dream.co.id

Gamer, sudah bosan selama berbulan-bulan tinggal di rumah aja? Sama. Tapi, mari kita tetap solid untuk bersama mendukung gerakan melawan wabah virus Corona bersama pemerintah dan tim medis yang sempat melontarkan tagar Indonesia Terserah.

Tagar Indonesia Terserah merupakan cuitan dari beberapa anggota tim medis yang merasa kecewa dengan keputusan pemerintah yang dinilai kurang tegas dan satu suara dalam melawan wabah Corona. Cuitan tersebut juga menjadi respon atas ketidakdisiplinan masyarakat yang semakin hari terkesan semakin tidak peduli dengan pandemi ini.

Capek, Mau Nyerah Rasanya!

Sejak  wabah ini masuk Indonesia, kalangan praktisi medis menjadi garda terdepan yang harus menelan pil pahit penyakit ini. Banyak dokter yang telah mengorbankan nyawa akibat menangani pasien yang mengidap virus Corona. Tak sedikit dokter pula yang meninggal karena menangani pasien yang tidak jujur kalau dirinya mengidap virus Corona sehingga tertular dan berakibat fatal.

Saat tulisan ini ditulis, masih diberitakan seorang perawat Rumah Sakit Royal Surabaya yang sedang hamil 4 bulan meninggal dunia akibat tertular virus Corona saat tetap bertugas menjalankan kewajibannya di sebagai perawat.

Tak bisa dibantah, para tenaga medis adalah orang pertama yang berjuang melawan ganasnya virus ini. Selain bertaruh nyawa, mereka juga rela tidak bertemu dengan keluarga selama berbulan-bulan agar tidak menularkan penyakit ini apabila ternyata di dalam tubuhnya mengidap virus Corona.  Mereka benar-bernar berjuang!

Tapi, mereka juga seperti kita, manusia. Mereka juga mempunyai  rasa bosan, capek, dan ingin menyerah, terutama saat usaha mereka tidak kita hargai. Itulah yang melatarbelakangi cuitan “Indonesia? Terserah!”.

Bukan hanya dari mulut Dokter Tirta ataupun dokter lain yang terkenal, cuitan itu adalah representasi dari hati ribuan dokter yang kesal dan mau ngambek melihat kondisi masyarakat yang tak mau disiplin melawan pandemi ini dengan cara-cara yang sudah dianjurkan pemerintah.

Bagaimana Jika Dokter Beneran Ngambek?
Jangan pernah hal itu terjadi. Tapi, bagaimana jika para dokter dan petugas medis beneran ngambek dan mogok kerja? Apa yang akan terjadi? Sudah pernah membayangkan?

Dibeberkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo, jumlah dokter di Indonesia cukup minim. Dari data yang diperoleh, dokter di Indonesia hanya ada di kisaran 200 ribu orang. Sementara itu, dokter spesialis paru yang langsung terkait menangani penyakit Covid-19, saat ini hanya berjumlah 1.976.

Dengan jumlah dokter sebanyak itu, mereka harus melayani 270 jutaan rakyat Indonesia. Itu artinya, satu orang dokter harus melayani sekitar 1.360 orang! Bagaimana dengan dokter paru? Ya, satu orang dari mereka harus melayani sekitar 245 ribu warga Indonesia! “Kehilangan dokter adalah kerugian besar bagi bangsa ini,” tegas Doni.

Sumpah dokter menjadi jaminan kita agar mereka tetap mau melayani masyarakat. Tetapi, apakah dengan sumpah itu tidak ada kemungkinan mereka melakukan gerakan berhenti bekerja? Kita tidak tahu. Yang jelas, tanpa dokter, kita akan menghadapi masalah baru yang lebih parah, terutama dalam menghadapi kondisi wabah seperti saat ini.

Apa yang Bisa Dilakukan Gamer?

Sederhana, tinggal di rumah dulu. Jaga diri dan orang lain. Tapi, ternyata tinggal di rumah bukan hal mudah. Ada beberapa hal yang menyebabkannya. Pertama, sekitar 70% masyarakat Indonesia masih mengandalkan hidup dari penghasilan harian sehingga tidak bisa mengandalkan kerja dari rumah.

Kedua, bertepatan dengan tradisi mudik Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini membuat dorongan masyarakat untuk kembali ke kampung halaman meski mereka tahu akibatnya.

Diprediksi, mudik akan mengakibatkan penularan penyakit ini meluas dan tak terkendali. Meski baru prediksi karena memang momentum mudik belum berakhir, tapi hal ini bisa jadi kenyataan karena ada fakta-fakta logis yang menguatkan.

Ketiga, orang sudah mulai bosan dan tak peduli. Ketidakpedulian ini muncul karena melihat banyaknya warga masyarakat lain yang tak peduli dengan himbauan protocol kesehatan yang senantiasa digaungkan pemerintah. “Ngapain gw susah-susah di rumah aja, kalau orang lain tetep pada keluyuran?” Itu pernyataan yang sering terucap dari rasa bosan di rumah.

Lalu, mau semua ambyar dengan menyerah pada sebab-sebab itu. Tidak boleh, donk! Gamer adalah bagian dari generasi muda bangsa yang harus mempunyai pemikiran yang lebih cerdas. Kamu harus tetap bisa mengajak orang lain untuk tetap tangguh menghadapi cobaan bersama ini.

Nah, biar ngga suntuk di rumah, coba beberapa kegiatan ini.

  1. Coba game baru

Banyak game baru yang bisa dimainkan di sela-sela belajar di rumah. Ada juga beberapa game gratis kok, jadi lebih ngirit.

  1. Coba peralatan gaming baru dari Rexus

Pada masa ini, Rexus berkomitmen menawarkan peralatan gaming terbaru dengan teknologi baru yang dirilis pada 20 Mei 2020. Ada seri Daxa dan Arsa. Dua mouse gaming tersebut diklaim mempunyai teknologi terkini yang membuat sangat nyaman saat bermain dan tetap berprestasi meski di rumah.

  1. Persiapkan diri untuk era “New Normal”

Pemerintah bersiap untuk menerapkan kebijakan New Normal bagi usia produktif di bawah 45 tahun karena dianggap lebih tahan terhadap virus. Nah, kamu mulai harus membiasakannya sejak sekarang dengan melakukan beragam protocol kesehatan yang dianjurkan, seperti rajin mencuci tangan, tidak lagi terbiasa menyentuh wajah, dan lain sebagainya. Mulai dilatih sejak sekarang ya, Gaes.

  1. Perbanyak doa dan bersedekah

Ramadhan dan Lebaran saat ini tentu beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita melakukannya dalam suasana prihatin ya. Tapi, justru dalam suasana seperti inilah kita mencoba untuk makin berserah kepada Sang Pencipta dengan memperbanyak amal dan ibadah. Ada baiknya bujet untuk membeli baju baru saat Lebaran kita alihkan untuk diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *