game mobile video game Manfaat Bermain Video Game: Meningkatkan Keterampilan Sosial video game dan keterampilan sosial 180x180

video game dan keterampilan sosial video game Manfaat Bermain Video Game: Meningkatkan Keterampilan Sosial video game dan keterampilan sosial 600x400

Gamers, apakah benar bermain video game bisa buat kamu jadi ansos dan sering mengisolasi diri dari orang lain? Justru sebaliknya. Seperti artikel Manfaat Bermain Game sebelumnya, bermain game mempunyai dampak positif jika dilakukan dengan benar. Jika yang sebelumnya menambah keterampilan decision making, sekarang bermain game bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi.

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti internasional di Mailman School of Public Health di Universitas Columbia di New York, melibatkan analisis data kesehatan mental yang berkaitan dengan ribuan anak berusia 6 sampai 11 tahun di Eropa.

Gamers vs. non-gamers

Untuk mengumpulkan data, kuesioner diberikan dan diisi oleh orang tua untuk memberi tahu durasi anak bermain game perminggu dan guru untuk memberikan nilai dari anak tersebut, sedangkan anak-anak menjawabnya menggunakan Dominic Interactive. Tes interaktif khusus untuk anak-anak ini menggunakan gambar, text, dan suara untuk memberikan laporan diri komprehensif untuk skrining cepat dari masalah kesehatan mental yang paling sering terjadi di masa anak-anak.

Setelah disesuaikan dengan usia anak dan jenis kelamin, jumlah anak, usia ibu, status perkawinan, pendidikan, status pekerjaan, tekanan psikologis, dan wilayah, durasi bermain video game yang tinggi berkaitan dengan 1,75 kali kemungkinan fungsi intelektual tinggi dan 1,88 kali kemungkinan kompetensi sekolah yang tinggi secara keseluruhan.

Pengaruh video game pada keterampilan sosial anak-anak sering menjadi perhatian para orang tua, tetapi tim peneliti tersebut justru menemukan durasi penggunaan game yang tinggi berkaitan dengan hubungan yang baik antara teman sebaya dan keterampilan sosial yang lebih baik.

Para peneliti juga tidak menemukan hubungan yang signifikan antara game dan masalah kesehatan mental anak, terlepas dari apakah mereka dilaporkan oleh orang tua, guru, atau anak-anak itu sendiri.

Dikutip dari independent.co.uk, Katherine M. Keyes, PhD, asisten profesor epidemiologi di Mailman School yang mengerjakan penelitian ini, mengatakan, “bermain video game sering kali dijadikan sebagai kegiatan untuk mengisi waktu senggang yang bersifat kolaboratif untuk anak-anak usia sekolah, dan hasil ini menunjukkan bahwa anak-anak yang sering bermain video game kompak secara sosial dengan teman sebaya dan ikut berpartisipasi dengan komunitas sekolah.”

“Menetapkan batasan penggunaan layar tetap merupakan komponen penting dari tanggung jawab orang tua sebagai strategi keseluruhan untuk keberhasilan siswa,” tambah Keyes.

Kalau dari pengalaman saya sendiri, saya mempunyai banyak teman karena saya dari dulu sudah sering bermain game bareng keluarga dan teman. Walaupun gamenya bersifat single player, hanya bisa dimainkan sendiri, tetapi kami suka sekali membahasnya. Jadi, kalau ada orang yang mengecap bermain video game dapat membuat keterampilan sosial seorang anak, tidak ada manfaatnya dan hanya membawa adiksi, menurut saya tidak benar juga. Seperti yang dikatakan Keyes di atas, harus menetapkan batasan penggunaan layar!

2 replies

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Siapa bilang cowok gamer itu pendiam atau introvert? Cowok gamer itu suka ngomong tau. Dari kecil, mereka sudah suka ngomong sama teman mereka, bahasin game yang sedang mereka main. Ya mungkin memang semua teman-temannya juga gamer, tapi tidak ada salahnya kan. Dalam game juga, perlu yang namanya teamwork, jadi mereka harus tetap komunikatif. […]

  2. […] Kita buktikan kalau gamer itu gak ansos! […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *