Mikrofon Headset Tak Berfungsi? Bisa Jadi Beda Standar OMTP dan CTIA

Headset Gaming Rexus Thundervox HX25 Removable Jack

Gamer, pernahkah menemukan kendala saat headset atau earset kalian yang menggunakan konektor jack 3,5mm tidak dibisa digunakan di colokan ponsel atau laptop meskipun sama-sama menggunakan koneksi jack 3,5mm? Salah satu hal yang bisa jadi penyebabnya adalah perbedaan standar jack antara headset kita dengan perangkat yang ingin kita koneksikan.

Standar apa? Standar posisi konduktor pada jack berdasarkan standarisasi komponen berdasar wilayah ataupun negara yang memberlakukan standar tersebut. Jadi, saat ini terdapat dua standar jack 3,5mm yang diberlakukan, yaitu Cellular Telecommunications Industry Association (CTIA) dan Open Mobile Terminal Platform (OMTP).

Perkembangan Konektor Headset

Saat ini ada pilihan headset gaming yang dikhususkan untuk penggunaan di ponsel dengan menggunakan jack atau colokan 3,5mm. Penggunaan jack 3.5mm memang sudah muncul sejak ratusan tahun lampau. Menurut BBC, jack 3,5mm sudah digunakan sejak abad 19 sebagai peremajaan dari tipe jack 6,35mm yang sudah ada sejak 1878.

Hingga sekarang, colokan berbentuk jarum tersebut tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak kemunculannya. Tetap sama dengan dengan bentuk runcing yang konvensional.

Hampir semua tipe pengeras suara, baik headphone, headset, earphone, atau pun in-ear phone tetap setia menggunakan jenis jack ini. Setali tiga uang, semua ponsel dan gawai terbaru pun tetap menyediakan terminal atau port buat jenis konektor ini. 

Standar OMTP dan CTIA

Dalam peristilahan jack 3,5mm, kamu juga perlu mengetahui standarisasi jack ini. Terdapat 2 macam standar konektor untuk ponsel dan gawai, yaitu CTIA dan OMTP.

CTIA

CTIA adalah kepanjangan dari Cellular Telecommunications Industry Association yang merupakan standar konektor yang digunakan di Amerika, seperti pada produk Apple. Standar CTIA muncul sejak 1984. Pada 2004, organisasi ini bergabung dengan organisasi Wireless Data Forum (WDF) dan dikenal sebagai Cellular Telecommunications and Internet Association.

Saat itu, beberapa produsen telekomunikasi dan seluler berkepentingan untuk membentuk sebuah organisasi bisnis yang mempunyai standariasi sama dalam industrinya, termasuk di dalamnya penyamaan standarisasi pada struktur konektor jack yang dipergunakan dalam produk-produk buatannya.

Konektor jack 3,5mm yang kompatibel dengan semua produk elektronik dan telekomunikasi produsen yang tergabung dalam organisasi ini mempunyai elemen konduktor untuk mikrofon di pangkal atau bagian paling akhir dari besi colokannya.

OMTP

Selain CTIA, ada pula standar OMTP. OMTP merupakan singkatan dari Open Mobile Terminal Platform atau standar yang digunakan untuk platform terbuka, seperti pada gawai Android, Nokia, dan lain sebagainya.

Platform ini muncul sejak 2010, setelah sebelumnya pada 2004 banyak operator telekomunikasi dunia, seperti O2, Vodafone, ataupun T-Mobile, memprakarsai standarisasi penyeragaman konektor yang bersifat terbuka. Ide tersebut kemudian direspon positif oleh para produsen perangkat telekomunikasi seperti Nokia, Huawei, LG, Motorolla, dan lainnya.

Standarisasi OMTP pun mempengaruhi produk jack yang kompatibel dengan produk elektronik yang mendukung stadarisasi tersebut. Mereka pun membuat konektor yang berbeda dengan yang sudah ditetapkan oleh CTIA.

Bentuk kedua phone connector ini sama secara fisik, karena sama-sama punya 4 lempeng konduktor namun secara struktur atapun penempatan titik fungsi yang berbeda.

Tidak Cocok? Pakai Converter!

Gajah beratem, kancil yang jadi korban. Metafora ini cocok digunakan untuk menggambarkan keadaan saat ini. Perbedaan standarisasi antara dua kubu produsen elektronika tersebut mengimbas pada para konsumen seperti kita ini.

Karena dua standarisasi tersebut, ada dua perbedaan konektor headset ataupun peralatan elektronik lain yang menggunakan jack 3,5mm di pasaran. Masalahnya, secara fisik, kedua jack tersebut bentuknya sama persis.

Namun, saat digunakan pada standar yang tidak sama maka perangkat tidak akan berfungsi dengan baik. Biasanya, efeknya terasa saat mikrofon pada headset tidak bisa digunakan pada perangkat yang mendukung standar CTIA ataupun OMTP.

Untuk mengatasi hal ini, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan konverter CTIA ke OMTP ataupun sebaliknya. Ada banyak pilihan converter di pasaran yang bisa kita gunakan. Harganya tidaklah mahal. Peran dari converter tersebut adalah untuk mengubah posisi konduktor atau elemen untuk mikfrofon agar bisa sesuai dengan standar port 3,5mm dalam perangkat.

Nah, buat kalian yang terkendala mikrofon headset ataupun earset tidak menyala saat digunakan di sebuah perangkat, ketahui dulu jenis atau standar jack 3,5mm yang digunakan. Jangan langsung vonis headset kamu bermasalah ya.

Related aticles

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please note, comments must be approved before they are published