Posts

Foto : REXUS BT5

Gamer, penasarankah berapa lama  headset Bluetooth atau produk yang menggunakan baterai tanam lainnya harus di-charge untuk pertama kali? Pertanyaan tersebut tentu berlaku ngga hanya buat headset Bluetooth, mouse nirkabel, speaker Bluetooth, ataupun peralatan lain yang menggunakan baterai tanam.

Banyak yang menganjurkan sebelum digunakan pertama kali, peralatan elektronik yang menggunakan baterai tanam atau  built in battery diharuskan untuk diisi ulang dulu dayanya. Tujuannya agar baterai dapat awet dan bekerja menyimpan daya secara optimal.

Memang, saat pertama kali dibuka dari kemasannya, produk elektronik tersebut sudah diisi baterainya, tapi belum dalam kondisi penuh. Pengisian sebagian itu bertujuan agar produk dapat dicoba dan tentu saja, karena faktor keamanan, yaitu untuk menghindari baterai meledak kelebihan daya saat pengiriman.

Nah, untuk itu produk yang habis di-unboxing harus diisi lagi daya baterainya ya, Gaess. Berapa lama? Yuk, kita pelajari untuk tahu jawabannya.

Baterai Lithium VS NimH

Hingga saat ini, ada dua macam jenis baterai tanam yang kerap digunakan di produk elektronik kecil, seperti headset nirkabel, mouse nirkabel, ponsel, laptop, atau produk lainnya. Dua jenis baterai tersebut adalah jenis Lithium ion (Li-ion) atau Lithium Polymer (Li-poly) dan jenis NiMH (Nikel-Metal Hydride). Dua-duanya dinamai berdasar bahan pembuatnya. Jenis baterai Li-ion atau Li-poly banyak kita temukan sekarang karena merupakan penerus dari baterai NiMH yang sudah jadul.

Baterai jenis NiMH mempunyai perawatan khusus. Dulu, pengguna baterai jenis ini wajib mengosongkan dulu sisa daya yang ada di dalam baterai sebelum diisi untuk pertama kali. Pengisiannya pun harus selama sekitar 8 jam. Itu karena baterai jenis NiMH mempunyai memory effect yang akan menyimpan kapasitas pertama yang masuk ke dalam baterai tersebut.

Saat ini, baterai jenis NiMH sudah mulai tergusur oleh penerusnya, baterai Li-ion yang menggunakan bahan sejenis lithium yang dibungkus dalam polymer. Baterai ini diklaim lebih moderen teknologinya. Salah satu keunggulannya, Li-ion tidak lagi ada memory effect seperti yang biasa terjadi di baterai type Ni-MH. Hampir semua produk elektronik saat ini menggunakan baterai kering jenis Li-ion.

Rexus Travello BT121

Perlu Tidak Perlu

Dengan perkembangan teknologi baterai tersebut, maka sebenarnya baterai saat ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengisi daya untuk pertama kalinya. Biasanya, beberapa buku petunjuk  produk menganjurkan untuk mengisi daya sampai penuh saja.

Pengisian pertama kali untuk baterai Li-ion atau Li-poly tidak harus sampai 8 jam. Tapi, tipe baterai ini justru tidak dianjurkan dalam keadaan kosong sama sekali karena bisa mempengaruhi umur cycling baterai yang akan menjadi lebih pendek.

Meski tidak perlu di-charge hingga berjam-jam, tapi kalian perlu ingat bahwa tiap produk mempunyai karakteristik masing-masing. Karenanya, biasakan untuk selalu membaca buku panduannya untuk mengetahui kapasitas baterai dan berapa lama pengisian daya untuk pertama kali.

Ada beberapa produk yang walaupun menggunakan baterai jenis Li-Ion tetap dianjurkan untuk diisi dayanya selama 4 jam untuk pertama kali. Bahkan, untuk produk dengan baterai tanam dengan kapasitas besar, seperti laptop, produsen menganjurkan untuk tetap mengisi daya pertama kali selama sekitar 8 jam.

 

 

 

Kendala yang kerap dialami oleh pengguna headset dengan konektor Bluetooth  adalah headset tidak terkoneksi ke HP atau ponsel. Jika sudah tersambung, Bluetooth tiba-tiba putus. Biar ngga bingung, coba 11 cara mengoneksikan headset dengan ponsel.

1. Pastikan fitur Bluetooth pada perangkat-perangkat yang ingin disambungkan menyala. Pada ponsel, akan muncul logo Bluetooth, sedangkan pada headset Rexus, misalnya, akan muncul notifikasi khusus.

2. Ikuti proses pairing yang diminta oleh sistem komputer. Sebagai contoh, beberapa sistem meminta kode atau password agar bisa tersambung dengan gadget. Tapi, ada pula yang hanya meminta untuk meng-klik tombol dan kedua perangkat langsung tersambung.

3. Nyalakan “discoverable mode” pada perangkat sehingga secara otomatis perangkat tersebut akan mencari perangkat berkoneksi Bluetooth yang ada di sekitarnya.

4. Jika Bluetooth belum juga aktif, reset perangkat. Cara termudah adalah dengan mematikan kemudian menghidupkan kembali perangkat tersebut. Buat ponsel, untuk mereset-nya, kalian bisa mengaktifkan mode pesawat kemudian mematikannya kembali.

 

5. Matikan perangkat Bluetooth lain yang ada di sekitar untuk mempermudah pencarian dan penyambungan perangkat Bluetooth yang ingin disambung dengan sebuah perangkat.

6. Pastikan kedua perangkat yang ingin disambungkan dengan Bluetooth berada dalam kondisi daya baterai yang cukup. Bluetooth takkan tersambung jika salah satu perangkat yang ingin disambungkan lemah daya baterainya.

7. Jika ponsel kamu mendapat konfirmasi adanya perangkaT Bluetooth tapi tetap tidak mau menerima (receiving) atau mengirim (sending) data atau lagu dari/ke perangkat tersebut, hapus nama perangkat tersebut. Cara ini berfungsi untuk menyegarkan sistem. Dalam sistem iOS, kamu bisa meng-klik nama perangkat dan “Forget This Device”. Di pengaturan Android, klik nama perangkat dan kemudian “Unpair”.

8. Unduh driver perangkat yang ingin disambungkan dengan ponselmu. Perbarui firmware perangkat. Beberapa perangkat belum mendukung Bluetooth versi terbaru sehingga perlu diperbarui.

9. Batasi pengiriman data antar perangkat. Untuk perangkat Android, masuk ke Settings > Bluetooth dan pilih Device. Jika ada pilihan, batas pengiriman data, maka akan muncul notifikasi. Untuk Windows, masuk ke Control Panel > Hardware and Sound > Devices and Printers dan klik kanan pada perangkat Bluetooth.

10. Untuk perangkat Android, bersihkan Bluetooth cache secara teratur karena beberapa aplikasi akan mengganggu operasional Bluetooth. Caranya, masuk ke Settings > Backup and restart > Reset network settings.

11. Khusus untuk produk Rexus Bluetooth Headset Thundervox FX1, kalian memang harus menekan tombol >II selama 10 detik hingga muncul warna kelap kelip lampu biru dan merah sebagai tanda headset siap dikoneksikan dengan perangkat.

Gamers, ada beberapa hal penting yang menentukan kualitas gaming headset. Sebenarnya, kualitas tersebut dapat dilihat dalam spesifikasi produk elektronika pasti dituliskan agar memudahkan pengguna mengetahui karakteristik dan kualitas produk yang hendak dibelinya.

Buat kalian yang tidak terlalu paham dengan istilah teknis untuk sebuah gaming headset, jangan kuatir. Berikut beberapa istilah mudah yang bisa dan wajib kamu ketahui sebelum membeli headset.

1. Range frekuensi

Kemampuan driver headset untuk menangkap frekuensi, baik rendah maupun tinggi. Biasanya, gaming headset mempunyai range frekuensi 20Hz – 20.000HZ. Artinya, headset itu bisa menangkap suara rendah (bas) di kisaran frekuensi 20Hz dan suara tinggi (trebel) di 20 ribu Hertz. Untuk audio headset berkelas biasanya mempunyai range 16 – 20.000Hz. Bahkan, ada yang memiliki range 15 – 20.000Hz, yang dibanderol dengan harga relatif mahal.

2. Sensitivitas speaker

Ini merupakan ukuran sensitivitas driver pada headset untuk mengenali sinyal elektronik yang berguna untuk menggetarkan membran di dalamnya. Biasanya, sensitivitas ini diukur berdasarkan ukuran desibel (dB). Semakin tinggi nilai desibel-nya, semakin sensitif headset. Gaming headset Rexus seri Thundervox mempunyai sensitivitas hingga 120 dB.

3. Sensitivitas mikrofon

Perbedaan headphone dengan headset adalah mikrofon. Headset mempunyai microphone yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antar pemain saat bermain gim online. Secara mudah, carilah headset dengan nilai sensitivitas tinggi. Itu bisa dilihat dari angka ukuran sensitivitas yang diukur dengan desibel (dB). Secara lebih lengkap, selain sensitivitas, kalian juga perlu mempertimbangkan mengenai keseimbangan antara level noiseclipping point, dan distorsi.

Headset dengan mikrofon yang dilengkapi fitur omni-directional microphone, seperti Rexus Thundervox f35 atau Vonix F22, biasanya mempunyai angka sensitivitas tinggi karena dimampukan untuk menerima suara dari berbagai sumber.

4. Impedansi

Dalam mekanisme sebuah driver, terdapat magnet yang dilengkapi resistor untuk menghambat arus listrik mikro yang masuk ke dalamnya. Itu diukur menggunakan ukuran Ohm (?). Semakin rendah nilai Ohm-nya, semakin besar arus listrik mikro yang mengalir ke magnet driver dan kemampuan volume headset pun makin kencang. Untuk headset gaming, rata-rata impedansinya berada di kisaran 32 Ohm.

5. Diameter speaker

Yang dimaksud diameter di sini adalah ukuran lingkar driver speaker, bukan ukuran dome earpad. Semakin lebar diameter speaker-nya, biasanya suara yang dihasilkan juga makin luas. Rata-rata gaming headset dilengkapi dengan speaker berdiameter 50mm, seperti produk Rexus Vonix F19, Thundervox F35, Thundervox HX1, ataupun Thundervox HX2.

6. Earcup

Jangan sepelekan soal busa bundar ini ya, Gaess. Ngga cuma untuk membuat kuping nyaman, earcup atau bantalan busa telinga juga berfungsi penting sebagai pembentuk suara dan peredam bising dari luar. Jadi, suara yang dihasilkan oleh headset membutuhkan ruang resonansi agar produksi suara terbentuk dengan sempurna. Nahearcup tersebut berfungsi sebagai “ruang resonansi” itu. Earcup juga berfungsi sebagai passive noise reduction system atau peredam bising berteknologi pasif yang akan menghambat suara dari luar masuk ke dalam kuping saat kamu mendengarkan musik atau bermain game.

 

Foto: Facebook.com/PUBGLITE.ID.OFFICIAL

Dari akun Facebook resmi PUBG Lite diumumkan bahwa mulai Februari 2019, mereka membuka versi PUBG Lite versi beta di Indonesia. Hal itu dilakukan setelah mereka sukses mengeluarkan versi ini di Thailand.

Hal ini tentu berita menarik buat kita nih. Kenapa? Ya berarti game ini bisa dimainkan di PC ataupun di perangkat ponsel dengan spesifikasi sedang-sedang saja alias “kelas kentang”.

Yang lebih menarik adalah pada versi beta test ini tidak ada reset akun. Jadi kalian yang baru saja bermain dan telah mendapatkan beberapa item kosmetik kemungkinan tidak akan di-reset setelah tahap beta test berakhir.

Ngga hanya itu, PUBG berbaik hati dengan membebaskan para fans-nya untuk bermain di versi Lite ini tanpa harus membeli game-nya terlebih dahulu alias gratis. Kalau sudah gratis, tentu makin banyak penggemar permainan Winner Winner Chicken Dinner ini.

PUBG versi Lite ini juga menawarkan pengalaman yang tak jauh berbeda dengan PUBG versi Steam hanya saja tidak membutuhkan spesifikasi yang begitu tinggi untuk memainkannya. Saat ini, PUBG Lite baru tersedia dalam mode Solo, Duo dan Squad serta map Enrangel.

Dengan versi ini, PUBG bakal makin merakyat dan bisa dimainkan oleh siapapun. Biar makin GG, kalian bisa main menggunakan headset Bluetooth Rexus S3 Pro yang bisa dikoneksikan di HP kalian. Suaranya bakal membuat kalian merasa seakan berada di tengah-tengah battleground!

Gamers, kalian pasti setuju jika saat ini makin banyak gamer yang memanfaatkan ponselnya sebagai sarana bermain game alias mobile gaming. Bahkan, para gamer yang dulunya fanatik bermain game di PC pun sekarang mulai bermain mobile gaming sebagai selingan.

Selain karena lebih praktis, bermain mobile gaming memang relatif lebih murah. Kalian tidak perlu PC set berkemampuan hebat agar bisa bermain. Kalian cukup perlu ponsel pintar dan tentu saja… kuota. Jangan lupa, selalu gunakan headset acara bermain kalian makin menyenangkan.

Foto: Rexus S3 Pro

Headset Nirkabel dan Kabel

Pada dasarnya, terdapat dua metode utama koneksi headset ke HP, yaitu tanpa kabel (wireless) dan dengan kabel (wired). Saat ini, hampir semua headset wireless menggunakan teknologi koneksi Bluetooth yang sudah ada sejak era 90an.

Masalahnya, meski praktis, transfer data yang cepat dan besar melalui Bluetooth tidak bisa serta merta lancar begitu saja. Karena memanfaatkan frekuensi radio 2,4GHz, banyak kendala yang sering muncul saat transfer. Salah satu kendala itu adalah delay atau delaying. Jadi, terjadi ketidaksinkronan antara suara dengan gambar sehingga suara terdengar telat, tidak realtime.

Kendala tersebut tentu saja mulai bisa diatasi melalui teknologi yang lebih canggih dan mutakhir, seperti penggunan Bluetooth APTX dan APTX HD. Tapi, perangkat yang menggunakan teknologi tersebut masih sangatlah jarang dan mahal.

Dalam kondisi seperti ini, kita mau tak mau kembali ke teknologi yang lebih kuno, yaitu penggunaan kabel sebagai media transfer data. Kabel yang berkomponenkan tembaga adalah konduktor terbaik untuk menjadi media sinyal elektrik. Transfer sinyal pun akan sangat cepat dan stabil, tanpa gangguan layaknya saat menggunakan media frekuensi radio.

Foto: Rexus HX10

Koneksi Kabel Headset ke HP
Dengan alasan kestabilan transfer data, banyak headset gaming yang tetap setia menggunakan kabel. Semula, banyak yang beranggapan bahwa dengan headset yang menggunakan kabel itu khusus disambungkan dengan PC. Anggapan itu salah!

Headset berkabel juga bisa disambungkan dengan HP. Sistem plug and play, memungkinkan headset langsung dapat dikenali oleh operating sistem di HP dan langsung bisa digunakan. Penggunaan kabel itu disertai dengan penggunaan konektor di ujungnya. Secara umum, sebuah  gaming headset dilengkapi dengan 3 macam konektor, yaitu:

  1. Konektor USB
    Dalam gaming headset, konektor USB ini berfungsi untuk menyalurkan daya listrik yang akan menyalakan LED pada headset. Di beberapa headset, terutama keluaran baru, konektor USB digunakan sebagai satu-satunya konektor yang bisa untuk menyalurkan listrik, sinyal suara untuk speaker, dan suara dari mikrofon sekaligus.
  2. Jack 3,5mm Stereo
    Colokan ini biasanya berwarna hijau mudah. Disebut jack 3,5mm stereo karena berfungsi untuk menyalurkan suara ke speaker kanan dan kiri.
  3. Jack 3.5mm Mikrofon
    Colokan ini biasa berwarna merah muda atau pink. Colokan ini akan menyalurkan suara dari mikrofon headset ke komputer atau ponsel.

Tiga colokan itu adalah standar konektor yang biasa terdapat pada headset gaming. Namun, ada beberapa kombinasi yang mulai banyak digunakan oleh headset gaming. Tujuannya adalah agar lebih mudah digunakan di HP. Ada dua kombinasi, yaitu:

  • Single USB

Penggunaan single USB untuk koneksi gaming headset banyak didominasi oleh headset premium. Dalam sistem ini, hanya ada satu USB sebagai konektor yang berperan untuk sebagai sumber daya LED headset, konektor suara dan mikrofon sekaligus.

  • Single Jack 3,5mm

Headset ini mempunyai satu jack 3,5mm dan satu USB. Satu jack 3,5mm tersebut dapat digunakan sebagai mikrofon dan stereo sekaligus.

Cara Mengoneksikan Headset Kabel ke HP
Di atas sudah disebutkan bahwa headset gaming dengan kabel dapat dikoneksikan ke HP. Sebenarnya, caranya sangat mudah. Kamu hanya butuh tambahan converter. Masalahnya, tidak semua converter dapat digunakan untuk masing-masing konektor di headset. Yuk, kita pelajari caranya.

Untuk konektor USB + Jack 3,5mm mikrofon + Jack 3,5mm stereo?
Untuk konektor headset ini, kamu butuh dua conveter saat ingin menyambungkan dengan HP.

1. Converter USB OTG
USB On The Go adalah converter dari konektor 2.0 headset ke USB Micro/Type C/Lightning di HP. Dengan mencolokkannya ke HP maka lampu headset dapat menyala.

Tips!
Agar lebih irit baterai HP dan ngga perlu beli USB OTG, kamu bisa mencolokkan USB punya headset ke powerbank sementara kamu bermain di HP.

2. Converter Suara Sekat Tiga
Karena port 3,5mm di HP hanya satu lubang, maka kamu butuh converter yang bisa sekaligus menyalurkan sinyal stereo sekaligus suara mikrofon. Converter itu colokannya punya sekat tiga.

Tips!
Jangan sampai salah yang dua sekat karena itu hanya untuk stereo, suara kanan dan kiri.

Untuk Konektor Single USB?
Kamu hanya butuh convert USB OTG Micro/Type C/Lightning.

Tips!
Pastikan HP kamu support USB OTG ya.

Untuk konektor Single Jack 3,5mm dan Single USB?
Kamu hanya butuh convert USB OTG Micro/Type C/Lightning. Ngga perlu converter 3,5mm karena single jack 3,5mm dapat langsung kamu colokkan ke port 3.5mm.

Rexus Thundervox FX1

Gamers, beberapa dari kalian tentu sudah tahu produk headset Bluetooth Rexus Thundervox FX1. Produk ini memang punya desain yang khas, berbeda dengan produk headset lainnya. Desainnya yang modern disesuaikan dengan bentuk earcup oval bertipe over-ear yang melingkupi telinga secara sempurna.

Rexus FX1 dilengkapi dengan dual konektivitas, yaitu dengan menggunakan kabel AUX 3,5mm dan koneksi nirkabel berteknologikan Bluetooth. Dengan dua mode konektivitas tersebut, headset ini sangat pas digunakan untuk bermain mobile gaming dan mengakses multimedia di manapun dan kapanpun. Sangat praktis.

Keunikan #1 : Koneksi Bluetooth

Bluetooth headset ini berteknologi Bluetooth versi 4.2 yang lebih irit energi dibanding versi sebelumnya. Untuk mengoneksikannya, ada cara khusus loh. Caranya adalah dengan menekan tombol >II selama 10 detik sampai lampu indikator berwarna biru dan merah berkedip secara bergantian. Pokoknya lampu merah dan biru harus sampai berkedip-kedip agar bisa pairing ke gadget kamu. Catat ya, Guys!

Keunikan #2 : Lampu LED

Headset ini menarik karena mempunyai lampu LED berwarna biru yang akan menyala saat disambungkan ke komputer. Tapi, buat kalian yang justru tidak suka dengan kehadiran lampu tersebut, atau kalian yang ingin mematikan lampu itu agar lebih irit baterai, maka kalian tinggal menekan tombol berlogo lampu yang disilang di deretan panel kontrol yang ada di speaker headset sebelah kiri.

Keunikan #3 : Switch I – N

Selain itu ada fitur unik lain yang jarang dimiliki oleh headset lain. Fitur itu adalah switch I – N yang terdapat pada panel kontrol kabel AUX. Yuk, kita jelasin fungsinya.

I dan N itu sebenarnya merupakan singkatan dari “I” untuk Iphone dan “N” untuk Nokia. Jadi, ada dua standar internasional yang membedakan titik konduktor jack 3,5mm. Standar itu adalah standar Amerika atau American Headset Jack (AHJ) dan standar non Amerika atau Open Mobile Terminal Platform (OMTP). I atau Iphone menggunakan standar Amerika, tentunya. Sedangkan, N atau Nokia menggunakan standar OMTP atau sering disebut platform terbuka.

Dijelaskan secara mudah, perbedaan keduanya terdapat pada titik konduktor ground atau (-) dan mikrofon pada jack. Jika pada standar OMTP, letak ground (-) berada di pangkal colokan dan titik mikrofon berada di titik di atasnya, maka pada standar Amerika, justru titik mikrofon yang berada di pangkal colokan.

Apa risikonya jika menggunakan kabel AUX tanpa dipindah sesuai standarnya? Ada beberapa headset hanya bunyi sebelah, suara tidak jelas, atau mikrofon tidak berfungsi. Itu semua menandakan bahwa status koneksi tidak mendukung peralatan yang digunakan.

Jadi, buat kalian yang menggunakan FX1 dengan dikoneksikan ke Iphone – termasuk Ipod – menggunakan kabel AUX bawaannya, ubah switch-nya ke posisi “I”. Namun jika dikoneksikan dengan ponsel Android atau pemutar MP3 lainnya, pastikan posisi switch di huruf “N”

Cara ini tidak berlaku jika kalian mengkoneksikannya dengan Bluetooth ya, Guys. Selamat mencoba dan selamat menggunakan headset Rexus FX1.

headphones

Foto: pixabay

Gamers, agar bisa bermain game online secara maksimal, kamu membutuhkan tiga unsur wajib, yaitu jaringan internet yang yahud, komputer (dan monitor) yang mempunyai kinerja cemerlang, dan “senjata” yang terdiri dari keyboard, mouse, serta headset.

Ketiga “senjata” itu akan menyalurkan kecepatan gerakan indera pada tokoh yang sedang kamu mainkan. Kalah – menang tokoh tersebut dalam laga yang sedang dimainkan tergantung pada caramu memainkan gaming set tersebut.

Selain mouse dan keyboard, gaming headset berperan signifikan dalam bermain game. Tak hanya untuk mendengarkan suara yang keluar dari permainan, gaming headset juga berperan sebagai alat komunikasi antar tim, sekaligus membawa kamu ke nuansa audio yang dibuat semirip mungkin dengan kondisi atau adegan game.

Meski fungsinya sama, sebelum membeli headset, pastikan kamu mengetahui perbedaan antara headset untuk mendengarkan audio atau headset untuk bermain game. Sama-sama untuk mendengarkan audio, namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Biasanya, gaming headset mempunyai karakter surround untuk menciptakan nuasa tiga dimensi dan kedalaman.

Selain itu, gaming headset juga dilengkapi dengan microphone sehingga kamu pun harus memerhatikan kepekaan microphone headset. Semakin peka magnet yang ada dalam microphone headset pilihanmu, semakin jelas sinyal suara yang akan didengar.

Saat ini, banyak sekali macam gaming headset yang ada di pasaran. Jika kamu bingung untuk memilihnya, simak beberapa tips berikut.

1. Sesuaikan dengan bujet.

thundervox hx2

Iya donk, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah bujet atau anggaran yang kamu miliki. Harga gaming headset beraneka ragam, dari yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah per buah. Semakin berkualitas material gaming headset, biasanya makin mahal harganya.

Tapi, kamu tak perlu kuatir. Ada kok gaming headset yang berkualitas namun terjangkau. Rexus Thundervox HX-2 adalah salah satu seri gaming headset Rexus yang mempunyai kualitas sebanding dengan headset kelas atas lainnya. Dengan harga berkisar 300 ribuan, gaming headset ini jadi pilihan ideal.

2. Sesuaikan kebutuhan.

Vonix F55

Ukur level keprofesionalan kamu dalam bermain game. Semakin profesional, tentunya semakin tinggi kebutuhan peralatan gaming kamu. Buat kamu yang masih berada di level amatir atau intermediate, pilih jenis gaming headset yang dapat kamu pakai untuk belajar main game.

Headset yang bandel, berkualitas, namun tetap terjangkau jadi pilihan tepat karena kamu takkan terlalu sayang saat menggunakannya. Rexus Seri Vonix, seperti Rexus Vonix F55, menjawab kebutuhanmu. Kamu cukup mengeluarkan bujet 200 ribuan untuk menggunakannya.

3. Ketahui spesifikasinya.

Foto: pixabay

 

Seperti halnya audio headset, gaming headset juga mempunyai spesifikasi tertentu. Spesifikasi headset tergantung dari kemampuan driver untuk mengubah sinyal elektrik menjadi semburan suara. Itu bisa kamu lihat dalam spesifikasinya yang diukur dalam beberapa hal pokok berikut:

Range frekuensi: Kemampuan driver headset untuk menangkap frekuensi, baik rendah maupun tinggi. Biasanya, gaming headset mempunyai range frekuensi 20Hz – 20.000HZ. Artinya, headset itu bisa menangkap suara rendah (bas) di kisaran frekuensi 20Hz dan suara tinggi (trebel) di 20 ribu Hertz. Untuk audio headset berkelas biasanya mempunyai range 18 – 20.000Hz. Bahkan, ada yang memiliki range 16 – 20.000Hz, yang dibanderol dengan harga relatif mahal.

– Sensitivitas: Ini merupakan ukuran sensitivitas driver pada headset untuk mengenali sinyal elektronik yang berguna untuk menggetarkan membran di dalamnya. Biasanya, sensitivitas ini diukur berdasarkan ukuran desibel (dB). Semakin tinggi nilai desibel-nya, semakin sensitif headset. Gaming headset Rexus seri Thundervox mempunyai sensitivitas hingga 120 dB.

– Impedansi: Dalam mekanisme sebuah driver, terdapat magnet yang dilengkapi resistor untuk menghambat arus listrik mikro yang masuk ke dalamnya. Itu diukur menggunakan ukuran ? (Ohm). Semakin rendah nilai Ohm-nya, semakin besar arus listrik mikro yang mengalir ke magnet driver dan kemampuan volume headset pun makin kencang. Untuk headset gaming, rata-rata impedansinya berada di kisaran 32?.

– Diameter: Yang dimaksud diameter di sini adalah ukuran lingkar driver speaker, bukan ukuran dome earpad. Semakin lebar diameter speakernya, biasanya suara yang dihasilkan juga makin luas. Rata-rata gaming headset dilengkapi dengan speaker berdiameter 50mm.

4. Kabel atau nirkabel?

Faktor lain yang perlu kamu perhatikan saat memilih headset gaming adalah soal kabel. Saat ini, ada dua jenis gaming headset, yaitu yang menggunakan kabel (wired) atau yang tidak (wireless) yang menggunakan Bluetooth sebagai konektivitas. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Wired Gaming Headset
Kelebihan: Mempunyai hantaran sinyal yang relatif stabil, cenderung lebih awet/bandel.
Kekurangan: Kurang praktis, tidak cocok untuk digunakan bermain game dari handphone.

Wireless Gaming Headset
Kelebihan: Praktis, ergonomis, lebih gaya
Kekurangan: Butuh waktu untuk charging, sinyal kadang kurang stabil.

5. Kemampuan mereduksi kebisingan dari luar.

headset

Foto: pixabay

Baik gaming headset maupun audio headset dilengkapi kemampuan untuk mereduksi atau mengisolasi kebisingan dari luar. Saat ini, ada dua fitur yang berguna untuk mereduksi kebisingan, yaitu:

– Noise Cancellation
Fitur ini mereduksi kebisingan dari luar dengan sistem elektronik yang dibenamkan pada chip driver headset. Headset dengan fitur ini membutuhkan banyak daya untuk mengaktifkan fitur noise cancellation.

– Noise Isolation
Fitur inilah yang lebih banyak diaplikasikan pada headset. Kemampuan ini diperoleh dari sistem dan material earpad yang bagus. Bentuk earpad yang dapat mereduksi kebisingan dari luar secara optimal biasanya berupa dome atau kubah yang melingkupi seluruh telinga. Selain itu, material yang terbuat dari busa yang berlapis kulis sintetis terbukti mampu meredam suara dari luar daripada material yang terbuat dari kassa atau semacam polyester.

6. Kualitas microphone.

thundervox hx2

Ini yang tak ada dalam audio headset. Gaming headset dilengkapi microphone yang berguna untuk berkomunikasi saat bermain game. Mikrofon yang bagus mempunyai nilai sensitivitas tinggi, sekitar 58dB. Selain itu faktor keterarahan juga jadi pertimbangan. Pilih gaming headset yang mempunyai mikrofon yang bisa menangkap suara dari beberapa arah, bukan hanya dari depan.

7. Memiliki penyangga kepala yang nyaman.

Foto: pixabay

Satu hal yang tak bisa dilupakan dalam memilih gaming headset adalah peranti penyangga kepala. Untuk bermain game berjam-jam, kamu butuh headset yang mempunyai sistem penyangga kepala yang nyaman, pas di kepala, tidak mudah goyang tapi juga tidak terlalu ketat. Gaming headset Rexus mempunyai sistem penyangga kepala yang dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran kepala secara otomatis.

8. Tidak terlalu berat.

Foto: pixabay

 

Pilih gaming headset yang mempunyai bobot yang ringan, tak terlalu berat. Headset gaming yang berat akan membuat kepala dan leher cepat lelah.

 

9. Fitur tambahan.

Tentu akan lebih menarik jika kamu memilih gaming headset dengan beragam fitur tambahan yang membuat sensasi bermain game jadi lebih lebih menarik. Sebagai contoh, kamu bisa menemukan fitur efek getar pada Rexus Thundervox-HX1. Atau, di Rexus Thundervox-HX2, kamu bisa mengontrol suara dengan panel suara 7.1 yang dimilikinya.

 

10. Faktor purnajual

Foto: pixabay

Semua orang tentu ingin mempunyai barang yang bergaransi sehingga dapat mengklaim jika terjadi kerusakan. Semakin lama garansi yang diberikan, biasanya semakin berkualitas barang yang dijual. Jajaran gaming headset dari Rexus mempunyai garansi hingga satu tahun, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan fasilitas tersebut, kamu tentu bakal tak ragu untuk memilih gaming headset dari Rexus dan menggunakannya “bertempur” di arena game.

Halo, Sobat Gamers.

Setelah beberapa lama tidak mengeluarkan produk baru, kali ini Rexus hadir kembali dengan beragam produk gaming yang lebih baik dari sebelumnya, baik itu headset, mouse hingga keyboardnya.

Dalam kesempatan kali ini, tim indoesports mempunyai kesempatan untuk mencoba secara langsung produk terbaru dari Rexus yaitu Rexus Thundervox HX2. Sebuah headset gaming terbaru dan tentunya lebih baik dari generasi sebelumnya, apa saja kelebihan dan kekurangan dari headset ini? Simak terus ya.

thundervox hx2

Desain

Perbedaan yang mencolok dari desain yaitu bentuk yang lebih futuristik dan ukuran dari headset ini yang dirasa lebih besar dari versi sebelumnya yang pernah kami coba, dengan ukuran yang lebih besar tentu saja bobotnya pun menjadi sedikit lebih berat namun terlihat kokoh dan kuat.

Memiliki speaker dengan ukuran 50mm dan cover speaker yang lebih besar dihiasi dengan lampu LED berwarna merah membuat headset ini terlihat gagah dan tetap keren.

Satu lagi improvement yang baik dari Rexus yaitu hadirnya tangkai mikrofon, kami sangat senang dengan penambahan ini apalagi dengan tangkai yang fleksibel untuk pengaturan tinggi rendah maupun jauh dekatnya dengan mulut tanpa takut patah.

Pada bagian headband terdapat busa yang dilapisi kulit dengan warna senada dengan lampu LED nya, dengan busa ini kami merasa lebih pas di kepala dan headband nya pun cukup baik, tidak terlalu keras namun tetap kedap.

Earpad pada luar speaker pun lebih baik, meski tetap menggunakan kulit imitasi untuk pemakaian dalan jangka waktu lama tidak membuat kuping kami gerah. Bentuk earpad yang membulat cukup untuk menutupi seluruh kuping.

Untuk konektivitas, Rexus Thundervox HX2 hanya menggunakan satu colokan USB dengan braided cable yang akan membuat daya tahan kabel lebih baik. Pada bagian kabel pun dilengkapi dengan sederet tombol untuk tinggi rendah volume suara, tombol mute dan juga tombol untuk on/off lampu LED.

thundervox hx2

Kualitas suara.

Dari dapur suara, Rexus Thundervox HX2 sudah dilengkapi dengan teknologi kualitas suara tinggi 7.1. Apa sih keunggulan dari 7.1 ini? Dengan teknologi 7.1 membuat suara yang dihasilkan terasa lebih surround, atau secara sederhananya kita dapat mengetahui dari arah mana suara itu berasal. Teknologi ini sangat cocok dipakai di headset gaming, karena saat bermain game FPS kita dapat mendengar dengan jelas arah derap langkah kaki dari pemain lain.

Menarik bukan? Selain kami gunakan untuk bermain game, tentu saja kami coba untuk menonton film dengan kualitas 4K. Surround sound yang dihasilkan emmmm… nyaman sekali, sangat enak didengar membuat kami betah berlama-lama.

Rexus Thundervox HX2 ini sendiri merupakan seri advanced gaming headset dari Rexus, tentu saja headset ini dilengkapi dengan software untuk mengatur lebih jauh kualitas suara lengkap dengan equalizer dan efek lainnya seperti environment effects, 7.1 virtual speaker shifter, Xear singFX, dan Xear surround max.

Harga

Ada harga ada rupa barang. Istilah memang benar adanya. Dengan beragam perubahan yang diberikan Rexus pada headset ini, maka wajar jika harga dari headset ini lebih mahal dari headset yang lain. Meski begitu, menurut kami harganya tetap terjangkau pada headset di kelasnya.

Berbagai keunggulan yang dimiliki headset ini bisa kamu dapatkan hanya dengan 329rb saja loh, garansi yang diberikan selama 1 tahun pun rasanya cukup menjamin kualitas dari produk ini. Jika kamu tertarik silahkan kunjungi shop.rexus.id atau ke beberapa official store Rexus di e-commerce lainnya.

Indoesports.com

Portfolio Items