Pakai Capture Card Rexus HD200 Buat Streaming Mudah Kok. Ini Caranya!

Gamer, buat kalian yang ingin game streaming atau menggabungkan antara imaji yang ada di game dengan video kamu sendiri saat bermain game tersebut, maka kamu membutuhkan perangkat yang biasa disebut sebagai capture card. Salah satu capture card yang bisa kalian gunakan adalah Rexus HD200.

Rexus HD200 merupakan capture card terbaru yang menjadi penerus dari generasi capture card sebelumnya, HD100. Dari segi fungsi, keduanya memang tidak berbeda.

Selain dari segi bentuk, perbedaan yang mencolok di antara keduanya adalah pada HD200 terdapat terminal untuk konektor jack 3.5mm untuk headset dan mikrofon. Salah satu fungsi dari kedua konektor ini memudahkan kita untuk memonitor suara kita sendiri saat masuk dalam.

Bagi kalian yang sudah memiliki capture card ini, cara penggunaannya sebenarnya tidak sulit. HD200 tidak perlu driver khusus yang harus diinstal agar perangkat ini dapat berfungsi. Alat ini punya sistem plug and play pada device yang mendukung.

Foto: capture card Rexus HD200

Cara Instalasi Capture Card Rexus HD200

Meski cara penginstalannya tidak terlalu rumit, tetapi beberapa pengguna ada yang belum terbiasa saat menggunakannya. Yang penting, cara penginstalan alat ini benar dan sesuai dengan kompatibilitas device terkait.

Ada beberapa langkah dan syarat agar capture card dapat digunakan secara optimal, yaitu:

1. Pastikan semua peranti konektor (kabel HDMI dan converter) berfungsi dengan baik.

2. Bagi yang menggunakan source berupa ponsel pintar, pastikan ponsel kamu mendukung fungsi MHL. Ini adalah fitur yang memungkinkan ponsel dapat terkoneksi ke peranti lain dengan menggunakan konektor HDMI. Untuk mengetahui apakah HP kamu sudah mendukung MHL atau belum, silahkan tes dengan menggunakan aplikasi HDMI Checker yang ada di Playstore.

3. Pastikan pula bahwa perangkat kamu tidak diproteksi oleh fitur yang biasa disebut dengan HDCP. Jika ternyata muncul notifikasi tersebut, kamu bisa melihat solusinya di sini.

4. Perlu diketahui bahwa pada Rexus HD200 ada 2 port konektor, yaitu:

  • HDMI Input: Lubang colokan untuk konektor dari perangkat sumber (HP, kamera, PC, konsol).
  • HDMI Output: Lubang colokan untuk konektor HDMI ke PC.
  • Output Type C ke PC/laptop untuk digabungkan grafisnya.
  • Output Jack 3,5mm untuk mikrofon
  • Ouput HDMI Video & audio.

Jangan sampai salah dalam mengoneksikannya ya. Ini penting karena jika saat mengoneksikannya salah, maka perangkat ini tidak akan dikenali oleh komputer.

4. Saat dikoneksiksikan ke dalam komputer, maka perangkat akan dikenali sebagai “HDMI Capture”.

5.. Saat masuk ke perangkat lunak broadcast (OBS), cari di Device > Add > Game capture/HDMI Capture.

6. Jika gambar in-game sudah tertangkap, tarik ke dalam frame yang sudah disediakan pada perangkat lunak broadcast. Nah, kamu bisa langsung menggabungkan antara game yang sedang dimainkan dengan video kamu.

Pastikan kamu menggunakan latar hijau (green screen) ya agar tertangkap dengan bagus dan pemisahan antara imaji game dengan video kamu juga lebih halus.

Jangan lupa, gunakan camcorder atau webcam yang berkualitas untuk mendapatkan gambar yang bagus. Salah satu pilihannya, kamu bisa pakai webcam Rexus ALVA II yang sudah dilengkapi dengan ring LED di depan kameranya.

Atasi Kendala yang Kerap Muncul Saat Set Capture Card

Sudah melakukan hal di atas tetapi belum bisa terkoneksi juga? Tenang. Jangan langsung melempar HD200 nya ke tong sampah. Harganya mahal, bray. Berikut beberapa hal yang bisa kalian periksa kembali.

1. Menggunakan konverter yang mendukung

Untuk menghubungkan antara kabel HDMI ke ponsel atau perangkat lain yang tidak didukung port HDMI, maka kamu perlu menambahkan konverter atau adapter kabel. Karenanya, pilih converter yang berkualitas.

Harganya cukup mahal, apalagi yang mendukung konversi ke lightning. Tetapi untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik, harga tersebut pantas dibayar.

2. Gunakan kabel HDMI berkualitas

Seringkali masalah tidak ada sinyal dan kualitas gambar yang tidak bagus saat streaming disebabkan oleh kabel HDMI yang kurang berkualitas. Seperti kita tahu, kabel HDMI memiliki beragam tingkat kualitas dengan kecepatan transfer data yang berbeda. Untuk capture card Rexus HD100, pastikan kamu menggunakan kabel HDMI bawaan atau kabel HDMI Rexus.

Sebagai referensi, sinyal video 4K60 HDR, dengan resolusi 1440p 144Hz dan 1080p 240Hz membutuhkan kabel HDMI premium berkecepatan tinggi dengan kemampuan transfer bandwith hingga 18Gbps. Selain itu, untuk mendapatkan hasil maksimal, dibutuhkan pula kabel HDMI 2.0. Menggunakan kabel HDMI berkualitas rendah dapat menyebabkan layar blank, gambar patah-patah, atau terjadinya distorsi pada gambar.

Perlu diketahui, kabel HDMI dijual dalam beberapa ukuran. Untuk resolusi 1080p60, dianjurkan untuk menggunakan kabel HDMI dengan panjang maksimal 8 meter, untuk meminimalkan penurunan kualitas gambar dan suara yang dihasilkan.

Semakin panjang kabel HDMI, semakin turun kualitas gambarnya. Karenanya, jika sinyal tak terdeteksi atau gambar berkedip, coba gunakan kabel HDMI yang lebih pendek atau kurangi resolusi video dalam frame rate. Paling aman, gunakan kabel bawaan capture card Rexus HD200. Kabel HDMI versi 2.0 tersebut memang sudah disesuaikan dengan capture card-nya.

Foto: Kabel konektor capture card Rexus HD200

3. Koneksikan ke port 3.0

Sebenarnya, tidak semua capture card harus menggunakan port 3.0. Untuk capture card model lama yang dilengkapi dengan onboard compression engine, mereka secara otomatis dapat mengompresi data yang ditransfer ke perangkat tujuan sehingga resolusinya tidak terlampau besar.

Dengan auto-compression itu data yang ditranfer maksimal beresolusi keluaran 720p30. Ada yang bisa mentransfer hingga 1080p tetap tetap melalui proses kompresi berformat MJPEG atau H264. Resolusi sebesar itu masih bisa “dicerna” dengan layak oleh port USB 2.0 yang mempunyai kemampuan transfer rerata 480 Mbps.

Kondisinya berbeda saat ini. Banyak capture card keluaran terbaru yang tidak dilengkapi lagi dengan mesin kompresi otomatis agar kualitas gambar yang diperoleh tetap seutuh mungkin. Jadi, jika Capture Card HD200 dapat menangkap gambar beresolusi 4K, maka sedapat mungkin resolusi sebesar itu dapat ditransferkan ke laptop atau komputer penerima seutuh mungkin.

Hal itu tentu sulit dilakukan jika menggunakan port 2.0. Karenanya, untuk tranfer data sebesar itu dalam kecepatan maksimal, capture card harus dikoneksikan ke komputer penerima yang mempunyai port 3.o.

Agar mencapai kecepatan USB 3.0 penuh (4,8 Gbps), maka port USB 3.0 idealnya dikoneksikan dengan kabel yang sama-sama mendukung teknologi 3.0. Jika mengoneksikan capture card ke port USB 3.0 tetapi tetap menggunakan kabel 2.0, maka kualitas gambar tetap tidak bisa optimal.

4. Sesuaikan resolusinya

Jika capture card menangkap sinyal atau resolusi yang tak sesuai dengan spesifikasinya, maka alat itu secara otomatis tidak akan menampilkan gambar pada layer. Capture card HD200 sesuai untuk resolusi video input 4K dalam FPS 30Hz untuk menghasilkan video Full HD 1080 dalam FPS 60Hz.

Untuk mendapatkan gambar yang lancar, kamu bisa menyesuaikannya resolusi di aplikasi broadcast yang kamu gunakan. Pada OBS, kamu melihatnya di panel antar muka di bawah layar utama.

Demikian beberapa hal yang bisa menjadi referensi agar kamu tidak diribetkan dengan masalah instalasi capture card. Kami tahu kok, dengan harga yang cukup mahal untuk menebusnya, kamu pasti ingin wajah ganteng kamu tertangkap sempurna dengan capture card HD200, bukan?

    Related aticles

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Please note, comments must be approved before they are published