Posts

Gamers, buat penggemar Rexus, siapa sih yang tidak kenal dengan popularitas keyboard gaming Rexus seri K9? Semua pasti sudah kenal. Ada K9TKL, K9RGB, dan K9D. Dengan mengandalkan switch semi-mekanikal, ketiganya tetap menjadi pilihan para gamer.

Rexus tetap mempertahankan lini seri keyboard K9D, dengan memodifikasi dan menyempurnakan teknologinya dengan menggunakan keycaps atau kepala tombol  berteknologi double shot injection.


Teknologi Double Shot Injection

Secara mudah, teknologi ini dipahahami sebagai teknologi yang menggabungan dua bahan plastik yang dilakukan dengan teknik molding atau penyatuan. Hingga saat ini, teknologi ini diklaim sebagai teknologi termutakhir dalam mencetak huruf pada keycap plastik pada keyboard.

Sebenarnya, kurang tepat disebut “mencetak” karena sebenarnya teknik ini menggabungkan dua lapisan (layer) keycap dan menggabungkannya menjadi satu. Lapisan pertama adalah keycap dengan pola huruf yang dilubangi dan lapisan kedua adalah lapisan bawah yang transparan sehingga bisa meneruskan cahaya LED yang dipancarkan oleh switch.

Apa Kelebihannya?
Teknologi ini merupakan pengembangan dari beberapa teknik cetak keycap. Karena setiap hari mendapat gesekan dan ketukan jari, huruf pada keycap memang sangat rentan luntur, pudar, atau aus.  Belum lagi jika kita mengetik dengan jari yang terpapar minyak bekas gorengan.

Dengan keycap yang diproduksi dengan menggunakan double shot injection, huruf takkan pudar meski digunakan berkali-kali. Teknik ini juga memungkinkan huruf berpendar terkena cahaya sehingga memudahkan pengetikan di tempat gelap.

Teknologi Baru, Harga Tetap
Meski menggunakan teknologi cetak keycap terkini, harga keyboard Battlefire K9D tetap sama. Tidak ada kenaikan harga. Hal ini tentu bakal membuat K9D makin meramaikan jajaran keyboar gaming di kelas yang sama.

Dengan harga Rp189.000, K9D pantas dilirik untuk dijadikan salah satu koleksi keyboard gaming. Fitur yang dibenamkan di dalamnya juga lumayan lengkap, salah satunya adalah 19 anti-ghosting switch yange memungkinkan kamu memencet 19 tombol secara bersamaan tanpa konflik.

Baca juga:

Spesifikasi Rexus K9D

Review K9RGB, Review Berlimpah Dalam Keyboard Kere Hore

Gamers, sebagian dari kalian pasti sudah mengetahui bahwa keyboard mekanikal bukan satu-satunya keyboard yang bisa digunakan untuk bermain gim. Saat ini, ada pula jenis keyboard yang menggunakan teknologi keyboard bersensor optik atau keyboard infra-merah.

Dengan sistem mekanikal yang mengandalkan sensor optik untuk menggerakkan sinyal ke komputer, keyboard mekanikal infra-merah mempunyai sensasi yang kurang lebih sama dengan keyboard. Saat ini,  banyak produsen switch lain yang tertarik untuk memproduksi switch mekanikal serupa. Sebut saja Kaihl dan Outemu, merek asal China ini mulai mengenalkan switch berteknologi infra-merah tersebut.

Sebenarnya, apa saja kelebihan keyboard dengan menggunakan sensor optik dibandingkan keyboard mekanikal biasa?


1. Komponennya tahan karat.

Produsen switch mekanikal infra-merah mengklaim bahwa komponen mekanikal yang digunakan pada switch infra-merah lebih awet karena sangat minim mengalami oksidasi yang berpotensi menjadikan komponen berkarat, layaknya pada switch mekanikal konvensional.


2. Ketukan lebih lembut.

Dengan menggunakan sistem infra-merah, gesekan antara tuas dengan papan PCB dapat dihindarkan. Tanpa gesekan, ketukan jadi terasa lebih lembut dan terhindar dari keausan. Itulah alasan mengapa produsen keyboard yang menggunakan switch infra-merah berani mengklaim bahwa produk mereka bisa tahan sekitar 50  – 80 juta klik.


3. Kecepatan transmisi sinyal lebih cepat.
Biasanya, pada switch mekanikal konvensional, jarak aktuasi atau jarak pertemuan antara tuas dengan papan Printed Circuid Board (PCB) adalah 2 – 2,2mm. Nah, di switch infra-merah, jarak aktuasi itu kurang dari 1,5 mm sehingga berpengaruh pada kecepatan transmisi sinyal.

Produsen switch infra-merah mengklaim jika kecepatan transmisi sinyal switch produksinya lebih cepat sekitar 0,2 mikro detik dibanding kecepatan switch mekanikal konvensional.


4. Anti air.

Ini juga merupakan kelebihan switch infra-merah. Karena tidak menggunakan PCB konvensional yang saling terkait dengan menggunakan elemen konduktor, maka kelistrikan switch infra-merah takkan mengalami arus pendek atau konsleting saat terkena air. Bahkan, keyboard ini dapat dimainkan sambil dicelup di dalam air.

Kemampuan itu juga dimungkinkan karena switch keyboard jenis ini tidak menggunakan sistem solder untuk menyambung satu komponen dengan komponen lain.


5. Harga tetap terjangkau.

Meski menggunakan switch berteknologi baru, keyboard mekanikal bersensor infra-merah tetap berada dalam kisaran yang terjangkau. Produsen mengatakan bahwa komponen termahal dalam keyboard ini adalah PCB-nya, namun itu bisa ditekan berkat switch yang harganya bisa bersaing dengan switch keyboard mekanikal konvensional.

 

 

 

Foto: Youtube

Gamers, setelah duduk berjam-jam bermain gim, banyak di antara kita yang terbiasa membunyikan sendi-sendi jari-jari tangan dan leher. “Kretek, kretek…” Rasanya lega.

Sekali, dua kali, akhirnya kita terbiasa dengan aktivitas tersebut. Tapi, benarkah kebiasaan membunyikan sendi itu aman bagi kesehatan sendi?

Menurut dr. Yohana Margarita, seperti dilansir dari meetdoctor.com, sendi terdiri atas tulang yang dikelilingi oleh tulang rawan yang halus, yang dilindungi oleh sebuah kapsul yang dilapisi dengan membran sinovial yang menghasilkan cairan. Cairan ini berisi oksigen, nitrogen, dan gas karbondioksida.

Ketika sendi diregangkan, bunyi gemeretak tersebut merupakan hasil dari kapsul sendi yang diregangkan dengan cepat, yang menyebabkan pembentukan dan pelepasan gelembung gas.

Jika dilakukan secara sering, aktivitas tersebut ternyata berbahaya. Setidaknya ada lima efek negatif yang timbul, yaitu:

  1. Berkurangnya sensor gerak.
    Membunyikan persendian bisa mengakibatkan bagian kaki dan tangan sulit diperintahkan oleh otak. Itu terjadi karena perlemahan syaraf di sekitar sendi.
  2. Merapuhkan tulang rawan.
    Menurut Edmund Edelma, ketua German Rheumatologists Association, membunyikan bagian ruas jari dapat merapuhkan, bahkan menghancurkan tulang-tulang rawan di dalam sendi.
  3. Bergesernya bantalan sendi tulang.
    Membunyikan persendian, terutama pada leher dan tulang belakang, dapat menyebabkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan syaraf perifer yang keluar dari ruas tulang belakang sehingga akan terjadi pergeseran bantalan sendi antar tulang belakang.
  4. Persendian menjadi aus.
    Jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan misalnya 5 menit sekali, maka bisa berpotensi menyebabkan persendian mengalami keausan. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan peradangan sendi.
  5. Sobeknya jaringan kantong cairan sinovial.
    Sendi dilapisi kantong yang berisi cairan synovial yang berfungsi meredam gesekan antar tulang. Kebiasaan membunyikan sendi-sendi berpotensi menyebabkan robeknya kantong cairan tersebut sehingga cairan bocor dan terjadi gesekan antar tulang yang sangat menyakitkan.
  6. Berpotensi menyebabkan saraf terjepit.
    Kebiasaan membunyikan sendi tulang leher hendaknya dihindari karena gerakan mendadak dapat menyebabkan saraf di sekitar tulang tersepit sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Baca juga: Cara Sehat A La Gamers

Gamers, belantara industri produk gaming saat ini terasa makin luas dan tak berujung. Di dalamnya, banyak pemain-pemain baru (baca: produsen) yang berlomba menawarkan beragam produk gaming beraneka karakteristik.

Rexus menjadi salah satu pemain dalam belantara produk tersebut dan semakin dikenal sebagai produsen peralatan gaming yang makin diakui oleh banyak gamer. Salah satu alasan kenapa Rexus makin menggeliat sebagai sebuah merek produk gaming adalah karena Rexus mengambil “kavling” dalam segmen produk gaming berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sebuah laman carisinyal.com menempatkan 4 (empat) produk Rexus dalam 10 daftar keyboard berkualitas dan terjangkau 2018. Itu menunjukkan bahwa segmentasi Rexus makin jelas, yaitu masyarakat gamer yang mencari produk gaming dengan kualitas bagus dan harga terjangkau.

Produk Murah Bawah Cepek

Makin banyak produsen produk gaming yang menawarkan produk dengan harga yang luar biasa. Luar biasa apa? Luar biasa murah. Bahkan, sering kali kita dibuat geleng-geleng kepala terheran-heran dengan harga murah sebuah produk gaming.

Rexus Vonix Rx999

Tak bisa dibayangkan bagaimana proses produksinya hingga bisa menekan harga serendah itu. Padahal, dari segi bentuk, bentuk produk itu tak jauh beda dengan produk merek terkenal yang harganya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Sebagai contoh, kita ambil saja sebuah produk headset gaming Rexus Vonix 995 ataupun Vonix 999. Kedua produk tersebut merupakan produk headset Rexus termurah. Keduanya dibanderol dengan harga di bawah 100 ribu, tepatnya 79 ribu dan 95 ribu.

Dari segi kualitas material, kedua produk tersebut tak bisa dibilang murahan. Vonix 995 dan Vonix 999 sama-sama mengadopsi speaker dan mikrofon yang biasa digunakan dalam headset gaming. Tak hanya itu driver 40mm pun dibenamkan di dalamnya. Padahal, kita tahu, 40mm adalah diameter yang besar untuk sebuah speaker headset.

Pertanyaannya, bagaimana bisa produk tersebut yang menggunakan komponen dengan kualitas headset kebanyakan tersebut dapat dijual murah? Jawabannya tentu terletak pada rahasia produsen masing-masing.

Namun, pada dasarnya, harga yang rendah dapat ditekan salah satunya dengan sistem produksi massal. Produsen membuat produk dalam jumlah besar agar dapat menekan harga satuan produk. Selain itu, harga bisa ditekan dengan menggunakan merek dagang sendiri, seperti Rexus yang asli merek Indonesia, sehingga tidak perlu cost tambahan untuk membayar lisensi.


3 Kualitas

Bicara mengenai produk, tidak bisa lepas soal kualitas. Kualitas itu mencakup kualitas material yang digunakan, kualitas performansi, dan tak lupa, kualitas layanan purna jual.

  • Kualitas material

Dilansir dari sebuah diskusi di forum Quora.com, China menjadi negara terbesar untuk merakit dan memproduksi berbagai merek elektronik. Selain itu, banyaknya produsen “tanpa merek” di China yang kemudian diberi merek sesuai pesanan pembeli menjadikan kualitas material produk yang digunakan barang-barang elektronik bisa relatif mirip.

Karena itu muncul istilah perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturing) dan ODM (Original Design Manufacturing). Perusahaan OEM merancang dan memproduksi produk berdasarkan spesifikasi perusahaannya sendiri, sedangkan perusahaan ODM merancang dan memproduksi produk berdasarkan spesifikasi yang ditentukan perusahaan pembelinya.

  • Kualitas performansi

Kualitas performa adalah kualitas produk saat digunakan. Kualitas performansi ini juga mencakup durabilitas atau keawetan. Ada produk dengan merek terkenal, tapi saat digunakan, produk tersebut tidak menunjukkan performa yang diharapkan.

Namun, ada produk yang menggunakan merek level “medioker” tapi justru menampilkan performa yang mumpuni karena ternyata di dalamnya terdapat komponen pabrikan paten. Sebagai contoh, beberapa seri mouse Rexus menggunakan tombol produk Omron, produsen asal Jepang yang sudah terkenal sebagai produsen peralatan semi kondutor dan peralatan medis.

  • Kualitas Layanan Purna Jual

Kualitas layanan purna jual berupa garansi adalah hal yang tak bisa dikesampingkan. Satu sisi, tidak banyak produsen barang murah yang mau memberikan jaminan garansi karena mereka tahu kualitas barang yang mereka jual kurang bagus sehingga rugi jika memberi jaminan garansi.

Di sisi lain, produsen peralatan gaming yang sudah bermerek pun banyak yang enggan memberikan jaminan garansi. Alasannya bisa beragam. Salah satunya adalah karena mereka “hanya” mengimpor produk tersebut dari luar negeri sehingga barang yang masuk ke Indonesia secara “built-up” sehingga layanan purna jual-nya harus didaftarkan ke pabrik asalnya. Ribet

Rexus berkomitmen untuk memberikan garansi purna jual 1 (satu) tahun untuk semua produk gaming-nya. Dapat disimpulkan, Rexus percaya diri bahwa produknya berkualitas dan punya durabilitas tinggi – setidaknya selama satu tahun penggunaan.

Komposisi apik antara kualitas yang bersaing dengan harga yang terjangkau menjadi jawaban mengapa Rexus menjadi salah satu merek produk gaming yang makin dikenal dan jadi pilihan makin banyak gamer maupun kalangan professional yang berjiwa muda, dinamis, dan… dengan bujet ekonomis.

 

K9D

Gamers, apa yang menjadi salah satu indikasi sebuah warung itu enak dan murah? Betul! Laris atau tidak warung tersebut. Itu bisa dicek dari banyak tidaknya pelanggan yang makan di warung tersebut.

Itu berarti, semakin laris suatu jenis barang, semakin banyak orang yang percaya akan kualitas barang tersebut.

Kali ini, kami berikan referensi sebelum membeli gaming keyboard Rexus berdasarkan banyaknya jumlah pembelian produk tersebut. Ini dia daftarnya.

Battlefire K9D

  1. Rexus Battlefire K9D

Penampakan?

Keyboard K9D bisa digolongkan sebagai salah satu jenis keyboard gamingoldskool”. Tampilannya hampir mirip dengan Rexus MX1, yaitu mengedepankan desain heksagonal bersudut yang ingin menunjukkan dimensi futuristic. Kemiripannya juga dapat dilihat dari komponen cover yang terbuat dari aluminium alloy.

Kualitas?

Rexus Battlefire K9D merupakan keyboard gaming semi mekanik dengan 19 tombol anti-ghosting dari 104 tombol yang ada di dalamnya. Masing-masing tombol diklaim mampu bertahan hingga 5 juta kali ‘klik’. Keyboard ini dilengkapi dengan 3 warna LED, yaitu hijau, merah, dan biru yang dapat diatur pencahayaannya.

Harga?
Dengan harga yang dibanderol sekitar 190 ribu, keyboard ini jadi salah satu “reasonable product” yang menyita perhatian.

  1. Rexus Legionare “Real Mecha” MX7

Penampakan?

Rexus Legionare MX7 tampil dengan sapuan warna dark grey yang sangat berkelas. Dibalut oleh allumium tebal berkualitas tinggi di seluruh papannya, MX7 tampil dengan Outemu blue switch sekelas Cherry MX blue switch yang legendaris.

Kualitas?

Titel “Real Mechanical” yang disandang oleh keyboard ini memang tak sembarangan disematkan. X7 adalah keyboard ini merupakan macro gaming keyboard, sangat cocok untuk para gamers tingkat advanced. Dengan penampilan modern yang sangat anggun, keyboard ini tampil dewasa bagi segmen gamer yang tak lagi hanya mengedepankan penampilan, tapi sudah berada di level performansi prima.

Harga?

Untuk sebuah keyboard kelas advanced, harga 584 ribu adalah harga yang sangat wajar dan kompetitif.

rexus legionare mx3

  1. Rexus Legionare MX3

Penampakan?

Tampilan lembut dengan desan simple nan stylish menyimpan perfoma yang dinamis. Rexus MX3 didesain untuk para gamer dengan selera modern yang tidak terlalu suka dengan desain keyboard yang terlalu rumit.

Kualitas?
Performa dinamis MX3 ditunjukkan dengan beberapa fitur unggulan, seperti fitur water resistant, LED RGB, dan tentu saja 104 keyboard anti-ghosting yang dapat bekerja secara bersamaan. Kelebihan keyboard ini yang tak bisa dilupakan adalah removable switch. Keyboard ini menggunakan jenis switch yang bisa diganti secara independen dengan cara yang mudah.

Harga?

Harga MX3 relatif stabil di angka sekitar Rp600 ribu. Dengan harga segitu, fitur yang ada sangatlah beralasan.

  1. Rexus K9TKL

Penampakan?
Desain K9TKL sudah  mulai mengikuti tren gamer masa kini yang menyukai bentuk yang simple dan ergonomis. Dengan ten key less, keyboard ini punya bentuk kecil yang mudah dibawa ke mana-mana.

Kualitas?
Meski masih digolongkan sebagai keyboard semi mekanikal, K9TKL mempunyai sensasi tactile yang lumayan terasa. Ke-19 tombolnya sudah dilengkapi dengan fitur anti-ghosting yang memungkinkan bisa ditekan secara bersamaan. LED tiga warna yang dibenamkan di keyboard ini, mampu berpendar merata.

Harga?

Dengan harga hanya di kisaran 170 ribuan, tentu keyboard ini menyita perhatian segmen entry level yang menggunakan keyboard gaming sebagai sarana latihan nge-game.

km8

  1. Rexus KM8

Penampakan?
Jangan pernah remehkan performa sebuah produk dari warnanya. Dengan diberi aksen warna hijau stabilo yang imut, Rexus KM8 menjadi salah satu favorit para pengguna produk Rexus. Keyboard combo yang dilengkapi dengan mouse dengan warna serupa.
Kualitas?

Keyboard dan Mouse Rexus KM8 menggunakan fitur smart power saving sehingga hemat saat anda gunakan sehari-hari. Mouse KM8 juga sudah menggunakan 1000 DPI. Selain untuk bermain game, jenis keyboard combo ini juga sangat mumpuni digunakan untuk bekerja, terutama berkat teknologi wireless yang mempunyai jangkauan hingga 10 meter.

Harga?
Dibanderol sekitar Rp170 ribu, keyboard combo ini pantas menduduki salah satu dari lima keyboard Rexus terlaris periode awal tahun 2018.

 

 

 

Gamers, salah satu parameter untuk mengetahui kualitas sebuah keyboard mekanikal adalah dengan mengetahui jenis atau merek switch yang digunakan keyboard itu.

Sayangnya, banyak sekali jenis dan pilihan keyboard mekanik yang menggunakan beragam merek switch yang ada di pasaran. Karenanya, kalian harus mengetahui kualitas dan karakteristik tipe-tipe switch keyboard.


Cherry MX

Cherry MX merupakan salah satu “legenda” sekaligus acuan switch mechanical keyboard. Switch keyboard yang diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika, telah digunakan banyak produsen keyboard kelas atas seantero dunia sejak 1983.

  • Cherry MX Red
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Ringan
    Tekanan jari: 45g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 50 juta klik per tombol
  • Cherry MX Black
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Berat
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 50 juta klik per tombol
  • Cherry MX Blue
    Karakteristik: Tactile
    Sensasi: Berat
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Clicky
    Daya tahan: 50 juta klik per tombol
  • Cherry MX Brown
    Karakteristik: Tactile
    Sensasi: Medium
    Tekanan jari: 45g
    Level bunyi:Tenang
    Daya tahan: 50  juta klik per tombol
  • Cherry MX Speed
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Ringan
    Tekanan jari45g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 50  juta klik per tombol

 

Kailh/Kaihua
Switch merek Kailh diproduksi oleh Kaihua Electronics, perusahaan semi­konduktor dari China yang sudah beroperasi sejak 1990. Awalnya, Kaihua meng-kloning Cherry, tapi seiring waktu, perusahaan ini membuat sendiri model switch dan bekerjasama secara eksklusif dengan beberapa produsen keyboard.

  • Kailh Red
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Ringan
    Tekanan jari: 50g
    Level bunyi: Sangat tenang
    Daya tahan: 50  juta klik per tombol
  • Kailh Black
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Ringan
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Quiet
    Daya tahan: 50  juta klik per tombol
  • Kailh Brown
    Karakterisitik: Tactile
    Sensasi: Medium
    Tekanan jari: 50g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 50 juta klik per tombol
  • Kailh Blue
    Karakteristik: Tactile
    Sensasi: Berat
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Clicky
    Daya tahan: 50 juta klik per tombol


Outemu
Outemu adalah merek switch yang diproduksi oleh Gaote Corp, sebuah perusahaan semi konduktor ternama dari China. Seperti Kaihl, Outemu sangat mengacu pada desain dan karakteristik Cherry MX.

  • Outemu Black
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Berat
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 40 – 50 juta klik per tombol
  • Outemu Red
    Karakteristik: Linear
    Sensasi: Ringan
    Tekanan jari: 45g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 40 – 50 juta klik per tombol
  • Outemu Brown
    Karakteristik: Tactile
    Sensasi: Medium
    Tekanan jari: 45g
    Level bunyi: Tenang
    Daya tahan: 40 – 50  juta klik per tombol
  • Outemu Blue
    Karakteristik: Tactile
    Sensasi: Berat
    Tekanan jari: 60g
    Level bunyi: Clicky
    Daya tahan: 40 – 50  juta klik per tombol


Romer G
Romer-G adalah switch hasil kerja sama antara Logitech dengan Omron, sebuah perusahaan peralatan elektronik dari Jepang. Awalnya, Romer-G didesain dan diproduksi untuk menyuplai keyboard Logitech. Tapi, kemudian, banyak produsen keyboard non Logitech yang juga menggunakan switch ini.

Ciri khas switch Romer-G adalah jarak tekan yang lebih pendek, sekitar 25%, daripada Cherry MX ataupun Kailh. Di tengah switch terdapat ruang untuk memasukkan LED atau efek getar.

Karakteristik: Sangat tactile
Sensasi: ringan
Tekanan jari: 45g
Level bunyi: Tenang
Daya tahan: 70 juta klik per tombol

 

 

Foto: Epic Games

Gamers, sepertinya semua pengembang gim online mulai berpikir ulang untuk terus mengembangkan gim peperangan yang mengumbar kekerasan dan brutalitas. Banyak otoritas negeri yang mulai mengevaluasi maraknya perkembangan war game. Amerika adalah salah satu negara yang mulai membatasi perkembangan gim yang bernuansa kejam.

Sebagai gantinya, game developer mulai memproduksi gim taktis yang tetap bernuansa peperangan, namun dengan menekankan sisi adu strategi, bukan lagi darah yang bercecer di mana-mana. Salah satu gim itu adalah Fortnite: Battle Royale.

Perkembangan Fortnite: Battle Royale
Sebenarnya, gim yang dikembangkan oleh Epic Games sudah dirilis September 2017 lalu. Saat itu, Fortnite baru sebatas dimainkan oleh empat orang saja.

Foto; Forbes

Keempat orang tersebut bertahan di sebuah tempat dari serangan zombie. Saat ini, Fortnite dikembangkan menjadi gim massal yang bisa dimainkan oleh sekitar 100 pemain.

 

Uniknya, ke-100 pemain tersebut dapat saling serang hingga hanya ada satu saja yang hidup.

Agar menjadi satu pemenang itu, pemain harus benar-benar menguasai strategi agar bisa mengalahkan 99 pemain lainnya.

Sistem permainan inilah yang disebut sebagai PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). PUBG sangat dipengaruhi oleh novel atau film Hunger Games dan film Jepang, Battle Royale.

Game Gratisan

Kehadiran versi baru Fortnite: Battle Royale lumayan menyita perhatian para gamer. Setidaknya, ada dua alasan mengapa game ini mulai banyak menarik perhatian.

Pertama, karena Fortnite menjadi gim yang bisa diunduh secara gratis versi digitalnya. Kedua, game ini tak hanya bisa dinikmati oleh para pengguna PC, tetapi juga XBox dan PlayStation.

Tak hanya dua hal itu yang membuat gim ini menarik. Gim ini juga mempunyai keunikan tersendiri yang tak dimiliki oleh gim perang lainnya.

Keunikan tersebut ada dalam grafis digitalnya yang “ringan”, tidak seram. Jika gim PUBG lain menyuguhkan nuansa horor, degn setting nuansa yang seram, gim ini justru menyajikan suasana cerah a la kartun.

Kostum yang digunakan para tokohnya pun juga tidak seseram di Point Blank atau semirip seragam tentara di Counter Strike, melainkan dengan kostum angkasa luar atau bahkan, menggunakan kostum seperti Rust Lord, tokoh yang ada The Guardian of The Galaxy.

Meski kalian bisa mengunduhnya secara gratisan, tetapi untuk menikmati permainan premium dengan masuk menggunakan Premium Battle Pass yang menggunakan kurs pembayaran bernama V-Bucks. Saat ini, untuk mendapatkan 1000 V-Bucks, kalian perlu merogoh kocek sekitar 128 ribu Rupiah.

Game Ramah Anak
Beberapa pengamat gim melihat gim yang dibagi menjadi beberapa musim atau sesi ini sebagai salah satu jenis gim yang ramah anak.

Foto: Epic

Selain karena nuansa grafisnya yang cerah, game ini juga tidak mengumbar kekerasan serta darah, seperti yang banyak disuguhkan di gim perang. Tak hanya itu, gim ini juga menyuguhkan beragam gerakan menari yang bisa dilakukan oleh para tokohnya.

Selain itu, dalam gim ini, pemain juga dimungkinkan untuk bergabung membentuk tim, baik berdua atau lebih. Hal ini tentu menjadi ajang untuk melatih kerja sama antar para pemainnya. Selain itu, para pemain dapat berlatih bersama.

Namun, bukan berarti kemudian gim ini jadi tak menarik. Dibutuhkan strategi yang jitu untuk mengalahkan player lainnya. Permainan strategi itu mirip saat memainkan gim Call of Duty. Karenanya, beberapa pengamat gim menamakan gim ini sebagai “Call of Duty for Kids.”

Tertarik dengan permainan ini?

MX2

Gamers, kalian tentu sudah membaca beberapa review mengenai gaming keyboard mekanikal yang pernah tampil di website ini. Dari semua jajaran keyboard mekanikal Rexus, ada satu keyboard mekanikal Rexus yang jarang disebut atau diunggah dalam kanal informasi Rexus. Keyboard itu adalah Rexus Legionare MX2.

Apakah ada yang salah dari keyboard gaming ini sehingga jarang muncul? Ada dua kemungkinan jawaban pertanyaan itu. Pertama, karena keyboard ini sudah banyak fans-nya sehingga tak perlu dipromosikan lagi. Atau, yang kedua, keyboard ini justru “tidak laku” sehingga tak berguna untuk dipromosikan.

Hmm… untuk menjawabnya, kami pun sengaja memesan dan mencoba keyboard ini. Tak berapa lama, sebuah kotak paket datang ke kami. Isinya tak lain dan tak bukan adalah Rexus Legionare MX2.

Begitu membuka kemasannya, tampak papan ketik dengan tampilan yang menurut kami justru lebih elegan dan futuristik dibanding keyboard Rexus setipe.

Tampilan Elegan nan Maskulin
Dengan dimensi 44.9 x 15.9 x 4cm, keyboard ini tampil maskulin dengan cover full aluminium berwarna dark grey. Guratan aksen “tali air” di papan aluminiumnya merupakan aksen artistik futuristik dengan garis-garis heksagonal. Sekilas, guratan tersebut mengingatkan kami akan kubus All Spark yang menjadi sumber energon dalam film Transformers.

MX2

Dengan cover full metal seperti itu, berat MX2 pun lumayan. Saat kami timbang, beratnya sekitar 2 Kg. Tapi, justru dengan berat sebesar itu, pegangan jadi terasa mantap.

Setelah dicolokkan dengan komputer, keyboard yang bekerja secara plug and play alias langsung dicolok dan pakai ini terasa mantap menapak permukaan meja.

Saat dicoba untuk bermain game, keyboard ini tak mudah geser ke sana-sini sehingga tak perlu sering mengembalikan posisi. Begitu kalian ingin mempernyaman kontrol di tombol A,S,D, atau W, kalian tinggal sedikit memiringkan keyboard ini. Sangat enak dipakai.

“Independent Built Up Switch”
Cover aluminium beraksen tersebut sangat cocok berpadu dengan 1040 tombol switch berwarna hitam. Ke-104 tombol tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti-ghosting. Untuk membuktikannya, kami memencet sebanyak mungkin tombol secara bersamaan. Hasilnya, semuanya bekerja. Tak terjadi konflik sedikitpun.

MX2Selain fitur anti-ghosting, tombol keyboard ini juga dilengkapi dengan LED enam warna yang pancarannya bisa diatur dengan memencet tombol FN + Del, End, Ins dan lainnya.

Buat kami sih, tak perlu menyalakan LED warna-warni, yang penting LED yang menyinari huruf A,S,D,W dan tanda panah.

Masing-masing tombol Rexus MX2 menggunakan JWH switch berwarna biru yang masing-masing dapat dicopot secara utuh-utuh. Jadi, jika biasanya kita hanya bisa melepas tutup cap-nya, MX2 bisa diganti utuh satu switch. Kami mengistilahkan dengan istilah “independent built up switch”.

Keuntungannya, switch ini dapat diganti secara utuh jika salah satu switch-nya mengalami kerusakan. Karakteristik seperti ini juga dapat kalian temukan di gaming keyboard Rexus Legionare tipe MX3 ataupun MX5.

JWH Blue Switch
Jika di gaming keyboard Rexus MX6 dan MX7, switch-nya dipercayakan pada pabrikan Outemu. Rexus MX2 ini mempercayakan pada kehandalan switch JWH berwarna biru. Banyak keyboard mekanikal kelas medioker menggunakan switch ini.

mechbox.co.uk

Merek switch JWH memang tak terkenal layaknya merek Outemu ataupun Kaihl. Tapi, dari segi kehandalan dan sensasi klik yang dihasilkannya takkan kalah dengan dengan Outemu, Kaihl, atau bahkan Cherry MX. Sensasi tactile pada blue switch JWH tetap terasa clicky dengan tekanan sekitar 45 gram.

Kelebihannya, JWH switch biasanya dibuat secara kompak sehingga bisa diganti satu per satu secara mudah. Jika salah satu switch rusak, maka kalian tinggal mengambil switch beserta housing-nya tanpa membuka cover keyboard.

Kelebihan lainnya, merek JWH juga tahan terhadap air. Karena setiap housing switch berdiri sendiri maka saat terkena siraman air, takkan terjadi konsleting dengan tombol lain.

Kesimpulannya?
Kesimpulan? O iya, saking asyik bermain dengan menggunakan keyboard Rexus MX2, jadi lupa memberi kesimpulan… Secara keseluruhan, keyboard Rexus MX2 nyaman digunakan dan handal. Saat kami konfirmasikan dengan pihak resmi Rexus, penjualan Rexus MX2 juga lumayan kenceng.

Artinya, asumsi kedua terhadap pertanyaan di atas kurang bisa diterima. Jika demikian, jika Rexus MX2 kurang banyak dibahas di sosial media atau website resmi Rexus berarti keyboard ini memang kurang tinggal di-blow up semata. Jadi bukan karen keyboard ini kurang bagus atau hal lain.

Dengan kehandalan dan tampilannya, kami rasa dibanderol seharga Rp476.000 (berdasar harga shop.rexus.id), keyboard ini bisa mencuri perhatian para penggemar gim online. Kami pun terpincut untuk menggunakannya, baik untuk bermain gim atau untuk bekerja profesional.

Gamers, seberapa kamu yakin akan sebuah merek? Yakin banget, biasa aja, atau malah ngga yakin? Yang dimaksud “yakin” di sini adalah kepercayaan untuk menggunakan suatu produk sehingga menggunakan terus produk itu. Sebagai contoh, kamu yakin akan kehandalan sepeda motor H*nda sehingga setiap kali hendak membeli motor, kamu akan membeli motor merek itu.

km8

Keyakinan akan sebuah produk itu ditentukan oleh beberapa hal. Apa saja itu?

Yang pertama adalah kualitas, tentunya. Mana mau kita membeli sebuah produk yang tidak kita meyakini kualitas sebuah produk.

Kualitas itu bisa diketahui dari pengalaman sendiri setelah menggunakan atau melalui testimonial para pengguna.

Kedua, keyakinan konsumen akan tinggi jika produk tersebut memiliki garansi purna jual. Garansi itu merupakan jaminan bahwa produsen mempunyai komitmen yang besar untuk menjaga kontrol kualitas produk yang dihasilkan.

Semakin lama garansi produk yang diberikan, dapat dipastikan bahwa kualitas produk itu semakin bagus.

Keyakinan Pengguna Rexus
Setelah mengenal sebuah produk, seseorang tentu ingin mencoba produk itu. Setelah mencobanya, orang itu pun akan meyakini dan memahami kualitas produk tersebut.

Semakin orang mengenal dan meyakini suatu produk, semakin mudah dia memberikan testimonial tentang produk yang dipakainya kepada orang lain.

Nah, pertanyaannya adalah sejauh mana keyakinan dan pengenalan masyarakat akan produk Rexus selama ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Rexus pun mengajukan diri untuk di-survey oleh lembaga survey independen Frontier yang mengeluarkan sertifikasi Top Brand.

Hasilnya… jreng… jreng…  produk keyboard dan mouse Rexus masuk dalam tiga besar Top Brand dengan kategori Teens untuk tahun 2018.

Survey yang dilakukan di beberapa kota dan melibatkan ribuan responden ini bersifat independen dan murni dilakukan tanpa kepentingan pihak tertentu sehingga menjamin obyektivitas responden.

Rexus-titanix-TX3

Apa Artinya?
Dengan hasil survey tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa produk-produk Rexus, terutama keyboard dan mouse gaming, telah dikenal luas oleh masyarakat.

Konsumen pun memiliki keyakinan akan kualitas akan produk Rexus. Bahkan, Rexus tampil setara dengan merek-merek ternama lainnya.

Rexus mengucapkan terima kasih kepada para konsumen pengguna Rexus dan masyarakat secara umum atas keyakinannya untuk menggunakan produk gaming Rexus.

Hasil ini juga menjadi motivasi bagi Rexus untuk semakin inovatif dalam mengembangkan produk terbaik untuk masyarakat Indonesia dan menjaga kualitas produk serta pelayanan.


Gamers, kalian tentu sudah pernah mendengar mengenai dua jenis keyboard, yaitu keyboard membran dan keyboard mekanikal. Dua perbedaan ini jelas. Keyboard membran menggunakan lapisan (membran) silikon atau karet sebagai media antara tombol dengan papan sirkuit pada keyboard.

Sedangkan keyboard mekanikal menggunakan switch mekanik yang berdiri sendiri-sendiri. Tiap switch menggunakan sistem kerja pegas (spring) yang akan membuat tombol jadi membal (tactile) dan berbunyi klik. Namun, ada juga switch keyboard mekanikal bersistem pegas yang tidak mengeluarkan bunyi klik yang nyaring, meski tetap membal.

Tapi, pernahkah mendengar istilah keyboard semi-mekanikal? Istilah ini memang sering jadi perbincangan. Ada yang mengatakan bahwa keyboard semi-mekanikal itu memang ada. Tapi, banyak pula yang mengatakan bahwa itu hanyalah gimmick atau “bahasa” pemasaran yang bertujuan untuk membuat agar sebuah produk laku.

Dilihat dari Jenis Switch
Sebelum menjawab ada atau tidaknya keyboard semi-mekanikal, yang perlu jadi perhatian kita adalah adalah jenis switch-nya. Itu jelas. Perbedaan jenis keyboard tergantung dari jenis switch yang digunakan. Nah, keyboard semi-mekanikal menggunakan jenis switch semi mekanikal pula.

Secara mudah, switch semi mekanikal digolongkan pada tiga jenis mekanisme seperti berikut:

1. Model switch yang sistemnya mirip switch mekanikal, tapi tidak menggunakan perangkat metal seperti pada switch mekanikal.

2. Model switch membran yang dilengkapi dengan sebuah alat semacam “laker” yang berguna untuk menimbulkan suara klik, layaknya pada switch mekanikal.

3. Model switch electrocapacitive, yaitu switch yang memadukan antara pegas besi dengan pelatuk karet atau plastik. Banyak orang menyebut switch ini sebagai hybrid switch. Salah satu merek switch electrocapacitive yang terkenal adalah merek Topre.

Jika gamers menemukan sebuah keyboard menggunakan switch dengan ciri-ciri tersebut, maka dapat dipastikan bahwa keyboard tersebut digolongkan dalam keyboard semi-mekanikal.

Jadi, Ada atau Tidak?
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa keyboard semi-mekanikal adalah ada. Saat ini, sudah banyak produk keyboard di pasaran memang mengadopsi switch semi-mekanikal di dalamnya.

Keyboard semi-mekanikal pun mempunyai segmentasi penggemarnya sendiri. Satu hal yang membuat keyboard semi-mekanikal juga banyak dipakai adalah karena harga keyboard semi-mekanikal lebih murah dibanding keyboard mekanikal.

Meski harganya lebih murah, keyboard semi-mekanikal tetap masih memberikan sensasi tactile dan “clicky“, walaupun tidak senyaring suara yang dihasilkan keyboard mekanikal.

Keyboard Semi-Mekanikal Rexus
rexus fortress k9Rexus seri Battlefire, seperti K9, K9TKL, K9RGB, dan seri Warfaction seperti seri VR1 atau VR2 digolongkan dalam golongan keyboard semi-mekanikal.

Tipe K9 menggunakan pegas yang akan memantulkan switch saat ditekan, tapi switch-nya menggunakan material plastik yang dialasi dengan karet.

Untuk tipe VR, pantulan tombol disebabkan karena bentuk karet atau silikon yang menggelembung sehingga akan memantul jika ditekan.

Kedua seri keyboard mekanikal Rexus ini dilengkapi dengan LED sehingga bisa memendarkan cahaya seperti layaknya keyboard mekanikal. Bahkan, tipe K9RGB dilengkapi dengan LED Red Green Blue (RGB) yang dapat memendarkan spektrum cahaya hingga 16 juta warna.

Selain itu, beberapa fitur yang dimiliki oleh keyboard mekanikal, seperti anti-ghosting, tombol dengan dual color injection yang membuat huruf pada tombol tak bakal pudar, dan kabel nilon yang kuat, ada di keyboard semi-mekanikal Rexus.

Kesimpulan
kx2Keberadaan keyboard mekanikal tidak hanya sebuah slogan atau gimmick marketing. Nyatanya memang ada keyboard semi mekanikal yang menggunakan switch jenis semi-mekanikal pula.

Sekarang, tinggal selera, kebutuhan, dan kemampuan konsumen. Jika ingin merasakan keyboard terjangkau dengan “citarasa” keyboard mekanikal, maka keyboard semi-mekanikal adalah pilihan yang tepat.

Tapi, perlu dimengerti juga bahwa keawetan keyboard semi-mekanikal tentu tak seawet keyboard mekanikal.

Jadi, mana pilihanmu? Mekanikal atau semi-mekanikal?