Posts

Tergelitik dengan adagium pada stiker yang sering ditempelkan di kaca mobil, Real Men Use Three Pedals. Kesan keren dan maskulin jadi komponen yang ingin ditonjolkan untuk sebuah fenomena seorang pria yang menggunakan mobil manual dengan sistem perpindahan gigi dengan pedal kopling yang diinjak.

Komponen kopling manual yang diinjak seolah identik dengan “kekuatan” – karena untuk menginjaknya, kamu pasti butuh tenaga lebih – dan kekuatan identik dengan pria. Tak hanya itu, dengan kopling, akselerasi kendaraan relatif lebih garang dibanding sistem otomatis.

Meski antara mobil dengan keyboard berbeda, tetapi sensasi yang sama itu bisa ditemukan saat jari-jarimu “membelai” sebuah papan kunci alias keyboard Rexus Legionare MX-7.

Satu tagline yang selalu digaungkan oleh keyboard ini adalah real mechanical, mekanikal asli. Kata “real” menjadi satu nada marketing sekaligus pemicu pertanyaan, “Kalau begitu, ada tipe keyboard yang tidak asli mekanikal?

Untuk menjawab seberapa “asli” Rexus Legionare MX-7, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencobanya sendiri. Atau, pilihan yang sedikit lebih mudah, kamu baca ulasan ini.


Kodrat Real Mechanical

foto: pixabay

Berdasarkan prinsip kerja dan materialnya, hanya terdapat dua jenis keyboard, yaitu keyboard membran dan keyboard mekanikal. Seperti namanya, keyboard membran menggunakan lapisan silikon sebagai penghantar sekaligus pelapis ketukan agar terasa lembut dan tidak berisik. Lain halnya dengan keyboard mekanikal yang mempunyai switch tersendiri tiap tombol.

Lalu, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan real mechanical keyboard? Atau, keyboard mekanikal seperti apa yang bisa digolongkan sebagai mechanical keyboard?

Jawaban dari pertanyaan itu tak lepas dari dua hal ini. Pertama, istilah “real” itu tentu tidak bisa dilepaskan dari bahasa marketing yang ingin menonjolkan sebuah produk keyboard mekanikal yang lebih asli dan sesuai “kodrat” keyboard mekanikal.

Apa “kodrat” keyboard mekanikal? Ya itu tadi, jenis keyboard yang tangguh, baik secara material maupun fungsional.

Material keyboard mekanikal yang “asli” menampilkan kualitasnya, mulai dari switch atau tombol yang terbuat dari bahan plastik yang keras, permukaan keyboard yang terbuat atau berlapiskan bahan logam, hingga performa serta ketangguhannya saat dioperasikan. Kamu bisa merasakan sensasi keyboard mekanikal “asli” pada keyboard IBM tipe M yang sempat menjadi idola di era 80an.

Kedua, “real” merujuk pengembangan teknologi keyboard mekanikal tanpa meninggalkan “kodrat”-nya. Keyboard mekanikal saat ini banyak dilengkapi dengan beragam fitur dan aksesoris, mulai dari fitur anti-ghosting yang memungkinkan ke-104 tombolnya dipencet dan beroperasi sekaligus tanpa ada satupun yang stak, hingga penggunaan LED RGB yang berguna untuk mempermanis sekaligus menambah aksen keyboard mekanikal di belantara gaming keyboard.

Di tengah fitur yang terus dikembangkan, real mechanical keyboard tetaplah keyboard yang mumpuni untuk diajak bekerja keras. Salah satunya adalah Rexus Legionare MX-7 yang hendak kami coba ini.

Penampilannya Khas Lelaki
Omong kosong jika kalian menaksir seorang cewek tanpa melihat penampilannya, Bro. Penampilan itulah yang memberi kesan pertama kamu suka atau tidak dari seseorang, bukan? Nah, itu jugalah yang kami temukan pada Rexus Legionare MX-7.

Sebagai pria, kami pun langsung tertarik dengan perwujudan Legionare MX7. Tampil dengan balutan warna dark grey dengan mouse berwarna hitam, MX-7 merepresentasikan sisi maskulin sedemikian rupa. Hanya sedikit aksen merah yang ditonjolkan di pinggir papan.

 

Rexus legionare MX7

Kesan cool dan elegan menyeruak begitu dashyat berkat papan keyboard yang terbuat dari metal, dengan deretan switch berwarna hitam nan anggun. Begitu kamu memencet tombol “FN” + Wave #1, muncul pendaran cahaya yang berasal dari LED RGB yang ada di bawah tiap switch. Perpendaran warna hijau, biru, merah akan berombak, menambah kesan keren.

Jika kamu termasuk orang yang tak suka dengan warna “ngejreng“, pencet tombol “FN” + “Wave #2” atau “FN” + “Breath”, maka LED hanya akan memancarkan warna tertentu yang lebih kalem.


Uji Ketangguhan

Dengan penjelasan di atas, kamu tentu mulai bisa memahami mengapa Rexus Legionare MX-7 dimasukkan dalam golongan real mechanical gaming keyboard, bukan sekedar “ala-ala”. Untuk makin memahaminya, kami pun membawa Rexus Legionare MX-7 ke meja gaming. Permainan “sejuta umat” pun kami mainkan: Point Blank.

Begitu mengeluarkan keyboard ini, kamu langsung merasakan bedanya dengan keyboard lainnya, apalagi keyboard membran. Berat keyboard yang mencapai lebih dari satu kilogram – tepatnya 1063 gram – lah yang membedakan.

Berat itu masuk akal karena MX-7 menyertakan palm rest berbahan plastik berkualitas tinggi, yang mampu menahan berat kedua telapak tangan kamu. Kami kira, saat kamu tanpa sadar menggebrak keyboard saat tokohmu tertembak mati, palm rest ini takkan buru-buru pecah.

Dengan menggunakan keyboard Rexus Legionare Titanix TX-3 dan headset Rexus Thundervox HX-2, kami memainkan game. Beberapa menit menggunakan MX-7, tokoh Tero yang kami pakai pun pergerakannya terasa enak.

Senjata OA yang kami gerakkan dengan menggunakan switch Q teras enak digunakan. Pegas switch MX-7 memantul secara sempurna. Pergerakan Tero yang menuruti gerakan jari dengan memencet switch W dan A terasa smooth.

Manuver dengan menggunakan keyboard MX-7 juga tak mengalami kendala yang berarti. Meski dilengkapi palm rest yang lebih berfungsi saat kamu memposisikan keyboard secara lurus, kamu tetap bisa memiringkan posisi keyboard agar lebih nyaman, sesuai kebiasaan kamu saat bermain game.

Dalam posisi miring, palm rest tetap menjadi tumpuan pergelangan tangan sehingga tak mudah pegal. Syaratnya, kamu membutuhkan space yang agak luas saat memiringkan MX-7.

Secara keseluruhan, kinerja MX-7 terbukti handal. Saat mencobanya kali ini, kami tak menemukan kendala “ghosting” sama sekali, semua switch bekerja secara sempurna. Dan, jika sesekali terjadi “freeze” itu bukan karena keyboard-nya donk. Biasanya itu terjadi karena koneksi internet atau arus listrik yang tak stabil.

Fitur lain yang tak boleh dikesampingkan adalah fitur macro dalam MX-7.  Dengan fitur ini, kamu bisa lebih mudah dan mempercepat intensitas atau frekuensi gerakan. Jadi, kamu tak perlu memencet beberapa kali untuk misalnya, menembak secara terus menerus.  Fitur macro sangat cocok untuk para gamers tingkat advanced.

Di antara penilaian itu, kami menaruh hormat yang setinggi-tingginya pada komponen Outemu Blue Switch yang dibenamkan pada keyboard ini.


Misteri Switch Biru

Mobilitas tokoh yang kamu mainkan dengan menggunakan MX-7 tak lepas dari kinerja 104 Outemu Blue Switch di atasnya. Seperti yang kamu tahu, banyak terdapat merek switch keyboard mekanikal, mulai dari Outemu, Kaihua, Kailh, Gateron, hingga Cherry MX dan Romer-G. Merek-merek tersebut merupakan merek paten untuk switch keyboard.

Di antara semua merek itu, Cherry MX merupakan salah satu “legenda” sekaligus “kiblat” switch mechanical keyboard. Switch keyboard yang diproduksi oleh ZF Electronics GmbH (Cherry Corporation), perusahaan Jerman-Amerika, telah mendominasi banyak produsen keyboard kelas atas seantero dunia.

Begitu terkenalnya Cherry MX switch di dunia keyboard mekanik, sampai-sampai perusahaan pembuat switch lainnya menyamakan karakter dan pola switch-nya dengan Cherry MX. Salah satunya adalah Outemu.

Menurut review yang dilakukan oleh input.club, Outemu Blue Switch merupakan switch yang kinerjanya hampir sama dengan switch Cherry MX. Bahkan, dalam review tersebut, Outemu lebih terasa lembut meski tetap menyajikan sensasi “clicky” yang asyik.

Infografis: input.club


Switch
Linear atau Tactile?

Secara umum, terdapat dua penggolongan jenis switch, yaitu switch linear dan tactile. Skema mekanis pada switch linear adalah langsung tegak lurus ‘menonjok’ sirkuit untuk menghasilkan sinyal. Sedangkan switch tactile tidak bergerak tegak lurus, akan tetapi mengetuk dan menimbulkan sebuah umpan balik dan bunyi klik pada komponen dalam switch tersebut.

Berdasarkan penggolongan tersebut, switch Outemu mempunyai tipe keduanya, namun dengan karakteristik yang berbeda-beda. Masing-masing karakter direpresentasikan melalui warna switch, yaitu:

Outemu Black – switch linear.
Outemu Red – switch linear.
Outemu Brown – switch tactile berkarakter smooth dan tidak terlalu berisik.
Outemu Blue – switch tactile berkarakter “clicky“.

outemu blue switch

Meski menggunakan housing dari plastik, Outemu terbuat dari plastik berkualitas tinggi sehingga tetap tangguh. Beberapa pengguna juga mengatakan bahwa switch Outemu terasa agak goyang, tetapi itu takkan memengaruhi tekanan dan kontak pada papan chip di bawahnya. Jari kamu pun tetap memencet secara tepat karena cekungan pada keycap switch Outemu pas dengan lengkungan ujung jari kita.

Per atau pegas yang terdapat di dalam switch Outemu juga terkenal bandel. Diklaim, per yang ada dalam switch Outemu Blue mampu bertahan hingga 50 juta klik! Itupun tergantung pemakaian. Jika kamu tidak menggunakan secara urakan, per itu pun akan bertahan lebih lama. Tak hanya itu, jika akhirnya salah satu switch “menyerah”, kamu bisa menggantinya secara terpisah, tanpa harus mengganti seluruh keyboard.


Mechanical Keyboard Paten yang Terjangkau

Satu faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memboyong sebuah keyboard mekanikal adalah harga. Mungkin, kamu bisa atau mampu untuk membeli keyboard mekanikal kelas atas yang menggunakan switch Cherry MX Blue, tapi harga yang kamu bayar tentu takkan sendikit. Itu adalah hak setiap orang.

Tapi, hendaknya perlu dipertimbangkan kebutuhan dan level profesionalitas kamu. Jika kamu memang butuh dan sudah seprofesional Sahill Arora, keyboard dengan harga jutaan atau bahkan ratusan juta merupakan salah satu kebutuhan gaming yang harus dipenuhi.

Tapi, buat kita yang masih berkompetisi game dalam level profesional medioker, masih belajar bermain game, atau justru memilih game sebatas hobi, kebutuhan akan keyboard sudah bisa terfasilitasi dengan baik oleh Rexus Legionare MX-7 ataupun seri keyboard Rexus lainnya. But, this is only a suggestion. The decision is still yours, Bro.

Portfolio Items