Foto: Mouse Gaming Arsa

Gamer, sejak virus Corona mewabah di Indonesia, banyak informasi liar yang mengabarkan bahwa penularan virus tersebut dapat terjadi melalui barang yang diproduksi oleh China, termasuk produk gaming.

Seperti kita ketahui bersama, hampir semua produk elektronik diproduksi oleh negeri Tirai Bambu tersebut. Banyak merek produk elektronik ternama yang mempercayakan tenaga kerja Tiongkok dalam pengerjaannya. Salah satunya adalah Apple. Meski terkenal sebagai merek Amerika, produk ini banyak yang diproduksi di China.

Efisiensi adalah alasan utamanya. China atau Tiongkok memang terkenal sebagai negara yang dapat memproduksi segala hal secara massal dengan kualitas bersaing atau bahkan sama dengan produk berkualitas dari pabrikan negara asal. Karena diproduksi secara massal, bujet produksi dapat ditekan sehingga harga jual produk bisa terjangkau.

Selain Apple, Rexus adalah salah satu merek yang mempercayakan produksi produk gaming di China. Rexus adalah merek produk gaming Indonesia yang membut produknya di sana.


Pengaruh Covid-19

Sejak ditemukannya kasus pertama Covid-19 di Wuhan, China, perekonomian China memang mengalami penurunan meski tak drastis. Tercatat, saat ini China mengalami penurunan ekonomi sekitar 1-2 persen.

Penurunan tersebut salah satunya disebabkan karena takutnya konsumen dunia terhadap potensi penyebaran virus melalui produk yang diimpor dari negara tersebut. Hal ini tentu beralasan karena memang ada sumber yang mengatakan bahwa virus ini dapat hidup beberapa hari di permukaan benda mati.

Hal itu makin banyak didengar khalayak seiring dengan makin banyak joke atau meme yang menyinggung bahwa virus Corona bisa menyebar melalui produk-produk dari China, termasuk ponsel, pakaian, hingga peralatan gaming.

VR3 Max Keyboard Mouse Headset Gaming Combo

Hoax yang Tak Terbukti

Badan kesehatan resmi dunia atau WHO, sudah mengumumkan berbagai fakta tentang virus corona. Virus ini tidak bisa bertahan hidup lama ketika menempel pada benda mati.

Menurut data yang diperoleh dari webmd.com, virus Corona dapat hidup paling lama di permukaan keras, seperti metal ataupun kayu, selama 5 hari. Jadi maksimal hanya 5 hari ya.

Jika memang ada virus yang menempel di produk tersebut, maka virus akan mati selama perjalanan pengiriman yang rata-rata memakan waktu sekitar 7 – 14 hari dengan menggunakan kapal. Selain itu, pemerintah China pun menerapkan protokol kesehatan agar pengiriman dari negerinya dilakukan secara higienis dan aman.

Prosedur Aman di Masa New Normal
Meski diyakini aman dan belum ada bukti penularan virus Corona melalui barang impor, tetapi tak ada salahnya kita tetap menerapkan prosedur kebersihan diri saat menerima paket atau membeli produk dari China atau negara manapun.

Prosedur ini wajib kita lakukan saat ini karena kita tidak tahu dari mana asal penyakit sehingga hal preventif sangat dianjurkan.

  1. Jaga kebersihan tangan saat memilih produk di showroom

Saat kamu berkunjung ke showroom produk gaming, seperti Rexuszone, kamu tentu akan tertarik untuk memegang produk yang dipajang. Produk tersebut memang secara teratur dibersihkan oleh penjaga toko, tetapi tidak ada salahnya kamu membasuh tanganmu seteah memegang produk yang hendak kamu beli.

  1. Terima dan buka paket produk dengan protokol kebersihan

Produk yang baru kamu beli jangan langsung digunakan. Buka pembungkusnya dengan prosedur kesehatan yang baik dan segera cuci tangan setelah membukanya. Jangan langsung gunakan produk tersebut. Sebaiknya lap dulu permukaannya dengan alkohol atau desinfektan.

  1. Bersihkan produk gaming secara teratur

Jika kamu di rumah menggunakan produk gaming secara bersamaan dengan kaka, adik, atau teman lain, sebaiknya bersihkan produk gaming kamu setelah digunakan. Pakailah cairan desinfektan.

Di era new normal ini, segala hal kecil hendaknya mulai lebih kita perhatikan ya. Bukan semata karena ketakutan atau parno, tetapi untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kita.

Selalu jadi gamer yang cerdas dan sehat ya, Gaess!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *