Posts

Gamers, tak lama lagi kita akan “digemparkan” dengan makian maraknya keyboard mekanikal yang menggunakan sensor optik infra-merah. Sudah mekanikal, pakai sensor optik pula. Pasti keyboard ini punya banyak kelebihan dibanding teknologi keyboard mekanikal biasa.

Yup, betul. Keyboard berteknologi ini memang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan keyboard mekanikal biasa. Salah satunya adalah keunggulannya tahan terhadap siraman air. Bahkan, keyboard ini dapat tetap digunakan di dalam air tanpa terjadi konsleting sedikitpun. Bagaimana hal ini dijelaskan? Yuk, kita pelajari bersama.

Kenali Keyboard Mekanikal dengan Switch Optik

Pada dasarnya, keyboard infra merah merupakan jenis keyboard mekanik yang menggunakan switch dengan sistem kerja inframerah. Sebagai keyboard mekanikal, switch keyboard ini terdiri dari switch mekanikal yang komponennya bergerak secara mekanis.

Saat kamu menekan tombol, maka tuas akan turun dan menekan pegas yang membuatnya membal, kembali ke atas. Persis sama seperti keyboard mekanikal konvensional.

Bedanya, pada keyboard mekanikal konvensional, tuas tersebut kemudian akan menyentuh papan PCB yang kemudian menghantarkan sinyal pada komputer. Sedangkan pada switch keyboard mekanikal infra merah, tuas tersebut akan melewati sensor inframerah yang ada di bawahnya sehingga kemudian sinyal dihantarkan ke komputer.

Ilustrasi: pc-100.com

 

 

Teknologi IR PTR

Dalam switch optical sensor keyboard, sistem penghantaran sinyal menggunakan sensor Infrared Photothermal Radiometry (IR PTR). Jadi, dalam sebuah rumah switch infra-merah, ada dua sumber cahaya. Satu adalah lampu sensor IR PTR yang berwarna merah dan satu lagi adalah LED aksesoris, layaknya pada switch mekanikal lainnya.

Sensor IR PTR tersebut akan bereaksi saat tuas atau stem switch ditekan turun ke bawah. Saat sinar infra merah yang berpendar terus menerus di antara dua kutub sensor terhalangi oleh stem, maka secara otomatis dan dalam hitungan mikro detik akan memberi sinyal pada IC keyboard untuk kemudian diterjemahkan di komputer, jadi ketikan.

Mampu Direndam Air
Nah, teknologi switch dengan sensor infra merah itu ternyata mempunyai keunggulan tahan terhadap air. Kenapa? Dilansir dari pc-100.com, ada beberapa alasan logis untuk menjawab kemampuan itu.

Pertama, karena switch ini tidak menggunakan kontak antar medium. Dalam keyboard mekanikal biasa, dibutuhkan kontak antara stem dengan papan PCB di bawahnya untuk memunculkan sinyal. Pada optical sensor switch, “kontak fisik” itu tak dibutuhkan.  Stem hanya perlu melewati “gerbang” sinar infra merah untuk mengaktifkan produksi sinyal.

Kedua, optical sensor switch ini berdiri secara independen. Tak ada kontak sama sekali dengan papan sirkuit keyboard. Antara switch dan PCB keyboard merupakan dua bagian yang terpisah. Dalam switch optical tersebut, tidak ada arus mikro listrik sama sekali, hanya berupa komponen stem yang naik turun.

Hal tersebut menjadi alasan logis kenapa keyboard mekanikal dengan sensor switch infra merah dapat beroperasi meski terkena air. Bahkan, di dalam air pun, keyboard ini masih bisa berfungsi secara sempurna. Masalahnya, siapa yang bakal bermain gim di dalam akuarium raksasa atau sambil diving di Bunaken ya?

Lepas dari tidak adanya Gamer yang mau main gim sambil tenggelam, keyboard ini mempunyai nilai lebih saat berhadapan dengan paparan air. Suatu ketika, kalian tentu bisa saja menumpahkan air di atas keyboard saat bermain gim. Jika hal itu terjadi, kalian tetap bisa meneraskan permainan tanpa harus berhenti dan bergegas mengeringkan keyboard.

Kabar Gembira: Optical Switch Mechanical Keyboard Rexus MX8

Buat kalian yang ingin segera memiliki keyboard dengan teknologi ini, jangan kuatir. Ini bukan sekedar wacana atau mimpi di siang bolong.

Tak lama lagi, Rexus akan merilis produk keyboard mekanikal teranyar yang menggunakan teknologi switch bersensor infra-merah.

Rexus Legionare MX8 akan hadir di tengah-tengah kita dengan switch optic dan beragam keunggulan keyboard mekanikal pada umumnya.

Dan, satu lagi, jangan kuatir soal harga. Produk Rexus tetap terjangkau meski mengadopsi teknologi terkini. So, tunggu kehadirannya.

 

Yep! seperti judul di atas, kali ini Lepasjenuh.com (LeJen) perdana akan me-review Mechanical Keyboard milik Rexus, yaitu Legionare MX5. Terang saja “Serba Minimalis” kata yang tepat untuk mewakili keyboard ini, selain body-nya yang bisa dibilang ramping karena versi TKL (Ten Keyless), Keyboard ini juga cocok untuk kamu yang lagi nabung untuk masa depan atau memang yang budgetnya tipis tapi ingin gaul, gak salah kan LeJen kasih label?

Walaupun memiliki tubuh yang ramping, Legionare MX5 cukup elegan dan sisi kokoh terlihat karena di balut dengan metalik Alumunium Alloy. Dua hal tersebut dapat di simpulkan bahwa keyboard ini juga memiliki bobot yang ringan atau tepatnya berkisar 750 gram. Bawa kemanapun kamu mau, tampil kece dengan fitur LED 6 warnanya. Sedikit dengan pep-talk kita review lebih dalam lagi.

rexus legionare mx5 tklLED 6 WARNA DAN TKL

Selain body ramping yang dilapisi aluminium alloy, fitur LED 6 warna pula membuat Keyboard Rexus Legionare MX5 terlihat semakin elegan. Walaupun bukan RGB, LeJen pikir untuk budget minim, LED 6 warna udah dibilang lebih dari cukup.

Fitur-fitur keren dengan 7 fixed dan 2 custom lighting mode membuat pengalaman gaming kamu lebih berasa. Ditambah dengan 8 jenis letter illumination mode transfer, mengetik akan terlihat lebih menyenangkan.

Kenapa TKL? mungkin selain untuk memangkas budget anggaran agar lebih ekonomis, LeJen tanya, numeric keypad untuk apa? kan ini keyboard gaming, mau main Ayo Dance? Trust me, you don’t need such a Tenkey.

 

JWH BLUE SWITCH?
Sama, LeJen juga baru denger tipe switch JWH Blue ini. Walaupun tergolong pendatang baru atau memang namanya baru sampai di telinga LeJen, dari jelajah internet dan praktik di tempat, LeJen menganggap switch ini cukup kompetitif dengan tipe Outemu atau Kaihl, bahkan Cherry MX. Dijamin sensasi clicky-nya tak kalah sugoi dengan para pesaing-nya.

Switch JWH biru (lepasjenuh.com)

Sebagai pengganti, kita bakal diberikan 4 buah switch dan dua buah alat untuk mengeksekusinya. Menggantinya pun cukup mudah, cukup melepas switch beserta rumahan-nya tanpa membongkar body keyboard.

Karena rumahan JWH Blue Switch ini berbentuk standalone, jika terjadi korsleting pada salah satu rumahan switch nya, maka tak ber-imbas ke switch lainnya.


KESIMPULAN
Garis besarnya, keyboard ini cukup sempurna untuk menemani kamu bermain game kompetitif, mengerjakan skripsi, atau hanya untuk sekedar gaya gaya-an dengan budget minim. Body yang ramping dan ringan membuatnya semakin praktis dan bisa di bawa ke mana-mana.

Spesifikasi singkatnya, keyboard Rexus Legionare MX5 memiliki total 87 tombol mekanikal anti-ghost, backlit LED 6 warna berbeda di setiap barisnya. Daya tahan tombolnya bisa dikatakan sangat durable hingga 10 juta kali klik, kalau gak percaya hitung sendiri tiap ketikan kamu ya. Bentuk keyboard Ten Keyless yang dilapisi alumunium alloy dan tak lupa gratis 4 buah switch tambahan beserta alat eksekusinya.

Sayangnya, Rexus Legionare MX5 tidak mendukung fungsi makro, tidak ada slot USB ataupun audio jack. Keyboard ini bahkan tidak didukung dengan driver untuk mengoptimalkan pengalaman bermain kamu. Jadi, ya jangan hilangkan kitab-nya, karena semua petunjuk penggunaan berbagai mode dan fitur terdapat di dalamnya, kecuali kamu sudah hapal yak.

Dari semua fitur dan spesifikasi yang LeJen jabarkan beserta pros & cons di dalamnya, Keyboard Legionare MX5 besutan Rexus ini di banderol harga Rp 445,000.-

Sumber: lepasjenuh.com

Baca juga:

Rexus Legionare MX2, Si Elegan yang Sering Terlupakan

Rexus Legionare MX6: Si Lembut Bertenaga Garang

Gamers, ternyata ada banyak istilah dalam dunia peralatan gaming. Biar kalian makin kenal dan pintar, kita akan membahas istilah-istilah teknisnya satu per satu. Saat ini, akan kita mulai dari mengenal istilah seputar switch dan keycap keyboard.

A

Actuation force: Kekuatan tekanan jari saat memencet switch, biasanya diukur dalam ukuran gram. Semakin tinggi nilai actuation force sebuah switch, semakin besar tenaga yang digunakan untuk menekan tombol.

Alps switch: Sebuah model switch yang mengacu pada bentuk switch keyboard era 80an. Seperti Cherry MX, Alps switch juga mempunyai jenis switch tactile maupun linear. Keunikan Alps switch adalah bentuknya yang didominasi persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama antara satu tombol dengan tombol lainnya.

Artisan keycap: Kepala tombol yang didesain secara khusus berdasarkan permintaan pengguna. Biasanya, artisan keycap mengadopsi figur robot, anime, atau karakter kartun.

ABS plastic: Jenis plastik tombol yang terbuat dari Acrylonitrile Butadiene Styrine (ABS). Penggunaan plastik ABS banyak digunakan pada tombol yang berharga murah. Jenis plastik ini terasa lebih ringan, tipis, tapi mempunyai tekstur yang halus.

 

B

Bottom out: Cara menekan tombol keyboard sampai turun ke bawah secara penuh alias mentok. Switch mekanik akan berbalik atau membal sebelum ditekan secara penuh, tetapi tombol keyboard membran membutuhkan tekanan penuh agar bisa beroperasi dengan baik.

Buckling spring switch: Jenis tombol keyboard yang mirip dengan mekanikal switch, yaitu sama-sama menggunakan sistem pegas agar bisa membal (tactile). Tombol buckling ini pertama kali digunakan oleh produsen komputer IBM pada keyboard-nya.

Black switch: Jenis switch berwarna hitam yang mempunyai sifat linear, tanpa sensasi klik, dan rata-rata membutuhkan tekanan jari 60 gram.

Blue switch: Jenis switch berwarna biru yang punya sifat tactile dengan sensasi klik yang kentara saat membal. Jenis banyak digunakan pada keyboard gaming favorit saat ini, seperti Rexus Legionare MX3 ataupun Rexus Legionare MX7. Tekanan yang digunakan untuk menekan jenis tombol ini sekitar 50gram.

Brown switch: Jenis switch mekanikal berwarna coklat yang mempunyai sifat tactile, tetapi tidak disertai sensasi klik. Tekanan yang dibutuhkan tombol ini tidak terlalu besar, hanya sekitar 40-45gram.

 

C

Cherry MX: Salah satu merek terkemuka switch mekanikal yang dikembangkan oleh Cherry, pabrik manufaktur Jerman yang sudah memproduksi jenis switch ini sejak 1980an. Saking terkenalnya, banyak merek yang membuat switch yang setipe dan semirip mungkin dengan Cherry MX. 

Cherry profile: Jenis keycap yang didesain mirip dengan bentuk keycap Cherry MX, tetapi mempunyai bentuk lebih pendek.

Cherry clone: Istilah yang digunakan untuk menyebut merek switch yang mirip, mulai dari bentuk hingga kualitasnya, dengan Cherry MX, seperti merek Outemu, Gateron, ataupun Kailh.

Clicky“: Istilah yang dilekatkan pada jenis switch yang mengeluarkan bunyi “klik” saat digunakan ditekan.

Clear switch: Jenis switch yang berwarna bening yang bersifat tactile, tapi tidak mengeluarkan bunyi klik. Untuk menekannya dibutuhkan tekanan hingga 65 gram.

 

E

Electrostatic capacitive switch: Salah satu jenis switch yang digolongkan dalam switch semi mekanikal. Tipe switch ini menggunakan lapisan karet atau plastik di atas pegasnya yang menempel langsung papan sirkuit keyboard.


G

Green switch: Jenis switch berwarna hijau bersifat tactile yang menghasilkan sensasi klik yang mantap. Jenis switch ini merupakan switch yang membutukan tekanan paling besar untuk memencetnya, yaitu 70gram.

rexus legionare mx6

 

K

Key switch colors: Warna pada switch untuk mempermudah pembedaan karakteristik dan sifat switch.

Key profile: Bagian dari keycap yang merupakan kepala switch dan bertuliskan huruf (legend).

Keycap set: Seluruh bagian keycap.


L

LED: Singkatan dari Light Emitting Diode, yaitu salah satu jenis lampu yang menggunakan perpendaran dioda untuk menghasilkan cahaya. Saat ini, LED disebut sebagai jenis lampu yang mengonsumsi daya listrik paling kecil dengan kekuatan cahaya paling besar.

Legend: Sebutan untuk huruf yang terdapat di kepala keycap. Keycap keyboard Rexus menggunakan teknolgi double injection untuk mencetak legend sehingga tak bisa luntur.

Linear: Ini adalah istilah kebalikan dari “tactile”, yaitu kategori switch yang lembut, tidak begitu membal, dan tidak menimbulkan suara klik yang keras. Keyboard dengan switch linear cocok digunakan saat bermain di game yang membutuhkan kecepatan tanpa menimbulkan suara berisik.


P

PBT plastic: Singkatan dari Polybutylene terephthalate, yaitu sejenis bahan pembentuk plastik yang mempunyai tingkat kekerasan yang paling tinggi. Switch dan keycap yang menggunakan jenis plastik ini bakal sangat awet, tentu dengan harga yang lumayan mahal.

POM plastic: Singkatan dari Polyoxymethylene, sejenis bahan plastik keras seperti PBT tetapi mempunyai tekstur yang halus seperti jenis plastik ABS.


R
kx2

Romer-G: Merek switch yang paling banyak digunakan oleh keyboard Logitech. Bentuknya yang tidak biasa membuat jenis switch ini sulit untuk digantikan dengan switch lain.

RGB: Singkatan dari Red, Green, dan Blue yang menjadi warna dasar sebuah lampu LED untuk menghasilkan spektrum cahaya hingga 16 juta warna.

Rubber dome: Sistem non-mekanikal switch pada keyboard yang menggunakan lapisan membran dari karet sebagai mediator ketukan dari switch ke papan PCB keyboard.

Red switch: Warna switch yang berkarakter linear, tanpa suara klik, dan mempunyai ketukan yang sangat ringan, hanya membutuhkan tekanan jari sekitar 45gram.

S

Scissor switch: Sistem operasional switch mekanikal yang tidak menggunakan pegas kumparan, melainkan menggunakan semacam mekanikal besi yang berbentuk seperti gunting untuk melontarkan kembali keycap saat ditekan.

Spring: Sistem operasional switch mekanikal yang menggunakan pegas berbentuk kumparan untuk melontarkan kembali keycap saat ditekan. Semakin keras jenis pegas yang digunakan pada sebuah switch, semakin keras switch harus ditekan.

Stem: Cetakan plastik yang berfungsi untuk menyambungkan antara keycap dengan switch. Pada kebanyakan switch, seperti yang digunaka pada keyboard Rexus MX3, MX5, MX6, ataupun MX7, stem berbentuk (+).

 

T

Tactile: Istilah yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan pegas pada sebuah switch untuk berbalik atau membal saat dipencet.

Topre: Nama perusahaan Jepang yang terkenal akan produk electrostatic capacitive switch.