlu menyebutkan merek dan serinya biar agan sekalian penasaran.

Inspirasi Model Mouse Klasik
Ya, hampir sekitar 90%, Xierra G9 mirip dengan produk tersebut. Apa yang membedakannya? Jelas, harga! Xierra G9 hanya berbanderol 120an ribu, sedangkan produk serupa harganya mencapai dua kali lipatnya, yaitu sekitar 240an ribu. Dengan harga yang setengahnya, kami justru penasaran menjajal Xierra G9. “Seberapa jauh sih fungsi yang bisa diberikan oleh gaming mouse yang harganya tak sampai 150 ribu ini?”

Selain harga yang sangat terjangkau, satu hal yang membuat kami tertarik untuk memboyongnya sebagai salah satu koleksi mouse adalah bentuknya yang sederhana, ngga neko-neko. Bentuk mouse ini sangat kental dengan nuansa mouse klasik, seperti mouse IBM jadul. Sangat berbeda dengan bentuk mouse Xierra G4 yang pernah kami review sebelumnya.

Bentuk klasik itu sangat kental dengan bentuk curvy dengan punggung mouse yang menonjol sehingga nyaman sebagai alas telapak tangan, saat kedua jari diposisikan di atas tombol kiri dan kanan. Posisi jempol pun pas mengoperasikan dua side switch.

Meski bentuknya klasik, Xierra G9 juga mengadopsi bentuk gaming mouse modern, yaitu dengan memberi akses “facelift” pada ujungnya. Selain mempermanis bentuk, facelift itu juga memberi kesan bentuk  shooter mouse.

Material Berkualitas
Selain bentuk, satu hal lain yang tak bisa dikesampingkan dari produk Xierra G9 adalah material yang jauh dari kesan “murahan”. Hampir semua komponen mouse ini memang terbuat dari plastik. Hanya tombol scroll yang dilapisi dengan karet anti-slip.

Meski plastik, komponen pembentuk G9 terbuat dari plastik PVC yang kokoh. Menurut kami, plastiknya justru lebih kokoh daripada saudaranya seserinya, Xierra G4. Jenis plastik yang menyusun Xierra G9, membuat produk ini paten dan tahan lama.

Sebagai aksen, G9 juga menampilkan lining cahaya dan logo yang bisa menyala berkat pendaran lampu LED yang ada di dalamnya. Tersedia 7 model color breathing yang ditawarkan. Untuk mengganti warna-warni lampunya, kamu tingga memencet tombol DPI di tengah. Untuk mematikan lampunya, kamu tinggal menekan tombol tersebut secara agak lama.

Meski belum menggunakan LED model RGB, warna yang muncul pada mouse ini tetap menarik kok. Sebagai bonusnya, lampu LED juga dipasangkan di bawah tombol scroll sehingga memberi aksen cahaya menarik di sekitar tombol scroll.

Tak seperti produk murah lain yang hanya menyematkan logo atau tulisan dengan sistem cetak atau stiker, Xierra G9 membenamkan logonya dengan sistem molding double injection sehingga logo menjadi satu dengan komponen plastik casing. Sistem molding double injection itu membuat logo Rexus jadi tak bisa pudar.

Fitur Sesuai Harga
Puas membahas penampang luarnya, kini saatnya menjajal performa dan fitur yang ada di dalam produk gaming mouse ini. Jujur, mouse ini tidak menjanjikan beragam fitur unggulan gaming. Fitur yang masih bisa dibanggakan adalah pengaturan tingkat DPI yang bisa dilakukan dengan memijit tombol DPI yang ada. Pilihan resolusi DPI-nya pun tak begitu “wow“, yaitu di kisaran 800/1200/1600/2400.

Jika diadu secara head to head dengan produk serupa yang harganya dua kali lipatnya itu, Xierra G9 memang tidak bisa bicara banyak soal kemampuan settingan DPI karena produk serupa itu membenamkan pilihan DPI mulai dari 200 hingga 6000.

Tapi, jika kita beralih pada kemampuan pemrosesan gambar, Xierra G9 dapat berbangga hati karena dilengkapi kemampuan memproses gambar hingga 6000 per detik. Enam kali lebih cepat dibanding dengan produk serupa yang diklaim mempunyai kemampuan memproses gambar di angka 1000 per detik. O iya, angka perbandingan ini kami peroleh dari membandingkan spesifikasi yang ada di dalam box kemasan masing-masing produk.

Saat kami coba untuk memainkan game, Xierra G9 bisa berfungsi dengan baik. Soal kecepatan kursor dan polling rate-nya tak ketinggalan dibandingkan mouse seri di atasnya. Meski demikian, kualitas tombol memang tak bisa dibohongi. Tombol Xierra G9 terasa agak keras, termasuk tombol scroll-nya. Sensasi tactile alias membal pada tombolnya pun kurang terasa.

Kesimpulannya?
Menurut kami, Xierra G9 tak jauh berbeda dengan Xierra G4. Gaming mouse ini kami kategorikan sebagai mouse profesional yang cocok untuk digunakan berlatih gaming ataupun untuk melakukan pekerjaan profesional seperti desain grafis.

Soal kemiripannya dengan salah satu seri dari produk ternama, kami kira hal itu bukanlah sesuatu yang hal yang penting. Toh, di era seperti sekarang ini, banyak model elektronik yang mirip. Ingatkah kamu? Dahulu iPhone pernah mencak-mencak karena model ponsel Samsung bentuknya mirip dengan iPhone. Tapi, Samsung tetap bergeming dengan model itu dan membiarkan konsumen sendiri yang memilih, mau Samsung atau iPhone. Di dalam industri elektronik, perbedaan “follower” dengan “trend setter” sudah sangat bias.

Masyarakat konsumen saat ini pun sudah sangat bijak. Mereka bisa memilih sebuah produk berdasarkan kebutuhan dan daya belinya. Jika membutuhkan mouse gaming yang memang digunakan untuk fase latihan gaming ataupun pekerjaan profesional, mereka pasti akan sayang untuk membelanjakan uang lebih banyak untuk mendapatkan produk mahal, meski produk itu sudah punya nama.

Rexus xierra g4

Gamers, mau tanya nih… Saat kamu berlatih motor, jenis motor apakah yang kamu pilih? Motor standar dengan harga yang relatif terjangkau atau sebuah motor sport yang harganya puluhan juta? Kecuali orang tua kalian adalah seorang saudagar minyak yang tajir melintir, tentu kalian memilih untuk berlatih sepeda motor dengan motor standar.

Alasannya apa? Sederhana, kalian pasti akan merasa sayang jika menggunakan motor yang mahal dan bagus untuk berlatih. Takut jatuh, tergores, atau malah digasak oleh penjahat. Nah, begitu kamu sudah ahli naik motor, kamu pun bisa berganti motor yang lebih bagus dan profesional. Orang tua kamu pun takkan keberatan untuk memberikannya karena percaya bahwa kamu sudah bisa mengendalikan motor dan menghadapi situasi jalanan.

Jangan Beli Kucing dalam Karung
Kasus soal motor itu bisa menjadi analogi kami memilih membeli mouse Rexus seri Xierra G4. Satu prinsip yang selalu kami gunakan saat hendak membeli sebuah barang tentu adalah dengan mempelajari spesifikasinya. Untuk produk yang satu ini, kami pun berselancar di rexus.id.

Apa pentingnya mempelajari spesifikasi produk sebelum membeli? Jelas penting. Sebagai konsumen cerdas, kami tak mau seperti membeli kucing dalam karung, asal beli tanpa jelas asal-usulnya.

Bukan asal karena mouse ini tergolong murah untuk kategori gaming mouse, hanya di kisaran 99 ribu, kemudian kami bisa dengan seenaknya asal beli.

Itu makanya kami dengan detil mempelajari jenis sensor mouse Xierra G4, ada tidaknya software bawaan yang berfungsi untuk mengatur fitur macro, kualitas bahannya, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan informasi secara cepat, kami pun menggunakan fasilitas layanan call center Rexus dengan nomor 0822 1100 8668.Responnya sih lumayan cepat. Yang jelas, dalam satu hari, WA kita pasti dibalas.

Informasi dari membaca spesifikasi maupun bertanya secara langsung melalui WA lumayan menyakinkan kami untuk mencoba membeli mouse seri Xierra G4.

Bentuk Futuristik
Salah satu faktor yang menarik kami untuk membeli Rexus Xierra G4 adalah bentuknya yang futuristik. G4 memiliki bentuk robotik yang tampak sangat maskulin. Warna hitam doff-nya tampak cocok dengan simbol Rexus yang diproduksi dengan cara molding sehingga tak bisa pudar. Simbol itu akan mengeluarkan sinar saat dicolokkan.

Pendaran sinar itu diperoleh berkat dua lampu LED yang ada dalam tubuh mouse. Satu LED tambahan di sebelah depan akan menyinari posisi scroll yang terbuat dari plastik bening sehingga menampakkan sinar yang keren.

Tentu saja, gaming mouse ini sudah menggunakan sensor optik dengan memanfaatkan pantulan infra merah. Meski digolongkan dalam mouse entry level, G4 tak bisa digolongkan dalam mouse “sekedarnya”.

Alasannya, “daleman” keyboard ini menggunakan PCB papan dengan material dan sambungan solder yang paten. Tombol scroll-nya pun dilapisi dengan karet anti slip yang nyaman digunakan.

Yang agak unik, keyboard ini mempunyai berat yang lumayan berat, yaitu sekitar 115 gram. Berat itu diperoleh dari tambahan plat besi yang ditempelkan di dalam batok mouse-nya.

Tujuannya adalah untuk membuat sensasi genggaman jadi lebih mantap. Saat digunakan bermain, berat mouse seolah jadi penyeimbang saat melakukan manuver cepat.

Fitur Standar, Bermodalkan DPI
Soal fitur yang ditawarkan, jujur, fitur mouse ini sih biasa saja. Tak ada fitur istimewa yang ditawarkan. Yang kami maksud dengan fitur istimewa dalam sebuah mouse tentu saja fitur yang diperoleh dari script yang diolah di chipset, seperti fitur macro.

Rexus xierra g4

Ingat, mouse ini tidak disertai software macro yang bisa di-setting secara manual seperti yang ada di dalam gaming mouse seri Titanix. Jadi, jika kalian membeli mouse ini, jangan kemudian mengharapkan settingan macro ya.

Meski tidak dilengkapi fitur macro, mouse ini sudah dilengkapi tombol pengatur DPI. Menurut spesifikasi yang ada, settingan DPI mouse ini adalah 800/1200/1600/2400.

Semakin tinggi angka DPI, semakin sensitif gerakan kursor kamu. Buat para penggemar game Point Blank, settingan DPI rendah justru membuat bidikan jadi lebih tepat dan mudah.

Bagaimana cara menyeting DPI di G4? Sangat mudah, kamu tinggal menekan tombol di tengah mouse. Satu kali, berarti yang kamu pakai adalah 800, dua kali berarti 1200, dan selanjutnya. Sensitivitas mouse ini juga ditentukan oleh kemampuannya menghantarkan sinyal dari chipset ke komputer hingga 4000 per detik dengan kecepatan reaksi hingga 2 mikro detik.

Bagaimana dengan fungsi kedua tombol di sebelah kiri mouse? Tombol itu bersifat opsional. Artinya, dapat digunakan ataupun tidak. Untuk fungsi browsing di komputer, kedua tombol itu dapat berguna untuk klik “Next” ataupun klik “Back”.

Kesimpulannya?
Nah, dari pengalaman kami menggunakan G4, kami menyimpulkan bahwa membeli mouse harus disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, kami membutuhkan mouse yang dapat kami ajak untuk berlatih gaming. Artinya apa? Mouse yang bisa dioprek sesuka hati tanpa rasa takut rusak. Untuk nge-game harian, menurut kami, mouse ini sudah cukup.

Tapi, jika kamu membutuhkan mouse dengan fitur yang lebih lengkap, kamu bisa memilih menggunakan seri mouse advance, yaitu seri Titanix. Kualitasnya berbeda dan harganya pun tentu berbeda. Tapi, kami yakin, kalian selalu sadar akan ungkapan, “Ada uang, ada rupa….”

Jadi, jangan tanya lagi, kenapa G4 tidak punya fitur macro. Itu sama dengan saat kalian membeli sebuah mobil Avanza, kemudian bertanya, “Kenapa kok mobil yang saya beli tidak dilengkapi VNT Turbo seperti yang ada di Fortuner?” Setuju?

Gamers, siapa sih yang tak mau memiliki sendiri perangkat komputer game sendiri yang lengkap, keren, dan punya performa super? Semua dar kalian pasti mau. Bahkan, saking pinginnya, keinginan itu sampai terbawa dalam mimpi.

Sebaiknya, jangan hanya diimpikan. Kalian bisa kok “membangun” sebuah perangkat komputer gaming secara perlahan-lahan, seiring dengan bertambahnya daya beli kalian.

Untuk “membangun” seperangkat komputer gaming yang keren, ada beberapa komponen yang perlu disiapkan. Harga komponen tersebut tentu bervariasi, tentunya. Mau tahu apa saja itu? Yuk, kita cek satu per satu.

1. Central Processing Unit (CPU) dan Motherboard
Dua hal ini adalah komponen utama sebuah komputer, tak hanya komputer gaming. Keduanya tak bisa dipisahkan. CPU harus kompatibel dengan rangkaian motherboard-nya.

Untuk sebuah PC gaming, kamu membutuhkan CPU dan motheboard dengan performa yang mumpuni. Untuk motherboard, kamu bisa melirik merek MSI seri H110M. Lumayan menguras kantong sih, tapi cukuplah untuk memenuhi ambisi bermain game dengan lancar.

Semakin modern CPU, semakin tinggi kinerjanya. Saat ini, standar prosesor CPU untuk sebuah PC gaming yang keren adalah Intel Core i5 6600. Kemampuan Intel i5 diyakini akan mampu bersaing hingga beberapa tahun ke depan. Agar kompatibel dengan motherboard-nya, pasangkan prosesor ini dengan soket LGA standar 1151.

2. Random Access Memory (RAM)
Kemampuan motherboard dan CPU yang keren takkan optimal jika tidak didukung oleh RAM yang punya kemampuan memori tinggi. Untuk prosesor sekelas i5 dengan motherboard H110M, RAM DDR4 pas disandingkan.

Berapa kapasitasnya? Jangan tanggung-tanggung, bro. Gunakan kapasitas minimal RAM sebesar 16GB, lebih besar lebih baik. Mereknya ada banyak pilihan. Idealnya, kamu menggunakan dua batang RAM masing-masing 8GB.

3. CPU Cooler
Jangan sepelekan peranti ini ya. Meski hanya sebagai pendukung, tapi kipas pendukung sangat mendukung performa CPU dan motherboard kamu. Kerja motherboard dan CPU sangat keras sehingga menimbulkan panas.

Tanpa pendingin, kemungkinan besar komponen tersebut akan overheat dan mati seketika. Itulah alasan mengapa produk laptop gaming kelas atas, seperti ASUS ROG, menyertakan kipas berukuran besar untuk menjaga performa komputer. Sebagai referensi, CoolerMaster Hyper 212 Evo termasuk salah satu pilihan CPU Cooler yang cukup terkenal.

4. Kartu Grafis (VGA card)
Buat gaming, video editing, dan desain grafis, peranti ini takkan boleh dilupakan. Kartu grafis bertugas mengimplementasikan script grafis ke dalam monitor komputer. Semakin canggih kartu grafis yang

dimiliki sebuah komputer, semakin detil, halus, dan cepat resolusi grafis yang ditayangkan. Dalam membangun sebuah komputer gaming, komponen inilah yang paling mahal.

Sebuah kartu grafis berkualitas tinggi dapat memainkan grafis beresolusi tinggi, semisal 1080p, dan dapat tetap digunakan untuk beberapa tahun ke depan.

Salah satu merek kartu grafis yang oke punya adalah Nvidia. Tipenya ada banyak, tapi yang kerap direkomendasikan untuk sebuah PC gaming berkelas adalah tipe GTX 1070 ata GTCX 1080.

5. Solid State Drive (SSD)
Untuk memainkan game, gunakan memori internal komputer yang mempunyai kecepatan transfer data yang cukup. Hard drive biasa memang masih kompatibel, tapi lebih baik menggunakan SSD dengan kapasitas sekitar 500GB.

6. Power Supply
Untuk memberi daya pada semua komponen yang ada dalam komputer, kalian tentu membutuhkan power supply dalam komputer.

Syarat power supply yang baik adalah yang dapat menyalurkan arus secara stabil.

7. Kotak Casing
Setelah semua komponen telah tersedia, siapkan kotak atau casing komputer. Gunakan casing yang mempunyai sistem ventilasi yang baik.

Beberapa gamer memilih menggunakan casing dengan lampu LED yang menarik. Itu opsional, sesuaikan dengan selera kamu.

8. Sistem Operasi (OS)
Setelah semua peranti keras komputer gaming terangkai, yang kamu butuhkan adalah sistem operasi yang dapat menjalankan program game kamu dengan lancar. Dianjurkan, kamu menggunakan Windows 8 ke atas. Windows 10 kerap direkomendasikan. Jangan lupa, pakai yang asli ya. Jangan yang bajakan.

thundervox hx29. Koneksi Internet
Untuk memainkan game online, kamu tentunya membutuhkan koneksi internet. Kamu bisa menggunakan sistem LAN serat optik atau menggunakan jaringan Wifi dari modem.

Untuk jaringan WiFi, kamu bisa mencolokkan modem dengan menggunakan kabel data atau dengan menggunakan WiFi Card.

 

10. Peralatan Gaming
Setelah semua siap, kamu bisa mulai memainkan game di komputer kamu. Eits, tunggu dulu. Bagaimana caranya bermain game tanpa menggunakan peralatan game?

Produk gaming Rexus pas disandingkan dengan komputer gaming keren kamu. Gaming mouse, keyboard, dan headset Rexus dapat membuat “proyek pembangunan” komputer gaming kamu jadi makin sempurna.

Rexus-titanix-TX3

Gamers, kamu tentu sering mendengar atau bahkan membaca sendiri istilah “Polling Rate” dalam sebuah software mouse. Istilah ini seringkali dikaitkan dengan istilah Dot Per Inch (DPI) yang pernah kita bahas secara khusus di artikel “Apakah Arti DPI dalam Sebuah Mouse?” Keduanya mempunyai keterkaitan dengan pergerakan sensorik mouse untuk menggerakkan kursor yang ada di layar komputer.

Bedanya, jika DPI berhubungan dengan kemampuan sensor optik, maka Polling Rate berkaitan dengan kemampuan chipset dalam mouse untuk menghantarkan “script” atau sinyal perintah ke komputer. Jadi, untuk mengatur kecepatan, ketepatan, dan intensitas gerakan kursor, DIP dan Polling Rate adalah dua hal yang tak terpisahkan.

Rexus-titanix-TX2Jadi, apa itu Polling Rate? Secara sederhana, Polling Rate adalah kemampuan mouse untuk memberikan laporan tentang posisinya ke komputer. Semakin tinggi nilai Polling Rate, semakin besar kemampuan mouse untuk mendeteksi DPI dan memberikan skrip-nya ke komputer. Karenanya, semakin tinggi Polling Rate, kursor akan semakin akurat dalam mendeteksi posisi mouse.

Konsekuensinya, saat diatur pada Polling Rate yang tinggi, prosesor komputer bekerja keras untuk memetakan posisi mouse karena menerima perintah banyak data per detik.

Terjadi masalah jika kemampuan komputer tidak kompatibel dengan kemampuan Polling Rate sebuah mouse. Banyak terjadi kasus mouse yang menggunakan Polling Rate tinggi tidak bisa diaplikasikan secara optimal sehingga justru terasa “delay“.

Nilai Polling Rate diukur dengan menggunakan ukuran Hertz (Hz). Artinya, chipset dalam mouse akan melaporkan gerakan mouse per detik.

Yuk, kita ambil contoh dengan mengaplikasikan settingan polling rate pada gaming mouse Rexus Titanix TX9. Dalam software TX9, terdapat pilihan settingan Polling Rate 1000Hz. Jika kita menggunakan settingan Polling Rate itu, maka berarti mouse akan melaporkan posisinya 1000 kali per detik.

Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara setting-an Polling Rate 500Hz dengan 1000Hz. Kamu baru akan merasakan bedanya saat menggunakan setting-an 250Hz yang dibandingkan dengan settingan 1000Hz. Itu bisa kamu lihat dari interval sinyal yang keluar dari chipset seperti pada ilustrasi yang dicuplik dari blurbusters.com ini.

Sekali lagi, semakin tinggi pengaturan nilai Polling Rate, semakin besar kerja komputer. Jadi, hal yang perlu diperhatikan adalah menyelaraskan kemampuan komputer dan resolusi layar dengan setting-an Polling Rate mouse.

Banyak gamers yang justru menyeting Polling Rate di nilai yang rendah, seperti di 100Hz atau 125Hz. Namun, jika saat menggunakan settingan Polling Rate 1000Hz, komputer masih bisa mengakses skrip secara mumpuni, maka gunakan setting-an tersebut.

Nah, lalu bagaimana cara menyetingnya jika kita tidak tahu kapasitas komputer kita?

1. Cara yang termudah adalah dengan mencoba gerakan mouse secara langsung. Mulailah dengan Polling Rate yang terendah di software mouse.
2. Tingkatkan nilai Polling Rate secara bertahap.
3. Sinkronkan gerakan mouse dengan gerakan kursor. Apakah ada delay sepersekian detik? Apakah kursor yang digerakkan mouse dapat jatuh di target secara tepat?
4. Jika dirasa sudah cukup enak untuk digunakan bermain, simpan setting-an tersebut pada Profile.

Selamat menemukan pengaturan Polling Rate paling nyaman buat gaming mouse kamu!

Gamers, mengatur tombol macro untuk gaming mouse memang tidak semudah yang dikira. Sebelum mengatur atau menyeting-nya tentukan jenis permainan atau kebiasaan kamu dalam mengoperasikan mouse. Setiap permainan mempunyai settingan berbeda, sesuai dengan kebiasaan jari kamu. Jadi, setting-an untuk game Point Blank berbeda dengan settingan untuk DOTA2 atau game lain.

Kedua, sebelum menyeting fitur macro, pastikan bahwa produk gaming mouse Rexus yang kamu gunakan adalah seri Advance karena dilengkapi dengan software yang berfungsi untuk mengatur setting-an macro.

Apa saja yang termasuk dalam seri gaming mouse Rexus Advance? Mouse dengan tipe Titanix, seperti Titanix TX1, TX2, TX3, TX7,TX8, dan TX9. Di luar seri tersebut adalah seri profesional yang lebih sederhana, seperti tipe Xiera S5, X5, G5N, dan seri Avenger.

Seri Xiera dan Avenger tidak bisa di-setting fitur macro-nya. Kedua jenis mouse itu fitur macro-nya sudah di-setting secara default dari chipset-nya, jadi tidak bisa diubah-ubah sesuai kemauan sendiri.

Di sini, kita akan secara khusus membahas cara menyeting macro default pada gaming mouse Rexus Titanix TX9. Cara paling gampang untuk mengatur fitur macro adalah dengan mengoprek secara langsung mouse TX-9 kamu untuk setting-an standar. Bagaimana caranya? Yuk, ikuti langkah ini.

Langkah awal: Buka menu software TX9. Kamu hanya bisa mengakses software ini jika menggunakan mouse TX9. Software bisa diperoleh di CD software dalam kemasan pembelian atau diunduh di www.rexus.id/dukungan.

Klik Pilihan Menu “MACRO”
1. Pilih menu Macro.
2. Tambah profil Macro. Beri nama sesuai selera.
3. Cara membuat action macro. Caranya bagaimana? Ada tiga pilihan yang terdiri dari Action Mouse, Action Keyboard, dan Delay. Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkan ketiganya saat membuat action.
4. Simpan/ Save pilihan.


Klik Pilihan Menu “KEY”
1. Tentukan “Key” atau tombol dalam mouse yang ingin di-setting sebagai macro. Disarankan jangan menggunakan tombol klik kiri sebagai macro karena justru akan mempersulit kamu saat bermain.
2. Pilih Action “Macro” yang diinginkan.
3. Pilih Option lalu pilih profil Macro yang sudah disimpan.
4. Klik tombol “Apply”.

Klik Pilihan Menu “COLOR”
1. Pilih mode lampu LED yang kamu inginkan.
2. Sesuaikan kecepatan “Speed” nyala dan warna lampu sesuai selera.


Klik Pilihan Menu “SENSOR”

1. Menu Polling Rate.
Polling rate dipahami sebagai ukuran kecepatan hantar script dari chipset mouse ke kursor. TX9 dilengkapi pilihan polling rate 125Hz, 250Hz, 500Hz, dan 1000Hz. Untuk permainan Point Blank, biasanya disetting dengan Polling Rate 125Hz.

2. Menu DPI
TX9 mempunyai range pilihan DPI yang luas, yaitu 250, 500, 750, 1000, 1250, 1500, 1750, 2000, 2500, 3000, 3500, dan 4000. DPI yang kecil sangat membantu saat kamu membidik sebuah target sehingga lebih tepat dan nyaman digunakan. Untuk permainan Point Blank, kamu bisa pakai setting-an 250.

Salah satu kelebihan mouse gaming Rexus TX9 adalah kemampuan DPI yang bisa sangat rendah, yaitu hingga 250. Tujuannya adalah agar mouse jadi tidak terlalu sensitif.

Nah, makin jelas, bukan? Sekali lagi, setting-an ini berbeda antara satu pemain dengan pemain lain karena disesuikan dengan selera dan kebiasaan. Setting-an di atas digunakan pada gaming mouse Rexus Titanix TX9. Nantikan tutorial gaming mouse Rexus tipe lainnya ya.

Rexus TX8

Gamers, setangguh apakah tombol gaming mouse Rexus? Pertanyaan itu sering ditanyakan oleh banyak gamer yang tertarik dengan produk Rexus. Ya, satu peranti gaming yang menentukan performa kamu adalah mouse. Layaknya pistol atau senapan, mouse menjadi menjadi perpanjangan aksi kita di game. Karenanya, semua hal yang berhubungan dengan mouse menentukan permainan kita, mulai dari jenis mouse, kualitas mouse, hingga cara memegang mouse.

Saking pentingnya sebuah mouse, banyak gamers yang bisa saja menggunakan merek keyboard lain, tapi tidak bisa meninggalkan merek mouse yang biasa dia pakai.

Meski terkesan sederhana, gaming mouse mempunyai komponen yang lumayan rumit. Ada komponen tombol atau switch, sensor optik, chipset, kabel, LED, dan tombol-tombol fitur. Kita sudah pernah membahas mengenai sensor gaming mouse. Nah, saat ini kita akan mengupas mengenai switch gaming mouse.

Bentuk Mini, Kerja Rodi
Tahukah kamu, mengapa disebut mouse? Ya, karena bentuknya kecil dan seperti tikus. Meski kecil, mouse merupakan salah satu perlengkapan komputer yang mempunyai kerja mekanis paling berat.

Pernahkah kalian menghitung berapa kali klik dalam satu sesi permainan? Tentu saja bisa ratusan bahkan ribuan, tergantung lama dan jenis permainan. Padahal, sepasang tombol mouse itu terbuat dari sepasang saklar mini yang diletakkan di bawah tombol mouse. Saklar atau switch itu terhubung dengan PCB mouse dengan cara disolder.

Bicara mengenai ketangguhan gaming mouse tidak bisa dilepaskan dari kualitas switch mouse di dalamnya. Saat ini, ada beragam merek switch atau saklar yang dibenamkan dalam gaming mouse.

Sebut saja merek Omron, Kinzu, Kana, Himake, Panasonic, Huanos , Zippy, Qiaoh, TTF, dan masih banyak lagi. Di antara merek switch mouse tersebut, kamu pasti sudah sering mendengar merek Omron. Ya, merek yang satu ini memang banyak digunakan oleh banyak produsen gaming keyboard.

Omron, Durabilitasnya Tak Terbantahkan
Selain memang karena banyak diaplikasikan dalam gaming mouse, Omron memang terkenal berkat kualitasnya. Sebut saja, gaming mouse sekelas Logitech atau Asus ROG Spatha mempercayakan kerja mouse-nya pada switch Omron. Gaming Keyboard Rexus seri Titanix TX2, TX3, TX8, dan TX9 juga mengaplikasikan produk Omron di dalamnya.

Switch Omron memang merupakan salah satu produk signature yang diproduksi oleh produsen panel berteknologi tinggi asal Jepang. Saat ini, Omron tidak hanya diproduksi di Jepang tetapi juga di China.

Tempat produksi produk switch Omron dapat dikenali dari kode serinya. Untuk produk switch yang diproduksi di Jepang, kamu bisa melihat kode D2F, sedangkan untuk yang produk China, tertera kode D2FC. Meski berbeda tempat produksi, kualitas switch Omron tetap berstandarkan kualitas Omron Jepang.

Kualitas switch Omron terletak pada kualitas material keseluruhan dan material pegas yang digunakannya. Berdasarkan review dari geekhack.org, Saat ini, ada dua jenis bahan metal yang digunakan untuk membuat pegas Omron, yaitu logam campuran berlapis perak dan logam campuran berlapis emas.

Itu juga bisa ditandai dari kodenya. Untuk yang menggunakan logam campuran sejenis perak, hanya tertera kode D2FC sedangkan untuk switch Omron yang menggunakan logam campuran emas, terdapat kode D2FC -01.

Keunikan pegas dalam switch Omron adalah sensitivitasnya terhadap tekanan jari. Untuk switch Omron dengan kode D2FC, tombol akan beraksi saat terkena tekanan rata jari sekitar 150gram. Untuk switch Omron dengan kode D2FC -F, kamu hanya butuh menekan ringan sekitar 75gram.

Artinya, hanya butuh sedikit sentuhan untuk meng-klik. Mana yang lebih enak? Tergantung dari pengguna. Buat kamu yang lebih mantap meng-klik secara keras, tentu saja switch Omron standar (D2FC) jadi pilihan tepat.

Kualitas material plastik dan pegas yang menyusun switch Omron membuat switch mouse ini terkenal handal dan tahan lama. Untuk ukuran penggunaan rata-rata, switch ini mampu bertahan sekitar 10 – 20 juta klik. Pada gaming mouse Rexus Titanix TX8 dan TX9 yang menggunakan tombol switch Omron, daya tahannya juga mencapai 20 juta klik.

Namun, perlu diingat bahwa durabilitas atau daya tahan tombol gaming mouse tergantung pula pada cara pemakaian dan perawatannya. Jika kalian menggunakannya secara “woles” maka daya tahannya juga akan meningkat.

Selain itu, rawat mouse gaming dengan cara membersihkannya secara teratur, terutama dari debu. Debu berpotensi masuk ke celah-celah switch dan menyebabkan menurunnya daya tahan switch gaming mouse.

Butuh mouse dengan harga murah untuk bermain game? Tapi dengan fitur-fiturnya yang tidak murahan! Ini dia pilihannya.

Mouse merupakan salah satu syarat untuk bermain game online dengan menggunakan perangkat komputer atau laptop. Kemampuan mouse sangat penting untuk dapat menggerakan ikon di game. Namun, banyak yang jadi pertanayaan, “apakah bisa, mouse biasa digunakan untuk game?”

Jawabannya sudah pasti bisa, tapi kemampuan mouse “biasa” tidak dapat maksimal digunakan untuk bermain game. Untuk itu, diperlukan mouse yang sudah mendukung berbagai kebutuhan dalam bermain game.

Banyak dipasaran yang menjual mouse dengan harga di atas Rp 500 ribu. Tapi jangan khawatir, ada juga kok mouse untuk para gamer yang dijual dengan harga di bawah Rp 250 ribu. Salah satu perusahaan yang mengeluarkan mouse dengan harga di bawah Rp 250 ribu adalah Rexus.

Berikut beberapa kelebihan mouse gaming di bawah Rp 250 ribu yang dijual oleh Rexus.

Rexus Titanix TX7

Rexus Titanix TX7 dijual dengan harga Rp 199 ribu, mempunyai fitur tombol control scroll presisi, kabel gaming yang berkualitas, pengaturan level DPI, permukaan karena warna hitam yang anti slip, jaring-jaring yang terbuat dari logam, dan control opsional indikator daya.

Rexus Titanix TX2
Rexus-titanix-TX2
Rexus Titanix TX2 dijual dengan harga Rp 219 ribu, mempunyai kelebihan DPI/CPI 500-4000 DPI, sensor gaming dengan Chipset AVAGO A3050, tombol OMRON dengan teknologi 10 juta kali klik, pencahayaan serat fiber RGB LED, lapisan grid dengan karet lembut, kabel nilon dengan panjang 1,8 meter plus konektor USB emas, dan empat tingkatan lampu LED.

Rexus Titatix TX3
Rexus-titanix-TX3
Rexus Titanix TX3 dijual dengan harga Rp 225 ribu, dibenamkan kemampuan 8 macro keys, OMROM teknologi dengan 10 juta kali klik, sensor game AVAGO 3050, DPI 500-4000, RGB 16,8 juta warna, kabel nilon 2 meter dengan 2.0 USB port emas, dan mendukung Sniping Mode dengan DPI rendah.Rexus Titanix TX9

Rexus Titanix TX9 dijual dengan harga Rp 229 ribu, dibenamkan kemampuan 1000-4000 DPI, sensor gaming dengan Chipset AVAGO A3050, daya tahan tombol sampai 20 juta kali klik, pencahayaan RGB, lapisan grid dengan karet lembut, tombol scroll metal berwarna emas, konektor emas, serta akselerasi 20G.

Dengan kelebihan fitur pada mouse Rexus, mana yang akan anda pilih? Semua ini dijual dengan harga di bawah Rp 250 ribu loh.

*Harga mouse didapat dari website: shop.rexus.id