Confucius, seorang filosof Tiongkok, pernah mengatakan,”Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.” Jika diterjemahkan secara harafiah, tokoh pemikir itu ingin menyampaikan pesan bahwa dengan mencintai pekerjaan yang menjadi hobi kita, maka kita akan merasa tak bekerja saat melakukannya. Pekerjaan yang seharusnya merupakan hal yang berat dan membosankan pun jadi menyenangkan plus tetap memperoleh pendapatan.

Pertanyaan selanjutnya, “Jika hobi saya bermain game, apakah bisa mendapatkan penghasilan dari hobi ini?” Jawabannya, “Bisa!” Segala sesuatu yang dilakukan secara serius dan profesional akan menghasilkan penghasilan. Apalagi, saat ini “game” bukan lagi sebatas permainan hobi yang menghambur-hamburkan uang. Gaming beralih menjadi jenis e-sports yang menarik banyak sponsor yang bakal mengisi pundi-pundi rekening kamu.

Sebagai gambaran, permainan seperti League of Legends, Dota 2, dan StarCraft II mempunyai liga profesional yang menyediakan milyaran hadiah, belum lagi insentif dari berbagai sponsor. Tercatat, seorang pemain Dota 2 berhasil mengumpulkan 2,7 juta Dollar Amerika atau lebih 35 milyar Rupiah dengan bermain di 60 turnamen! Artinya, setiap kali bermain, dia meraup sekitar 585 juta Rupiah!

Masih tidak percaya? Nih, contoh beberapa pemain e-sport yang berhasil menggantungkan sumber pendapatannya dari hobi gaming.

1. Saahil Arora

sahil arora

foto: pcgamer.com

Pemain yang kerap disebut “Universe” ini mencatatkan diri sebagai pemain e-sports dengan bayaran termahal di dunia, dengan pendapatan yang hampir mencapai 3 milyar Dollar AS atau sekitar 4,9 trilyun Rupiah. Saat ini, pria kelahiran Amerika 28 tahun lalu masih berhak meraih gelar sebagai pemain terbaik e-sports bersama timnya saat ini, Evil Geniuses.

2. Peter Dager

foto: gosugamers.net

Pemuda kelahiran Indiana, AS, ini merupakan teman satu tim Saahil. Dia berhasil mengukir prestasinya di dunia Dota 2 dengan menggunakan nickname peterpandam alias ppd. Dari e-sports, dia berhasil mendapatkan gaji sebesar 2,6 juta Dollar Amerika per 60 turnamen. Prestasi yang diukirnya itu membuatnya dipercaya sebagai CEO E-sports Organization.

3. Syid Sumail Hassan

sumail hassan

foto: teamliquid.net

Pria asal Pakistan ini menggeser dominasi pemain sukses e-sports yang didominasi oleh pemain dari Amerika dan Eropa. Dengan menggunakan nickname Suma1L, bocah berusia 18 tahun ini bergabung dengan Evil Geniuses dan memenangkan kejuaraan The International 2015. Bahkan, The Guinness Book of World Records menobatkan Sumail sebagai gamer termuda yang telah mendapatkan hadiah turnamen sebesar $1 juta USD!

4. Clinton Loomis

foto:theindianexpress

Masih di winning team, Evil Geniuses, tersebutlah Clinton “Fear” Loomis sebagai pemain E-sports terkaya, dengan pendapatan mencapai 2,3 juta Dollar AS. Pria kelahiran Oregon AS ini berhak disebut sebagai pemain game terbaik dari Amerika Utara. Loomis pensiun dari Dota 2 pada September 2016 lalu dan memilih menjadi pelatih di tim yang telah membesarkan namanya itu.

5. Kurtis Ling

foto: team-dignitas.net

Pria yang punya darah China ini menjadi pemain asal Kanada yang bermain untuk tim NP. Dengan menggunakan nickname Aui_2000, dia mendominasi Dota 2 di umur yang relatif muda. Saat mulai kuliah di University of British Columbia (UBC), Ling bergabung dengan tim Starcraft Club. Selama berkarier di dunia e-sports, Ling berhasil mengumpulkan kekayaan hingga mencapai 2 juta Dollar AS.

6. Zhang Ning

foto: the scoreesports.com

Zhang “Xiao8” Ning memulai masuk dalam server Dota pada September 2010. Selama tujuh tahun merajai Dota, Ning berhasil meraup sekitar 1,9 juta Dollar Amerika. Dengan modal sebesar itu, dia pensiun dari dunia game dan menikahi model kenamaan Jie Zhao.

7. Zhang Pan

mu

foto: thescoreepsports.com

Zhang Pan aliah Mu mulai bermain Dota pada awal 2012 dan berhasil menggondol pundi-pundi kekayaan sebesar 1,1 juta Dollar AS dalam rentang waktu dua tahun. Dalam dunia permainan, Zhang Pan dikenal sebagai pemain yang berani mengambil risiko. Pada awal 2015, karier Pan di turnamen mulai meredup dan akhirnya memutuskan untuk pensiun pada Agustus 2016.

8. Clement Ivanov

ivanov

foto: egamers.net

Clement “Puppey” Ivanov adalah pemain Dota 2 dan kapten dari tim Secret, tim Dota 2 profesional dari ranah Eropa. Dari awal bermain pada 2007 hingga 2015, dia cukup fasih menumpuk kekayaan hingga sebesar $446 ribu Dollar AS. Selain sebagai pemain game, Ivanov juga terkenal sebagai pemain musik, dengan keahlian memainkan beberapa alat musik, seperti biola, clarinet, gitar, dan saksofon.

9. Aliwi Omar

foto: thescoreesports.net

Siapa bilang negara yang sedang dilanda konflik tidak bisa melahirkan pemain game profesional? Buktinya, meski negaranya, Suriah, sedang berkecamuk perang saudara, Aliwi Omar tampil sebagai pemain esports profesioal yang hebat. Insinyur teknik kimia ini bermain untuk tim Digital Chaos, salah satu tim asal Amerika Utara.

Bersama Digital Chaos, dia berhasil mengumpulkan uang lebih dari $1 juta Dollar dengan bermain Dota. Salah faktor yang mendukung kesuksesan Omar di dunia digital game adalah kemampuannya menguasai berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Rumania.

10. Daryl Koh

daryl koh

foto: youtube.com

Adakah pemain game profesional dari Asia Tenggara? Adalah Daryl Koh. Pria asal Singapura ini memulai karier game-nya dengan bermain di DotA. Pada 2010, Koh beralih dari DotA ke StarCraft II. Setelah sukses di, gamer dengan nickname iceiceice meloncat ke Dota 2. Dari dunia game profesional itu, dia mengisi rekeningnya hingga 1 juta Dollar AS.

Setelah kesepuluh pemain sukses itu, apakah kamu yang akan menjadi salah satunya? Sekaligus menjadi pemain E-sport pertama dari Indonesia yang berhasil menggantungkan hidup dari dunia game.

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Dota 2 The International yang diselenggarakan di China mencatatkan hasil luar biasa. Adalah Syed Sumail Hassan, anggota tim Tim Evil Geniuses, yang berhasil melakukan 1000 kill saat timnya melawan tim Infomous […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *