Posts

rexus legionare mx5.1

Keyboard mekanikal dan peralatan gaming yang lain butuh perawatan agar awet dan bekerja dengan baik. Sisa makanan, debu, cipratan air, dan jamur adalah faktor-faktor yang menyebabkan keyboard bermasalah karena partikel tersebut membuat koneksi antara switch jadi tidak lancar.

Jangan kuatir, perawatannya gampang kok. Kamu bisa melakukannya sendiri di rumah. Kamu hanya membutuhkan beberapa peralatan sederhana dan sedikit ketrampilan yang bisa dipelajari di sini.

Perawatan Sederhana
Kita mulai dari perawatan sederhana yang bisa dilakukan oleh kita semua. Perawatan yang paling utama adalah menjaga kebersihan lingkungan sekitar keyboard. Pastikan setelah bermain, bersihkan lingkungan sekitar meja gaming dari sisa makanan, minuman, dan sampah yang berserakan.

Buat kamu yang terbiasa bermain game sambil merokok, waspadai abu rokok. Tanpa sengaja, abu itu akan berterbangan dan masuk ke sela-sela switch atau bahkan masuk ke dalam PCB atau sirkuit keyboard sehingga menyebabkan gangguan persinyalan. Jika merokok, siapkan asbak tempat puntung rokok yang diberi tisu basah agar abu tidak berterbangan. Atau, lebih baik lagi… kamu tidak merokok.

Waspadai juga sisa minyak di tangan saat kamu nge-game sambil makan gorengan. Tak hanya membuat kotoran makin mudah menempel di tombol keyboard, sisa minyak di tangan juga akan mempercepat keausan huruf tombol. Cara mengantisipasinya adalah dengan menyediakan tisu atau lap di samping keyboard agar kamu mudah mengelap tangan sebelum mengetik. Atau, mungkin kamu bisa mengalungkan handuk kecil di leher (?)

Membersihkan Keyboard Mekanikal

Peralatan yang kalian butuhkan:

– Penarik keycap.

– Sebotol air hangat (jangan air mendidih ya) dan cairan pembersih/sabun

– Mesin penyedot debu

– Lap bersih

– Handuk pembersih

rexus legionare mx5.1

Persiapan

  1. Langkah awal, copot colokan keyboard dari PC. Selain agar lebih gampang membersihkannya, hal ini untuk menghindarkan kabel keyboard putus akibat tanpa sengaja tertarik.
  2. Copot semua keycap atau tutup tombol dengan keycap puller. Lakukan secara hati-hati agar tidak pecah.
  3. Agar tidak lupa saat mengembalikannya nanti, ada baiknya foto dulu keyboard sebelum dicopoti. Sambil selfie bareng keyboard Rexus kamu, terus masukkan ke sosmed kamu.

Membersihkan Keycap

  1. Keycap yang sudah dicopot dimasukkan dalam air hangat yang sudah dicampur dengan cairan pembersih tujuannya agar kotoran yang membandel mulai melunak.
  2. Langkah selanjutnya lumayan jadi PR nih. Keycap tersebut harus dibersihkan dengan menggunakan lap basah atau sikat gigi yang sudah tidak terpakai satu per satu. Ingat ya, satu per satu. Jadi kalau ada 104 keycap, berarti kamu harus mengeluarkan energi lumayan banyak.
  3. Setelah dicuci, keringkan dengan menggunakan lap bersih sampai benar-benar kering.

Membersihkan Papan PCB

  1. Setelah keycap diangkat semua, maka akan tampak deretan switch yang masih tertancap di papan keyboard. Tidak perlu mencabutnya satu per satu. Kamu tinggal menggunakan bantuan penyedot debu untuk menyedot kotoran di sela-sela switch tersebut.
  2. Agar sedotannya lebih kuat dan terfokus, gunakan ujung penyedot debu yang kecil.
  3. Kamu juga bisa membersihkan papan keyboard dengan meminjam blower dari bengkel motor terdekat dan meniup sela-sela switch dengan angin bertekanan.
  4. Balik papan keyboard dan ketuk-ketuk ringan agar kotoran yang tersisa jatuh.
  5. Bersihkan permukaan papan keyboard dengan lap bersih, terutama bagian sela-sela deretan switch.

rexus legionare mx8

Tahap Akhir

Setelah semua dinilai bersih, letakkan papan keyboard dan switch di atas lap kering. Tunggu beberapa saat sampai benar-benar kering. Agar lebih cepat dan optimal proses pengeringannya, gunakan kipas angin.

Jika semua sudah kering, pasang kembali keycap. Jika lupa urutannya, lihat foto yang tadi kamu ambil sebelum mencopot semua keycap.

Mudah, bukan? Lakukan hal ini secara periodik ya agar keyboard awet.

Foto: Switch Content

Gamer, bicara soal keyboard mekanikal atau mechanical keyboard tak bisa dilepaskan dari beragam jenis dan tipe switch yang ada di dalamnya. Kriteria switch tersebut akan menentukan kinerja sebuah keyboard.

Seperti kita ketahui, terdapat dua penggolongan jenis switch, yaitu switch linear dan tactile. Skema mekanis pada switch linear adalah langsung tegak lurus ‘memukul’ sirkuit untuk menghasilkan sinyal. Setelah ditekan, tombol akan naik ke atas, tapi tanpa disertai hentakan balik.

Sedangkan switch tactile mempunyai sistem mekanikal yang lebih rumit, yaitu dengan selongsong stem tambahan yang ikut naik turun saat tombol ditekan. Stem tersebut akan membuat hentakan balik dan bunyi “klik” yang nyaring.

Beragam Merek Switch

Salah satu pelopor switch keyboard mekanikal adalah Cherry MX. Ya,  Cherry MX memang merupakan salah satu legenda switch mechanical keyboard. Switch keyboard diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika.

Begitu terkenalnya Cherry MX switch di dunia keyboard mekanik, sampai-sampai perusahaan pembuat switch lainnya menyamakan karakter dan pola switch-nya dengan Cherry.

Selain Cherry, ada juga merek Kaihl atau Kaihua. Switch merek Kailh diproduksi oleh Kaihua Electronics, perusahaan semi­konduktor dari China yang sudah beroperasi sejak 1990.

Awalnya, Kaihua meng-kloning Cherry, tapi seiring waktu, perusahaan ini membuat sendiri model switch dan bekerjasama secara eksklusif dengan beberapa produsen keyboard. Ada pula merek Romer-G, sebuah merek dagang yang merupakan kolaborasi antara Omron dengan Logitech.

Selain itu, muncullah merek switch Outemu. Merek asal China ini makin banyak dikenal lantaran banyak produk keyboard mekanikal yang menggunakan switch ini. Untuk beberapa merek lagi, ada JWH dan Content. Nama terakhir ini mulai jadi perbincangan karena mulai banyak produsen keyboard yang menggunakan produk ini.

Switch “Content”, Kualitas dalam Jangkauan

Content adalah merek switch keyboard mekanikal yang tergolong baru. Meski baru, switch dengan merek ini mempunyai kualitas yang tak bisa dianggap remeh. Dalam forum reddit.com, ada yang mengklaim bahwa kualitas switch ini mempunyai hampir mirip dengan switch merek Kaihl.

Menurut sebuah ulasan di shopzadaph.com, switch ini lumayan “clicky” dan “tactile” selayaknya karakteristik blue switch. Masih di ulasan yang sama, saat digunakan untuk mengetik, switch ini enak digunakan dan akurat. Tombol-tombolnya sangat memuaskan saat ditekan.

Spesifikasi Content Blue Switch

  • Total Operating point: 50Cn
  • Total operation force: 60cN ± 15gf
  • Jarak aktuasi: 0,4 – 4mm
  • Durabilitas: 50 juta klik

Dengan kualitas seperti itu, switch Content pantas menjadi pilihan baru para produsen keyboard. Apalagi, switch ini termasuk murah. Harganya mirip dengan merek Kaihl atau bahkan lebih murah sedikit. Dibandingkan dari lapak online, harga satu switch Content adalah sekitar Rp4.000 – 5000.

Fakta itu membuat Rexus juga memilih merek switch ini untuk menjadi “amunisi” baru dalam produk keyboard mekanikal teranyar yang bakal segera dirilis dipasaran.

Apakah tipe keyboard itu? Tunggu kehadirannya!

Foto: pixabay

Gamers, kami yakin kalian tentu sudah ahli di bidang memencet tombol  gaming keyboard atau gaming mouse. Tapi, untuk urusan PDKT atau pendekatan di depan gebetan, beberapa di antara kalian tentu masih harus belajar.

Ada strategi tertentu yang bisa membuat kalian sukses melakukan pendekatan dan akhirnya berhasil menggebet cewek atau cowok idaman kamu. Strategi itu termasuk bagaimana cara menghindari hal-hal yang dapat menggagalkan proses PDKT kalian.

Foto: pixabay

Dari berbagai referensi, Rexus menjabarkan lima kesalahan yang kerap dilakukan saat melakukan PDKT.

1. Tidak berani jadi diri sendiri.
Menjadi pria atau cewek yang terlihat baik memang tidak ada salahnya. Tapi, bersikap baik atau pura-pura baik membuat kalia menjadi membosankan dan seperti dibuat-buat.

Apa solusinya? Jadilah dirimu yang sebenarnya. Biarkan gebetanmu yang menilai pribadimu yang sebenarnya.


2. Ragu-ragu

Faktanya membuktikan bahwa kesempatan menggaet pasangan terbuka lebar bila Anda menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri saat mendekati mereka. Menunjukkan sikap ragu-ragu hanya membuat Anda kehilangan kesempatan.

Solusi: Pertama, tentu tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Untuk menambah rasa percaya diri, salah satu cara adalah dengan selalu tampil wangi. Kamu bisa berpakaian keren, tapi jika bau badan, maka banyak yang bakal menghindar.

3. Terlalu banyak bertanya.
Kamu sedang melakukan pendekatan, Bung! Bukan sedang menjadi penyidik KPK. Terlalu banyak bertanya, terutama soal kehidupan pribadi, gebetanmu justru akan membuatnya risih.

Solusi: Mulailah dengan memperkenalkan diri untuk memancing dia memperkenalkan diri lebih lanjut. Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan akan mengalir secara natural sehingga terjadi dialog yang interaktif.

Foto: pixabay

4. Belum apa-apa sudah pegang-pegang.
Stop! Jangan lakukan hal ini. Hal ini akan membuat gebetan merasa tak nyaman, bahkan bisa-bisa kamu ditampar.

Solusi: Jaga sikap. Tetap sopan. Jika kalian berdua sudah semakin dekat, soal pegang-pegang itu akan mengalir secara spontan kok.

 

5. Menjauhi Teman-temannya.
Jika kalian ingin menggaet gebetan, jangan menjauhi teman-teman atau komunitasnya selama ini.

Solusi: Masuklah dalam komunitas gebetanmu. Dia akan makin nyaman saat melihatmu bisa berinteraksi dengan teman-teman “genk”-nya.

Foto: twitter.com/alexgorlando

Gamers, kabar gembira buat kita semua… Bukan karena manggis ada ekstraknya, tapi karena ternyata makin banyak fakta yang membuktikan bahwa hobi bermain game itu tidak selalu membuat nilai akademis kita turun. Bahkan, sebaliknya, bermain game justru bisa membuat gamer makin berprestasi di bidang pendidikan.

Salah satunya adalah Alexandra Orlando. Gamer cantik asal Kanada ini berhasil meraih gelar sarjana di bidang Sastra Inggris dan gelar master di bidang cinematografi. Keduanya diselesaikan dengan meraih nilai yang memuaskan alias Cum Laude.

Kini, dia sedang menyelesaikan desertasinya untuk meraih gelar doktor atau Ph.D di The University of Waterloo, Kanada. Dalam desertasinya, dia mengadakan penelitian tentang  hubungan antara  teori film dan cinematografi dalam game dan e-sport di  Asia Timur.

Foto: uwaterloo.ca

Menurutnya, industri game adalah sebuah “big bang” atau fenomena luar biasa abad ini. Fenomena itu terbukti dari munculnya antusiasme luar biasa terhadap e-sport.

Buktinya, pada sebuah kompetisi game online yang diadakan di stadion Madison Square dan Sang-am World Cup Stadion, penonton yang datang membludak.

Dua stadion yang masing-masing berkapasitas sekitar 45.000 penonton itu dipenuhi oleh penonton yang ingin menyaksikan pertandingan game online.

Sembari menyelesaikan studinya, Alexandra tetap aktif bermain game dan menjadi komentator di berbagai kompetisi game online. Saat ini, dia menjabat sebagai manajer di Collegiate Star League and eSports Canada dan  aktif memberikan ulasan mengenai game.

Sudah cantik, pintar, dan hobi main game… Apa lagi sih yang dicari dari seorang wanita?

Tergelitik dengan adagium pada stiker yang sering ditempelkan di kaca mobil, Real Men Use Three Pedals. Kesan keren dan maskulin jadi komponen yang ingin ditonjolkan untuk sebuah fenomena seorang pria yang menggunakan mobil manual dengan sistem perpindahan gigi dengan pedal kopling yang diinjak.

Komponen kopling manual yang diinjak seolah identik dengan “kekuatan” – karena untuk menginjaknya, kamu pasti butuh tenaga lebih – dan kekuatan identik dengan pria. Tak hanya itu, dengan kopling, akselerasi kendaraan relatif lebih garang dibanding sistem otomatis.

Meski antara mobil dengan keyboard berbeda, tetapi sensasi yang sama itu bisa ditemukan saat jari-jarimu “membelai” sebuah papan kunci alias keyboard Rexus Legionare MX-7.

Satu tagline yang selalu digaungkan oleh keyboard ini adalah real mechanical, mekanikal asli. Kata “real” menjadi satu nada marketing sekaligus pemicu pertanyaan, “Kalau begitu, ada tipe keyboard yang tidak asli mekanikal?

Untuk menjawab seberapa “asli” Rexus Legionare MX-7, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencobanya sendiri. Atau, pilihan yang sedikit lebih mudah, kamu baca ulasan ini.


Kodrat Real Mechanical

foto: pixabay

Berdasarkan prinsip kerja dan materialnya, hanya terdapat dua jenis keyboard, yaitu keyboard membran dan keyboard mekanikal. Seperti namanya, keyboard membran menggunakan lapisan silikon sebagai penghantar sekaligus pelapis ketukan agar terasa lembut dan tidak berisik. Lain halnya dengan keyboard mekanikal yang mempunyai switch tersendiri tiap tombol.

Lalu, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan real mechanical keyboard? Atau, keyboard mekanikal seperti apa yang bisa digolongkan sebagai mechanical keyboard?

Jawaban dari pertanyaan itu tak lepas dari dua hal ini. Pertama, istilah “real” itu tentu tidak bisa dilepaskan dari bahasa marketing yang ingin menonjolkan sebuah produk keyboard mekanikal yang lebih asli dan sesuai “kodrat” keyboard mekanikal.

Apa “kodrat” keyboard mekanikal? Ya itu tadi, jenis keyboard yang tangguh, baik secara material maupun fungsional.

Material keyboard mekanikal yang “asli” menampilkan kualitasnya, mulai dari switch atau tombol yang terbuat dari bahan plastik yang keras, permukaan keyboard yang terbuat atau berlapiskan bahan logam, hingga performa serta ketangguhannya saat dioperasikan. Kamu bisa merasakan sensasi keyboard mekanikal “asli” pada keyboard IBM tipe M yang sempat menjadi idola di era 80an.

Kedua, “real” merujuk pengembangan teknologi keyboard mekanikal tanpa meninggalkan “kodrat”-nya. Keyboard mekanikal saat ini banyak dilengkapi dengan beragam fitur dan aksesoris, mulai dari fitur anti-ghosting yang memungkinkan ke-104 tombolnya dipencet dan beroperasi sekaligus tanpa ada satupun yang stak, hingga penggunaan LED RGB yang berguna untuk mempermanis sekaligus menambah aksen keyboard mekanikal di belantara gaming keyboard.

Di tengah fitur yang terus dikembangkan, real mechanical keyboard tetaplah keyboard yang mumpuni untuk diajak bekerja keras. Salah satunya adalah Rexus Legionare MX-7 yang hendak kami coba ini.

Penampilannya Khas Lelaki
Omong kosong jika kalian menaksir seorang cewek tanpa melihat penampilannya, Bro. Penampilan itulah yang memberi kesan pertama kamu suka atau tidak dari seseorang, bukan? Nah, itu jugalah yang kami temukan pada Rexus Legionare MX-7.

Sebagai pria, kami pun langsung tertarik dengan perwujudan Legionare MX7. Tampil dengan balutan warna dark grey dengan mouse berwarna hitam, MX-7 merepresentasikan sisi maskulin sedemikian rupa. Hanya sedikit aksen merah yang ditonjolkan di pinggir papan.

 

Rexus legionare MX7

Kesan cool dan elegan menyeruak begitu dashyat berkat papan keyboard yang terbuat dari metal, dengan deretan switch berwarna hitam nan anggun. Begitu kamu memencet tombol “FN” + Wave #1, muncul pendaran cahaya yang berasal dari LED RGB yang ada di bawah tiap switch. Perpendaran warna hijau, biru, merah akan berombak, menambah kesan keren.

Jika kamu termasuk orang yang tak suka dengan warna “ngejreng“, pencet tombol “FN” + “Wave #2” atau “FN” + “Breath”, maka LED hanya akan memancarkan warna tertentu yang lebih kalem.


Uji Ketangguhan

Dengan penjelasan di atas, kamu tentu mulai bisa memahami mengapa Rexus Legionare MX-7 dimasukkan dalam golongan real mechanical gaming keyboard, bukan sekedar “ala-ala”. Untuk makin memahaminya, kami pun membawa Rexus Legionare MX-7 ke meja gaming. Permainan “sejuta umat” pun kami mainkan: Point Blank.

Begitu mengeluarkan keyboard ini, kamu langsung merasakan bedanya dengan keyboard lainnya, apalagi keyboard membran. Berat keyboard yang mencapai lebih dari satu kilogram – tepatnya 1063 gram – lah yang membedakan.

Berat itu masuk akal karena MX-7 menyertakan palm rest berbahan plastik berkualitas tinggi, yang mampu menahan berat kedua telapak tangan kamu. Kami kira, saat kamu tanpa sadar menggebrak keyboard saat tokohmu tertembak mati, palm rest ini takkan buru-buru pecah.

Dengan menggunakan keyboard Rexus Legionare Titanix TX-3 dan headset Rexus Thundervox HX-2, kami memainkan game. Beberapa menit menggunakan MX-7, tokoh Tero yang kami pakai pun pergerakannya terasa enak.

Senjata OA yang kami gerakkan dengan menggunakan switch Q teras enak digunakan. Pegas switch MX-7 memantul secara sempurna. Pergerakan Tero yang menuruti gerakan jari dengan memencet switch W dan A terasa smooth.

Manuver dengan menggunakan keyboard MX-7 juga tak mengalami kendala yang berarti. Meski dilengkapi palm rest yang lebih berfungsi saat kamu memposisikan keyboard secara lurus, kamu tetap bisa memiringkan posisi keyboard agar lebih nyaman, sesuai kebiasaan kamu saat bermain game.

Dalam posisi miring, palm rest tetap menjadi tumpuan pergelangan tangan sehingga tak mudah pegal. Syaratnya, kamu membutuhkan space yang agak luas saat memiringkan MX-7.

Secara keseluruhan, kinerja MX-7 terbukti handal. Saat mencobanya kali ini, kami tak menemukan kendala “ghosting” sama sekali, semua switch bekerja secara sempurna. Dan, jika sesekali terjadi “freeze” itu bukan karena keyboard-nya donk. Biasanya itu terjadi karena koneksi internet atau arus listrik yang tak stabil.

Fitur lain yang tak boleh dikesampingkan adalah fitur macro dalam MX-7.  Dengan fitur ini, kamu bisa lebih mudah dan mempercepat intensitas atau frekuensi gerakan. Jadi, kamu tak perlu memencet beberapa kali untuk misalnya, menembak secara terus menerus.  Fitur macro sangat cocok untuk para gamers tingkat advanced.

Di antara penilaian itu, kami menaruh hormat yang setinggi-tingginya pada komponen Outemu Blue Switch yang dibenamkan pada keyboard ini.


Misteri Switch Biru

Mobilitas tokoh yang kamu mainkan dengan menggunakan MX-7 tak lepas dari kinerja 104 Outemu Blue Switch di atasnya. Seperti yang kamu tahu, banyak terdapat merek switch keyboard mekanikal, mulai dari Outemu, Kaihua, Kailh, Gateron, hingga Cherry MX dan Romer-G. Merek-merek tersebut merupakan merek paten untuk switch keyboard.

Di antara semua merek itu, Cherry MX merupakan salah satu “legenda” sekaligus “kiblat” switch mechanical keyboard. Switch keyboard yang diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika, telah mendominasi banyak produsen keyboard kelas atas seantero dunia.

Begitu terkenalnya Cherry MX switch di dunia keyboard mekanik, sampai-sampai perusahaan pembuat switch lainnya menyamakan karakter dan pola switch-nya dengan Cherry MX. Salah satunya adalah Outemu.

Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu Blue Switch merupakan switch yang kinerjanya hampir sama dengan switch Cherry MX. Bahkan, dalam review tersebut, Outemu lebih terasa lembut meski tetap menyajikan sensasi “clicky” yang asyik.

Infografis: input.club


Switch
Linear atau Tactile?

Secara umum, terdapat dua penggolongan jenis switch, yaitu switch linear dan tactile. Skema mekanis pada switch linear adalah langsung tegak lurus ‘menonjok’ sirkuit untuk menghasilkan sinyal. Sedangkan switch tactile tidak bergerak tegak lurus, akan tetapi mengetuk dan menimbulkan sebuah umpan balik dan bunyi klik pada komponen dalam switch tersebut.

Berdasarkan penggolongan tersebut, switch Outemu mempunyai tipe keduanya, namun dengan karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing karakter direpresentasikan melalui warna switch, yaitu:

Outemu Black – switch linear.
Outemu Red – switch linear.
Outemu Brown – switch tactile berkarakter smooth dan tidak terlalu berisik.
Outemu Blue – switch tactile berkarakter “clicky“.

outemu blue switch

Meski menggunakan housing dari plastik, Outemu terbuat dari plastik berkualitas tinggi sehingga tetap tangguh. Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa switch Outemu terasa agak goyang, tetapi itu takkan memengaruhi tekanan dan kontak pada papan chip di bawahnya. Jari kamu pun tetap memencet secara tepat karena cekungan pada keycap switch Outemu pas dengan lengkungan ujung jari kita.

Per atau pegas yang terdapat di dalam switch Outemu juga terkenal bandel. Diklaim, per yang ada dalam switch Outemu Blue mampu bertahan hingga 50 juta klik! Itupun tergantung pemakaian. Jika kamu tidak menggunakan secara urakan, per itu pun akan bertahan lebih lama. Tak hanya itu, jika akhirnya salah satu switch “menyerah”, kamu bisa menggantinya secara terpisah, tanpa harus mengganti seluruh keyboard.


Mechanical Keyboard Paten yang Terjangkau

Satu faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memboyong sebuah keyboard mekanikal adalah harga. Mungkin, kamu bisa atau mampu untuk membeli keyboard mekanikal kelas atas yang menggunakan switch Cherry MX Blue, tapi harga yang kamu bayar tentu takkan sendikit. Itu adalah hak setiap orang.

Tapi, hendaknya perlu dipertimbangkan kebutuhan dan level profesionalitas kamu. Jika kamu memang butuh dan sudah seprofesional Sahill Arora, keyboard dengan harga jutaan atau bahkan ratusan juta merupakan salah satu kebutuhan gaming yang harus dipenuhi.

Tapi, buat kita yang masih berkompetisi game dalam level profesional medioker, masih belajar bermain game, atau justru memilih game sebatas hobi, kebutuhan akan keyboard sudah bisa terfasilitasi dengan baik oleh Rexus Legionare MX-7 ataupun seri keyboard Rexus lainnya. But, this is only a suggestion. The decision is still yours, Bro.