Posts

Review kali ini kami ambil utuh dari portal gamedaim.com  yang mengulas salah satu mouse Rexus keluaran terbaru, Rexus Xierra G5. Dalam “primbon” Rexus, inisial “G” digunakan untuk menggolongkan seri mouse yang masuk dalam kelas entry level atau mouse gaming standar yang cocok untuk pengguna pemula, tapi fiturnya mulai “mencicipi” gaming mouse kelas pro.

Berikut review media game ini…

Rexus, salah satu brand lokal ikut memperkenalkan produk mouse gaming mereka. Dan salah satunya ialah Rexus Xierra RGM-G5 yang sudah RGB, dengan desain yang cukup ergonomis. Seperti yang kita ketahui, Rexus memang lebih dikhususkan untuk gamer pada tingkatan entry-level, karena harganya yang terjangkau. Hal itu-pun menyesuaikan tagline mereka yaitu “Made for Everyone”.

Di kesempatan kali ini, Gamedaim akan mengulas produk Mouse Rexus Xierra RXM-G5 dari Rexus untuk Gamedaim. Apakah worth it untuk gaming? Atau sekedar pemakaian kasual saja?

Desain Simpel 

Kesan saat melihat mouse ini pertama kali terlihat biasa, dilengkapi warna-warni RGB light di sepanjang pinggiran mouse secara keseluruhan. Desain pada Rexus Xierra RXM-G5 bisa dibilang mirip dengan seri lainnya yaitu Xierra X9, hanya saja penggunaan warna pada RXM-G5 ini bercampurkan silver dan black.

Memang simple, namun desain pada mouse ini cukup ergonomis dengan rancangan yang dibuat sedemikian rupa agar para gamer nyaman untuk memakainya.

Di bagian samping kanan dan kiri mouse ada sedikit desain yang unik, yaitu menggelombang bagaikan ombak. Hal ini-pun juga dibuat demi kenyamanan jari para gamer saat melakukan aktivitas gaming.

Selain itu, seri RXM-G5 ini memiliki berat tambahan yang berguna agar gamer bisa memposisikan dengan tepat akurasi bermain mereka untuk game-game FPS.

Performa Cukup untuk Main Game FPS

Mouse seri RXM-G5 ini memiliki tingkat Dpi antara 800 hingga 3200 DPI. Hal ini sangat berguna saat berhadapan dengan game dengan tingkat gameplay yang sangat hiperaktif. Tentunya, kecepatan DPI ini dapat diubah sesuai kenyamanan para pengguna.

Mouse ini-pun dirancang dengan high precision atau tingkat presisi/akurasi yang tinggi sehingga memang cocok untuk game-game bergenre FPS.  Gamedaim sendiri telah mencoba langsung mouse ini untuk game-game FPS seperti Point Blank dan Apex Legends, alhasil performa gaming cukup meningkat daripada menggunakan mouse non-gaming (tidak didesain untuk penggunaan gaming).

Spesifikasi

  • Kecepatan Rata-rata per frame: 60ips
  • Resolusi: 4 tingkat DPI 800 I 1600 I 2400 I 3200
  • Tingkat polling: 125Hz
  • Jumlah tombol: 6 tombol
  • Merek switch: Huano
  • Daya tahan switch: 5.000.000
  • klik Sensor: INSTANT A704
  • LED: 4 mode pencahayaan
  • Panjang kabel: 1,8 meter
  • Dimensi: 124 x 67 x 37mm
  • Berat: 90gr / 115gr
  • Koneksi: USB
  • Platform: Win7/ Win8/ Win 10/ Window Vista/ Window XP/Mac OS 8.6 ke atas

Kesimpulan

Dibandrol dengan harga sekitar 99 ribuan lewat official store Rexus di sini, Mouse Rexus Xierra G5 ini cukup dan worth it untuk pengguna gaming entry-level atau gamer kasual yang tidak terlalu mementingkan kompetisi.

Sumber: Gamedaim.com

Gamers, jika kalian perhatikan, ada yang baru diekspos di media sosial Rexus. Apa itu? Label Rexus Premium Gaming Quality.  Menurut pihak Rexus, label ini merupakan pengakuan internal dari Rexus bahwa beberapa produk Rexus sudah memenuhi standar gaming professional sehingga dapat dan layak digunakan untuk bertanding di turnamen gim.

Pengakuan dan rekomendasi tersebut tentu tidak diberikan untuk sembarang produk. Hanya produk-produk gaming yang mempunyai spesifikasi tinggi, material berkualitas, dan didukung komponen berkelas yang masuk di dalamnya.

Salah satu produk yang masuk dalam kategori Rexus Premium Gaming Quality adalah gaming mouse Rexus Titanix TX9. Mouse yang satu ini memang salah satu produk keluaran Rexus yang ikonik dan ditujukan untuk para gamer profesional.


Ultra Comfort Gaming Experience
Mouse ini memang “ultra” alias superior. Pertama kali itu bisa terlihat dari kardusnya. Jika diperhatikan, kardus TX9 jauh berbeda dari beberapa “saudara”-nya meski sama-sama dalam keluarga Titanix, seri mouse Rexus yang dikhususkan untuk advanced gamer.

Kardus TX9 tampil elegan dan mewah. Aksen embos gold makin mematrikan bahwa mouse ini bukan sembarang mouse. Pada kardus itu tertulis jelas  fitur yang pasti sangat diminati para gamer: Ultra Comfort Gaming Experience.

Betul, kan? Sekeren dan secanggih apapun mouse kamu, jika tidak nyaman digunakan tentu saja takkan mendukung perfoma permainan. Pertanyaan selanjutnya, senyaman apakah mouse ini?

Bicara soal kenyamanan bisa saja sangat relatif. Seorang cewek cakep yang mau berpacaran dengan cowok yang – maaf – seadanya, bisa saja beralasan, “Aku nyaman kok dengan cowokku ini.” Gubrakk… kalau sudah begitu siapa yang bisa menentang?

Tapi, kenyamanan menjadi sesuatu yang pasti jika sudah berhubungan dengan common sense. Artinya, sesuatu itu sudah diakui oleh banyak orang dan dinilai mempunyai nilai kenyamanan. Nah, begitu pula dengan mouse Titanix TX9 ini. Banyak orang yang mengakui bahwa mouse ini mempunyai bentuk yang ergonomis dan didukung dengan fitur yang lengkap sehingga sangat membuat nyaman.

Dengan dimensi 124mm x 67mm x 40mm, ukuran mouse ini tak terlalu besar, tak pula terlalu kecil. Pas. Beratnya pun pas, yaitu 115 gram. Ukuran dan berat tersebut sangat memengaruhi pergerakan dan kontrol saat digunakan bermain gim.


Komponen Unggulan
Berkualitas atau tidaknya sebuah mouse tergantung dari beberapa komponen pendukung di dalamnya. Dari banyak komponen, ada beberapa komponen yang sangat menentukan kualitas sebuah mouse. Komponen tersebut meliputi chipset sensor, tombol, serta sistem konektivitasnya.

  • Chipset Sensor Avago
    Mouse ini menggunakan teknologi optik sinar infra merah yang dipindai oleh sistem sensor. Seperti telah dibahas di artikel yang mengupas mengenai ragam sensor, Avago merupakan salah satu chipset sensor yang banyak digunakan oleh gaming mouse terkenal. Seri A3050 adalah salah satu seri sensor Avago yang mempunyai tingkat pemetaan frame yang presisi, handal, dan irit daya.

Baca juga: Empat Merek Sensor yang Paling Sering Digunakan di Mouse Gaming

Dalam chipset tersebut, gerakan tangan diolah menjadi sinyal yang menggerakkan kursor di komputer. Avago A3050            memiliki frekuensi pemindaian sekitar 6600 fps, kecepatan gerakan hingga 60 inch/detik, dan kecepatan mentransfer informasi ke komputer hingga 1000Hz.

  • Tombol Omron
    Tombol sebuah mouse juga merupakan komponen yang sangat menentukan. Sebagai gaming mouse, TX9 harusnya mempunyai tombol yang bisa diajak kerja keras, tangguh, dan tetap nyaman.Oleh karenanya, TX membenamkan tombol Omron. Seperti kita ketahui bersama, Omron adalah nama sebuah perusahaan Jepang yang sudah terpercaya sebagai produsen semi-konduktur, alat kesehatan, dan panel elektronik.

    Dengan mempercayakan pada tombol dari Omron, kekuatan klik atau tekanan mouse ini mencapai 20 juta kali. Selain ketangguhan sistem mekanikal di dalamnya, Omron juga terkenal dengan daya hantar yang sangat sensitif sehingga sinyal ketikan takkan tertahan.

    Baca juga: Setangguh Apakah Tombol Mouse Gaming Rexus

  • Sistem Konektivitas
    Jangan lupakan faktor konektivitas. Sinyal yang sudah diolah dalam chipset on board mouse harus “disampaikan” ke komputer tentunya. Untuk itu, dibutuhkan media yang berkualitas agar sinyal tak tertahan. TX9 menggunakan kabel berukuran lumayan besar, dengan balutan serat nilon yang membuatnya awet. Kabel besar tersebut tentu berfungsi agar hambatan sinyal sangat minimal.Sebagai konektor, TX9 menggunakan kepala USB gold plated. Disebut gold plated bukan berarti USB tersebut dilapisi emas, tapi pin USB tersebut menggunakan campuran emas. Emas merupakan bahan konduktor yang dapat menyalurkan sinyal listrik secara optimal. Selain itu emas juga tahan terhadap korosi dan oksigenasi.

 


Fitur Lengkap
Bicara soal kenyamanan, tak bisa dipungkiri soal  fitur atau kelengkapan manfaat produk mouse tersebut. Bisa dikatakan, mouse TX9 merupakan salah satu mouse Rexus yang mempunyai fitur yang lengkap. Yuk, kita bahas satu per satu, mulai dari fitur yang ada di dalam TX9.

  • Driver Software
    Fitur inilah yang sering dicari para gamer pada sebuah mouse. Dengan adanya software, pengguna dapat mengatur dan mempersonalisasikan bantuan saat bermain gim, seperti pengaturan macro, pengaturan DPI, dan lain sebagainya.
    Software TX9 dapat diperoleh dalam CD bawaan atau diunduh di www.rexus.id/dukungan/, sedangkan untuk tutorialnya dapat dilihat di sini.
  • 6D DPI
    Dengan software ini, DPI mouse dapat diatur dalam pilihan yang banyak, yaitu 250 – 4800. Tingkatan DPI dalam mouse ini terbagi dalam 6 tingkatan yang bisa secara mudah diatur dengan menekan tombol tengah.
  • LED Running RGB
    Meski LED tidak secara langsung mendukung performa, tapi fitur ini tetap menjadi daya tarik dalam sebuah gaming mouse. TX9 sudah “menganut” running RGB LED. Disebut “running” karena LED mouse ini akan berpendar mengitari body mouse dengan spektrum warna yang kaya.
  • Metal Scroll
    Scroll atau tombol beroda yang ada mouse ini sudah mengunakan material metal. Selain awet, scroll dari metal tersebut juga didesain dengan kontur yang kasar sehingga takkan slip saat digunakan. Tentu saja, roda besi tersebut juga akan menambah tampilan produk ini, menjadi makin garang.


Pengalaman Bertanding
Dari testimonial beberapa pengguna yang menggunakan mouse ini dalam turnamen, diperoleh pengakuan bahwa mouse gaming ini layak digunakan untuk mengikuti kompetisi ataupun turnamen.

Adi, kapten tim Rexus DragonZ LOL, yang menggunakan produk ini mengatakan bahwa mouse TX9 stabil saat digunakan, baik kestabilan klik-nya ataupun pergerakannya.

“Sensornya juga stabil dan presisi saat digunakan di atas mousepad,” tambahnya.  Saat ini, TX9 sedang digunakan untuk kualifikasi turnamen berskala Nasional, League of Legends Clubwar XI, dan Manila Conqureor Indonesia Qualifier.

 

Gamers, sering kali kita membaca tulisan “Gold Plated USB Connection” dalam kemasan berbagai peralatan elektronik yang menggunakan colokan USB. Produk gaming pun banyak yang menggunakan tulisan itu pada konektor USB-nya.

Pertanyaannya, apakah pernyataan di tulisan itu benar? Apakah benar sebuah colokan USB menggunakan lapisan emas? Okelah. Yuk, kita andaikan bahwa sebuah produsen perangkat gaming menggunakan lapisan emas pada colokan USB mouse gaming-nya.

Saat ini, harga emas 24K di Indonesia, berdasarkan harga jual dari perusahaan Aneka Tambang (Antam), ada di kisaran Rp580.000,- per gram. Seandainya dibutuhkah setengah gram untuk melapisi sebuah USB, maka, ongkos produksi untuk emasnya saja sudah mencapai Rp240.000.

Jika produsen mouse itu menjual mouse gaming-nya di kisaran Rp500.000, maka menurut kalian apakah produsen mouse gaming tersebut akan mendapatkan untung? Tentu saja, produsen akan berpikir 2 – 3 kali lipat untuk menggunakan emas murni sebagai lapisan logam pada konektor USB.

Kenapa Emas?
Penggunaan logam emas dalam perangkat elektronik memang sudah jarang. Hal itu tak bisa dilepaskan dari sifat logam emas yang merupakan logam penghantar listrik yang baik (konduktor).  Menurut daftar yang dirilis oleh allmetalsfab.com, emas murni merupakan bahan semi-konduktor terbaik nomor 3, setelah perak murni dan tembaga murni.

Lalu, kenapa  emas selalu disebut sebagai penghantar listrik terbaik, padahal peringkatnya nomor 3? Karena emas mempunyai karakteristik lain yang tak dimiliki oleh logam lain, yaitu anti korosi atau karat. Silver dan tembaga memang lebih bagus dalam menghantarkan listrik daripada emas, tapi mereka rentan akan karat sehingga mudah rusak.

Itulah kenapa emas jadi pilihan utama para produsen semi-konduktor dalam menciptakan kabel, konektor, atau perangkat penyalur listrik lainnya. Ada produsen yang memang benar-benar menggunakan campuran emas murni dalam produknya, namun banyak pula produsen yang sekedar mencantumkan “gold plated” sebagai alat atau bahasa marketing semata.

Gold Plated USB
Lalu, apakah memang ada konektor USB yang terbuat dari emas murni? Kemungkinan ada produsen yang membuat produk itu. Salah satunya adalah sebuah perusahaan dari Saudi Arabia, Jamil Pure Gold.

Perusahaan ini memang dikenal sebagai salah satu produsen peripheral yang menggunakan emas sebagai bahan utamanya. Namun, produk dari Jamie Pure Gold lebih berfungsi sebagai souvenir atau perhiasan daripada berfungsi sebagai peralatan. Salah satu produk USB-nya digunakan oleh artis Kate Moss, yang dibanderol sekitar 10 juta Rupiah!

Bagaimana dengan peralatan gaming yang diklaim menggunakan lapisan emas pada USB-nya? Menurut gamersnexus.net, itu hanyalah “bahasa marketing” atau “gimmick” yang digunakan para produsen peralatan gaming. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa produk gaming-nya mempunyai kualitas yang koneksi sinyal elektronik  yang bagus dan stabil.

Jika pun ada yang benar-benar menggunakan lapisan emas, maka yang dilapisi emas adalah salah satu pin di dalamnya. Itupun dalam kadar dan jumlah yang sangat kecil.

Jadi, bukan selongsongnya loh ya. Jika kamu melihat ada selongsong USB yang berwarna kekuning-kuningan, bukan berarti USB itu berlapis emas. Biasanya, itu dibuat dengan campuran kuningan atau logam lain yang berwarna kuning.

Menurut Steve Burke, Editor in Chief Gamer Nexus, efek penggunaan lapisan emas pada USB tidaklah signifikan. Rata-rata kecepatan transfer sinyal dari peranti gaming ke RAM komputer adalah 1000 Hz. Kecepatan itu lebih ditentukan oleh kemampuan chip mouse, RAM, ataupun VGA card komputer kamu. Efek yang dihasilkan dari kualitas USB tidak begitu berarti.

foto: gamenexus.net


Memahami Bahasa Marketing

Lalu, apakah dengan begitu “bahasa marketing” itu menipu? Tidak bisa juga disimpulkan seperti itu. Bahasa yang digunakan dalam sebuah produk merupakan sebuah seni untuk menonjolkan kemampuan produk yang ditawarkan.

Sebagai contoh, dalam kardus kemasan mouse Rexus TX3 atau seri TX lainnya tertulis USB 2.0 Gold. Itu mempunyai maksud bahwa USB konektor mouse tersebut menggunakan campuran emas. Berapa kadar dan jumlahnya? Sampai saat ini belum ada pembuktian empiris.

Rexus-titanix-TX3

Intinya, bahasa marketing ingin menonjolkan materi produk dalam kaitan dengan fungsinya.  Konektor USB Rexus TX3 disebut menggunakan emas ingin menunjukkan bahwa mouse tersebut mempunyai daya hantar sinyal mikro elektrik yang baik.

Sekarang, tinggal bagaimana kamu sebagai penguna menjadi seorang konsumen yang cerdas. Ketahui seluk beluk spesifikasi produk yang hendak kamu beli. Jangan ragu untuk menanyakan ke produsen terkait. Khusus untuk produk Rexus, silahkan berdiskusi di nomor Call Center 0822 1100 8668.

So, be a Smart Gamer, Guys!

 

 

 

 

 

Gamers, belantara industri produk gaming saat ini terasa makin luas dan tak berujung. Di dalamnya, banyak pemain-pemain baru (baca: produsen) yang berlomba menawarkan beragam produk gaming beraneka karakteristik.

Rexus menjadi salah satu pemain dalam belantara produk tersebut dan semakin dikenal sebagai produsen peralatan gaming yang makin diakui oleh banyak gamer. Salah satu alasan kenapa Rexus makin menggeliat sebagai sebuah merek produk gaming adalah karena Rexus mengambil “kavling” dalam segmen produk gaming berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Sebuah laman carisinyal.com menempatkan 4 (empat) produk Rexus dalam 10 daftar keyboard berkualitas dan terjangkau 2018. Itu menunjukkan bahwa segmentasi Rexus makin jelas, yaitu masyarakat gamer yang mencari produk gaming dengan kualitas bagus dan harga terjangkau.

Produk Murah Bawah Cepek

Makin banyak produsen produk gaming yang menawarkan produk dengan harga yang luar biasa. Luar biasa apa? Luar biasa murah. Bahkan, sering kali kita dibuat geleng-geleng kepala terheran-heran dengan harga murah sebuah produk gaming.

Rexus Vonix Rx999

Tak bisa dibayangkan bagaimana proses produksinya hingga bisa menekan harga serendah itu. Padahal, dari segi bentuk, bentuk produk itu tak jauh beda dengan produk merek terkenal yang harganya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Sebagai contoh, kita ambil saja sebuah produk headset gaming Rexus Vonix 995 ataupun Vonix 999. Kedua produk tersebut merupakan produk headset Rexus termurah. Keduanya dibanderol dengan harga di bawah 100 ribu, tepatnya 79 ribu dan 95 ribu.

Dari segi kualitas material, kedua produk tersebut tak bisa dibilang murahan. Vonix 995 dan Vonix 999 sama-sama mengadopsi speaker dan mikrofon yang biasa digunakan dalam headset gaming. Tak hanya itu driver 40mm pun dibenamkan di dalamnya. Padahal, kita tahu, 40mm adalah diameter yang besar untuk sebuah speaker headset.

Pertanyaannya, bagaimana bisa produk tersebut yang menggunakan komponen dengan kualitas headset kebanyakan tersebut dapat dijual murah? Jawabannya tentu terletak pada rahasia produsen masing-masing.

Namun, pada dasarnya, harga yang rendah dapat ditekan salah satunya dengan sistem produksi massal. Produsen membuat produk dalam jumlah besar agar dapat menekan harga satuan produk. Selain itu, harga bisa ditekan dengan menggunakan merek dagang sendiri, seperti Rexus yang asli merek Indonesia, sehingga tidak perlu cost tambahan untuk membayar lisensi.


3 Kualitas

Bicara mengenai produk, tidak bisa lepas soal kualitas. Kualitas itu mencakup kualitas material yang digunakan, kualitas performansi, dan tak lupa, kualitas layanan purna jual.

  • Kualitas material

Dilansir dari sebuah diskusi di forum Quora.com, China menjadi negara terbesar untuk merakit dan memproduksi berbagai merek elektronik. Selain itu, banyaknya produsen “tanpa merek” di China yang kemudian diberi merek sesuai pesanan pembeli menjadikan kualitas material produk yang digunakan barang-barang elektronik bisa relatif mirip.

Karena itu muncul istilah perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturing) dan ODM (Original Design Manufacturing). Perusahaan OEM merancang dan memproduksi produk berdasarkan spesifikasi perusahaannya sendiri, sedangkan perusahaan ODM merancang dan memproduksi produk berdasarkan spesifikasi yang ditentukan perusahaan pembelinya.

  • Kualitas performansi

Kualitas performa adalah kualitas produk saat digunakan. Kualitas performansi ini juga mencakup durabilitas atau keawetan. Ada produk dengan merek terkenal, tapi saat digunakan, produk tersebut tidak menunjukkan performa yang diharapkan.

Namun, ada produk yang menggunakan merek level “medioker” tapi justru menampilkan performa yang mumpuni karena ternyata di dalamnya terdapat komponen pabrikan paten. Sebagai contoh, beberapa seri mouse Rexus menggunakan tombol produk Omron, produsen asal Jepang yang sudah terkenal sebagai produsen peralatan semi kondutor dan peralatan medis.

  • Kualitas Layanan Purna Jual

Kualitas layanan purna jual berupa garansi adalah hal yang tak bisa dikesampingkan. Satu sisi, tidak banyak produsen barang murah yang mau memberikan jaminan garansi karena mereka tahu kualitas barang yang mereka jual kurang bagus sehingga rugi jika memberi jaminan garansi.

Di sisi lain, produsen peralatan gaming yang sudah bermerek pun banyak yang enggan memberikan jaminan garansi. Alasannya bisa beragam. Salah satunya adalah karena mereka “hanya” mengimpor produk tersebut dari luar negeri sehingga barang yang masuk ke Indonesia secara “built-up” sehingga layanan purna jual-nya harus didaftarkan ke pabrik asalnya. Ribet

Rexus berkomitmen untuk memberikan garansi purna jual 1 (satu) tahun untuk semua produk gaming-nya. Dapat disimpulkan, Rexus percaya diri bahwa produknya berkualitas dan punya durabilitas tinggi – setidaknya selama satu tahun penggunaan.

Komposisi apik antara kualitas yang bersaing dengan harga yang terjangkau menjadi jawaban mengapa Rexus menjadi salah satu merek produk gaming yang makin dikenal dan jadi pilihan makin banyak gamer maupun kalangan professional yang berjiwa muda, dinamis, dan… dengan bujet ekonomis.

 

Gamers, makin banyak masyarakat yang kenal dengan produk Rexus, terutama keyboard dan mouse gaming-nya. Itu dibuktikan dengan fakta survey kepercayaan pada Produk Rexus yang dilakukan oleh lembaga survey konsumen independen, Frontier.

Dalam survey itu, keyboard dan mouse gaming Rexus masuk dalam tiga besar, di antara berbagai merek produk game ternama lainnya.

Nah, buat kalian yang ingin mencoba atau ingin menambah koleksi produk gaming mouse Rexus. Berikut kami ulas 5 tipe mouse Rexus terlaris berdasarkan data terbaru jumlah pembelian melalui toko online resmi Rexus: shop.rexus.id.

1. Rexus TX-9

Kualitas? Berbagai fitur unggulan yang dimiliki oleh mouse Titanix TX9. Di antaranya adalah tombol scroll dari metal yang kompak dan presisi, pengaturan tingkat kecepatan, dan material plastik yang tangguh.

Rexus Titanix TX9 dilengkapi dengan teknologi macro yang bisa di-setting dengan menggunakan software yang disertakan dalam paket pembelian. Fitur macro dan keystroke berfungsi memudahkan mode permainan yang akan dimainkan, sekaligus memberi sensasi bermain yang lebih menarik.

Harga? Untuk sekelas mouse gaming kelas kakap, mouse ini tetap masih terjangkau. Kamu hanya butuh merogoh kocek berkisar 200 ribuan.

2. Rexus X-3

Rexus xierra x3

Kualitas? Rexus Xierra X3 adalah professional gaming mouse yang memiliki berbagai keunggulan baik dari segi desain maupun kinerja. Dengan konektivitas kabel gold plated nylon braded yang berkualitas, Rexus X-3 mempunyai bentuk yang sangat sangat ergonomis dan disesuaikan dengan telapak tangan orang Asia. Xierra X-3 memiliki tingkat DPI maksimal 3200 DPI yang bisa bisa langsung dicolok pada komputer.

Harga? Dengan harga di bawah 200 ribu, mouse gaming ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan gamers, baik mereka yang baru belajar maupun kamu yang sudah profesional.

3. Rexus G9

Kualitas? Rexus G9 mempunyai desain ergonomis yang pas di tangan dan sangat nyaman digunakan. Dilengkapi dengan LED, pencahayaan mouse ini dapat diatur hingga 7 mode pencahayaan. Tombol scroll-nya dilapisi karet anti-slip yang nyaman. Mouse ini mempunyai tingkatan DPI hingga 3200 yang bisa diatur dengan satu sentuhan pada tombol DPI.

Harga? Hanya dibanderol seharga Rp119.000, mouse ini tentu pantas untuk digunakan berlatih game. Buat kerja, mouse ini juga cukup mumpuni dan tidak malu-maluin.

4. Rexus Xierra G-7

Rexus xierra g7

Kualitas? Mouse ini bekerja dengan sistem optik yang memiliki tingkat akurasi dan kecepatan optimal sehingga menambah sensasi permainan Anda semakin mengesankan.Xierra G7 dilengkapi oleh 7 (tujuh) tombol yang memiliki fungsi berbeda, dengan permukaan tombol anti slip.

Harga? Kamu mungkin sedikit tak percaya jika mouse keren ini hanya dibanderol dengan harga di bawah 150 ribu. Kamu bakal tak sayang untuk mengajak mouse ini bekerja berat.

5. Rexus S5 – Wireless

Rexus xierra s5

Kualitas? Rexus Xierra S5 adalah professional gaming mouse yang memiliki fitur wireless mouse (nirkabel) dengan kecepatan koneksi mencapai 2.4GHZ sehingga menyajikan kestabilan dan keakuratan. X

ierra S5 memiliki sentuhan tombol yang superior dan memiliki struktur menjepit diujung depan untuk mengurangi efek hambatan pada tombol mouse.

Harga? Meski dilengkapi teknologi Bluetooth yang berkualitas, mouse gaming ini berada di kisaran harga bawah 150 ribu. Cocok untuk kamu yang tak suka diribetkan oleh kabel.

Gamers, salah satu keunggulan headset Rexus HX2 adalah driver sebesar 50mm. Saat ini, ukuran itu merupakan ukuran driver terbesar yang dibenamkan dalam sebuah headphone. Buat kalian yang termasuk golongan anak yang “audio banget”, tentu sudah tahu manfaat driver besar dalam sebuah headset ataupun headphone. Tapi, bagi kalian yang belum tahu, yuk kita dalami bersama.

Dalam sebuah headset, terdapat berbagai komponen, seperti kabel, mikrofon, earpad, dan rumah headphone atau yang juga sering disebut dome. Headset mempunyai sepasang dome. Dalam masing-masing dome, di dalamnya terdapat sebuah komponen penting yang menjadi pusat produksi suara. Komponen itu bernama driver.

headphonezone.in

Driver berfungsi untuk mengubah sinyal mikro elektrik menjadi getaran audio. Driver pun terdiri dari beberapa komponen pendukung, yaitu magnet, koil suara, dan membran (diafragma). Cara kerjanya adalah sinyal mikro elektrik yang masuk ke dalam driver akan diterima oleh magnet yang kemudian akan menggerakkan kumparan atau koil yang menempel pada dinding membran. Otomatis, membran atau diafragma akan akan bergetar sehingga menghasilkan suara.

Saat ini, ada beragam diameter driver, mulai dari yang paling kecil dengan ukuran beberapa milimeter hingga yang paling besar hingga ukuran beberapa inchi, seperti yang terdapat pada speaker audio. Untuk speaker perangkat headphone, baik in ear, on ear, ataupun over ear, diameternya mulai dari 8mm, 15mm, 20mm, dan 50mm.

Ukuran diameter driver menentukan kekuatan suara yang dihasilkan. Semakin besar diameter sebuah driver, semakin besar suara yang dihasilkan. Logikanya, semakin besar tambur, suara yang keluar saat ditabuh akan semakin besar.

Beragam Macam Driver
Seiring dengan perkembangan teknologi, ada beragam macam driver. Secara mudah, jenis driver pada speaker dibagi menjadi empat, yaitu;

Dynamic Driver
Ini adalah jenis driver yang paling lazim digunakan, terutama pada driver yang menggunakan membran atau diafragma lebar. Dalam tipe ini, membran ditempatkan di atas magnet sehingga mempunyai ruang getar yang tak terbatas. Tipe ini diyakini dapat menghasilkan suara rendah atau bass yang dalam dan luas tanpa membutuhkan daya yang besar.

Balanced Armatured Driver
Ukuran driver ini kecil tapi mempunyai spesifikasi suara yang sangat detil sehingga sangat banyak diaplikasikan pada in ear monitor (IEM).

Plannar Magnetic Driver
Tipe driver ini kerap diaplikasikan pada high-end headphone. Dalam tipe ini, diafragma atau membran diapit oleh sepasang magnet. Sinyal listrik pada kedua buah magnet akan menggerakkan membran dari dua arah sehingga menghasilkan gelombang suara yang stabil dan presisi.

Electrostatic Driver
Jika sebagian besar headphone atau headset menggunakan getaran membran yang bergerak, maka dalam tipe driver ini, menggunakan mebran elektronik yang diletakkan di antara dua elektroda. Jenis driver ini sangat jarang digunakan, kalaupun ada, harganya relatif sangat mahal.

Kekuatan Suara VS Kualitas Suara
Memang benar, besarnya driver sebuah headphone atau headset memengaruhi kekuatan suara. Tapi, itu bukan berarti besarnya driver sebuah speaker otomatis berpengaruh pada kualitas suara. Kualitas suara dipengaruhi oleh banyak hal lain yang lebih kompleks, seperti jenis material, kualitas magnet, impedansi atau hambatan, dan lain sebagainya.

Meski demikian, biasanya speaker headset yang memiliki driver besar mempunyai kualitas suara yang cukup bagus karena untuk memproduksi driver berukuran besar, dibutuhkan magnet, koil, dan membran berkualitas tinggi.

O iya, kualitas dan kekuatan suara juga dipengaruhi oleh posisinya dari pusat pendengaran alias gendang telinga. Sebagai contoh, sebuah in earphones mempunyai driver dengan diameter kecil.Tapi, saat didengarkan besar dan kualitas suara tak kalah dengan on earphones atau over earphones.

thundervox hx2

Kenapa bisa begitu? Hal itu disebabkan karena meski kecil driver-nya, in earphone dimasukkan ke dalam lubang telinga sehingga semakin dekat dengan gendang telinga.

Selain itu, lubang telinga juga berfungsi sebagai dome resonansi sehingga suara terdengar besar, intens, dan dengan minimal noise.

Bagaimana dengan Driver di Rexus Thundervox HX2?
Rexus Thundervox HX2 menggunakan dynamic driver berdiameter 50mm sehingga mempunyai kekuatan suara yang besar. Ambitus atau jarak interval nada yang digelontorkan pun akan relatif lebih luas.

Dengan range frekuensi bawah yang diklaim hingga 15Hz, kamu bisa mendengarkan nada bawah alias bass secara lebih mantap, dalam, dan menggelegar.

Selain itu, Thundervox HX2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi virtual 7.1 sehingga kamu bisa mengakses suara surround dan detil. Suara langkah tokoh game yang kamu mainkan dapat terdengar jelas. Kedetilan dan kualitas suara HX2 cukup mumpuni untuk membuat kalian merasa masuk dalam suasana game.

 

Rexus-titanix-TX2

Gamers, coba deh perhatikan kiri-kanan kamu saat bermain game. Jika kamu perhatikan secara seksama, rekan gamer di sebelahmu mempunyai cara unik saat memegang dan memainkan mouse. Tiap orang mempunyai cara sendiri dalam memegang mouse, tergantung dari kebiasaan, jenis mouse, dan cara bermainnya.

Meski terkesan sepele, cara memegang mouse termasuk salah satu faktor penentu kemenangan dalam permainan. Kecepatan, reaksi, dan ketahanan posisi bermain dipengaruhi oleh cara kamu memegang mouse. Secara garis besar, terdapat tiga tipe posisi memegang mouse, yaitu:

1. Palm Grip

howtogeek.com

Cara memegang mouse ini adalah cara yang paling banyak dilakukan oleh para gamer. Palm grip adalah cara memegang atau mengoperasikan mouse dengan cara meletakkan telapak tangan di atas punggung mouse dengan jari telunjuk berada di atas posisi tombol kiri, jari tengah berada di atas tombol kanan, dan jempol berguna untuk mengoperasikan tombol-tombol yang ada di samping mouse.

Keuntungan: Genggaman yang mantap membuat kamu mempunyai tenaga yang kuat untuk menggerakkan mouse sekencang mungkin.

Kelemahan: Dengan menangkup semua bagian punggung mouse, otomatis pergelangan kamu akan menempel di meja. Untuk penggunaan yang lama, pergelangan kamu akan terasa pegal karena tergesek permukaan meja.

Mouse yang cocok: Posisi ini cocok untuk semua jenis mouse dengan beragam ukuran, baik mouse dengan ukuran relatif kecil, seperti Rexus Titanix TX2 atau TX9, maupun mouse yang ukurannya relatif lebar seperti Rexus Titanix TX3 ataupun TX8.

2. Tip Grip

howtogeek.com

Posisi memegang mouse ini adalah cara memegang mouse dengan cara “mengambang” alias tidak meletakkan telapak tangan di atas bahu mouse. Dalam posisi ini, hanya jempol dan jari-jari saja yang menekan tombol keyboard.

Keuntungan: Cara seperti ini membuat pergerakan tangan lebih ringan karena karena beban telapak tangan tidak bertumpu pada mouse. Gesekan antara pergelangan tangan dengan permukaan meja pun dapat diminimalisir.

Kelemahan: Konsekuensi telapak tangan “melayang” di atas mouse adalah beban telapak tangan harus ditanggung oleh otot lengan sehingga untuk waktu yang lama, rasa pegal akan terasa di lengan kamu.

Mouse yang cocok: Mouse dengan bentuk pendek, ringan, dan tanpa penyangga telapak tangan. Rexus Titanix TX9 atapun TX2 masih cocok untuk pengguna dengan gaya tip grip.

3. Claw Grip

Cara ini memang agak unik. Letakkan pergelangan tangan kamu di punggung mouse dan gunakan ujung kuku untuk mengoperasikan tombol-tombol mouse.

Keuntungan: Untuk permainan menembak, posisi ini cukup mendukung karena kamu bisa leluasa melakukan klik berulang-ulang.

Kelemahan: Cara memegang mouse seperti ini tergantung dari bentuk ujung jari. Jika mempunyai kuku yang panjang, kamu akan sedikit kesulitan untuk mengoperasikan mouse dengan cara ini.

Mouse yang cocok: Biasanya mouse yang digunakan adalah mouse dengan ukuran yang kecil, sedikit memanjang, dengan tombol yang cenderung panjang juga.

Sekali lagi, semua posisi ini tergantung dari kebiasaan para gamer. Jika hingga saat ini masih merasa nyaman dengan salah satu posisi, tak ada salahnya tetap menggunakan posisi tersebut.

Gamers, untuk menjadi seorang yang benar-benar profesional dan menguasai bidang yang ditekuninya tentu membutuhkan totalitas. Seorang yang memilih menjadi penyanyi profesional harus berlatih vokal secara sungguh-sungguh. Seorang pebasket yang ingin menjadi atlet profesional pun harus mau berlatih berjam-jam untuk meningkatkan kemampuan dan staminanya bermain basket.

Begitu pula dengan seorang gamers profesional. Begitu kamu memilih untuk menjadi seorang gamer atau atlet esport profesional, kamu harus tahu konsekuensi yang harus dijalani. Apa itu? Ya, tentu saja latihan secara intensif. Hal itu juga yang dilakukan oleh para atlet esport yang tergabung dalam Team Liquid, sebuah tim profesional yang berlaga di League of Legends.

50 Jam Per Minggu
Dilansir dari bussinesinsider.com, para pemain Team Liquid harus berlatih minimal 50 jam per minggu. Artinya, dalam sehari, mereka rata-rata menghabiskan waktunya di depan komputer selama 7-8 jam.

liquipedia.net

Menurut Diego Ruiz, jika kita telah memilih untuk menjadi gamer profesional, kita harus total untuk menjalankan aktivitas kita sebagai pemain profesional.

Menurutnya, persaingan dalam dunia gamer sangatlah kompetitif, apalagi di kompetisi League of Legends yang terkenal sebagai salah satu jenis game yang sulit.

Dalam kompetisi League of Legends, dibutuhkan pengetahuan gaming yang luas, ketrampilan memainkan peranti mekanik, dan tentu saja kemampuan refleks dan koordinasi tubuh yang sangat prima.

Untuk melatihnya, jadwal latihan dibagi menjadi tiga periode, yaitu:

Pagi Hari
Para gamer yang tergabung di Team Liquid setiap pagi memulai berlatih dengan melakukan sparing atau latihan tanding dengan tim profesional yang selevel sehingga dapat meningkatkan kemampuan. Jika hanya berlatih dengan tim yang levelnya berada di bawah, maka tidak kemajuan yang bisa diperoleh. Sebelum berlatih tanding dengan tim lain, mereka berlatih dahulu dengan sesama anggota tim.

Siang Hari
Sambil makan siang atau makan malam, mereka selalu mendiskusikan strategi game dan me-review video pertandingan sebelumnya atau video pertandingan tim lain untuk melihat peta kekuatan dan kelemahan lawan. Saat makan seperti ini juga digunakan untuk berdiskusi dengan pelatih.

Malam Hari
Saat pulang ke mess yang memang khusus disediakan untuk mereka di bilangan Santa Monica Office Park, para anggota Team Liquid tak lantas tidur – apalagi nonton sinetron. Mereka harus duduk kembali di kursi gaming pribadi dan bermain “Solo Queue”, sebuah model game yang bertujuan untuk melatih kemampuan personal para gamer.

Saat sedikit waktu luang, mereka diperbolehkan untuk menghubungi keluarga atau pacar mereka. Waktu santai itupun hanyalah sebentar. Setelahnya, mereka harus kembali berlatih game.

Jadwal Pemain Korea Lebih Gokil
Jadwal yang lebih berat dialami oleh teman satu tim Ruiz, yaitu Chae Gwan-Jin dan Kim Jae-hun. Kedua gamer asal Korea Selatan ini mengaku hanya tidur 4 jam dan menggunakan waktu sekitar 12 – 14 jam untuk berlatih. Buat para gamer Korea, jadwal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh para gamer Korea.

Semangat berlatih para gamer di Korea memang menimbulkan kekaguman bagi para gamer di belahan dunia lainnya. Maklum, Korea merupakan pusat dan asal beragam kompetisi gaming sehingga seakan menjadi “kiblat” bagi semua kompetisi gaming lainnya.

Perbedaan jadwal ini kerap menjadi kendala. Banyak yang merasa bahwa pola latihan para atlet esport Korea sangat ekstrim. Untuk menyiasati luar biasa-nya jadwal latihan para atlet esport Korea, para gamer di belahan dunia lainnya, seperti di Amerika, mengutamakan sisi kualitas latihan.

Menurut Ruiz, cara yang dilakukan adalah dengan mengefektifkan latihan per game, dengan jeda istirahat yang hanya beberapa menit sebelum berlatih lagi. Cara ini dinilai bisa menyamakan level mereka dengan para gamer Korea.

Senin Adalah Waktu Istirahat
Pada musim kompetisi League Legends yang berlangsung dari Januari hingga Agustus, anggota tim berlatih dari hari Selasa hingga Jumat dan turun berlaga pada hari Sabtu dan Minggu. Hari Senin adalah hari yang ditunggu-tunggu karena mereka dapat kesempatan istirahat.

pixabay.com

Pada hari Senin, mereka juga mempunyai kesempatan untuk di-endorse oleh beragam sponsor. Di situlah mereka mendapatkan uang tambahan, selain dari gaji bulanan yang luar biasa besar.

Saat musim kompetisi berakhir dari Agustus hingga Desember, para pemain tetap berlatih rutin. Mengapa? Karena berhenti latihan seminggu saja, maka performa gaming kita langsung menurun.

Bagi gamer di luar Korea, periode rehat kompetisi ini justru digunakan untuk mengejar kemampuan para gamer Korea yang latihannya “gila-gilaan”.

Setelah mengetahui jadwal latihan para gamer profesional ini, apakah kalian makin bersemangat untuk menjadi atlet esport profesional? Ayo, kalian pasti bisa!

Rexus Gaming Chair RGC102

Gamers, setiap kali bermain game, peranti yang selalu kita ingat tentulah mouse, keyboard, dan headset. Adalah wajar karena ketiga hal tersebut memang langsung bisa kita rasakan pengaruhnya dalam permainan yang kita lakukan. Akui, kita sering melupakan peranti berupa kursi gaming, terutama buat kita yang terbiasa bermain di warnet yang menggunakan kursi seadanya.

Kursi gaming memang tak sepopuler ketiga “saudaranya” karena kita tak langsung merasakan manfaatnya saat bermain. Tapi, cobalah untuk bermain selama berjam-jam dengan menggunakan kursi duduk biasa, maka yang akan terjadi adalah kamu akan merasakan pegal yang luar biasa. Itu terjadi karena postur tubuh saat duduk akan tidak tersokong dengan baik.

Posisi Menentukan Prestasi
Frank Maas, ahli esports ergonomics dari The Sandbox, AS, sangat menekankan posisi duduk saat bermain game, terutama saat gamer bertanding selama berjam-jam. Menurutnya, posisi sangat menentukan kecepatan refleks, ketahanan stamina, dan menghindarkan kita dari potensi sakit punggung serta peradangan pada pangkal telapak tangan (carpal tunnel syndrome).

Menurut Frank Maas, duduk untuk waktu lama membutuhkan posisi yang tepat. Prinsipnya, posisi punggung harus tetap tegak lurus, namun tetap rileks.

Lumbar atau bantalan antar tulang belakang hendaknya disandarkan secara nyaman pada bantalan kursi yang mengikuti kontur atau posisi tulang belakang.

Selain posisi tulang belakang, posisi kaki juga harus menapak sempurna di lantai, dengan posisi tulang paha vertikal sedikit menurun agar peredaran darah, baik dari jantung ke kaki ataupun sebaliknya, tetap lancar.

Sayangnya, saat ini, penyedia layanan warnet masih jarang yang menyediakan kursi gaming. Akibatnya, pengguna pun seenaknya duduk. Tak jarang, banyak gamer yang mengangkat kakinya ke kursi agar lebih nyaman. Jika hanya 1 -2 jam, hal itu tak jadi masalah. Tetapi, untuk waktu yang lama, hal itu tentu akan memengaruhi kesehatan.

Kursi Gaming, Adopsi Kursi Mobil Balap.
Karena kebutuhan kursi yang nyaman untuk esport, mulailah bermunculan produk kursi khusus gaming, sepeti Rexus Gaming Chair 101 dan Rexus Gaming Chair 102. Gaming chair ini makin banyak diminati oleh para pemain game profesional karena terbukti nyaman digunakan untuk bermain game.

Sekilas, kita akan langsung ingat akan sebuah kursi mobil balap saat melihat penampakan kursi gaming. Memang tak salah lagi, kursi gaming memang mengadopsi kursi balap mobil karena kursi balap mobil memungkinkan pengemudinya mengoperasikan mobil secara cepat dan memungkinan koordinasi tubuh bekerja maksimal saat duduk di atasnya.

Biasanya, jenis kursi mobil balap seperti ini digunakan dalam mobil yang mengikuti perlombaan ketahanan, seperti NASCAR, Rally, ataupun Le mans.

Pebalap mobil pada kejuaraan ketahanan harus tetap siaga dan fokus mengemudi untuk waktu yang lama, bahkan 24 jam penuh.

Itu pulalah yang terjadi pada pemain game. Mereka harus tetap fokus dan siaga dalam waktu yang lama. Karenanya, dibutuhkan kursi yang ergonomis dan nyaman.

Tak Cukup Hanya Nyaman
Kursi gaming yang ideal tak hanya sekedar memberi kenyamanan. Kalau cuma sekedar nyaman, bersandar di pundak pasangan kamu saja sudah nyaman…. (halah). Kriteria sebuah kursi gaming yang bagus harus meliputi beberapa hal berikut ini:

    1. Terbuat dari material berkualitas. Material itu terdiri dari besi rangka yang terbuat dari baja yang kuat, busa yang tak mudah kempes, kulit sintetis yang tak mudah sobek, dan material plastik yang kuat, terutama pada arm rest dan roda.
    2. Mempunyai sandaran tangan yang bisa disesuaikan. Panjang-pendek tangan gamer berbeda-beda sehingga kursi game yang baik adalah yagn mempunya arm rest yang bisa diatur posisinya. Rexus Gaming Chair 102 mempunyai arm rest 3D yang mempunyai posisi gerak tak terbatas dan bisa diatur maju-mundur.
    3. Mempunyai ruang duduk yang cukup lebar. Kursi gaming yang luas akan nyaman untuk diduduki, meski penggunanya berbadan relatif langsing. Gaming Chair Rexus 101 dan 102 mempunyai ukuran hingga XL sehingga dapat diduduki oleh orang dengan ukuran badan besar, maksimal 150 kilogram.
    4. Mempunyai sandaran punggung yang tinggi dan lebar. Ukuran sandaran punggung yang luas tersebut berfungsi untuk menyangga semakin banyak posisi tubuh belakang pemain. Bentuk yang ergonomis ini sangat dirasakan bagi para pembalap yang pasti akan terhentak ke belakang.
    5. Sandaran punggung yang bisa diatur. Biasanya, kursi gaming mempunyai 3 mode penganturan back rest, yaitu 90 derajat untuk mode kerja atau gaming, 130 derajat untuk mode membaca atau menonton, dan 170/180 derajat untuk bersantai, istirahat atau bahkan tidur.
    6. Mempunyai keseimbangan. Ini tak kalah penting. Kursi gaming yang bagus mempertimbangkan segi keseimbangan sehingga meski kita rebahan di atasnya, kursi ini takkan terbalik.
    7. Mempunyai bantalan leher. Tujuannya adalah untuk menyangga leher dan kepala agar tak mudah pegal atau salah urat.
    8. Penopang lumbar atau bantalan tulang punggung. Kursi gaming mempunyai strap yang berguna untuk mengikat bantal penopang yang bisa disesuaikan dengan tinggi posisi lengkungan tulang belakang.
    9. Terakhir dan tak boleh dilupakan, saat memilih kursi gaming, sesuaikan dengan bujet dan kebutuhan kamu. Banyak sekali merek kursi gaming di pasaran, mulai dari harga 2 jutaan hingga puluhan juta. Kursi berharga mahal pun tak menjamin kenyamanan saat digunakan. Pertimbangkan pula layanan purna jualnya, seperti garansi.