Posts

Review kali ini kami ambil utuh dari portal gamedaim.com  yang mengulas salah satu mouse Rexus keluaran terbaru, Rexus Xierra G5. Dalam “primbon” Rexus, inisial “G” digunakan untuk menggolongkan seri mouse yang masuk dalam kelas entry level atau mouse gaming standar yang cocok untuk pengguna pemula, tapi fiturnya mulai “mencicipi” gaming mouse kelas pro.

Berikut review media game ini…

Rexus, salah satu brand lokal ikut memperkenalkan produk mouse gaming mereka. Dan salah satunya ialah Rexus Xierra RGM-G5 yang sudah RGB, dengan desain yang cukup ergonomis. Seperti yang kita ketahui, Rexus memang lebih dikhususkan untuk gamer pada tingkatan entry-level, karena harganya yang terjangkau. Hal itu-pun menyesuaikan tagline mereka yaitu “Made for Everyone”.

Di kesempatan kali ini, Gamedaim akan mengulas produk Mouse Rexus Xierra RXM-G5 dari Rexus untuk Gamedaim. Apakah worth it untuk gaming? Atau sekedar pemakaian kasual saja?

Desain Simpel 

Kesan saat melihat mouse ini pertama kali terlihat biasa, dilengkapi warna-warni RGB light di sepanjang pinggiran mouse secara keseluruhan. Desain pada Rexus Xierra RXM-G5 bisa dibilang mirip dengan seri lainnya yaitu Xierra X9, hanya saja penggunaan warna pada RXM-G5 ini bercampurkan silver dan black.

Memang simple, namun desain pada mouse ini cukup ergonomis dengan rancangan yang dibuat sedemikian rupa agar para gamer nyaman untuk memakainya.

Di bagian samping kanan dan kiri mouse ada sedikit desain yang unik, yaitu menggelombang bagaikan ombak. Hal ini-pun juga dibuat demi kenyamanan jari para gamer saat melakukan aktivitas gaming.

Selain itu, seri RXM-G5 ini memiliki berat tambahan yang berguna agar gamer bisa memposisikan dengan tepat akurasi bermain mereka untuk game-game FPS.

Performa Cukup untuk Main Game FPS

Mouse seri RXM-G5 ini memiliki tingkat Dpi antara 800 hingga 3200 DPI. Hal ini sangat berguna saat berhadapan dengan game dengan tingkat gameplay yang sangat hiperaktif. Tentunya, kecepatan DPI ini dapat diubah sesuai kenyamanan para pengguna.

Mouse ini-pun dirancang dengan high precision atau tingkat presisi/akurasi yang tinggi sehingga memang cocok untuk game-game bergenre FPS.  Gamedaim sendiri telah mencoba langsung mouse ini untuk game-game FPS seperti Point Blank dan Apex Legends, alhasil performa gaming cukup meningkat daripada menggunakan mouse non-gaming (tidak didesain untuk penggunaan gaming).

Spesifikasi

  • Kecepatan Rata-rata per frame: 60ips
  • Resolusi: 4 tingkat DPI 800 I 1600 I 2400 I 3200
  • Tingkat polling: 125Hz
  • Jumlah tombol: 6 tombol
  • Merek switch: Huano
  • Daya tahan switch: 5.000.000
  • klik Sensor: INSTANT A704
  • LED: 4 mode pencahayaan
  • Panjang kabel: 1,8 meter
  • Dimensi: 124 x 67 x 37mm
  • Berat: 90gr / 115gr
  • Koneksi: USB
  • Platform: Win7/ Win8/ Win 10/ Window Vista/ Window XP/Mac OS 8.6 ke atas

Kesimpulan

Dibandrol dengan harga sekitar 99 ribuan lewat official store Rexus di sini, Mouse Rexus Xierra G5 ini cukup dan worth it untuk pengguna gaming entry-level atau gamer kasual yang tidak terlalu mementingkan kompetisi.

Sumber: Gamedaim.com

Foto: pixabay

Gamers, kami yakin kalian tentu sudah ahli di bidang memencet tombol  gaming keyboard atau gaming mouse. Tapi, untuk urusan PDKT atau pendekatan di depan gebetan, beberapa di antara kalian tentu masih harus belajar.

Ada strategi tertentu yang bisa membuat kalian sukses melakukan pendekatan dan akhirnya berhasil menggebet cewek atau cowok idaman kamu. Strategi itu termasuk bagaimana cara menghindari hal-hal yang dapat menggagalkan proses PDKT kalian.

Foto: pixabay

Dari berbagai referensi, Rexus menjabarkan lima kesalahan yang kerap dilakukan saat melakukan PDKT.

1. Tidak berani jadi diri sendiri.
Menjadi pria atau cewek yang terlihat baik memang tidak ada salahnya. Tapi, bersikap baik atau pura-pura baik membuat kalia menjadi membosankan dan seperti dibuat-buat.

Apa solusinya? Jadilah dirimu yang sebenarnya. Biarkan gebetanmu yang menilai pribadimu yang sebenarnya.


2. Ragu-ragu

Faktanya membuktikan bahwa kesempatan menggaet pasangan terbuka lebar bila Anda menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri saat mendekati mereka. Menunjukkan sikap ragu-ragu hanya membuat Anda kehilangan kesempatan.

Solusi: Pertama, tentu tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Untuk menambah rasa percaya diri, salah satu cara adalah dengan selalu tampil wangi. Kamu bisa berpakaian keren, tapi jika bau badan, maka banyak yang bakal menghindar.

3. Terlalu banyak bertanya.
Kamu sedang melakukan pendekatan, Bung! Bukan sedang menjadi penyidik KPK. Terlalu banyak bertanya, terutama soal kehidupan pribadi, gebetanmu justru akan membuatnya risih.

Solusi: Mulailah dengan memperkenalkan diri untuk memancing dia memperkenalkan diri lebih lanjut. Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan akan mengalir secara natural sehingga terjadi dialog yang interaktif.

Foto: pixabay

4. Belum apa-apa sudah pegang-pegang.
Stop! Jangan lakukan hal ini. Hal ini akan membuat gebetan merasa tak nyaman, bahkan bisa-bisa kamu ditampar.

Solusi: Jaga sikap. Tetap sopan. Jika kalian berdua sudah semakin dekat, soal pegang-pegang itu akan mengalir secara spontan kok.

 

5. Menjauhi Teman-temannya.
Jika kalian ingin menggaet gebetan, jangan menjauhi teman-teman atau komunitasnya selama ini.

Solusi: Masuklah dalam komunitas gebetanmu. Dia akan makin nyaman saat melihatmu bisa berinteraksi dengan teman-teman “genk”-nya.

Foto: twitter.com/alexgorlando

Gamers, kabar gembira buat kita semua… Bukan karena manggis ada ekstraknya, tapi karena ternyata makin banyak fakta yang membuktikan bahwa hobi bermain game itu tidak selalu membuat nilai akademis kita turun. Bahkan, sebaliknya, bermain game justru bisa membuat gamer makin berprestasi di bidang pendidikan.

Salah satunya adalah Alexandra Orlando. Gamer cantik asal Kanada ini berhasil meraih gelar sarjana di bidang Sastra Inggris dan gelar master di bidang cinematografi. Keduanya diselesaikan dengan meraih nilai yang memuaskan alias Cum Laude.

Kini, dia sedang menyelesaikan desertasinya untuk meraih gelar doktor atau Ph.D di The University of Waterloo, Kanada. Dalam desertasinya, dia mengadakan penelitian tentang  hubungan antara  teori film dan cinematografi dalam game dan e-sport di  Asia Timur.

Foto: uwaterloo.ca

Menurutnya, industri game adalah sebuah “big bang” atau fenomena luar biasa abad ini. Fenomena itu terbukti dari munculnya antusiasme luar biasa terhadap e-sport.

Buktinya, pada sebuah kompetisi game online yang diadakan di stadion Madison Square dan Sang-am World Cup Stadion, penonton yang datang membludak.

Dua stadion yang masing-masing berkapasitas sekitar 45.000 penonton itu dipenuhi oleh penonton yang ingin menyaksikan pertandingan game online.

Sembari menyelesaikan studinya, Alexandra tetap aktif bermain game dan menjadi komentator di berbagai kompetisi game online. Saat ini, dia menjabat sebagai manajer di Collegiate Star League and eSports Canada dan  aktif memberikan ulasan mengenai game.

Sudah cantik, pintar, dan hobi main game… Apa lagi sih yang dicari dari seorang wanita?

Gamers, keberadaan mouse atau tetikus dalam dunia perkomputeran bukanlah hal baru. Bahkan, bisa dikatakan bahwa mouse ada sejak komputer lahir. Ditemukan oleh Douglas Engelbart sekitar tahun 1960an dan dipatenkankan pada 17 November 1970, mouse komputer menjadi perlengkapan wajib dalam sebuah rangkaian komputer.

Seiring perkembangan jaman, mouse hadir dalam dua kategori, yaitu mouse biasa (standar) dan gaming mouse. Sesuai namanya, pembedaan kedua mouse itu berdasarkan pada fungsinya.

Jika mouse standar digunakan untuk melakukan pekerjaan “kantoran” biasa, seperti mengetik, membuat jurnal akuntansi, browsing, dan sebagainya. Sedangkan gaming mouse yang digunakan untuk bermain game dilengkapi dengan fitur yang membuat kinerja mouse biasa menjadi luar biasa.


Perbedaan Gaming Mouse dan Mouse Standar
Prinsipnya, kedua jenis mouse ini mempunyai mempunyai prinsip kerja sama, yaitu sebagai peranti untuk menggerakkan kursor pada komputer sehingga memudahkan penitikan obyek yang ingin dituju di layar komputer.

Perbedaannya terdapat pada beberapa fitur tambahan yang dibenamkan dalam gaming mouse sehingga kinerja sebuah mouse jadi lebih optimal. Apa saja perbedaan antara gaming mouse dengan mouse standar?

  • Resolusi DPI
    Mouse standar memiliki resolusi DPI (Dots Per Inch) sekitar 500-800, sedangkan gaming mouse bisa mencapai 2000 dpi ke atas. Semakin tinggi ukuran DPI, maka kalian akan terasa lebih cepat dan akurat saat menggerakkan kursor ke berbagai sudut.
  • Fitur macro dan keystroke
    Yang paling membedakan, pada gaming mouse terdapat beberapa tombol macro yang dapat diprogram sesuai kebutuhan, terutama saat bermain. Kamu bisa menemukannya di gaming mouse merk Rexus Titanix TX9, Rexus Titanix TX8, Rexus Xierra S5 Wireless, Rexus Xierra G9 dan masih banyak lagi lainnya.Selain fitur macro, terdapat pula fitur keystroke yang memungkinkan kita menyesuaikan karakter dan gaya permainan kita berdasarkan settingan yang kita buat. Misalnya, saat kita menekan tombol X sekali, maka keystroke-nya akan memunculkan beberapa menu X yang bervariasi.
  • Kualitas sensor
    Seperti yang sudah dibahas di artikel tentang sensor pada gaming mouse, perbedaan yang mencolok antara gaming mouse dengan mouse biasa terdapat pada kualitas LED dan sensor di dalamnya.  Sensor gaming mouse mempunyai kemampuan untuk menitik obyek di bawahnya sehingga makin reaktif dan sensitif.
  • Chipset
    Untuk mengatur fitur-fitur itu, dalam gaming mouse terdapat chipset  dengan memori sekitar 128 MB hingga 1 GB. Tujuannya adalah untuk menyimpan pengaturan atau script yang kita gunakan untuk bermain. Ini tidak terdapat pada mouse biasa atau standar
  • Faktor ergonomis
    Mouse biasa memang dirancang sesimpel mungkin karena tidak digunakan untuk kerja keras. Berbeda dengan gaming mouse yang bentuknya dibuat sedemikian rupa agar nyaman digunakan oleh telapak tangan dan bisa digunakan untuk bergerak secepat mungkin.
  • Kualitas bahan
    Berdasarkan kegunaannya, kualitas bahan gaming mouse tentu lebih baik. Selain dari peranti plastik yang lebih kuat, tombol klik pada gaming mouse jauh berkualitas. Seperti pada gaming mouse Rexus Titanix TX8, tombol klik menggunakan tombol produksi Omron Jepang yang mempunyai daya tahan hingga 20 juta klik!


Bisakah Gaming Mouse Digunakan untuk Pekerjaan Profesional?
Dengan kelebihan yang dimiliki oleh gaming mouse, tentu kita pun kemudian bertanya, apakah bisa gaming mouse digunakan untuk melakukan pekerjaan komputerisasi professional, seperti mengetik, mendesain, atau mengolah foto?

Jawabannya: Tentu bisa! Dengan menggunakan gaming mouse, kamu tinggal mengatur sensitivitasnya sesuai dengan pekerjaan harian kamu. Bagi kamu yang memiliki profesi sebagai desainer grafis, kamu tentu bakal terbantu dengan kemampuan gaming mouse untuk mengarahkan kursor secara cepat dan tepat.

TX3

Saat ini, banyak pekerja desain yang beralih menggunakan gaming mouse Rexus untuk mengerjakan proyek desain. Sebut saja Willi, seorang desainer grafis di sebuah perusahaan swasta.

Dia mengaku sudah setahun ini menggunakan produk Rexus Titanix TX3 untuk mendesain. “Gaming mouse ini mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan telapak tangan kita, jadi mudah dioperasikan dan nyaman,” paparnya.

 

Lebih Mahal, Tapi Sesuai Kualitas

Ada sebuah jargon, harga sesuai dengan rupa. Artinya, untuk mendapatkan barang dengan kualitas yang baik, kita harus mengeluarkan usaha atau harga yang lebih tinggi. Itu wajar, hukum alam.

Untuk memboyong sebuah gaming mouse, kamu tentu harus mulai merogoh kocek lebih dalam jika dibandingkan dengan membeli mouse biasa. Jika harga mouse biasa berada di kisaran 50 ribu hingga 200 ribuan, maka harga gaming mouse berkisar antara 150 ribu hingga jutaan rupiah.

Tapi, jangan kuatir. Kamu bisa memilih produk gaming mouse yang terjangkau seperti Rexus untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan kamu. Kamu bisa memilih seri Rexus Xierra yang mempunyai harga di bawah 100 ribuan atau jika ingin lebih advanced, seri Titanix akan lebih optimal untuk mendukung pekerjaan profesional kamu.

Selain bekerja jadi lebih optimal, dengan menggunakan gaming mouse, kamu tidak usah repot membawa dua jenis mouse. Cukup satu gaming mouse dan laptop saat bertemu dengan klien untuk melakukan presentasi bisnis kamu.

Nah, dengan demikian, benar jika dikatakan bahwa kehadiran gaming mouse mulai menggeser keberadaan mouse biasa. Setuju?

 

Rexus-titanix-TX3

Kalian pasti tak asing lagi dengan fitur yang dibenamkan dalam sebuah mouse ini. Ya, fitur macro. Saat ini, makin banyak tipe mouse yang menawarkan fitur macro, terutama pada mouse gaming tipe advanced. Dari namanya, kita sering keliru menyangka bahwa fitur ini digunakan untuk memperbesar obyek. Bukan itu fungsinya, ternyata. Hmm, jadi apa sih fungsi fitur macro?

Fitur macro adalah fasilitas pada gaming mouse macro yang memungkinkan pengguna melakukan beberapa aksi sekaligus dengan memencet tombol yang ada di mouse macro. Aksi sekaligus itu dapat mewakili beberapa “klik” dalam satu kali tekan.

Misalnya, jika biasanya kamu ingin menembak obyek dengan meng-klik tombol berkali-kali, dengan tombol macro, kamu hanya perlu memencet sekali saja untuk memberondong musuh secara lebih cepat. Sebagai contoh, dalam permainan Point Blank, kamu bisa menggunakan klik kiri – delay – tombol Q – delay – tombol Q.

Cara Kerja Mouse Macro
Pada dasarnya, mouse macro memberikan “perintah” kepada komputer agar dapat melakukan gerakan seperti yang kehendaki oleh pengguna. Untuk memberi perintah tersebut, mouse macro dilengkapi dengan software yang bisa di-download dalam CD driver yang disertakan di kemasan pembelian.

Software tersebut kemudian akan disinkronkan dengan chipset yang ada dalam mouse. Mouse makro dilengkapi dengan chip pengontrol di dalamnya, biasanya memiliki memori sekitar 128 Kb atau lebih. Memori ini berfungsi untuk menyimpan jenis pengaturan yang dilakukan di driver mouse.

Setting Fitur Macro Mouse Rexus
Untuk mengatur chip pengontrol tadi, digunakanlah bahasa pemrograman yang ditanamkan pada chip. Saat membeli mouse makro kita akan dapati mini CD untuk yang berisi aplikasi untuk menanamkan program pada chip pengontrol, seperti pada Macro Mouse Rexus Titanix-TX3.

Untuk macro mouse tipe Titanix TX7, TX5, TX8, TX3, TX2, TX 9, TX10, Mouse VR3, Xierra X8, Xierra X9, dan Xierra X11, software-nya dapat diperoleh dengan mengunduhnya di rexus.id/dukungan.

Melalui aplikasi ini, bahasa perintah  atau script pemrograman dituliskan ke memori chip pengontrol, bukan pada komputer kamu. Nah, saat digunakan, program perintah tersebut disinkronkan dengan settingan mouse di komputer. Jadi, settingan yang kamu buat di software tersebut tidak mengubah settingan pada komputer kamu.

Berikut tutorial umum menyeting fitur macro pada gaming mouse Rexus:
1. Unduh atau download software sesuai tipe mouse kamu.
2. Colokkan mouse kamu ke komputer atau laptop yang hendak kamu gunakan bermain.
3. Buka driver software dan akan muncul penampakan user inferface.
4. Sesuaikan settingan dengan kebutuhan permainan kamu.
5. Atur Left Button, Right Button, dan Middle Button sesuai kenyamananmu.
6. Atur pula tingkat DPI-nya.
5. Jangan lupa untuk menyeting delay-nya. Untuk permainan Point Blank, banyak pengguna yang menggunakan delay 150ms/ 200ms.

Satu Settingan untuk Satu Jenis Permainan
Settingan fitur macro yang kamu buat di software driver mouse macro bersifat customized. Artinya, disesuaikan dengan kenyamanan kamu saat bermain game. Dalam software tersebut, kamu bisa menyeting Report rate, sensitivitas mouse, kecepatan scrolling, dan kecepatan ketukan klik.

Pada permainan shotgun, misalnya, apabila mouse telah diatur, ketika telunjuk kanan menekan tombol makro maka mouse memberikan sinyal kepada PC bahwa user menekan tombol klik kiri, dan Q 2x secara cepat sehingga kecepatan tembakanmu jadi lebih cepat dan tepat.

Pengaturan itupun kemudian bisa kamu simpan dalam Profile. Dalam software mouse macro Rexus, terdapat 5 pilihan profile yang masing-masing bisa berupa pengaturan yang kamu sesuaikan dengan tipe permainan yang akan dimainkan, entah untuk Point Blank, DoTA, atau permainan lain. Beda permainan, beda pula script perintah yang digunakan untuk mengatur fitur macro.

Dalam sebuah mouse optik atau laser, terdapat dua komponen utama yang berguna untuk mengatur gerakan kursor. Apa itu? LED dan sensor. Dua komponen ini layaknya tokoh Ken dan Ryu dalam Street Fighter, tak terpisahkan dan bekerja saling melengkapi.

Pancaran cahaya dari LED sebuah mouse dipancarkan langsung ke bawah untuk menerangi bidang datar dan dalam waktu bersamaan dipantulkan ke sensor yang ada sekitar LED.

Sensor itu kemudian akan membaca titik-titik yang terkena cahaya LED untuk kemudian diteruskan ke chipset dalam bentuk DPI. Sebagai penerima pantulan titik cahaya LED, kualitas dan sensitivitas sensor sebuah mouse sangat berpengaruh. Apalagi, untuk sebuah gaming mouse yang bekerja dalam durasi tinggi, gerakan yang sangat cepat, dan pemetaan titik yang sangat banyak.

Teknologi Lama yang Terus Berkembang
LED dan sensor dalam mouse sebenarnya bukan hal yang baru dalam dunia “pertikusan”. Sejak mulai bergantinya teknologi mouse yang mengandalkan “ball-joint” ke mouse optik, perkembangan teknologi LED dan sensor mouse mulai merangkak.

Awalnya, teknologi sensor cahaya ini ditemukan dan dipatenkan pada 1988 oleh Stephen B Jackson, seorang insiyur yang bekerja di Xerox, sebuah perusahaan mesin fotocopy pertama dari Amerika Serikat.

Meski teknologi sensor mouse ini sudah dipatenkan sejak 1988, tapi baru 11 tahun kemudian mouse berperantikan sensor LED ini diproduksi secara massal. Adalah Hewlett-Packard, produsen komputer kenamaan dari Amerika, yang menggelontorkan mouse optik dengan sensor LED. Seri mouse optik pertama yang dikeluarkan oleh HP dengan bekerja sama dengan Microsoft adalah Microsoft IntelliMouse with IntelliEye dan IntelliMouse Explorer.

Prinsip kerja sensor mouse menggunakan optoelectronic sensor, yaitu sensor gerakan dengan memanfaatkan cahaya yang kemudian diterima oleh sebuah kamera video beresolusi rendah. Sensor mouse optik generasi awal hanya dapat memetakan pantulan cahaya yang dikenakan pada bidang datar. Seiring perkebangan jaman, sensor mouse optik makin bisa membaca pantulan cahaya dari bermacam permukaan bidang.

Tak hanya permukaan yang kasar, sensor mouse optik modern pun makin bisa membaca pantulan cahaya pada bidang yang kotor, bahkan saat digunakan secara cepat dan dalam gerakan yang tak beraturan. Inilah yang kemudian menginspirasi para produsen gaming mouse untuk menciptakan mouse yang sensitif, handal, dan dapat memetakan berbagai permukaan untuk menghasilkan gerakan kursor yang cepat dan stabil.

Sensor, Kamera Mini Berefek Besar
Buat kamu yang suka berswafoto alias selfie, kehadiran kamera di ponsel menjadi syarat mutlak. Bahkan, beberapa dari kamu lebih mementingkan fitur kamera di ponsel daripada fitur lainnya, bukan? Buat produsen mouse optik, kamera atau sensor yang ada dalam mouse juga menjadi satu hal yang sangat penting.

Seperti diterangkan di atas, sebagus apapun cahaya LED yang keluar dari mouse takkan berpengaruh jika sensornya tidak bisa memetakannya secara optimal.

Saat ini, setidaknya ada tiga merek chip sensor yang paling kerap dibenamkan dalam gaming mouse, yaitu:

Avago
Merek chipset sensor ini memang sudah mendunia. Avago Technologies adalah perusahaan hardware dan semikonduktor yang berasal dari Singapura yang sudah berdiri sejak 57 tahun yang lampau. Sejak 2016, Avago mengakuisisi perusahaan semikonduktor Amerika, Broadcom, dan berubah nama menjadi Broadcom Limited yang berkantor pusat di San Jose, California, AS.

Dari beragam produk chipset sensor mouse Avago, Avago 3050 adalah salah satu seri chipset sensor yang paling banyak digunakan oleh produsen gaming mouse, termasuk gaming mouse Rexus seri Titanix. Keunggulan chipset Avago A3050 terletak pada kinerjanya dalam mengomptimalkan fitur macro dengan sensor gaming di dalamnya.

Rexus-titanix-TX3

Memang, Avago seri lainnya, termasuk seri yang lebih tinggi seperti Avago 3090 atau Avago 3310 juga mempunyai kinerja yang sama, tetapi harganya jauh di atas seri 3050. Untuk kualitas yang setara dengan harga terjangkau, chipset sensor Avago 3050 jadi pilihan yang ideal.

Pixart
Menyusul eksistensi Avago di dunia chipset sensor, muncullah Pixart. Sensor Pixart merupakan salah satu produk dari PixArt Imaging Inc, sebuah perusahaan sensor CMOS yang berdiri sehak Juli 1998 di Hsin-chu, Taiwan. Seiring waktu, kemampuan chipset Pixart makin diperhitungkan, termasuk karena harga produksinya yang relatif terjangkau.

Terjangkau bukan berarti tak berkualitas. Buktinya, beberapa produsen gaming mouse kenamaan membenamkan sensor ini di gaming mouse-nya. Seri Elite Razer yang melegenda sejak 2014 memilih menggunakan sensor Pixart seri PMW-3366 untuk komponen pengindranya.

Begitu pula Pixart seri PMW3389 yang banyak dilekatkan di beberapa gaming mouse kelas atas. Rexus pun memilih untuk mencangkok sensor Pixart dalam beberapa produknya, seperti dalam Rexus Xierra G7.

Sunplus
Satu lagi produsen chipset sensor yang makin dilirik oleh para produsen gaming mouse, yaitu Sunplus. Perusahaan chipset asal Taiwan ini mulai mengembangkan teknologinya di daratan Tiongkok sebelum akhirnya berkantor pusat di sana.

Salah satu produk chipset sensor yang terkenal dari produsen ini adalah Sunplus 168A yang dicangkok di beberapa merek gaming mouse entry level. Harga yang terjangkau, produk yang mudah diperoleh, dan jangkauan pasar yang luas menjadi beberapa alasan mengapa Rexus juga menggunakannya dalam beberapa seri mouse gaming-nya.

Karakteristik Sensor Mouse yang Bagus
Setelah membahas beberapa jenis chipset sensor dalam gaming mouse berdasarkan produsennya, pertanyaan yang muncul adalah sensor apa yang bagus untuk gaming mouse? Jawabannya tentulah sangat bervariasi dan relatif.

Dikatakan “bervariasi” karena saat ini terdapat beragam jenis gaming mouse, dari yang paling murah hingga termahal. Kamu tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan dan bujet kamu.

Disebut “relatif” karena chipset sensor hanya salah satu bagian dari salah satu produk gaming mouse. Bisa saja sebuah gaming mouse membenamkan salah satu jenis chipset sensor terkenal di dalamnya. Tapi, tanpa didukung oleh komponen dan fitur lain, sensor tersebut takkan berfungsi optimal.

Tidak bisa disebutkan chipset sensor mana yang paling unggul. Tapi, untuk mengetahui kinerja sensor sebuah mouse, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:

1. Counts Per Inch (CPI).
Hampir seperti DPI, namun lebih akurat, CPI mengacu pada berapa kali sensor mouse “membaca” permukaan mousepad tiap inchi gerakan. Makin kecil angka CPI, makin jauh kamu harus menggerakkan mouse untuk memeroleh gerakah kursor yang makin lebar.

2. Jitter
Hal ini mengacu pada ketidakakuratan sensor untuk “membaca” permukaan. Jitter seringkali terkait dengan kecepatan gerakan mouse atau CPI. Makin “jitter” sensor mouse, semakin gerakan kursor tak beraturan. Loncat sana-sini.

3. Angle Snapping
Acuan ini merujuk pada kesesuaian antara data yang masuk dalam chipset sensor dengan gerakan yang dihasilkan. Semakin halus gerakan yang dihasilkan oleh sebuah mouse, maka kemampuan sensor “membahasakan” sinyal gerakan yang masuk makin bagus. Idealnya, perbandingan antara sinyal yang masuk ke chipset sensor dengan gerakan di kursor adalah 1:1.

mouse tester, tes mouse

Grafis: pcgamer

4. Lift-Off Distance (LOD)
LOD mengacu pada tinggi ideal sebuah mouse sebelum sensor berhenti membaca permukaan. Ada beberapa jenis chipset sensor yang masih membaca permukaan sehingga ketika sedikit diangkat, kursor tetap bergerak. Bagi beberapa gamers, justru sensor mouse dengan nilai LOD rendah yang dibutuhkan sehingga mouse tetap mudah dikendalikan.

Nah, setelah mengupas kinerja gaming mouse berdasarkan chipset sensor yang dibenamkan di dalamnya, gaming mouse manakah yang jadi pilihanmu?

man,cable,stress

foto: pixabay

Gamers, apakah kamu pernah mengalami kondisi ketika saat bermain game, tiba-tiba mouse atau keyboard berhenti beberapa saat? Jika pernah, berarti kamu mengalami kondisi yang kerap disebut “freeze”. Biasanya, jeda freeze hanya berlangsung singkat, tapi bisa jadi kamu bakal “beku” selama 2 – 3 menit bahkan lebih.

Jika sesi permainan sedang tidak dalam kondisi genting, hal itu mungkin tak begitu mengganggu. Tapi misalnya kamu sedang memainkan game Vainglory dan tiba-tiba, kamu mengalami frezee saat musuh membangunkan Kraken, tentu saja kamu akan tamat seketika. Hal ini tentu menjadi hal yang menyebalkan.

Nah, agar tak sering terjebak dalam kondisi freeze, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, yaitu:

1. Jangan langsung salahkan peralatan game.

mouse gaming,rexus

Banyak gamers yang merasa bahwa kondisi freeze disebabkan oleh peralatan gaming yang dimilikinya, seperti mouse, keyboard, atau headset. Akhirnya, dia pun mengganti peralatannya dengan peralatan gaming yang jauh lebih mahal. Itu bukan solusi yang tepat karena dia tetap mendapatkan masalah yang sama meski peralatan gaming-nya luar biasa mahal.

Solusinya: Sebaiknya, kamu tetap menggunakan peralatan gaming yang berkualitas namun tetap terjangkau, seperti produk gaming dari Rexus, karena permasalah freeze bukan lantas berarti peralatan gaming kamu yang bermasalah.

2. Periksa komponen komputermu.

computer

foto: pixabay

Kamu harus sadar bahwa untuk memainkan game interaktif secara normal dan maksimal, kamu membutuhkan dukungan beberapa unsur, mulai dari komputer (CPU) dengan kemampuan RAM yang mumpuni, monitor komputer dengan resolusi tinggi, komponen VGA yang bagus agar bisa menghasilkan sinyal grafis yang baik, peralatan gaming yang bagus layaknya produk Rexus, hingga koneksi internet yang bagus.

Solusinya: Jika peralatan gaming-mu terbukti tak ada masalah, maka yang kemudian kamu lakukan adalah memeriksa komponen-komponen pendukung lainnya, seperti:

– Random Access Memory (RAM)
RAM adalah memori yang ada dalam komputermu. Freeze juga bisa disebabkan karena masalah pada RAM, baik itu, kapasitas RAM terlalu kecil, overload, atau rusak. Langkah pertama, pastikan RAM kamu kompatibel untuk game online. Disarankan untuk menggunakan RAM di atas 1GB. Selain itu, secara teratur bersihkan program yang sedang berjalan di luar game agar tidak membebani RAM.

– Spesifikasi prosesor.
Bersama RAM, prosesor menjadi otak yang akan mengoperasikan semua fitur yang ada dalam komputermu. Pastikan otak komputermu cukup cerdas untuk memainkan game secara realtime. Biasanya, dianjurkan untuk menggunakan DUAL CORE CPU ADRENO 225, MALI 400 atau di atasnya. Buat kamu yang mengakses game dari smartphone, Android 4.1 Jelly Bean cukup mumpuni diajak bertempur.

– Power Supply
Power supply yang tidak optimal atau tidak stabil dapat berakibat pada komputer freeze saat main game. Untuk mendeteksinya, coba cek masalah ini pada BIOS di menu hardware monitor. Biasanya, kerusakan power supply disebabkan karena overheat dan tegangan listrik yang tak stabil di rumahmu.

Software
Hal ini biasa disebabkan karena adanya file-file yang corrupt. File yang corrupt ini juga umumnya muncul karena kesalahan proses instalasi, terutama game yang bajakan. Jangan lupa, update file game ke versi terbaru.

File game
Jangan lupa, freeze juga bisa disebabkan karena file yang corrupt atau rusak sehingga tidak dapat terbaca oleh sistem. Akibatnya akan ada suatu momen dalam game berhenti atau putus-putus. Untuk mengatasinya, pastikan proses instalasi benar sesuai tutorial, selain itu untuk meminimalisir hal-hal seperti ini disarankan untuk membeli game versi original.

3. Periksa koneksi internet.

internet,ethernet

foto: pixabay

Permainan interaktif bersifat realtime dan setiap pergerakan pemain membutuhkan transfer data yang besar. Semakin banyak jumlah pemain dan semakin cepat jenis permainan game yang kamu mainkan, semakin besar kemampuan koneksi internet untuk mentransfer data.

Solusinya: Pilih warnet atau cyber cafe yang sudah terpercaya mempunyai koneksi internet yang cepat. Jika kamu sudah menjadi pelanggan salah satu cyber cafe, kamu berhak kok untuk memberi masukan atau menyampaikan masalah ini ke pengelolanya.

4. Suplai listrik

koneksi kabel,instalasi kabel

foto: pixabay

Jika semua sudah beres dan kamu tetap mengalami freeze, maka kamu bisa cek suplai listrik di rumahmu. Banyak kasus freeze terjadi karena instalasi listrik di tempatmu bermain game bermasalah listrik statisnya. Sederhananya, ground-nya kurang optimal. Hal ini mengakibatkan gangguan pada rangkaian perangkat gaming kamu yang notabene mempunyai rangkaian yang lebih rumit dibanding perangkat biasa.

Solusinya: Panggil tukang instalasi listrik. Biasanya, mereka akan menambahkan koneksi ground untuk meminimalkan efek listrik statis rumah kamu.

Gamers, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan angka-angka DPI setiap kali hendak menggunakan mouse. Berdasarkan berbagai informasi, kamu pun langsung memilih mouse dengan angka DPI yang tinggi dan punya polling rate yang tinggi.

Tapi, sebenarnya apakah kamu mengerti apa yang dimaksud dengan DPI itu? Dan, apakah lantas dengan memilih mouse dengan DPI setinggi mungkin benar-benar bermanfaat? Jika masih kurang mengerti, yuk kita bahas sedikit di sini.


Mouse Berbasis Optik

Sebelum memahami DPI pada sebuah mouse, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai mouse berbasis optik karena fitur DPI hanya bisa diaplikasikan di mouse jenis ini. Dahulu, kamu pasti pernah ingat teknologi mouse yang bergerak dengan menggunakan bantalan bola karet.

Bola karet tersebut akan menyentui empat titik arah yang ada di sekitarnya sehingga kursor pada tampilan komputer akan bergerak.

Nah, seiring perkembangan zaman, muncullah mouse yang berbasis optical dan laser sebagai dasar pergerakannya. Gerakan mouse berbasis optik mengandalkan gerakan cahaya – biasanya berwarna merah – dan yang kemudian memberi sinyal pada kamera kecil yang berada dalam mouse.

Kamera itu akan mengabadikan ratusan gerakan cahaya itu sebanyak ratusan titik per detik, seiring kamu menggerakkan mouse ke segala arah. Sinyal dari mouse itu kemudian akan diubah menjadi gerakan kursor pada komputer.

Hampir sama dengan mouse optik, sistem kerja mouse laser juga mengandalkan pemetaan kamera pada cahaya. Bedanya, mouse laser, menggunakan cahaya infrared yang sering kali tidak terlihat oleh mata.

Apa itu DPI?
Berdasar sistem kerja mouse optik yang menggunakan kamera untuk memetakan titik cahaya pada bidang datar, muncullah istilah Dots Per Inch, yaitu nilai pengukuran sensitivitas kamera mouse dalam menitik pergerakan cahaya. Semakin tinggi nilai DPI sebuah mouse, semakin sensitif mouse tersebut.

Hal itu tentu berpengaruh pada kecepatan gerak kursor yang digerakkan oleh mouse itu. Mouse yang mempunyai nilai DPI tinggi hanya membutuhkan sedikit gerakan untuk menggerakkan kursor. Kamu tak perlu menggerakkan mouse terlalu jauh untuk mendapatkan jangkauan kursor yang luas.

Selain itu, dengan menggunakan mouse dengan DPI tinggi, pemetaan obyek pada layar komputer jauh lebih akurat. Sebagai contoh, pada war game seperti Point Blank atau Call of Duty, kamu pasti harus dapat membidik obyek secara cepat dan tepat. Dengan mouse ber-DPI tinggi, kamu akan mudah melakukannya.

Tak Asal DPI Tinggi

Lantas, apakah dengan mouse ber-DPI tinggi kamu akan nge-game atau melakukan pekerjaan profesional lain (desain, video editing) secara lebih mudah? Belum tentu.

Sering terjadi, justru mouse dengan DPI tinggi yang super sensitif menyulitkan kita dalam menguasai gerakan kursor. Bisa jadi, tiba-tiba kursor terlempar jauh saat kamu menyentuh atau menyenggol mouse. Atau, kita justru kesulitan membidik target karena kursor sulit dikendalikan.

Selain setelan DPI pada mouse yang bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan, kamu juga harus memperhatikan kesesuaian antara sensitivitas mouse yang kamu miliki dengan kemampuan komputermu, terutama kartu grafisnya (VGA Card).

DPI tergantung dari kemampuan perangkat keras mouse, sedangkan sensitivitas kursor juga ditentukan dari setting-an software komputer tersebut. Sebagai contoh, kamu punya mouse dengan DPI tinggi tetapi settingan kecepatan mouse pada perangkat lunak komputer kamu belum kamu setting. Yang terjadi adalah saat menarget obyek yang cepat dan kecil, pergerakan kursor tetap tidak bisa mengikuti target tersebut.

Terus, Bagaimana Idealnya?

Pertama, mouse dengan High DPI akan bekerja secara optimal jika dikombinasikan dengan komputer yang mempunyai kemampuan grafis yang mumpuni dan monitor beresolusi tinggi. Jika kamu bermain game di monitor beresolusi rendah, misalnya 1366×768 seperti pada layar laptop, maka kamu tak perlu mouse dengan tingkat DPI tinggi.

Sebaliknya, jika kamu bermain game pada monitor berukuran 3840×2160 dengan resolusi hingga 4K, kamu perlu mouse dengan settingan DPI tinggi sehingga kursor dapat bergerak cepat secara smooth.

Kedua, gunakan mouse yang mempunyai pilihan tingkat DPI dalam satu device. Dengan pilihan itu, kamu bisa menyesuaikan sensitivitas dan kecepatan mouse berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan jenis game. Rekomendasi mouse dengan tingkat DPI yang bisa disesuaikan adalah semua seri mouse produk Rexus. Salah satunya adalah Rexus Titanix Tx9 dengan range DPI 1000 – 4000 yang bisa diatur dengan tombol secara mudah.

Ketiga, mouse dengan tingkat DPI tinggi memang berguna, tapi itu bukan segalanya. Dalam memilih mouse, terutama gaming mouse, perlu diperhatikan pula beberapa faktor seperti model yang nyaman, sesuai dengan pola genggaman dan ukuran tangan kita, berat, dan penempatan tombol yang pas. Kami rekomendasikan agar kamu mencoba seri mouse dari Rexus yang telah terbukti kualitasnya.

Mouse gaming rexus

Mouse gaming rexus

Gamers, bagi anggota pasukan elite Navy Seals, senapan CQBR alias Close Quarters Battle Receiver, merupakan senjata handalan yang harus selalu mereka bahwa di setiap operasi tempur. Nah, bagi kamu, para gamers, senjata yang tak boleh ketinggalan adalah mouse untuk game atau sering kita sebut gaming mouse.

Tentu, mouse yang harus kalian punya adalah jenis gaming mouse yang mempunyai beberapa fitur khusus untuk gaming. Selain harus mempunyai kemampuan yang mumpuni sesuai kebutuhan esports, gaming mouse juga harus mempunyai durabilitas tinggi dan nyaman.

Masalahnya, semakin berkualitas sebuah gaming mouse, harganya pun semakin tinggi. Sebagai seorang gamer profesional, Anda tentu membutuhkan senjata yang berkualitas namun terjangkau di kantong, bukan? Selain agar pengeluaran tetap hemat, kamu pasti bisa menggunakan mouse tersebut sebebas mungkin alias tidak terlalu sayang untuk diajak “tempur”.

Sebenarnya, banyak kok tipe gaming mouse yang berkualitas namun sangat terjangkau dan mudah diperoleh di pasaran. Berikut kami bandingkan kualitas dan harga dari 5 mouse gaming yang paling laris saat ini.

1. Rexus X-3

Kualitas? Rexus Xierra X3 adalah professional gaming mouse yang memiliki berbagai keunggulan baik dari segi desain maupun kinerja. Dengan konektivitas gold plated USB dan nylon braided cable yang berkualitas dan kuat, Rexus X-3 mempunyai bentuk yang sangat sangat ergonomis dan disesuaikan dengan telapak tangan orang Asia. Xierra X-3 memiliki tingkat DPI maksimal 3200 DPI yang bisa bisa langsung dicolok pada komputer.

Harga? Dengan harga di bawah 200 ribu, gaming mouse ini sangat direkomendasikan untuk semua kalangan gamers, baik mereka yang baru belajar maupun kamu yang sudah profesional.

2. Rexus X-6

Kualitas? Dengan berat hanya sekitar 140 gram, X-6 hadir dengan warna yang lebih kalem. Cocok untuk gamers cewek. Meski terlihat kalem, mouse ini juga memiliki satu kesatuan dengan chipset gaming yang ditujukan untuk para gamer tingkat atas dan dilengkapi dengan teknologi yang dapat meningkatkan kestabilan transmisi data pada mouse.

Harga? Masih kisaran di bawah 200 ribu, mouse ini layak untuk kamu ajak “tempur” sekaligus buat latihan harian.

3. Rexus Xierra G-7

Kualitas? Mouse ini bekerja dengan sistem optik yang memiliki tingkat akurasi dan kecepatan optimal sehingga menambah sensasi permainan Anda semakin mengesankan. Xierra G7 dilengkapi oleh 7 (tujuh) tombol yang memiliki fungsi berbeda, dengan permukaan tombol anti slip.

Harga? Kamu mungkin sedikit tak percaya jika mouse keren ini hanya dibanderol dengan harga di bawah 150 ribu. Kamu bakal tak sayang untuk mengajak mouse ini bekerja berat.

 

4. Rexus S5 – Wireless

Kualitas? Rexus Xierra S5 adalah professional gaming mouse yang memiliki fitur wireless mouse (nirkabel) dengan kecepatan koneksi mencapai 2.4GHZ sehingga menyajikan kestabilan dan keakuratan tinggi. Xierra S5 memiliki sentuhan tombol yang superior dan memiliki struktur menjepit diujung depan untuk mengurangi efek hambatan pada tombol mouse.

Harga? Meski dilengkapi teknologi bluetooth yang berkualitas,  gaming mouse ini berada di kisaran harga bawah 150 ribu.Cocok untuk kamu yang tak suka diribetkan oleh kabel.

5. Rexus TX-7

Kualitas? Berbagai fitur unggulan yang dimiliki oleh mouse Titanix TX7. Di antaranya adalah kontrol scroll presisi, pengaturan tingkat kecepatan, lapisan karet anti slip, dan material yang terbuat dari metal. Rexus Titanix TX7 dilengkapi dengan teknologi macro. Fitur macro dan keystroke berfungsi memudahkan mode permainan yang akan dimainkan, sekaligus memberi sensasi bermain yang lebih menarik.

Harga? Untuk sekelas mouse gaming kelas kakap, mouse ini tetap masih terjangkau. Kamu hanya butuh merogoh kocek berkisar 200 ribuan.