Posts

Buat kalian yang suka bermain game First Shoot Person (FPS), seperti Point Blank yang membutuhkan tingkat akurasi bidikan yang tinggi, pilih mouse yang punya fitur yang mendukung bidikan kamu.

Biasanya, direkomendasikan untuk menggunakan shooter mouse, tapi sebenarnya pakai mouse gaming biasa pun tetap nyaman dan ngga kalah akurat. Saat menggunakan mouse gaming untuk main game Point Blank atau game FPS lainya ada berapa hal yang harus diperhatikan.

Apa sajakah itu?

  1. Bentuk yang ideal sebagai “shooter mouse”.

Biasanya, bentuk mouse gaming yang nyaman untuk membidik adalah agak lebar dan mempunyai lengkungan agak tinggi sehingga menyangga telapak tangan dengan baik. Bentuk seperti ini membuat ketiga jari kita dapat bergerak lebih leluasa.

Catatan: Beberapa mouse yang menggunakan desain dengan menambahkan thumb rest atau dudukan buat jempol di sisi kiri agar kontrol lebih optimal, terutama saat melakukan recoil senjata yang menimbulkan getaran.

Rekomendasi: Kami merekomendasikan mouse gaming Rexus Xierra X8. Desainnya mirip dengan mouse gaming FPS terdahulu, Rexus Titanix TX3.

  1. Punya tingkat DPI yang luas.

Dot Per Inch atau DPI adalah ukuran sensitivitas gerak mouse. Semakin tinggi angka DPI nya, semakin sensitif mouse tersebut. Artinya, dengan sedikit gerakan mouse saja, maka kursor akan bergerak jauh di layar PC. Tingkat DPI yang luas berarti mouse itu punya jarak angka yang tinggi, misalnya 250 – 4800 atau 100 – 10.000, baik secara default atau menggunakan perangkat lunak.

Catatan: Untuk permainan FPS, biasanya para gamer menyeting DPI dalam angka rendah, misalnya di kisaran 250 ataupun 400 DPI. Tujuannya adalah agar kursor mudah dikendalikan.

Rekomendasi: Tentu saja, mouse Rexus Titanix TX10 dapat jadi pilihan tepat. Dengan tingkat DPI 100 – 10.000, sensitivitas gerakan mouse dapat diatur sesuai dengan kebutuhan gamer.

rexus titanix tx10

  1. Memiliki fitur Macro

Sebuah mouse macro diperkaya dengan fitur Macro yang berbasis pada perangkat lunak bawaan agar tombolnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan bermain gamer. Misalnya, kita nyaman menembak dengan jempol di samping kiri mouse maka tombol kiri mouse yang berfungsi standar sebagai tombol “next” dan “previous” dapat diubah menjadi tombol menembak.

Catatan: Fitur Macro juga berfungsi untuk mengatur LED dan tingkat DPI. Jika chipset mouse bawaan hanya mempunyai rentang sensitivitas 800 – 3200, maka dengan menggunakan software Macro, bisa diperluas jadi 250 – 4800.

Rekomendasi: Satu lagi mouse yang cocok buat main Point Blank adalah Rexus Titanix TX5. Dengan fitur software macro yang dapat tersimpan di memory on board-nya, TX5 dapat langsung digunakan meski berpindah-pindah komputer tanpa mengubah pengaturan Macro-nya.

rexus titanix tx5

Rexus Xierra X8

Gamer, ada beberapa merek switch mouse yang digemari produsen mouse. Sebut saja salah satunya, Omron. Merek switch asal Jepang yang makin banyak diproduksi di Tiongkok ini memang merupakan salah satu tombol favorit para produsen mouse, seperti Rexus, Logitech, hingga Razer.

Selain merek itu, ada satu merek switch yang saat ini sedang naik daun dan digunakan oleh makin banyak produsen mouse. Merek itu adalah Huano. Seperti namanya, merek switch ini juga berasal dari pabrikan Tiongkok.

Kualitas Ramah, Harga Murah
Dilansir dari beberapa laman forum gawai, seperti reddit.com dan tomshardware.com, Huano memang “pemain baru” di dunia switch. Meski baru, merek switch mouse ini makin disukai produsen peralatan gaming karena murah namun kualitasnya bisa diadu dengan merek lain yang harganya lebih mahal.

Dari informasi harga  yang diperoleh di web jual-beli aliexpress.com, diketahui harga switch ini berkisar antara $0,5 – 5,5 USD per lot atau 10 biji. Variasi harga itu berdasarkan pada tipe switch Huano.

Makin hari, kualitas Huano makin dikenal publik. Bahkan, mouse Zowie dari BenQ disebutkan beralih dari yang semula menggunakan switch Omron ke Huano. Beberapa sumber menduga bahwa langkah Zowie diakibatkan beberapa kasus permasalahan pada switch sebelumnya, sehingga beralih menggunakan Huano, terutama masalah double-click.

Karakteristik dan Tipe
Masih dari laman reddit.com, menurut testimonial dari pengguna mouse dengan switch yang menggunakan switch Huano dan membandingkannya dengan Omron, switch Huano mempunyai karakteristik keras dengan sensasi “tactile” yang terasa. Dengan karakteristik tersebut, switch ini lebih cocok digunakan untuk bermain gim First Person Shooter (FPS).

Dari segi ketahanan, secara umum, Huano mempunyai daya tahan atau lifespan di bawah rata-rata switch Omron. Ketahanan switch Huano rerata berkisar antara 3 – 10 juta kllik, tergantung dari masing-masing tipe. Beberapa sumber mengklaim beberapa tipe switch Huano mempunyai daya tahan hingga 20 juta klik.

Saat ini, Huano memproduksi switch yang dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu:

Foto: huano white point

Huano White Point
Tipe ini merupakan tipe paling sederhana dari merek Huano. Switch ini menggunakan media logam perak pada elemen kontaknya. Switch ini diklaim mempunyai daya tahan sekitar 5 juta klik. Spesifikasinya adalah arus 0,05A, tegangan 30V, dengan DC 70.

Huano Yellow Point
Poin kuning pada switch ini tampak pada titik berwarna kuning yang ada di bagian kotakan atau housing switch, dengan elemen kontak logam silver. Tipe switch ini mempunyai daya tahan hingga 8 juta klik. Spesifikasinya adalah arus 0,05A, tegangan 30V, dengan DC longlife.

Huano Pink Point
Switch Huano pink poin juga dilengkapi dengan elemen kontak berupa logam perak, dengan daya tahan hingga 10 juta klik. Spesifikasinya adalah  arus 0.05A, tegangan 30V, dengan tipe arus DC 7.

Huano Blue Point
Switch Huano poin biru mempunya daya tahan hingga 10 – 20 juta klik, dengan  kontak logam perak.  Spesifikasinya adalah arus 0,05A, tegangan 30V, dengan tipe arus DC longlife.

Mouse Rexus Menggunakan Switch Mouse Ini
Kualitasnya yang makin diakui oleh para produsen mouse terkenal membuat Rexus juga mengadopsikan switch ini pada beberapa produk mouse baru Rexus. Tersebut gaming mouse Rexus Xierra X8, Xierra X9, Xierra X11, Titanix TX5, dan Titanix TX10 menggunakan swich Huano dalam berbagai tipe.

Dilihat dari daya tahan klik-nya, masing-masing mouse tersebut mempunyai perbedaan. Rexus Titanix TX5 mempunyai daya tahan sekitar 10 juta klik, sedangkan Titanix TX10 mempunyai daya tahan lebih tinggi, yaitu hingga 20 juta klik. Sedangkan untuk seri Xierra, Xierra X8 punya lifespan 5juta, X9 5 juta, sedangkan X11 sudah berdaya tahan 10 juta klik.

Foto: Istimewa

Gamers, terutama kalian penggemar gim PUBG, sudahkah dengar kabar terbaru dari PUBG Corporation?

Dilansir dari Steam, PUBG Corporation memberikan pernyataan bahwa setelah melihat kurangnya minat para gamer terhadap Event Pass, maka PUBG menambahkan dua item gratis. Seperti kalian ketahui, PUBG belum lama ini memperkenalkan fitur baru di PC yang diberi nama Event Pass.

Fitur ini menawarkan challenge tambahan dan hadiah eksklusif kepada pemain yang mau membayar. Sayangnya, kehadiran Event Pass PUBG enggak disambut baik oleh banyak penggemar.

Event Pass tersebut diluncurkan bersamaan dengan perilisan map terbaru PUBG, Sanhok. Event Pass yang dijual seharga Rp130.OO0 ini, berlangsung selama empat minggu dan berisi 17 items eksklusif.

Karena mendapat protes dari pemain, PUBG Corporation akan menambah dua item permanen gratis yang bisa didapatkan oleh semua pemain PUBG PC, baik yang membeli maupun yang tidak membeli Event Pass. Peranti tersebut adalah jaket bomber dan masker penutup mulut.

Menurut pihak PUBG, pemberian item gratis ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mencoba item yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya.

Tertarik untuk membuat tokoh PUBG-mu makin keren? Inilah saatnya.

Gamers, sebagai gamer cerdas, rasa ingin tahu kita tentu cukup besar sebelum membeli peralatan gaming yang hendak kita beli. Rasa ingin tahu itu meliputi keingintahuan kita akan jenis dan merek komponen yang dibenamkan dalam mouse gaming.

Seperti kita tahu, dalam sebuah mouse, terdapat berbagai komponen penting yang bakal sangat memengaruhi performa mouse tersebut. Setidaknya, ada dua komponen penting dalam sebuah gaming mouse, yaitu tombol dan sensor.

Sensor berperan penting untuk memetakan gerakan sinar yang masuk ke optik mouse dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal yang dikirimkan ke komputer.

Saat ini, ada empat merek sensor yang paling kerap dibenamkan dalam berbagai merek gaming mouse, yaitu:

rexus titanix tx7

  1. Avago

Merek chipset sensor ini memang sudah mendunia. Avago Technologies adalah perusahaan hardware dan semikonduktor yang berasal dari Singapura yang sudah berdiri sejak 57 tahun yang lampau. Sejak 2016, Avago mengakuisisi perusahaan semikonduktor Amerika,  Broadcom, dan berubah nama menjadi Broadcom Limited yang berkantor pusat di San Jose, California, AS.

Dari beragam produk chipset sensor mouse Avago, Avago 3050 adalah salah satu seri chipset sensor yang paling banyak digunakan oleh produsen gaming mouse, termasuk gaming mouse Rexus seri Titanix. Keunggulan chipset Avago A3050 terletak pada kinerjanya dalam mengomptimalkan fitur macro dengan sensor gaming di dalamnya.

Memang, Avago seri lainnya, termasuk seri yang lebih tinggi seperti Avago 3090 atau Avago 3310 juga mempunyai kinerja yang sama, tetapi harganya jauh di atas seri 3050. Untuk kualitas yang setara dengan harga terjangkau, chipset sensor Avago 3050 jadi pilihan yang ideal.

  1. Pixart

Menyusul eksistensi Avago di dunia chipset sensor, muncullah Pixart. Sensor Pixart merupakan salah satu produk dari PixArt Imaging Inc, sebuah perusahaan sensor CMOS yang berdiri sehak Juli 1998 di Hsin-chu, Taiwan. Seiring waktu, kemampuan chip sensor Pixart makin diperhitungkan, termasuk karena terkenal hemat dalam penggunaan energi sehingga cocok digunakan untuk mouse nirkabel.

Terjangkau bukan berarti tak berkualitas. Buktinya, beberapa produsen gaming mouse kenamaan, membenamkan sensor ini di gaming mouse-nya. Seri Elite Razer yang melegenda sejak 2014 memilih menggunakan sensor Pixart seri PMW-3366 untuk komponen pengindranya.

Begitu pula Pixart seri PMW3389 yang banyak dilekatkan di beberap gaming mouse kelas atas. Rexus pun memilih untuk mencangkok sensor Pixart dalam beberapa produknya, seperti dalam Rexus Xierra RX108.

Rexus xierra g5

  1. Sunplus

Satu lagi produsen chip sensor yang makin dilirik oleh para produsen gaming mouse, yaitu Sunplus. Perusahaan chipset yang berasal dari Taiwan ini mulai mengembangkan teknologinya di daratan Tiongkok sebelum akhirnya berkantor pusat di sana.

Salah satu produk chipset sensor yang terkenal dari produsen ini adalah Sunplus 168A yang dicangkok di beberapa merek gaming mouse entry level. Harga yang terjangkau, produk yang mudah diperoleh, dan jangkauan pasar yang luas menjadi beberapa alasan mengapa Rexus juga menggunakannya dalam beberapa seri mouse gaming-nya.

  1. Philips

Produsen asal negeri kincir angin ini memang sudah terkenal sebagai produsen yang beragam produk semi-konduktor, optik, dan  elektronika. Dalam “dunia” sensor mouse gaming, Philips hadir dalam produk sensor Philips Twin Eye yang fenomenal.

Seperti namanya, sensor Philips Twin menggunakan dua sensor untuk mengenali gerakan vertikal dan horizontal secara independen. Philips Twin Eye juga dilengkapi teknologi Doppler shift untuk mengukur gerakan. Sensor ini dapat sangat detil memetakan permukaan mouse, bahkan dalam gerakan yang sangat pelan sekalipun.

Keempat merek sensor tersebut mendominasi produk-produk mouse gaming saat ini. Dengan karakteristik masing-masing, mana yang kamu pilih?

Baca juga: Mouse Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

 

Foto: Youtube

Gamers, setelah duduk berjam-jam bermain gim, banyak di antara kita yang terbiasa membunyikan sendi-sendi jari-jari tangan dan leher. “Kretek, kretek…” Rasanya lega.

Sekali, dua kali, akhirnya kita terbiasa dengan aktivitas tersebut. Tapi, benarkah kebiasaan membunyikan sendi itu aman bagi kesehatan sendi?

Menurut dr. Yohana Margarita, seperti dilansir dari meetdoctor.com, sendi terdiri atas tulang yang dikelilingi oleh tulang rawan yang halus, yang dilindungi oleh sebuah kapsul yang dilapisi dengan membran sinovial yang menghasilkan cairan. Cairan ini berisi oksigen, nitrogen, dan gas karbondioksida.

Ketika sendi diregangkan, bunyi gemeretak tersebut merupakan hasil dari kapsul sendi yang diregangkan dengan cepat, yang menyebabkan pembentukan dan pelepasan gelembung gas.

Jika dilakukan secara sering, aktivitas tersebut ternyata berbahaya. Setidaknya ada lima efek negatif yang timbul, yaitu:

  1. Berkurangnya sensor gerak.
    Membunyikan persendian bisa mengakibatkan bagian kaki dan tangan sulit diperintahkan oleh otak. Itu terjadi karena perlemahan syaraf di sekitar sendi.
  2. Merapuhkan tulang rawan.
    Menurut Edmund Edelma, ketua German Rheumatologists Association, membunyikan bagian ruas jari dapat merapuhkan, bahkan menghancurkan tulang-tulang rawan di dalam sendi.
  3. Bergesernya bantalan sendi tulang.
    Membunyikan persendian, terutama pada leher dan tulang belakang, dapat menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan syaraf perifer yang keluar dari ruas tulang belakang sehingga akan terjadi pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
  4. Persendian menjadi aus.
    Jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan misalnya 5 menit sekali, maka bisa berpotensi menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan peradangan sendi.
  5. Sobeknya jaringan kantong cairan sinovial.
    Sendi dilapisi kantong yang berisi cairan synovial yang berfungsi meredam gesekan antar tulang. Kebiasaan membunyikan sendi-sendi berpotensi menyebabkan robeknya kantong cairan tersebut sehingga cairan bocor dan terjadi gesekan antar tulang yang sangat menyakitkan.
  6. Berpotensi menyebabkan saraf terjepit.
    Kebiasaan membunyikan sendi tulang leher hendaknya dihindari karena gerakan mendadak dapat menyebabkan saraf di sekitar tulang tersepit sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Baca juga: Cara Sehat A La Gamers

rexus titanix tx7

Gamers, ternyata banyak Sobat Rexus yang belum tahu bahwa tidak semua gaming mouse dilengkapi dengan software yang bisa untuk menyeting program macro. Kemungkinan karena belum membaca spesifikasi produk yang hendak dibeli atau mungkin karena kurang memahami jenis mouse, beberapa konsumen asal membeli mouse.

Hasilnya, saat dicoba, spesifikasi mouse yang dibeli tidak sesuai dengan harapan. Kecewa? Pasti. Tapi, mau bagaimana lagi? Ada gaming mouse yang memang tidak dilengkapi dengan software macro sehingga sama sekali tidak dibisa diotak-atik untuk dijadikan mouse ber-software macro.

Mouse macro Rexus hanya di seri Titanix. Untuk seri lain, seperti Xierra, tidak dilengkapi dengan macro.

rexus titanix tx8Berbeda dengan mouse biasa, mouse “macro” dilengkapi dengan chip pengontrol di dalamnya. Biasanya, chip itu memiliki memori sekitar 128 Kb hingga 1MB. Memori ini berfungsi untuk menyimpan jenis perintah pengaturan.

Untuk memberi perintah tersebut, mouse macro dilengkapi dengan software yang bisa di-download dalam CD driver yang disertakan di kemasan pembelian.

Untuk mengatur chip pengontrol tadi, digunakanlah bahasa pemrograman yang ditanamkan pada chip. Bahasa pemrograman itu sering disebut sebagai “script“.

Saat membeli mouse makro kita akan memeroleh mini CD untuk yang berisi aplikasi untuk menanamkan program pada chip pengontrol, seperti pada Macro Mouse Rexus Titanix-TX3.

Untuk macro mouse tipe Titanix TX7, TX8, TX3, TX2, dan TX 9, kamu bisa mendapatkan software-nya dengan mengunduhnya di rexus.id/dukungan.

Mouse gaming rexus

Berikut tutorial umum menyeting software macro pada gaming mouse Rexus:
1. Unduh atau download software sesuai tipe macro gaming mouse kamu di rexus.id/dukungan.
2. Colokkan mouse kamu ke komputer atau laptop yang hendak kamu gunakan bermain.
3. Buka driver software dan akan muncul penampakan user inferface.
4. Sesuaikan setingan dengan kebutuhan permainan kamu.
5. Setting Left Button, Right Button, dan Middle Button sesuai selera.
6. Setting pula tingkat DPI-nya.
5. Jangan lupa untuk menyeting delay-nya. Untuk permainan Point Blank, banyak pengguna yang menggunakan delay 150ms/ 200ms.

Pengaturan atau setingan itupun kemudian bisa kamu simpan dalam Profile. Dalam software mouse macro Rexus, terdapat 5 pilihan Profile yang masing-masing bisa berupa pengaturan yang kamu sesuaikan dengan tipe permainan yang akan dimainkan, entah untuk Point Blank, DoTA, atau permainan lain.

Jadi, sudah bisa bedakan antara mouse macro Rexus Titanix dengan mouse gaming non macro, kan?

Rexus xierra g4

Gamers, mau tanya nih… Saat kamu berlatih motor, jenis motor apakah yang kamu pilih? Motor standar dengan harga yang relatif terjangkau atau sebuah motor sport yang harganya puluhan juta? Kecuali orang tua kalian adalah seorang saudagar minyak yang tajir melintir, tentu kalian memilih untuk berlatih sepeda motor dengan motor standar.

Alasannya apa? Sederhana, kalian pasti akan merasa sayang jika menggunakan motor yang mahal dan bagus untuk berlatih. Takut jatuh, tergores, atau malah digasak oleh penjahat. Nah, begitu kamu sudah ahli naik motor, kamu pun bisa berganti motor yang lebih bagus dan profesional. Orang tua kamu pun takkan keberatan untuk memberikannya karena percaya bahwa kamu sudah bisa mengendalikan motor dan menghadapi situasi jalanan.

Jangan Beli Kucing dalam Karung
Kasus soal motor itu bisa menjadi analogi kami memilih membeli mouse Rexus seri Xierra G4. Satu prinsip yang selalu kami gunakan saat hendak membeli sebuah barang tentu adalah dengan mempelajari spesifikasinya. Untuk produk yang satu ini, kami pun berselancar di rexus.id.

Apa pentingnya mempelajari spesifikasi produk sebelum membeli? Jelas penting. Sebagai konsumen cerdas, kami tak mau seperti membeli kucing dalam karung, asal beli tanpa jelas asal-usulnya.

Bukan asal karena mouse ini tergolong murah untuk kategori gaming mouse, hanya di kisaran 99 ribu, kemudian kami bisa dengan seenaknya asal beli.

Itu makanya kami dengan detil mempelajari jenis sensor mouse Xierra G4, ada tidaknya software bawaan yang berfungsi untuk mengatur fitur macro, kualitas bahannya, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan informasi secara cepat, kami pun menggunakan fasilitas layanan call center Rexus dengan nomor 0822 1100 8668.Responnya sih lumayan cepat. Yang jelas, dalam satu hari, WA kita pasti dibalas.

Informasi dari membaca spesifikasi maupun bertanya secara langsung melalui WA lumayan menyakinkan kami untuk mencoba membeli mouse seri Xierra G4.

Bentuk Futuristik
Salah satu faktor yang menarik kami untuk membeli Rexus Xierra G4 adalah bentuknya yang futuristik. G4 memiliki bentuk robotik yang tampak sangat maskulin. Warna hitam doff-nya tampak cocok dengan simbol Rexus yang diproduksi dengan cara molding sehingga tak bisa pudar. Simbol itu akan mengeluarkan sinar saat dicolokkan.

Pendaran sinar itu diperoleh berkat dua lampu LED yang ada dalam tubuh mouse. Satu LED tambahan di sebelah depan akan menyinari posisi scroll yang terbuat dari plastik bening sehingga menampakkan sinar yang keren.

Tentu saja, gaming mouse ini sudah menggunakan sensor optik dengan memanfaatkan pantulan infra merah. Meski digolongkan dalam mouse entry level, G4 tak bisa digolongkan dalam mouse “sekedarnya”.

Alasannya, “daleman” keyboard ini menggunakan PCB papan dengan material dan sambungan solder yang paten. Tombol scroll-nya pun dilapisi dengan karet anti slip yang nyaman digunakan.

Yang agak unik, keyboard ini mempunyai berat yang lumayan berat, yaitu sekitar 115 gram. Berat itu diperoleh dari tambahan plat besi yang ditempelkan di dalam batok mouse-nya.

Tujuannya adalah untuk membuat sensasi genggaman jadi lebih mantap. Saat digunakan bermain, berat mouse seolah jadi penyeimbang saat melakukan manuver cepat.

Fitur Standar, Bermodalkan DPI
Soal fitur yang ditawarkan, jujur, fitur mouse ini sih biasa saja. Tak ada fitur istimewa yang ditawarkan. Yang kami maksud dengan fitur istimewa dalam sebuah mouse tentu saja fitur yang diperoleh dari script yang diolah di chipset, seperti fitur macro.

Rexus xierra g4

Ingat, mouse ini tidak disertai software macro yang bisa di-setting secara manual seperti yang ada di dalam gaming mouse seri Titanix. Jadi, jika kalian membeli mouse ini, jangan kemudian mengharapkan settingan macro ya.

Meski tidak dilengkapi fitur macro, mouse ini sudah dilengkapi tombol pengatur DPI. Menurut spesifikasi yang ada, settingan DPI mouse ini adalah 800/1200/1600/2400.

Semakin tinggi angka DPI, semakin sensitif gerakan kursor kamu. Buat para penggemar game Point Blank, settingan DPI rendah justru membuat bidikan jadi lebih tepat dan mudah.

Bagaimana cara menyeting DPI di G4? Sangat mudah, kamu tinggal menekan tombol di tengah mouse. Satu kali, berarti yang kamu pakai adalah 800, dua kali berarti 1200, dan selanjutnya. Sensitivitas mouse ini juga ditentukan oleh kemampuannya menghantarkan sinyal dari chipset ke komputer hingga 4000 per detik dengan kecepatan reaksi hingga 2 mikro detik.

Bagaimana dengan fungsi kedua tombol di sebelah kiri mouse? Tombol itu bersifat opsional. Artinya, dapat digunakan ataupun tidak. Untuk fungsi browsing di komputer, kedua tombol itu dapat berguna untuk klik “Next” ataupun klik “Back”.

Kesimpulannya?
Nah, dari pengalaman kami menggunakan G4, kami menyimpulkan bahwa membeli mouse harus disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, kami membutuhkan mouse yang dapat kami ajak untuk berlatih gaming. Artinya apa? Mouse yang bisa dioprek sesuka hati tanpa rasa takut rusak. Untuk nge-game harian, menurut kami, mouse ini sudah cukup.

Tapi, jika kamu membutuhkan mouse dengan fitur yang lebih lengkap, kamu bisa memilih menggunakan seri mouse advance, yaitu seri Titanix. Kualitasnya berbeda dan harganya pun tentu berbeda. Tapi, kami yakin, kalian selalu sadar akan ungkapan, “Ada uang, ada rupa….”

Jadi, jangan tanya lagi, kenapa G4 tidak punya fitur macro. Itu sama dengan saat kalian membeli sebuah mobil Avanza, kemudian bertanya, “Kenapa kok mobil yang saya beli tidak dilengkapi VNT Turbo seperti yang ada di Fortuner?” Setuju?

Gamers, kini gaming atau bermain game tidak bisa lagi dipandang hanya sebatas hobi atau salah satu sarana stress release. Gaming berkembang menjadi industri besar yang menjanjikan pemasukan yang luar biasa besar, baik bagi pemain, sponsor, produser game, atau penyedia layanan internet.

Coba bayangkan! Berdasar survey yang dilakukan oleh newzoo.com, pada 2013 kejuaraan dunia League of Legend berhasil menyedot penonton hingga 32 juta orang. Luar biasanya, pada 2014, kejuaraan gaming ini berhasil dipelototi oleh lebih dari 205 juta penonton!

Pada 2016, angka itu naik lagi jadi 292 juta orang. Dan, diprediksi pada 2019, sekitar 427 juta orang bakal menyaksikan pertandingan gaming. Artinya, itu berarti hampir dua kali jumlah penduduk Indonesia menonton tayangan gaming online. Gila, bukan?

Ada gula ada semut. Semakin banyak perhatian massa yang tersedot, semakin banyak uang yang mengalir ke industri ini. Milyaran Dollar AS lalu lalang di ceruk pertandingan esport. Sebagai contoh, pada Juli 2014, lebih dari 11.000 fans menonton pertandingan esports yang digelar di stadium basket Seattle Arena.

Pertandingan itu menawarkan hadiah fantastis, yaitu 11 Milyar Dollar atau sekitar 14,3 trilyun. Jumlah itu jauh di atas bujet kejuaraan golf USPGA Championship yang saat ini terkenal menawarkan uang yang sangat besar. Bahkan, tak tanggung-tanggung, raksasa media Amerika, ESPN, menyiarkannya secara live.

Polemik E-sport
Seiring berkembangnya industri gemerlap uang itu, gaming pun kemudian mulai digolongkan dalam salah satu cabang olahraga yang disebut sebagai e-sport, elektronik sport atau olahraga elektronik. Tentu hal ini menjadi perbincangan yang cukup menarik. Ada yang pro, namun banyak pula yang kontra.

Mengapa? Dalam pengertian konvensional, olahraga identik dengan sebuah aktivitas fisik yang dilakukan secara intensif, ritmik, berkesinambungan, serta bertujuan untuk meningkatkan sistem kardiovaskuler, kekuatan otot, dan sistem koordinasi tubuh. Gampangnya, berolahraga itu identik dengan berkeringat. Kamu pun pasti akan berpikir seperti itu.

Tapi, jika ditelusuri lebih lanjut secara terbuka, ternyata gaming memang bisa dikategorikan sebagai salah satu cabang olahraga. Secara mudah, kamu bisa membandingkannya dengan olahraga catur yang hingga saat ini pun sudah dan tetap diakui sebagai salah satu cabang olahraga.

Agar lebih mudah dimengerti, yuk kita bandingkan antara esport dengan olahraga konvensional berdasarkan komponen-komponennnya. Secara garis besar ada tiga komponen utama dalam olahraga, yaitu Strategi, Kebugaran (Fitness), dan Koordinasi tubuh.

1. Strategi
Olahraga konvensional: Hampir semua olahraga membutuhkan strategi, apalagi olahraga pertandingan dan olahraga tim. Bahkan, olahraga personal seperti joging ataupun renang pun membutuhkan strategi.

Esport: Semua game membutuhkan strategi. Bahkan beberapa game seperti League of Legends dan StarCraft termasuk mempunyai tingkat kesulitan tinggi sehingga membutuhkan kemampuan strategis yang bagus dari pemainnya. Menurut beberapa peneliti, game bahkan membutuhkan strategi lebih kompleks daripada catur.

2.  Kebugaran
Olahraga konvensional: Tentu, kebugaran adalah kunci dari semua olahraga. Kebugaran berperan langsung pada stamina sehingga seorang atlet bisa melakukan gerakan olahraga secara benar dan tepat.

Esport: Memang, seorang atlet esport profesional tak harus mempunyai kebugaran sekelas Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Tapi, kebugaran fisik juga menjadi kunci dalam esport. Seorang atlet esport profesional dituntut untuk kuat duduk di depan komputer selama sekitar 14 jam sehari.  Itu hanya bisa diperoleh dari makanan bernutrisi tinggi dan olahraga teratur, layaknya atlet olahraga konvensional.

3.  Koordinasi tubuh
Olahraga konvensional: Kecepatan dan reaksi tubuh saat berolahraga dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan. Koordinasi itu meliputi reaksi mata melihat obyek, ketepatan menghindar, dan kemampuan memetakan ruang. Itu hanya bisa diperoleh dari latihan secara teratur dan terus menerus. Sebagai contoh, untuk melakukan servis dengan kecepatan lebih dari 140 km/jam, seorang Serena Williams harus bereaksi kurang dari setengah detik.

Esport: Buat para gamers, koordinasi tubuh juga sangat penting. Mereka harus punya refleks dan kemampuan berpikir yang sangat cepat. Seorang gamer profesional dapat melakukan 300 aksi per menit, baik dalam kelompok maupun saat beraksi sendiri. Studi membuktikan kemampuan refleks seorang gamer lebih baik daripada orang kebanyakan.

Pantaskah Digolongkan Sebagai Cabang Olahraga?
Michal Blicharz, seorang mantan atlet judo timnas Polandia, setuju esport digolongkan sebagai salah satu cabang olahraga. Menurutnya, olahraga tak bisa dinilai dari seberapa banyak keringat yang mengucur, tapi dari ketiga komponen olahraga di atas. Jika ketiga komponen tersebut sudah terpenuhi, maka suatu aktivitas dapat digolongkan sebagai olahraga.

Blicharz mengatakan bahwa esport membutuhkan ketahanan fisik yang hanya diperoleh dari latihan fisik secara teratur, di samping latihan game yang bisanya menghabiskan waktu sekitar 2 – 7 jam per hari. Sam Mathews, mantan atlet esport yang kini menjadi pendiri Fnatic, mengatakan bahwa agar secara khusus bisa menembak target secara tepat, kita harus latihan berjam-jam tiap hari.

Latihan fisik bagi atlet esport dapat dilakukan dengan latihan kardiovaskuler, seperti joging, berenang, atau HIIT (High Intensity Interval Training). Selain itu, atlet esport juga harus mendapatkan asupan makanan bernutrisi tinggi.

So, sudah mantapkah kamu jadi atlet esport?

 

 

Gamers, saat bermain game, otomatis kita akan duduk berlama-lama di kursi. Tak hanya satu atau dua jam, kita bahkan bisa duduk hingga belasan jam.

Tak ayal, tubuh berada dalam posisi duduk dan diam dalam satu posisi untuk waktu yang lama. Kebiasaan inilah yang digolongkan dalam gaya hidup sedentary.

Gaya hidup sedentary adalah gaya hidup atau kebisaan berdiam diri dalam waktu lama, tanpa melakukan aktivitas fisik yang membakar kalori.

Tak hanya bermain game, gaya hidup sedentary juga dialami oleh para pekerja kantoran yang tiap hari harus bekerja selama 8 – 12 jam dengan duduk di depan komputer.

Bahaya Gaya Hidup Sedentary
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa saat Anda duduk dalam waktu yang lama maka yang terjadi adalah aktivitas otot akan berhenti, proses pembakaran kalori turun menjadi hanya 1 kcal per menit, dan enzim yang membantu membakar lemak berkurang.

Hasilnya, tubuh kamu bakal menumpuk lemak di dalam tubuh. Tak hanya buat orang yang sudah berumur, gaya hidup seperti ini juga bakal dialami oleh kita yang berusia muda.

Bisa dibayangkan, setelah kita makan satu porsi masakan Padang dengan lauk rendang, kemudian kita berdiam diri dengan bermain game, maka kalori hasil pemrosesan nasi Padang tersebut takkan terbakar sempurna dan akhirnya menumpuk.

Tak mau hal itu terjadi pada kamu? Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan.

1. Minum air putih yang banyak.

Meski sedang bermain game, jangan lupa untuk selalu minum air putih. Jangan tunggu saat merasa haus. Air putih terbukti membantu membakar kalori karena berperan meningkatkan proses metabolisme tubuh.

2. Lakukan gerakan tubuh saat duduk.

Kegiatan duduk dan bekerja di meja kerja sebenarnya bukan tidak membakar kalori sama sekali. Tapi, jumlah kalori yang dibakar relatif kecil, hanya 10 kcal per jam. Kamu bisa memperbesar jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh bila Anda melakukan peregangan ringan setiap satu jam, yang akan membakar 126 kcal per jam.

3. Hindari mengemil.

Hindari kebiasaan mengemil makanan berkalori tinggi seperti gorengan, keripik kentang, atau camilan berlemak. Kebiasaan tersebut bakal akan menambah berat badan kamu.

4. Tetap rutin berolahraga.

Meski digolongkan sebagai e-sport, bukan lantas dengan bermain game kamu kemudian mengesampingkan olahraga. Sempatkan untuk berolahraga seminggu 2 – 3 kali. Selain akan membakar kalori, olahraga akan meningkatkan stamina kamu saat bermain game.

5. Kurangi makanan berlemak.

Karena aktivitas bermain game tidak membutuhkan kalori dalam jumlah besar, sebaiknya kurangi makanan berlemak dan tinggi karbohidrat. Asupan nutrisi kedua jenis makanan tersebut hanya akan menumpuk jadi lemak dalam tubuh.

Gamers, saat ini bermain game tak bisa dikategorikan sebagai pelampiasan hobi semata. Jauh lebih dari itu, bermain game menjadi salah satu karier profesional. Itu dikarenakan gaming mulai dikategorikan dalam cabang olahraga resmi dengan nama e-sport.

Makin banyak pertandingan game yang digelar dengan menawarkan hadiah milyaran Rupiah. Pemainnya pun disebut sebagai atlet e-sport. Hadiah menggiurkan dan dukungan dari sponsorial yang sangat kencang membuat banyak gamers yang mulai menekuni cabang olahraga ini secara serius.

Apakah hanya dengan jago bermain game kamu lantas bisa jadi atlet e-sport? Belum tentu. Dilansir dari detik.com, menurut Presiden serta Pendiri Asosiasi eSport Indonesia, Eddy Lim, untuk menjadi atlet eSport tak melulu jago bermain game. Ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh para gamers yang ingin menjadi atlet e-sport.

Menurut Eddy Lim, ada dua syarat lain yang perlu dipenuhi oleh atlet e-sport, yakni tubuh yang sehat dan otak cerdas. Tubuh yang sehat hanya bisa diperoleh dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Jangan mentang-mentang ingin menjadi atlet e-sport terus bermain game berjam-jam sepanjang hari tanpa menghiraukan faktor kesehatan. Itu salah.

Porsi berlatih game justru jangan terlalu terforsir. Perbanyak waktu untuk olahraga fisik karena daya tahan dan kestabilan konstentrasi sangat tergantung pada kondisi tubuh. Olahraga seperti berenang, joging, atau olahraga kardiovaskuler adalah pilihan olahraga yang tepat.

Faktor kedua adalah atlet e-sport harus cerdas. Menurut Eddy, e-sport mengadu strategi dan logika. Makanya, biasanya atlet e-sport berlatar belakang mereka yang suka akan pelajaran eksak seperti matematika atau fisika. Mengapa? Belajar ilmu pasti diklaim lebih efektif menstimulus otak agar berpikir secara logis dan tepat.

Selain menjanjikan hadiah yang menggiurkan, profesi atlet e-sport tetap dapat berkiprah di dunia gaming. Banyak pemain veteran e-sport banyak yang menjadi announcer pertandingan, pelatih, atau pebisnis peranti gaming.

Portfolio Items