Gamers, untuk menjadi seorang yang benar-benar profesional dan menguasai bidang yang ditekuninya tentu membutuhkan totalitas. Seorang yang memilih menjadi penyanyi profesional harus berlatih vokal secara sungguh-sungguh. Seorang pebasket yang ingin menjadi atlet profesional pun harus mau berlatih berjam-jam untuk meningkatkan kemampuan dan staminanya bermain basket.

Begitu pula dengan seorang gamers profesional. Begitu kamu memilih untuk menjadi seorang gamer atau atlet esport profesional, kamu harus tahu konsekuensi yang harus dijalani. Apa itu? Ya, tentu saja latihan secara intensif. Hal itu juga yang dilakukan oleh para atlet esport yang tergabung dalam Team Liquid, sebuah tim profesional yang berlaga di League of Legends.

50 Jam Per Minggu
Dilansir dari bussinesinsider.com, para pemain Team Liquid harus berlatih minimal 50 jam per minggu. Artinya, dalam sehari, mereka rata-rata menghabiskan waktunya di depan komputer selama 7-8 jam.

liquipedia.net

Menurut Diego Ruiz, jika kita telah memilih untuk menjadi gamer profesional, kita harus total untuk menjalankan aktivitas kita sebagai pemain profesional.

Menurutnya, persaingan dalam dunia gamer sangatlah kompetitif, apalagi di kompetisi League of Legends yang terkenal sebagai salah satu jenis game yang sulit.

Dalam kompetisi League of Legends, dibutuhkan pengetahuan gaming yang luas, ketrampilan memainkan peranti mekanik, dan tentu saja kemampuan refleks dan koordinasi tubuh yang sangat prima.

Untuk melatihnya, jadwal latihan dibagi menjadi tiga periode, yaitu:

Pagi Hari
Para gamer yang tergabung di Team Liquid setiap pagi memulai berlatih dengan melakukan sparing atau latihan tanding dengan tim profesional yang selevel sehingga dapat meningkatkan kemampuan. Jika hanya berlatih dengan tim yang levelnya berada di bawah, maka tidak kemajuan yang bisa diperoleh. Sebelum berlatih tanding dengan tim lain, mereka berlatih dahulu dengan sesama anggota tim.

Siang Hari
Sambil makan siang atau makan malam, mereka selalu mendiskusikan strategi game dan me-review video pertandingan sebelumnya atau video pertandingan tim lain untuk melihat peta kekuatan dan kelemahan lawan. Saat makan seperti ini juga digunakan untuk berdiskusi dengan pelatih.

Malam Hari
Saat pulang ke mess yang memang khusus disediakan untuk mereka di bilangan Santa Monica Office Park, para anggota Team Liquid tak lantas tidur – apalagi nonton sinetron. Mereka harus duduk kembali di kursi gaming pribadi dan bermain “Solo Queue”, sebuah model game yang bertujuan untuk melatih kemampuan personal para gamer.

Saat sedikit waktu luang, mereka diperbolehkan untuk menghubungi keluarga atau pacar mereka. Waktu santai itupun hanyalah sebentar. Setelahnya, mereka harus kembali berlatih game.

Jadwal Pemain Korea Lebih Gokil
Jadwal yang lebih berat dialami oleh teman satu tim Ruiz, yaitu Chae Gwan-Jin dan Kim Jae-hun. Kedua gamer asal Korea Selatan ini mengaku hanya tidur 4 jam dan menggunakan waktu sekitar 12 – 14 jam untuk berlatih. Buat para gamer Korea, jadwal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh para gamer Korea.

Semangat berlatih para gamer di Korea memang menimbulkan kekaguman bagi para gamer di belahan dunia lainnya. Maklum, Korea merupakan pusat dan asal beragam kompetisi gaming sehingga seakan menjadi “kiblat” bagi semua kompetisi gaming lainnya.

Perbedaan jadwal ini kerap menjadi kendala. Banyak yang merasa bahwa pola latihan para atlet esport Korea sangat ekstrim. Untuk menyiasati luar biasa-nya jadwal latihan para atlet esport Korea, para gamer di belahan dunia lainnya, seperti di Amerika, mengutamakan sisi kualitas latihan.

Menurut Ruiz, cara yang dilakukan adalah dengan mengefektifkan latihan per game, dengan jeda istirahat yang hanya beberapa menit sebelum berlatih lagi. Cara ini dinilai bisa menyamakan level mereka dengan para gamer Korea.

Senin Adalah Waktu Istirahat
Pada musim kompetisi League Legends yang berlangsung dari Januari hingga Agustus, anggota tim berlatih dari hari Selasa hingga Jumat dan turun berlaga pada hari Sabtu dan Minggu. Hari Senin adalah hari yang ditunggu-tunggu karena mereka dapat kesempatan istirahat.

pixabay.com

Pada hari Senin, mereka juga mempunyai kesempatan untuk di-endorse oleh beragam sponsor. Di situlah mereka mendapatkan uang tambahan, selain dari gaji bulanan yang luar biasa besar.

Saat musim kompetisi berakhir dari Agustus hingga Desember, para pemain tetap berlatih rutin. Mengapa? Karena berhenti latihan seminggu saja, maka performa gaming kita langsung menurun.

Bagi gamer di luar Korea, periode rehat kompetisi ini justru digunakan untuk mengejar kemampuan para gamer Korea yang latihannya “gila-gilaan”.

Setelah mengetahui jadwal latihan para gamer profesional ini, apakah kalian makin bersemangat untuk menjadi atlet esport profesional? Ayo, kalian pasti bisa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *