Rexus-titanix-TX3

Gamers, kamu tentu sering mendengar atau bahkan membaca sendiri istilah “Polling Rate” dalam sebuah software mouse. Istilah ini seringkali dikaitkan dengan istilah Dot Per Inch (DPI) yang pernah kita bahas secara khusus di artikel “Apakah Arti DPI dalam Sebuah Mouse?” Keduanya mempunyai keterkaitan dengan pergerakan sensorik mouse untuk menggerakkan kursor yang ada di layar komputer.

Bedanya, jika DPI berhubungan dengan kemampuan sensor optik, maka Polling Rate berkaitan dengan kemampuan chipset dalam mouse untuk menghantarkan “script” atau sinyal perintah ke komputer. Jadi, untuk mengatur kecepatan, ketepatan, dan intensitas gerakan kursor, DIP dan Polling Rate adalah dua hal yang tak terpisahkan.

Rexus-titanix-TX2Jadi, apa itu Polling Rate? Secara sederhana, Polling Rate adalah kemampuan mouse untuk memberikan laporan tentang posisinya ke komputer. Semakin tinggi nilai Polling Rate, semakin besar kemampuan mouse untuk mendeteksi DPI dan memberikan skrip-nya ke komputer. Karenanya, semakin tinggi Polling Rate, kursor akan semakin akurat dalam mendeteksi posisi mouse.

Konsekuensinya, saat diatur pada Polling Rate yang tinggi, prosesor komputer bekerja keras untuk memetakan posisi mouse karena menerima perintah banyak data per detik.

Terjadi masalah jika kemampuan komputer tidak kompatibel dengan kemampuan Polling Rate sebuah mouse. Banyak terjadi kasus mouse yang menggunakan Polling Rate tinggi tidak bisa diaplikasikan secara optimal sehingga justru terasa “delay“.

Nilai Polling Rate diukur dengan menggunakan ukuran Hertz (Hz). Artinya, chipset dalam mouse akan melaporkan gerakan mouse per detik.

Yuk, kita ambil contoh dengan mengaplikasikan settingan polling rate pada gaming mouse Rexus Titanix TX9. Dalam software TX9, terdapat pilihan settingan Polling Rate 1000Hz. Jika kita menggunakan settingan Polling Rate itu, maka berarti mouse akan melaporkan posisinya 1000 kali per detik.

Sebenarnya, tidak ada perbedaan yang signifikan antara setting-an Polling Rate 500Hz dengan 1000Hz. Kamu baru akan merasakan bedanya saat menggunakan setting-an 250Hz yang dibandingkan dengan settingan 1000Hz. Itu bisa kamu lihat dari interval sinyal yang keluar dari chipset seperti pada ilustrasi yang dicuplik dari blurbusters.com ini.

Sekali lagi, semakin tinggi pengaturan nilai Polling Rate, semakin besar kerja komputer. Jadi, hal yang perlu diperhatikan adalah menyelaraskan kemampuan komputer dan resolusi layar dengan setting-an Polling Rate mouse.

Banyak gamers yang justru menyeting Polling Rate di nilai yang rendah, seperti di 100Hz atau 125Hz. Namun, jika saat menggunakan settingan Polling Rate 1000Hz, komputer masih bisa mengakses skrip secara mumpuni, maka gunakan setting-an tersebut.

Nah, lalu bagaimana cara menyetingnya jika kita tidak tahu kapasitas komputer kita?

1. Cara yang termudah adalah dengan mencoba gerakan mouse secara langsung. Mulailah dengan Polling Rate yang terendah di software mouse.
2. Tingkatkan nilai Polling Rate secara bertahap.
3. Sinkronkan gerakan mouse dengan gerakan kursor. Apakah ada delay sepersekian detik? Apakah kursor yang digerakkan mouse dapat jatuh di target secara tepat?
4. Jika dirasa sudah cukup enak untuk digunakan bermain, simpan setting-an tersebut pada Profile.

Selamat menemukan pengaturan Polling Rate paling nyaman buat gaming mouse kamu!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *