Sumber: Kompasiana.com

Wabah Covid-19 melanda seluruh negara, tak tekecuali Indonesia. Korban jiwa akibat wabah virus Corona tersebut mencapai lebih dari 10.000 jiwa di seluruh dunia dan akan terus bertambah. Di Indonesia, data terakhir saat artikel ini dibuat adalah 49 orang meninggal, dengan orang yang positif mengidapnya lebih dari 500 orang.

Saatnya kita waspada! Pandemi ini tidak bisa dianggap remeh lagi. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Tetapi, tanpa dukungan dari kita, masyarakat, usaha pemerintah akan sia-sia. Perlu diketahui, kegagalan usaha pemerintah tanpa dukungan masyarakat bisa kita lihat dari pengalaman negara Italia dan Iran yang menjadi negara kedua dan ketiga dengan jumlah kasus meninggal akibat Covid-19, terbanyak setelah China. Kita tentu tidak mau hal itu terjadi di Indonesia, bukan?

game mobile

Saatnya Makin Nasionalis

Musuh kita saat ini bukan negara lain ataupun penjajah. Musuh kita adalah wabah penyakit yang merajalela dengan penularan yang sangat cepat antar individu. Data Kemenkes RI menunjukkan bahwa saat ini penularan sudah mulai antar warga negara Indonesia, bukan importing case atau penularan akibat tertular saat berpergian ke luar negeri.

Indonesia terancam! Dengan persentase kematian mencapai 8,4 persen atau dua kali lipat dibanding rata-rata negara lain, Indonesia mempunyai potensi kematian yang lebih besar akibat virus ini. Apalagi, geografis dan demografis Indonesia sangat memungkinkan percepatan penularan virus antar pribadi karena seringnya interaksi antar penduduk, pemukiman padat, moda transportasi yang berjubel, dan kesadaran hidup sehat masyarakat yang masih kurang,

Dalam kondisi seperti ini, saatnya masing-masing dari kita membuktikan diri sebagai orang yang mencintai negara kita, mencintai orang-orang di sekitar kita, mengasihi keluarga kita. Kita tidak perlu menjadi relawan yang turun langsung ke lapangan. Cara yang lebih mudah adalah dengan TINGGAL DI RUMAH.

video game dan decision making

Gerakan Tinggal di Rumah, Sepele Tapi Sulit

Ternyata tinggal di rumah bukan hal mudah di Indonesia. Ada beberapa hal yang menyebabkannya. Pertama, pemerintah masih sebatas melakukan himbauan untuk bekerja dari rumah dengan tidak melakukan langkah “lock down” karena akan berimbas pada kestabilan ekonomi. Kedua, sekitar 70% masyarakat Indonesia masih mengandalkan hidup dari penghasilan harian sehingga tidak bisa mengandalkan kerja dari rumah. Ketiga, ada anggapan bahwa tidak perlu takut akan virus karena hidup dan mati ada di tangan Tuhan.

Tiga hal tersebut memang jadi kendala besar kenapa gerakan untuk tinggal di rumah sulit dilakukan di Indonesia. Pemerintah memang menegaskan untuk tidak melakukan “lock down” saat ini karena akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi bisa di bawah 4% dan kenaikan inflasi, tentunya. Tetapi jika keadaan makin tak terkendali, bukan tidak mungkin opsi ini bakal dilakukan. Pemberlakuan lock down ini tentu harus disertai dengan insentif untuk memaksa agar pekerja harian mau tinggal di rumah.

Soal anggapan (bahkan ada beberapa tokoh) yang menyerukan “kampanye” tak takut virus, tentu hal ini kurang bijaksana karena fakta membuktikan bahwa penyebaran virus ini sangat masif. Bukan masalah takut atau tidak takut. Tetapi, kita balikkan pada permasalahan kemanusiaan. Apakah dengan membiarkan diri kita tertular dan akhirnya menularkan virus ke orang-orang di sekitar kita maka kita disebut manusiawi dan punya hati nurani?

Bisa saja kita yang muda tetap bertahan dengan terjangkit virus karena daya tahan kita masih bagus. Tetapi, bagaimana dengan orang tua kita? Nenek dan kakek kita? Mereka pasti akan sangat riskan mengalami komplikasi kesehatan jika terpapar virus Corona. Manusiakah kita, membiarkan diri kita terinfeksi begitu saja dan menularkannya kepada mereka? Inilah pentingnya gerakan tinggal di rumah untuk sementara waktu selama wabah ini melanda.

Gamer

5 Cara Agar Efektif Kerja di Rumah

Buat kalian yang memutuskan untuk kerja di rumah selama wabah ini, terima kasih. Nah, agar lebih efektif saat kerja di rumah, nih ada cara yang bisa dilakukan.

  1. Manfaatkan Teknologi

Jika diperlukan, gunakan platform panggilan video bila akan mengadakan suatu diskusi dengan rekan kerja. Hal ini dikatakan dapat menciptakan lebih banyak interaksi dan menghindari aktivitas bekerja yang sepi. Kamu bisa gunakan headset Rexus untuk melakukan voice atau video call dengan rekan kerja.

Manfaatkan akses yang kamu miliki baik melalui platform FaceTime, Zoom, dan sumber komunikasi video lainnya selama berdiskusi atau hanya untuk berbincang dengan rekan kerja.

  1. Punya Jadwal Pekerjaan

Ini waktunya bekerja, Bung. Bukan liburan. Kamu harus punya jadwal pekerjaan harian yang harus kamu seleusaikan targetnya secara disiplin. Anggap bahwa kamu sedang bekerja seperti biasa, tetapi tempatnya saja yang berada di rumah.

  1. Jaga Kesehatan Terus

Tetap ngga bisa kerja di rumah kalau kalian sakit. Karenanya, jaga kesehatan terus dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan beraktivitas fisik yang adekuat. Hindari keluar rumah tanpa perlu ya, Gaess.

  1. Sediakan camilan dan hiburan

Ini penting juga loh. Kamu ngga bakal betah tinggal di rumah tanpa amunisi ini di sela-sela istirahat kerja di rumah. Camilan bisa kamu pesan secara online agar tak perlu ke luar rumah. Untuk hiburan, kamu bisa dengerin music atau main game sebentar dengan peralatan gaming dari Rexus.

  1. Jangan Terlalu Terforsir

Wakil Pimpinan Pemasaran Komersial Global di Lenovo, David Rabin, mengatakan, “Ada kecenderungan untuk bekerja sepanjang hari untuk mengatasi beberapa stigma bahwa Anda tidak bekerja ketika tidak berada di kantor.”

Dengan adanya jeda waktu untuk istirahat, maka pekerjaan yang Anda lakukan di rumah masih bisa menjadi produktif. “Itu tidak akan mengambil apa pun dari keefektifan Anda,” menurut Julie Morgenstern, seorang konsultan organisasi dan produktivitas dan penulis “Organizing from the Inside Out.” Julie Morgenstern juga mengatakan, “Melangkah untuk istirahat adalah bagian dari produktivitas.Mereka sebenarnya membuatmu lebih pintar dan memberikanmu perspektif dan jawaban,” katanya.

Selamat bekerja di rumah. Tetap sehat dan selamat!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *